Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Pojokan

Membandingkan Jumlah Driver Ojol dengan Total Personel TNI dan Polri

Ahmad Khadafi oleh Ahmad Khadafi
23 Februari 2021
A A
mojok.co
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Jumlah populasi driver ojol di Indonesia menembus angka sampai 4 juta pada 2020 silam. Lebih banyak dari TNI dan Polri, Ngab!

Menjadi driver ojek online adalah sebuah keniscayaan bagi masyarakat kelas menengah di Indonesia. Setidaknya itu kesimpulan yang bisa kita peroleh ketika Asosiasi Ojek Online (ojol) Gabungan Aksi Roda Dua (GARDA) Indonesia membeberkan jumlah personelnya yang mencapai 4 juta lebih pada 2020 silam.

Populasi ini memang menjadi hal positif, sebab keberadaan aplikasi ojek online, setidaknya bisa mengurangi angka pengangguran pada masyarakat usia produktif di Indonesia. FYI aja sih, pada Agustus 2020 silam Badan Pusat Statistik (BPS) membeberkan jumlah angkatan kerja yang nganggur ada sekitar 9,77 juta orang.

Coba kalau angka itu ditambah 4 juta driver ojol itu, sudah pasti Pemerintah akan kelimpungan. Nambah jadi ada 13-14 jutaan pengangguran di Indonesia kan ya mumet juga. Meski begitu, tetap harus diakui kalau besarnya jumlah driver ojol ini merupakan tanda negatif. Yakni betapa pasifnya pemerintah menyediakan lapangan pekerjaan bagi rakyatnya.

Untuk mendapat gambaran sebanyak apa sih 4 juta orang itu, kamu bisa membandingkannya dengan jumlah personel TNI dan Polri di Indonesia.

Data dari Global Fire Power menunjukkan kalau jumlah personel TNI pada tahun 2018 (yang aktif dan cadangan) ada sebanyak 975.750 anggota. Angka ini bahkan mengalami penurunan pada 2019 sampai 2020 yang membuat total anggota TNI hanya tersisa menjadi 800.000 anggota. Dengan rincian 400 ribu personel aktif dan 400 ribu personel cadangan.

Jumlah personal TNI ini ternyata tak sebanyak yang kita kira. Selama ini kita mungkin mengira kalau Indonesia mempunyai pasukan sampai jutaan personel, ternyata angkanya hanya berkisar pada ratusan ribu saja.

Tapi jangan salah, angka segitu sudah cukup membuat Indonesia berada di 20 besar (peringkat ke-13) dunia sebagai jumlah personel aktif personel keamanan negara. Ingat lho, masuk 20 besar itu jelas bukan prestasi kaleng-kaleng.

Sedangkan jumlah personel Kepolisian Negara Republik Indonesia justru lebih sedikit lagi. Pada 2020 silam, personel Polri hanya ada di angka 440.000. Angka ini pun dianggap masih kurang 270.068 personel untuk ukuran ideal.

Uniknya, bahkan ketika personel TNI dan Polri digabungkan sekalipun, yang artinya akan ketemu angka sekitar 1.240.000, jumlah itu jebul masih seperempat lebih dikit dari populasi driver ojol di Indonesia. Wedyan.

Supaya kamu makin tercengang lagi sebanyak apa 4 juta itu, kamu bisa bandingkan mereka dengan total penduduk Daerah Istimewa Yogyakarta, yang “hanya” 3,6 juta jiwa. Angka ini juga menunjukkan kalau misalnya mereka semua ini datang ke Yogyakarta pada satu waktu, maka Yogyakarta isinya bakal driver ojol semua. Bahkan sampai sekraton-kratonnya.

Ngewri juga ya kalau dipikir-pikir.

Meski begitu, bukan tidak mungkin usai masa pandemi ini nanti, tingkat populasi driver ojol akan mengalami peningkatan signifikan. Dan ketika itu terjadi, barangkali Pemerintah Indonesia bisa mempertimbangkan untuk bikin mekanisme masa pensiun bagi para driver ojol (misalnya didaftarin ke BPJS Ketenagakerjaan gitu kek).

Sehingga driver ojol pun bisa punya simpanan pensiun di masa depan. Jadi nggak yang kerja-kerja-kerja terus sampai tua. Plus biar driver ojol tidak mengalami over-populasi suatu saat nanti.

