Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Pojokan

Naik Travel dari Jogja ke Surabaya, Niatnya Ingin Tenang Berakhir Penuh Derita dan Nyawa Terancam

Yamadipati Seno oleh Yamadipati Seno
13 Maret 2026
A A
Naik Travel dari Jogja ke Surabaya Penuh Derita, Nyawa Terancam (Unsplash)

Naik Travel dari Jogja ke Surabaya Penuh Derita, Nyawa Terancam (Unsplash)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Dari Jogja membawa masalah

Perjalanan dari Jogja ke Surabaya itu, kalau via tol, bisa sangat cepat. Mungkin cuma empat jam saja. Namun, karena naik travel, maklum kalau perjalanan jadi lebih lama karena harus menjemput dan mengantar penumpang. Dari Jogja saja, saat itu, si sopir harus menjemput tiga penumpang: Pakem, Kota Jogja, dan Dongkelan (Bantul).

Saya berpikir, mungkin kami akan sampai Surabaya sekitar dini hari. Begitu masuk malam, mobil travel bisa agak ngebut. Namun, nyatanya, kami menghabiskan waktu terlalu lama untuk keluar dari Jogja. Dongkelan di Bantul itu sebenarnya dekat kalau dari Kota Jogja. Naik motor paling cuma 15 menit.

Iklan

Nah, si sopir travel ini, butuh 30 menit lebih hanya untuk sampai Dongkelan. Dan ini belum menjemput si penumpang. Penumpang yang duduk di depan berusia sekitar 40 akhir. Sejak menjemput saya, dia beberapa kali menggerutu. Mungkin dia menyesal dapat sopir yang nggak tahu jalan dan sulit baca peta digital. 

Maka, selama perjalanan dari Jogja menuju Surabaya, si penumpang di depan jadi kondektur dan navigator dadakan. Si sopir travel yang masih terlihat muda ini jadi serba nggak enak. Saya maklum, sih. Tapi, kalau memang nggak tahu jalan dan sulit baca peta digital, ngapain jadi sopir, batin saya.

Sopirnya tidur!

Singkat cerita, setelah menjemput beberapa penumpang lagi di Klaten dan Solo, kami sampai daerah Ngawi. Dua penumpang di belakang, seorang ibu dan anaknya, meminta berhenti sebentar. Katanya, si ibu mabuk darat. Kami berhenti di sebuah rumah makan yang biasa untuk mampir bus AKAP.

Penumpang yang lain maklum. Saya juga, karena bisa selonjoran sebentar sambil merokok.

Salah satu penumpang memberi Antimo untuk si ibu supaya bisa tidur dan nggak mabuk darat. Salah satu kebiasaan si ibu adalah minum obat pakai teh manis hangat. Makanya, berhenti di rumah makan adalah keputusan tepat. Tapi, bukankah minum obat pakai teh itu nggak baik, ya? Ya sudahlah, itu kehidupan si ibu juga.

Setelah sekitar 20 lebih menit mengaso, para penumpang siap melanjutkan perjalanan menuju Surabaya. Saya sempat makan juga di rumah makan yang terkenal akan soto ayam dan rawon-nya itu.

Semua penumpang sudah di dalam mobil travel, tapi si sopir nggak kunjung muncul. Setelah lima menit lebih, penumpang di depan menggerutu lagi dan kali ini dia turun dari mobil. Setelah mencari, ternyata si sopir itu tidur! Dia tidur di musala. 

Secara gelagapan, dia menjelaskan kalau minum kopi itu itu sudah nggak ampuh untuk menahan kantuk. Maka, dia mencoba berbaring dan kebetulan bablas tidur. Mungkin, si bapak di depan ini sudah sangat marah dengan kelakuan si sopir. “Kalau bisa nyetir, aku gantiin kamu. Ayo segera berangkat!”

Aksi berbahaya sopir travel dari Ngawi sampai Surabaya    

Dari Ngawi, si sopir travel ini masih menahan kantuk. Beberapa kali dia bergeser ke jalur kanan karena mengantuk. Padahal, jalur kanan adalah jalur cepat. Saya hanya bisa membatin, “Semoga selamat sampai Surabaya.”

Karena sadar keselamatan kami terancam, si bapak jadi lebih aktif berbicara. Dari awalnya dengan nada ketus kepada sopir travel, menjadi lebih lunak. Si bapak mungkin sadar nggak ada gunanya memarahi sopir amatiran ini. Jadi, selama perjalanan sampai Surabaya, mereka berdua malah jadi lebih akrab. Kadang obrolan mereka kayak bapak sedang memarahi anaknya.

Masalahnya adalah si bapak turun setelah Madiun, sebelum Surabaya. Jadi, dari perbatasan Surabaya sampai Wiyung daerah saya akan turun, si sopir ini sendirian di depan. 

BACA JUGA: Membandingkan Mobil Travel Kelas Ekonomi, Reguler, dan Eksekutif Rute Bukittinggi Padang. Mana yang Lebih Nyaman?

Brengsek betul

Maka jadi sudah, dia membawa mobil travel itu dengan penuh kehati-hatian. Namun, karena terlalu hati-hati, caranya menginjak rem dan gas malah jadi sangat kasar.

