Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Pojokan

Perkara Gaya Rambut Pria: Manusia Berharap, Barber yang Menentukan

Rizky Prasetya oleh Rizky Prasetya
18 Maret 2020
A A
gaya rambut pria, barbershop, potong rambut mojok.co

Ilustrasi potong rambut di barbershop (Mojok.co/Ega Fansuri)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Barber yang berkerja di luar instruksi adalah pembawa petaka. Bisa jadi Anda pulang dengan gaya rambut pria terburuk sepanjang sejarah kehidupan Anda.

Berangkat ke barbershop itu tidak ubahnya berangkat ke medan perang bagi lelaki. Hasil dari tangan para tukang cukur itu akan menentukan harga dirimu dalam beberapa waktu ke depan. Tak peduli referensi gaya rambut pria yang kau punya bejibun, nasib tetap ada di tangan para barber dan guntingnya.

Iklan

Ketika kita datang ke tukang cukur, kita punya harapan untuk setidaknya kita terlihat lebih tampan dari biasanya. Kita sudah punya angan tersendiri ketika datang ke barbershop, kita mau rambutnya gini dan gini. Ketika kita mengutarakan keinginan ke barber, pasti dia bilang siap, oke, iya mas, gassss, baiklah, dan jawaban lain yang serupa. Kita duduk, dikafani, eh ditutup kain, selebihnya pejah gesang nderek tukang cukur.

Sekarang bayangkan Anda sedang duduk di depan kaca, menunggu dicukur.

Tarik, cekres, sisir, tarik lagi, cekres lagi. Di depan cermin, Anda deg-degan menunggu hasil akhirnya. Tapi Anda merasa ada yang salah. Bagian itu harusnya cuma segini, bagian itu kok pendek, loh yang itu kok nggak dipotong, dan Anda sudah membayangkan bahwa ini bukan gaya rambut yang Anda inginkan.

“Mas, kok dipotongnya gini? Kayaknya tadi saya mintanya nggak gitu deh”
“Tenang, Mas. Saya tahu kok maksude njenengan, hasil akhirnya pasti sesuai”

Beberapa menit kemudian, ritual selesai. Kepala Anda disabeti pake handuk, diunyel-unyel biar rambut sisa tidak menempel di tubuh dan rambut Anda. Dan hasilnya? Benar sesuai.

Sesuai dengan mimpi buruk Anda.

Tanganmu mengepal, kepala langsung mendidih, dan Kyubi sudah ngawe–ngawe minta segelnya dilepas. Tapi Anda tersadar ketika barber menyatakan tarif yang harus dibayar. Mau tidak mau, Anda harus pulang dengan gaya rambut pria terburuk sepanjang sejarah peradaban manusia. Wis elek, mbayar meneh.

Dalam hidup kalian, pasti ada satu momen saat potong rambut di mana apa yang Anda inginkan digarap berbeda oleh para barber. Berharap mirip Marco Reus, berakhir mirip wedhus, atau maksud hati pengen rambut kekinian malah ujungnya ambyar. Kita nggak bisa meminta rambut kita balik, dan harus menanggung derita.

Padahal ya kita sudah bilang secara rinci harus seperti apa, tapi berujung dipotong berbeda. Ada yang alasan kepalanya jajar genjang lah, rambutnya tipis lah, ada yang memang mukanya tidak tertolong, pokoknya berujung eyel-eyelan yang tidak berfaedah.

Saya nggak paham ada barber yang tetap memotong rambut tidak sesuai keinginan klien. Maksudnya kalau klien minta detil tapi eksekusinya sama sekali nggak sesuai dengan permintaan klien itu yang ngawur. Memang Anda-Anda ini dibekali kemampuan dan pengetahuan lebih tentang rambut dibanding klien Anda, tapi kan nggak tepat juga kalau Anda mengabaikan keinginan klien. Perkara ujungnya keliatan konyol, setidaknya klien itu yang minta.

Saya juga nggak paham ada barber yang diminta untuk potong gaya rambut ini bilang bisa, tapi ternyata nggak bisa. Saya punya pengalaman pribadi tentang ini. Saya minta rambut saya dicukur mirip Beckham, yang otomatis bagian pinggir lebih tipis. Alih-alih hasilnya rapi, rambut saya dipapras dan hasil akhir persis dengan rambutnya Gogon. Instruksi sama hasil bisa berbeda jauh, padahal ya dia menyanggupi.

Kalau nggak bisa atau memang nggak cocok, kan bisa dibicarakan, nggak langsung eksekusi. Gerilya itu butuh perencanaan, kalau asal pindah itu keluyuran. Gaya rambut juga sama, tidak asal papras, tapi ada perhitungannya. Barber sih aman, tapi bagi korban malpraktek, dia harus menanggung derita selama dalam waktu yang lama.

Bayangkan kalau yang jadi korban adalah orang yang punya tipe rambut yang tumbuhnya lama, berapa lama dia harus menanggung rasa malu?

Ini saya nggak memukul rata tiap barber kayak gitu ya, tapi bagi yang punya tabiat kayak gini, mbok dikurangi. Kasian para orang yang harus menanggung derita dan juga kekecewaan setelah pulang dari barbershop Anda. Kalau memang nggak bisa gaya rambut kekinian, nggak usah dipaksa, bilang aja. Klien juga pasti dengerin alasan Anda kok tanpa sakit hati.

