Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Pojokan

Amien Rais Muncul di Google dengan Kata Kunci “Setan” tapi Tetap Ada yang Dukung Jadi Capres

Ahmad Khadafi oleh Ahmad Khadafi
21 Juni 2018
A A
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Muncul di gambar mesin pencarian Google dengan kata kunci “setan”, popularitas Amien Rais di kalangan simpatisan Partai Amanat Nasional (PAN) tetap tidak terpengaruh. Bahkan yang bersangkutan justru didukung untuk maju jadi calon presiden. Hm, ide yang menarique~

Baru-baru ini dunia media sosial gempar karena nongol foto Amien Rais di mesin pencarian Google dengan mengetik kata kunci “setan”. Tentu saja ini jadi citra yang tidak mengenakkan untuk tokoh sekaliber Ketua MPR periode 1999-2004 ini. Di saat deretan gambar yang muncul adalah wajah setan beneran, tiba-tiba terselip wajah kharismatik Amien Rais yang mengenakan kopiah hitam. Yawla, si Google ini enggak takut dipersekusi apa ya?

Hal ini tentu bukan karena Google adalah aplikasi yang anti-Amien-Rais, bukan, melainkan karena yang bersangkutan memang jadi objek berita paling yahud di jagat dunia maya. Bukan yang paling tinggi juga, tapi sekalinya muncul komentar Amien Rais mengenai pemerintah, saat itu juga nama Amien Rais muncul lagi ke permukaan. Ibarat towat-towet karet yang selalu ngeyel buat tenggelam, sangat sulit melampaui popularitas nama beliau dari wacana dunia siber di Indonesia—terutama kalau topiknya soal politik dan agama.

Di sisi lain, Amien Rais juga sempat begitu populer karena menyampaikan dikotomi soal “Partai Allah” dan “Partai Setan” pada beberapa waktu silam. Karena media massa online ramai-ramai memberitakan soal ide pemisahan antara kedua partai ini, maka hampir kebanyakan kata kunci yang masuk di Search Engine Optimization (SEO) adalah kata “setan”, atau lebih lengkapnya partai setan.

Hal ini yang jadi jawaban kenapa muncul juga tokoh-tokoh selain Amien Rais, seperti Mahfud MD atau Din Syamsuddin kalau Anda cukup selo menggulir gambar foto pada mesin pencari Google. Beberapa tokoh ini ikut masuk ya karena terlibat juga dalam mengomentari kasus tersebut, kemudian diberitakan oleh banyak media massa, akhirnya nongol juga deh bareng Pak Amien.

Meski ada juga yang menyayangkan kemunculan foto Pak Amien dari kata kunci “setan” di Google, namun rupa-rupanya hal itu tidak ikut serta menenggelamkan nama Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN) untuk dicalonkan jadi calon presiden (capres).

Jangan buru-buru mengejek dulu. Desakan agar tokoh reformasi ini maju beneran muncul dari daerah Pangandaran, Jawa Barat. Mengklaim nama sebagai “Deklarasi Umat”, Anggota DPR RI dari Fraksi PAN, Budi Youyastri menjadi pelopor akan lahirnya gerakan mendukung Pak Amien jadi capres. “Dimulainya dari Pangandaran ini. Nanti deklarasi tersebut juga akan dilakukan di berbagai daerah,” jelas Budi.

Bagi pendukung Pak Amien, argumentasi yang dibangun agar yang bersangkutan mau untuk maju sebagai capres lahir karena beliau dianggap cukup punya keberanian tanpa tanding dalam menyampaikan kritik pada kerja-kerja pemerintah. Apalagi kabar mengenai Mahatir Mohamad yang sukses menjadi Perdana Menteri Malaysia pada usia 92 tahun ikut menginspirasi gerakan ini. Toh secara usia, Pak Amien “baru” 72 tahun, lebih muda 20 tahun dari Mahatir.

Meski belum ada tanggapan resmi dari Pak Amien apakah bersedia atau tidak mengorbankan masa-masa senjanya yang istimewa, menarik menunggu bagaimana gerakan ini mengupayakan agar nama Pak Amien mampu menyelip di antara kandidat untuk melawan Presiden Jokowi pada Pemilihan Presiden 2019 nanti. Apalagi kalau Pak Amien tidak nebeng Prabowo Subianto alias muncul jadi poros ketiga.

