Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
    • Bidikan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
    • Bidikan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Pojokan

Pilpres Mengingatkan Saya pada Kenangan Sunat Saat Kecil

Agus Mulyadi oleh Agus Mulyadi
25 Oktober 2019
A A
jokowi dan prabowo
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

“Siapa pun yang menang, mau Jokowi atau Prabowo, yang kalah tetaplah rakyat,” begitu kata kawan saya yang juga menjabat sebagai bapak arsip twitter nasional, Bilven Sandalista.

Sinisme tentang Pilpres yang saya pikir berlebihan, namun kelak, saya sadar apa yang dikatakan oleh Bilven adalah sebenar-benarnya kebenaran.

Sekarang, dengan jelas kita melihat bahwa memang rakyat sedang menanggung kekalahan itu. Kekalahan yang nggak telak-telak amat memang, tapi tetap saja itu sebuah kekalahan.

Lima tahun lalu, di bilik suara, rakyat bimbang mau pilih Jokowi atau Prabowo. Kita bingung memilih siapa yang menurut kita cocok menjadi pemimpin yang mengurusi hajat hidup kita.

Kebimbangan dan kebingungan itu bukan hal sederhana. Ia dijalani dengan konsekuensi yang besar. Ada banyak orang yang demi mendukung Jokowi atau Prabowo, ia sampai mengorbankan hubungan perkawanan mereka, mereka sampai berdebat keras dengan kerabat dekat sendiri, unfriend teman di Facebook, unfollow kawan di Twitter, bahkan pada titik tertentu, sampai memutus tali silaturahmi.

Ada yang sampai di-kick dari grup wasap keluarga, ada yang sampai bertaruh uang dengan nilai yang tak sedikit, ada yang sampai rela menjadi buzzer gratisan yang sampai harus membagikan berita yang ia paham betul itu hoax.

Ada yang sampai gagal menikah karena ia seorang Jokower sedangkan calon mertuanya Prabower.

Ada suami yang bahkan dengan tegas rela menceraikan istrinya jika ia mencoblos capres yang tidak sama dengan pilihannya.

Terlalu banyak konsekuensi yang harus ditanggung untuk memilih antara Jokowi atau Prabowo.

Konsekuensi tersebut pada akhirnya bikin kecewa banyak orang. Lha gimana, setelah ditetapkan sebagai pemenang, Jokowi ternyata memilih Prabowo, rivalnya, menjadi menteri Pertahanan. Padahal, banyak orang yang memilih Jokowi agar Prabowo tidak duduk di pemerintahan. Banyak yang memilih Jokowi bukan karena ia suka dengan Jokowi, melainkan karena “asal bukan Prabowo”.

Mengutip kembali kata Bilven, “Beli 1, dapat 2.”

Entah kenapa, nasib tersebut mengingatkan saya pada kenangan sunat. Dulu saya sunat di akademi militer. Ikut program sunat massal di sana. Saya tadinya tak mau ikut, sebab saya masih belum siap untuk disunat, tapi karena banyak kawan lelaki saya satu kelas yang mendaftar, saya mau tak mau ikut mendaftar. Saya takut disunat, tapi saya lebih takut dikatai pengecut oleh kawan-kawan lelaki saya.

Kala itu, di ruang penjagalan, sesaat sebelum mengeksekusi si kecil, Pak dokternya yang bertugas menjagal pucuk kelelakian saya bertanya, “Biusnya mau yg suntik apa oles?” karena saya agak takut disuntik, maka tentu saja saya jawab, pakai bius oles saja.

Dan bajingan betul, jebul setelah burung saya dioles, saya ternyata disuntik juga. Sambil menahan sakit akibat tusukan jarum suntik, saya melayangkan protes. “Lho, lho, lho. Kok disuntik juga, Dok? Tadi katanya bius oles!”

Iklan

Dia menjawab santai, “Kalau cuma dioles, biusnya kurang mantep.”

Dalam hati saya ngedumel. “Trus ngapain tadi sok-sokan nanya mau bius oles apa suntik?”

Saya jadi semakin yakin, bahwa politik tak ubahnya seperti burung. Sama-sama KNTL.

