Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Pojokan

Mengenal Beragam Genre Film dengan Analogi Ular

Haris Firmansyah oleh Haris Firmansyah
22 November 2019
A A
cara membedakan genre film dengan menggunakan analogi ular mojok.co

cara membedakan genre film dengan menggunakan analogi ular mojok.co

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Analogi membuat proses belajar jadi mudah. Misal nih, kamu suka bingung apa beda genre film thriller dan horor, nah bisa tuh kamu baca artikel ini.

Seorang pengguna Twitter bernama @ndreamon mengajarkan cara membedakan perasaan cemas dan takut. Apa sih bedanya cemas dan takut?

Cara mengetahuinya begini. Bayangkan ada ular berbisa dalam kotak kaca di pojok ruangan. Perasaan tak nyaman yang kamu rasakan saat melihatnya adalah takut. Lalu bayangkan kamu ke luar ambil minum, pas balik, kotaknya sudah terbuka dan ularnya hilang entah ke mana. Sekarang, perasaan tak nyaman muncul adalah cemas.

https://twitter.com/ndreamon/status/1197367037355425797

Materi edukatif dan menghibur tadi kemudian diteruskan oleh akun Twitter horrorsekarepdewek (@hrrskrpdwk). Kali ini ia mengajari cara membedakan genre film menggunakan analogi ular. Begini pengajarannya.

Ular berbisa dalam kotak = horor

Kotak terbuka, ular hilang = thriller

Ular berkeliaran dan bunuh orang satu per satu = slasher

Ular hilang dan sesosok mayat ditemukan = suspense

Dst.

Seiring majunya industri sinema, genre film menjadi sangat kompleks. Contohnya saja, film horor yang banyak cabangnya atau dikenal sebagai sub-genre. Ada horor psikologikal seperti Get Out, atau horor paranormal seperti Paranormal Activity.

Horor pun bisa di-mix and match dengan genre lain. Misalnya, horor komedi seperti film Thailand Pee Mak. Lalu, ada horor zombi yang fokus mengeksplorasi cerita dengan memainkan peran zombi sebagai mayat hidup. Bisa juga horor dicampur aduk dengan komedi romantis, semisal (500) Days of Summer atau Love for Sale. Hadeh.

Ular yang jadi simbol ketakutan sangatlah cocok dipakai untuk analogi sub-genre film horor. Saya pun jadi tergelitik untuk meneruskan analogi ular ini dengan memperluas ke berbagai genre film lain. Inilah dia.

Ular ngejar-ngejar orang = aksi

Iklan

Orang ngejar-ngejar ular = petualangan

Ular dan orang saling kejar menuju garis finish = olahraga

Cewek ngejar-ngejar cowok di bandara. Pas cowoknya pamit ke luar negeri, lidah ceweknya menjulur seperti ular = romance

Ular berjoget ketika mendengar bunyi seruling = musikal

Sok-sokan bersiul untuk menenangkan ular, eh malah dipatuk = komedi

Ular berubah jadi manusia = fantasi

Manusia berubah jadi seperti ular (sneaky) = politik

Seekor ular mematuk seorang kepala keluarga hingga meninggal dunia dan membuat anak istrinya sedih = drama

Seekor ular radioaktif mematuk pelajar kutu buku, bukannya kena racun, justru menjadikannya kuat dan lebih bertanggung jawab = superhero

Ular berbisa ditaruh di kotak meteran PDAM biar nggak dicabut walaupun nunggak = kriminal

Melempar ular mainan untuk menakut-nakuti orang = prank

Ular dilepas di bank untuk mengalihkan perhatian, demi memuluskan misi pembobolan brankas = heist (pencurian)

Bukan ular, tapi berbisa. SMK Bisa! = pendidikan

Ular dicium seorang pemuda = dokumenter alam liar

Ular dicium seorang putri lalu berubah jadi pangeran tampan = dongeng

Ular muncul di kuburan yang baru digali = religi

Ular dijadikan sate = kuliner

Ular dijadikan sate dan dimakan untuk tujuan menambah libido = semi-dewasa

Diangkat dari kisah nyata perjalanan hidup penari ular terkenal = biopik

Yang mau nerusin, silakan nambahin di komen.

BACA JUGA Membayangkan Sekolah Sihir Harry Potter Buka Cabang di Indonesia atau lawakan HARIS FIRMANSYAH lainnya.

Terakhir diperbarui pada 22 November 2019 oleh

Tags: beda genre filmcerita lucuesai lucuHororthriller
Haris Firmansyah

Haris Firmansyah

Pegawai Bank Ibukota. Selain suka ngitung uang juga suka ngitung kata.

Artikel Terkait

Horor, Evolusi Kelelawar Malam di Album "Kesurupan”: Menertawakan Hantu, Melawan Dunia Nyata.MOJOK.CO
Seni

Evolusi Kelelawar Malam di Album “Kesurupan”: Menertawakan Hantu, Melawan Dunia Nyata

9 April 2026
Makam-makam di Kampung Peneleh Surabaya. MOJOK.CO
Kilas

Jejak Makam yang “Berceceran” di Gang-gang Kampung Peneleh Surabaya

12 November 2024
Villa Putih Kaliurang di Jogja terkenal angker. MOJOK.CO
Ragam

Villa Putih Kaliurang Harusnya Jadi Cagar Budaya, Malah Dinistakan Jadi Rumah Angker

11 November 2024
Bukan Demit, Catcalling Adalah Horor Tanpa Hantu Bagi Perempuan yang Melintas di Jembatan Merah Gejayan Jogja,mojok.co
Ragam

Bukan Demit, Catcalling Adalah Horor Tanpa Hantu Bagi Perempuan yang Melintas di Jembatan Merah Gejayan Jogja

4 Maret 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Guru PPPK Paruh Waktu, honorer.MOJOK.CO

Guru, Profesi yang Dihormati di Desa tapi Hidupnya Sengsara di Kota: Dimuliakan Seperti Nabi, Digaji Lebih Kecil dari Kuli

23 April 2026
Tongkrongan gen Z di coffee shop

Tongkrongan Gen Z Meresahkan, Mengganggu Kenyamanan dari Yang Bisik-bisik sampai Berisik

23 April 2026
ASN Lulus S2 UGM dengan IPK 4, Bahagia Wisuda tapi Miris Tanpa Kehadiran Ibu yang Berpulang karena Kanker MOJOK.CO

ASN Lulus S2 UGM dengan IPK 4, Bahagia Wisuda tapi Miris Tanpa Kehadiran Ibu yang Berpulang karena Kanker

24 April 2026
Mie ayam bintang di Jakarta. MOJOK.CO

Belajar Membangun Bisnis dari Pedagang Mie Ayam Bintang, Sekilas Tampak Sederhana tapi Punya 5 Cabang di Jakarta

29 April 2026
Merawat Nilai Luhur di Dalam Candi Plaosan agar Tak Memudar Seiring Zaman Mojok.co

Merawat Nilai Luhur di Dalam Candi Plaosan agar Tak Memudar Seiring Zaman

27 April 2026
Sebagian pengguna WiFi IndiHome beralih ke Biznet. MOJOK.CO

Ujian Terberat Pengguna IndiHome yang Dikhianati Tawaran Palsu hingga Menggadaikan Kesetiaan ke WiFi yang Lebih “Gacor”

23 April 2026

Video Terbaru

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

11 April 2026
Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

9 April 2026
Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.