Iklan

Ya kecuali kalau Pemerintah emang mau bikin swa-sembada driver ojol sih, itu nggak apa-apa. Bisa diekspor mungkin.

BACA JUGA Masalah Surplus Perwira TNI dan tulisan POJOKAN lainnya.

Terakhir diperbarui pada 24 September 2025 oleh

Tags: driver ojolpolriTNI
Ahmad Khadafi

Ahmad Khadafi

Redaktur Mojok. Santri. Penulis buku "Dari Bilik Pesantren" dan "Islam Kita Nggak ke Mana-mana kok Disuruh Kembali".

Artikel Terkait

Event bulu tangkis Daihatsu Indonesia Masters 2026 di Istora Senayan jadi berkah bagi driver obol Jakarta MOJOK.CO
Ragam

Berkah di Luar Arena: Ojol Jakarta Terciprat Bahagia dari “Pesta Rakyat” Indonesia Masters 2026 di Istora

20 Januari 2026
Dari driver ojol dari supervisor. Perjalanan Ardi Alam Jabir kejar mimpi kuliah di Teknik Pertambangan UNHAS hingga bisa ke Jepang dan Tiongkok berkat Beasiswa LPDP MOJOK.CO
Kampus

Kuliah Teknik Pertambangan UNHAS hingga Dapat Beasiswa LPDP ke Tiongkok, Ubah Nasib Driver Ojol Jadi Supervisor

1 Januari 2026
Jadi ojol di Malang disuruh nyekar ke Makam Londo Sukun. MOJOK.CO
Liputan

Driver Ojol di Malang Pertama Kali Dapat Pesanan Bersihin Makam dan Nyekar di Pusara Orang Kristen, Doa Pakai Al-Fatihah

16 November 2025
Driver ojol di Simpang Lima Semarang terlalu Ramah. MOJOK.CO
Catatan

Pelajaran Hidup dari Seorang Driver Ojol di Semarang yang Suka “Yapping”: Tak Lupa Membantu Sesama di Tengah Tekanan Hidup

6 November 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Pinjol Jerat Gen Z Fomo tanpa Cuan, Apalagi Tabungan MOJOK.CO

Fakta Indonesia Hari ini: Sisi Gelap Gen Z Tanpa Cuan yang Berani Utang Sampai Ratusan Juta dan Tips Lepas dari Jerat Pinjol Laknat

3 Februari 2026
Kisah Pelajar SMA di Bantul Melawan Trauma Pasca Gempa 2006, Tak Mau Kehilangan Orang Berharga Lagi MOJOK.CO

Kisah Pelajar SMA di Bantul Melawan Trauma Pasca Gempa 2006, Tak Mau Kehilangan Orang Berharga Lagi

31 Januari 2026
Tak Mau Jadi Beban Orang Tua, Mahasiswa Psikologi UGM Pilih Kuliah Sambil Ngojol untuk Bayar UKT MOJOK.CO

Tak Mau Jadi Beban Orang Tua, Mahasiswa Psikologi UGM Pilih Kuliah Sambil Ngojol untuk Bayar UKT

2 Februari 2026
Tinggal di perumahan lebih bisa slow living dan frugal living ketimbang di desa MOJOK.CO

Salah Kaprah Soal Tinggal di Perumahan, Padahal Lebih Slow Living-Frugal Living Tanpa Dibebani Tetangga ketimbang di Desa

30 Januari 2026
Buya Hamka dan Penangkapan yang Disederhanakan

Buya Hamka dan Penangkapan yang Disederhanakan

31 Januari 2026
Memfitnah Es Gabus Berbahaya adalah Bentuk Kenikmatan Kekuasaan yang Cabul MOJOK.CO

Memfitnah Es Gabus Berbahaya adalah Bentuk Kenikmatan Kekuasaan yang Cabul

30 Januari 2026

Video Terbaru

Tanaman Lokal Indonesia dan Upaya Merawat yang Terlupakan

Tanaman Lokal Indonesia dan Upaya Merawat yang Terlupakan

4 Februari 2026
Zainal Arifin Mochtar dan Suara Kritis di Tengah Politik Hari Ini

Zainal Arifin Mochtar dan Suara Kritis di Tengah Politik Hari Ini

3 Februari 2026
Buya Hamka dan Penangkapan yang Disederhanakan

Buya Hamka dan Penangkapan yang Disederhanakan

31 Januari 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.