Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Pojokan

Obsesi Rasa Pedas dan Menikmati Penderitaan kayak Masokis

Ternyata orang yang ketagihan makanan pedas itu bisa masuk kategori masokis taraf ringan lho. Hapiye? Demen banget "melukai" lidah sendiri.

Ahmad Khadafi oleh Ahmad Khadafi
21 November 2021
A A
Sisi Gelap Korean Food di Jogja, Makanan Korea.MOJOK.CO

Ilustrasi Sisi Gelap Korean Food di Jogja, Oknum Penjualnya Pakai Cara Nakal yang Bahayakan Pembeli (Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Makan makanan pedas kadang jadi tantangan tersendiri. Etapi, ternyata menikmatinya itu termasuk kategori masokis juga lho.

Saya suka makan pedas. Suka sekali. Meski tidak sampai pada tahap “gila” dengan rasa pedas.

Oke, belakangan saya memang tak bisa lagi makan makanan pedas dahsyat seperti dulu, karena faktor usia pada lambung. Walau begitu, saya tetep memberi list tertinggi dalam daftar menu favorit saya untuk jenis-jenis masakan pedas.

Padahal, kalau mau dilacak, sebenarnya rasa pedas pada dasarnya bukan termasuk pada varian rasa. Rasa pedas adalah rasa sakit. Iya, sakit. Kayak kalau kamu lagi ditinggal rabi pacarmu.

Pada makanan pedas, rasa perih iritasi yang terjadi pada lidah. Proses makan pedas itu sebenarnya merupakan proses memberi rasa sakit pada lidah karena reaksi efek zat Capsaicin pada cabe.

Zat inilah yang kemudian memberi iritasi pada lidah lalu “melukai” indra pengecap manusia. Oleh otak, proses melukai ini didefinisikan sebagai kondisi terbakar. Pada saat itulah tubuh lalu bereaksi dengan membanjiri tubuh dengan keringat untuk mendinginkannya.

Hal itulah yang kemudian menjelaskan pada tubuh saya, setiap kali saya makan makanan pedas, saya selalu keringetan kayak lagi main futsal. Bahkan kadang-kadang hidung ikut meler—kadang bisa sampai menitikkan air mata.

Nah, proses itu semua ternyata terjadi karena otak saya sedang merespons masakan pedas bak perasaan orang lagi kepanasan. Di tengah-tengah proses itu, tubuh saya ini bereaksi dengan begitu rumit. Hormon demi hormon dikeluarkan dalam rangka penanggulangan sensasi makan yang menyakitkan itu.

Kalau orang tidak pernah makan pedas, rasa pedas akan langsung menyiksanya. Itu akan diingat sebagai pengalaman traumatis. Sesuatu yang menyakitkan dan selalu diingat terus-terusan, yah mirip-mirip kayak lirik lagunya Aldi Taher lah. Menyakitkan, tapi selalu terngiang-ngiang. Pada tingkat ekstrem, itu bisa membangkitkan rasa fobia.

Akan tetapi, efek ini tidak akan terjadi kepada orang kayak saya yang suka makan pedas. Tubuh saya yang sudah terbiasa justru akan mengeluarkan hormon endorfin ke dalam otak. Fungsi awalnya sih sebenarnya supaya meredakan nyeri, tapi selanjutnya hormon dopamine juga dikeluarkan ke otak sehingga memicu rasa bahagia.

Iya, rasa bahagia, ya rasa nikmat juga. Sesuatu yang bisa menjelaskan kenapa orang masokis bisa merasakan kenikmatan.

Ini karena adanya sebuah perasaan manipulatif supaya tubuh saya yang makan pedas tak kesakitan. Etapi, secara berkelanjutan efek ini justru akan membuat orang jadi ketagihan dan kepengin makan pedas terus-terusan.

Itu juga yang jadi sebab, kalau kamu makan tak sesuai selera tapi ada sambel yang bisa bikin pedas, kamu tetap bisa aja makan dengan lahap. Soalnya rasa sakitmu yang masokis itu, bakal bisa mengalahkan ketidaksukaanmu terhadap makanan yang sedang kamu santap.