Terakhir diperbarui pada 25 Oktober 2019 oleh

Tags: jokowipilpresprabowo
Agus Mulyadi

Agus Mulyadi

Blogger, penulis partikelir, dan juragan di @akalbuku. Host di program #MojokMentok.

Artikel Terkait

Mens Rea, Panji Pragiwaksono sebagai Anak Abah, dan Bahaya Logika Fanatisme MOJOK.CO
Esai

Mens Rea, Pandji Pragiwaksono sebagai Anak Abah, dan Bahaya Logika Fanatisme

12 Januari 2026
kapitalisme terpimpin.MOJOK.CO
Ragam

Bahaya Laten “Kapitalisme Terpimpin” ala Prabowonomics

21 Oktober 2025
Kereta Cepat Whoosh DOSA Jokowi Paling Besar Tak Termaafkan MOJOK.CO
Esai

Whoosh Adalah Proyek Kereta Cepat yang Sudah Busuk Sebelum Mulai, Jadi Dosa Besar Jokowi yang Tidak Bisa Saya Maafkan

17 Oktober 2025
Hentikan MBG! Tiru Keputusan Sleman Pakai Duit Rakyat (Unsplash)
Pojokan

Saatnya Meniru Sleman: Mengalihkan MBG, Mengembalikan Duit Rakyat kepada Rakyat

19 September 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Olin, wisudawan terbaik Universitas Muhammadiyah Madiun (UMMAD) pada 2025. MOJOK.CO

Pengalaman Saya sebagai Katolik Kuliah di UMMAD, Canggung Saat Belajar Kemuhammadiyahan tapi Berhasil Jadi Wisudawan Terbaik

14 Januari 2026
Indonesia Masters 2026 Berupaya Mengembalikan Gemuruh Istora Lewat “Pesta Rakyat” dan Tiket Terjangkau Mulai Rp40 Ribu MOJOK.CO

Indonesia Masters 2026 Berupaya Mengembalikan Gemuruh Istora Lewat “Pesta Rakyat” dan Tiket Terjangkau Mulai Rp40 Ribu

19 Januari 2026
Nasib Tinggal di Jogja dan Jakarta Ternyata Sama Saja, Baru Sadar Cara Ini Jadi Kunci Finansial di Tahun 2026 MOJOK.CO

Nasib Tinggal di Jogja dan Jakarta Ternyata Sama Saja, Baru Sadar Cara Ini Jadi Kunci Finansial di Tahun 2026

19 Januari 2026
Derita perempuan saat naik transportasi umum di Jakarta, baik KRL maupun TransJakarta MOJOK.CO

Kengerian Perempuan saat Naik Transportasi Umum di Jakarta, Bikin Trauma tapi Tak Ada Pilihan dan Tak Dipedulikan

17 Januari 2026
Mohammad Zaki Ubaidillah, dari Sampang, Madura dan langkah wujudkan mimpi bulu tangkis di Daihatsu Indonesia Masters 2026 di Istora Senayan Jakarta MOJOK.CO

Istora Senayan Jadi Titik Sakral Menaruh Mimpi, Cerita Bocah Madura Rela Jauh dari Rumah Sejak SD untuk Kebanggaan dan Kebahagiaan

19 Januari 2026
InJourney salurkan bantuan pascabencana Sumatra. MOJOK.CO

Pascabencana Sumatra, InJourney Kirim 44 Relawan untuk Salurkan Bantuan Logistik, Trauma Healing, hingga Peralatan Usaha UMKM

17 Januari 2026

Video Terbaru

Air dari Perut Bumi: Goa Jomblang dan Perubahan Hidup Warga Gendayaan

Air dari Perut Bumi: Gua Jomblang dan Perubahan Hidup Warga Gendayaan

18 Januari 2026
Bob Sadoni dan Hidup yang Terlalu Serius untuk Tidak Ditertawakan

Bob Sadoni dan Hidup yang Terlalu Serius untuk Tidak Ditertawakan

13 Januari 2026
Elang Jawa dan Cerita Panjang Kelestarian yang Dipertaruhkan

Elang Jawa dan Cerita Panjang Kelestarian yang Dipertaruhkan

11 Januari 2026
Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.