Bagi para klien, saya sarankan tegas kalau barber mulai offside saat bertugas. Kalau nggak gitu, gaya rambutmu akan jadi hinaan untuk waktu yang lama. Saling mengingatkan saja sih, itu intinya. Dan jgua pegang satu hal, kalau memang nggak tertolong mukanya, jangan salahkan gaya rambut Anda. Nggak kok, nggak bercanda.

BACA JUGA Update Harian Virus Corona di Indonesia: untuk Pembaca yang Jenuh tapi Butuh Tahu dan artikel menarik lainnya di POJOKAN.

Terakhir diperbarui pada 12 Agustus 2021 oleh

Tags: barbershopgaya rambut priapotong rambut
Rizky Prasetya

Rizky Prasetya

Redaktur Mojok. Hobi main game dan suka nulis otomotif.

Artikel Terkait

gaya rambut pria, barbershop, potong rambut mojok.co

Alasan Potongan Rambut Jadi “Jelek” setelah Pulang dari Barbershop, Tukang Cukur Sering Disalahkan meski Problemnya Ada di Pelanggan

18 Agustus 2026
Kebiasaan di tukang pangkas gegayaan potong rambut di barbershop. Berakhir konyol dan menderita MOJOK.CO

Pertama ke Barbershop untuk Gaya-gayaan: Jadi Goblok Perkara “Undercut”, Kelaparan Seharian karena Bayar Mahal demi Potong Rambut Tak Memuaskan

8 Oktober 2025
Pembelaan Tukang Cukur yang Dituding Tak Paham Maksud ‘Potong Dikit’: Paham, tapi Sengaja Motong Kependekan MOJOK.CO

Pembelaan Tukang Cukur yang Dituding Tak Paham Maksud ‘Potong Dikit’: Paham, tapi Sengaja Motong Kependekan

10 Februari 2024
model rambut pria mojok.co

7 Model Rambut Pria yang Bisa Dicoba di 2023, Cepmek Termasuk?

11 Januari 2023
Udin, Tukang Potong Rambut Terakhir di Sor Ringin Alun-alun Utara Yogya

Udin, Tukang Potong Rambut Terakhir di Sor Ringin Alun-alun Utara Yogya

16 Februari 2022
Tukang cukur mojok.co

Tukang Cukur Tradisional Vs Barbershop: Beda Kelas, Beda Kualitas?

24 Januari 2022
Muat Lebih Banyak


Terpopuler Sepekan

ilustrasi ketua pemuda

Jabatan Ketua Pemuda di Kampung itu Gagah, Tapi Ngenes Karena Dianggap Bisa Menyelesaikan Semua Masalah

20 Agustus 2026
Kenangan Honda Astrea Grand 1996 di Surabaya. MOJOK.CO

Astrea Grand 1996 Milik Bapak: Saksi Bisu Ketangguhan Orang Tua Saya, Kini Tetap Slay Menyibak Kemacetan Surabaya

27 Agustus 2026
Peserta dalam ajang Klaten International Motocross di Sirkuit Bokong Semar, kawasan Rowo Jombor. MOJOK.CO

Anak Muda Asal Jawa Barat Kalahkan Crosser dari Australia di Ajang Klaten International Motocross

25 Agustus 2026
Gelandang Timnas Putri U-16 Indonesia Garuda Pertiwi Ayla Dva Khala Ahisma, Kepala Timnas Putri U-16 Indonesia Garuda Pertiwi Timo Scheunemann, Pelatih Kepala Timnas Putri U-16 Thailand Thidarat Wiwasukhu dan Kapten Timnas Putri U-16 Thailand Kawinthida Kukintod.

Di Lapangan Jadi Lawan, di Luar Jadi Teman: Ayla Bertukar Kaos, Kapten Thailand Bertukar Medsos

23 Agustus 2026
Desta pamit dari Vindes rasanya kayak kehilangan dua teman MOJOK.CO

Ketika Desta pamit dari Vindes, saya merasa kehilangan dua teman yang tidak pernah saya kenal

27 Agustus 2026
Motor Honda Verza tua itu 12 tahun menemani saya mengejar rezeki MOJOK.CO

Jok motor Honda Verza tua itu sudah sobek, tangki penyok, spion patah diserempet truk, tapi menolak pensiun menemani saya 12 tahun mengejar rezeki menembus pegunungan Banjarnegara

27 Agustus 2026

Video Terbaru

Menjadi Manusia Bersama Habib Jafar: Konsisten, Kehilangan, dan Syukur

Menjadi Manusia Bersama Habib Jafar: Konsisten, Kehilangan, dan Bersyukur

20 Agustus 2026
Abdur Arsyad: Dari Matematika sampai Memikirkan Masa Depan Negara

Abdur Arsyad: Dari Matematika sampai Memikirkan Masa Depan Negara

8 Agustus 2026
Menguatkan Ketahanan Pangan Keluarga dari Kebun di Klaten

Menguatkan Ketahanan Pangan Keluarga dari Kebun di Klaten

7 Agustus 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

🤖 PRAYIT AI ×
Salam dari Mojok! Aku Prayit AI. Ada yang bisa dibantu hari ini, Rek?
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.