Hal-hal kayak gini sebenarnya efek yang tak jauh beda kayak orang suka nonton film horor atau sensasi naik wahana yang mengancam nyawa. Ada perasaan takut, seram, tubuh terasa tidak nyaman, lalu tubuh bereaksi dengan mengeluarkan hormon-hormon yang bikin nikmat itu.

Iklan

Eh, lah kok malah ketagihan.

BACA JUGA 5 Kiat Redakan Kepedesan dan tulisan ESAI lainnya.

Terakhir diperbarui pada 21 November 2021 oleh

Tags: hormonmakanan pedasmasokispacarpedasrasa pedas
Ahmad Khadafi

Ahmad Khadafi

Redaktur Mojok. Santri. Penulis buku "Dari Bilik Pesantren" dan "Islam Kita Nggak ke Mana-mana kok Disuruh Kembali".

Artikel Terkait

Seorang Gadis Terjerat Pinjol Demi Memenuhi Kebutuhan Pacarnya yang konyol MOJOK.CO
Kilas

Seorang Gadis Terjerat Pinjol Demi Memenuhi Kebutuhan Pacarnya yang konyol

1 Januari 2024
Punya Pacar yang Lagi Skripsian itu Nggak Enak, Beneran Nyusahin! MOJOK.CO
Kilas

Punya Pacar yang Lagi Skripsian Itu Nggak Enak, Beneran Nyusahin!

19 Desember 2023
menulis nama pacar di skripsi. MOJOK.CO
Liputan

Mereka Tidak Menyesal Menulis Nama Pacar di Skripsi Meski Berakhir Putus

27 Agustus 2023
Duka Jasa Sewa Pacar: Dari Pelecehan, Baper, hingga Diajak Menikah Pelanggan. MOJOK.CO
Sosok

Duka Jasa Sewa Pacar: Dari Pelecehan, Baper, hingga Diajak Menikah Pelanggan

26 April 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Syifa, WNI yang kuliah di Jagiellonian University, Krakow, Polandia, Eropa. MOJOK.CO

Nekat Daftar Beasiswa Luar Negeri ke Kampus “Kurang Terkenal”, Kini Bisa Keliling Eropa dengan Gaji yang Bikin Sumringah

8 Juni 2026
Nestapa Anjing di Jogja: Dibuang Sarjana yang Baru Wisuda atau Jadi Sengsu di Atas Meja MOJOK.CO

Nestapa Anjing di Jogja: Dibuang Sarjana yang Baru Wisuda atau Jadi Sengsu di Atas Meja

8 Juni 2026
Katanya Sekolah Itu Tiket VIP Hidup Mapan, Ternyata Jadi Ibu Rumah Tangga yang Bikin Goyah Negara MOJOK.CO

Katanya Sekolah Itu Tiket VIP Hidup Mapan, Ternyata Jadi Ibu Rumah Tangga yang Bikin Goyah Negara

5 Juni 2026
Dhia Hana Putri Saraswati mahasiswa Umsura dan Unair. MOJOK.CO

Kena Mental Kuliah di Umsura dan Unair Sekaligus, Puluhan Kali Ingin Menyerah tapi Kuat karena Ajaran Muhammadiyah

5 Juni 2026
Meski tanpa sosok ayah (fatherless), tapi tidak hilang arah MOJOK.CO

Hidup Tanpa Sosok dan Peran Ayah Nyatanya Tak bikin Hilang Arah, Bisa Cari Arah Sendiri dan Malah bikin Orang Lain Iri

9 Juni 2026
Curhat dan ziarah di makam ibu, tempat terbaik pulang tanpa penghakiman MOJOK.CO

Curhat di Makam Ibu Dianggap Lebay dan Sia-sia, Tapi Jadi Tempat Pulang Terbaik yang Penuh Makna dan Rasa Lega

5 Juni 2026

Video Terbaru

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026
Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

21 Mei 2026
Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

17 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.