Mengutip pernyataan dari Pemred Mojok, Agus Mulyadi, berikut ini adalah beberapa usulan tagline jika Pak Amien betulan mau maju jadi capres.

  1. Amien Rais – Sudi Pudjiastuti (ASUS)
  2. Amien Rais – Fadli Zon (AMAZON)
  3. Amien Rais – Rhoma Irama (AROMA)
  4. Amien Rais – Habib Rizieq (ASIEQ)

Nah, kalau soal kata kunci “setan” yang menganggu itu, barangkali hal ini malah bisa jadi langkah yang baik sebagai pendongkrak popularitas. Ingat, dulu ketika Jokowi dicalonkan jadi presiden juga muncul kabar-kabar Walikota Solo dua periode dari 2005-2012 ini adalah keturunan PKI.

Seperti halnya pendukung Jokowi yang mampu mendulang sisi positif dari hoax tersebut dengan menjadikannya sebagai senjata ampuh untuk menarik simpati, barangkali pendukung Pak Amien bisa memanfaatkan kata kunci “setan” untuk juga jadi senjata menarik simpati.

Tentu dengan satu syarat penting; memastikan dulu, apa benar setan bisa menarik simpati?

Terakhir diperbarui pada 24 Juni 2018 oleh

Tags: 2019Agus MulyadiAmien RaisFadli ZongoogleHabib Rizieqjokowimprpanpartai allahpartai setanpilpresPKIprabowoRhoma IramaSusi Pudjiastuti
Ahmad Khadafi

Ahmad Khadafi

Redaktur Mojok. Santri. Penulis buku "Dari Bilik Pesantren" dan "Islam Kita Nggak ke Mana-mana kok Disuruh Kembali".

Artikel Terkait

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan
Video

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

11 April 2026
Agus Mulyadi dan Segala Obrolan Receh yang Kebablasan Jadi Reflektif
Video

Agus Mulyadi dan Segala Obrolan Receh yang Kebablasan Jadi Reflektif

20 Maret 2026
Ini Bukan Perkara Sunni vs Syiah, PKI Belapati dengan Iran karena Senasib sebagai Negeri Anti-imperialisme Amerika MOJOK.CO
Esai

Ini Bukan Perkara Sunni vs Syiah, PKI Belapati dengan Iran karena Senasib sebagai Negeri Anti-imperialisme Amerika

11 Maret 2026
Mens Rea, Panji Pragiwaksono sebagai Anak Abah, dan Bahaya Logika Fanatisme MOJOK.CO
Esai

Mens Rea, Pandji Pragiwaksono sebagai Anak Abah, dan Bahaya Logika Fanatisme

12 Januari 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Atlet pencak silat Unair, Faryska Ozi Faradika. MOJOK.CO

UKM Pencak Silat Unair Selamatkan Mimpi Atlet PSHT, Gelanggang Pertandingan Lebih “Menyeramkan” daripada Ruang Kelas Kuliah

20 April 2026
Mahasiswa gen Z kuliah malas baca jadi brain rot

Mahasiswa Gen Z Bukan Tak Bisa Membaca, tapi “Brain Rot” karena Sering Disuapi dan Kecanduan AI

23 April 2026
Deep talk dengan bapak setelah 25 tahun merasa fatherless, akhirnya tahu kalau selama ini bapak juga sangat kesepian MOJOK.CO

Baru Deep Talk dengan Bapak di Usia 25, Bikin Sadar kalau Selama Ini Dia Sangat Kesepian dan Pikul Beban Sendirian

20 April 2026
PNS di desa lebih menyenangkan. MOJOK.CO

Jadi PNS di Desa Luar Jawa Lebih Sejahtera daripada di Kota, Ilmu Nggak Sia-sia dan Nggak Makan Gaji Buta

20 April 2026
Cerminan pemberdayaan dan kontribusi nyata perempuan di Kota Semarang MOJOK.CO

Kuatnya Peran Perempuan di Kota Semarang, Sampai Diapresiasi California State University

22 April 2026
Ilustrasi punya rumah megah di desa.MOJOK.CO

Membangun Rumah Megah demi Penuhi Standard Kesuksesan di Desa Malah Bikin Ibu Tersiksa: Terasa Sepi, Cuma “Memuaskan” Mata Tetangga

21 April 2026

Video Terbaru

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

11 April 2026
Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

9 April 2026
Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.