Si ibu yang mabuk darat sampai terbangun. Saya sudah meminta beliau untuk pindah depan saja. Siapa tahu pemandangan jalanan bisa mengurangi mabuk darat. Saya bilang gitu karena istri saya juga mabuk darat. Caranya menghilangkan mabuk darat adalah dengan pindah duduk depan.

Namun, belum sampai mobil travel berhenti, si ibu sudah mengeluarkan isi perutnya dengan sangat meriah. Penumpang travel di baris tiga dapat limpahan isi perut si ibu. Saya sendiri, untungnya nggak kena. Namun, aroma muntahan yang aduhai brengsek itu menguasai isi mobil travel.

Mobil berhenti secara serampangan dan semua penumpang bergegas keluar. Si ibu terlihat sangat memelas dan bersalah. Beberapa kali dia minta maaf karena sudah sangat merepotkan. 

Iklan

Anak si ibu gelagapan membersihkan muntahan ibunya. Beberapa penumpang ikut membantu. Saya sendiri menjaga jarak karena perut saya sangat sensitif dengan bau busuk.

Saat itu, saya memutuskan untuk naik taksi online saja. Jadi boros, tapi ya sudah, mau bagaimana lagi. Ketika membayar ongkos taksi online, saya hanya bisa membatin, “Brengsek!”

Penulis: Yamadipati Seno

Editor: Kenia Intan

BACA JUGA Mobil Travel Moda Transportasi Terbaik dan Selalu Memuaskan? Ah, Nggak Juga! Dan kisah menegangkan lainnya di rubrik POJOKAN.

Halaman 2 dari 2
Prev12

Terakhir diperbarui pada 14 Maret 2026 oleh

Tags: Jogjakota jogjamabuk daratmobil travelngawislemanSurabayatiket traveltiket travel jogja surabayatravelwiyung surabaya
Yamadipati Seno

Yamadipati Seno

Redaktur Mojok. Koki di @arsenalskitchen.

Artikel Terkait

Bakpia barangkali menjadi oleh-oleh khas Jogja yang biasa saja dan gitu-gitu aja. Tapi punya nilai sosial bagi perantau Jogja asal desa MOJOK.CO

Bakpia Jogja Memang Oleh-oleh Biasa dan Gitu-gitu Aja, Tapi Sangat Berharga buat Orang di Desa

22 Agustus 2026
ilustrasi MBG

Kisah Pilu Pegawai SPPG: Sering Dicap Ikut Korupsi Anggaran MBG, Padahal Niat Bekerja Sepenuh Hati

21 Agustus 2026
Realitas pasangan muda di Jogja: tak sanggup bermimpi punya rumah sendiri, pasrah menua di kosan makan tahu-tempe untuk bertahan MOJOK.CO

Realita Pasangan Muda di Jogja: Tak Sanggup Punya Rumah, Pasrah Menua di Kosan Makan Tahu-Tempe buat Bertahan

21 Agustus 2026

Punya 30 Kamar Kost Putri Ternyata Tidak Seindah yang Dibayangkan

19 Agustus 2026
Mending Beli Rumah di Menganti, Surabaya Pinggiran daripada Sidoarjo. MOJOK.CO

Alasan Pasangan Muda Beli Rumah di Surabaya Pinggiran daripada Sidoarjo: Kena Imbas Pembangunan Perkotaan

12 Agustus 2026
Wisata Perahu Kalimas di Taman Prestasi Surabaya jadi liburan mewah. MOJOK.CO

Kemewahan Wisata Perahu Kalimas Menyelamatkan Orang Haven’t Surabaya sebelum Dilanda Stres

11 Agustus 2026
Muat Lebih Banyak


Terpopuler Sepekan

ilustrasi - pekerja (Ega Fansuri/Mojok.co)

Pelarian Laki-laki Burnout usai Dihantam Pekerjaan tapi Dipaksa Kuat karena Tuntutan Kepala Keluarga Ideal

20 Agustus 2026
gaya rambut pria, barbershop, potong rambut mojok.co

Alasan Potongan Rambut Jadi “Jelek” setelah Pulang dari Barbershop, Tukang Cukur Sering Disalahkan meski Problemnya Ada di Pelanggan

18 Agustus 2026
Proyek Hutan Tanaman Energi (HTE) untuk co-firing biomassa di PLTU langgengkan praktik perampasan tanah ala kolonial MOJOK.CO

Proyek Bioenergi Kayu di Jawa Langgengkan Praktik Perampasan Lahan ala Kolonial

21 Agustus 2026
Warga Yogyakarta Bisa Perbarui Desil yang Tak Sesuai Data secara Mandiri Lewat Aplikasi. MOJOK.CO

Warga Yogyakarta Bisa Perbarui Desil yang Tak Sesuai Data secara Mandiri Lewat Aplikasi

21 Agustus 2026
JPPI, MBG, buku siswa sekolah.MOJOK.CO

RAPBN 2027: Anggaran Pendidikan Tersandera Rp240 Triliun demi Program yang Tak Penting

17 Agustus 2026
ilustrasi MBG

Kisah Pilu Pegawai SPPG: Sering Dicap Ikut Korupsi Anggaran MBG, Padahal Niat Bekerja Sepenuh Hati

21 Agustus 2026

Video Terbaru

Menjadi Manusia Bersama Habib Jafar: Konsisten, Kehilangan, dan Syukur

Menjadi Manusia Bersama Habib Jafar: Konsisten, Kehilangan, dan Bersyukur

20 Agustus 2026
Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.