Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Pojokan

M-Banking BCA Memang Bagus, tapi Pengeluaran Dana dari Satu Pintu yang Terbaik

Sebuah nasihat keuangan dari orang yang uangnya nggak banyak-banyak amat.

Ajeng Rizka oleh Ajeng Rizka
9 November 2021
A A
ilustrasi M-Banking BCA Memang Bagus, tapi Pengeluaran Dana dari Satu Pintu yang Terbaik mojok.co m-bca
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Betapa bangganya pengguna m-banking BCA atau m-BCA yang konon fiturnya memanjakan. Tapi, kalau bikin kita makin boros gimana?

Agaknya Bank BCA memang menghemat banyak biaya promosi karena citra baik mereka diiklankan secara gratis di media sosial. Mulai dari kesan baik pelanggan akan pelayanan satpam BCA, nasabah prioritas yang penampilannya biasa aja, sampai fitur m-banking BCA atau m-BCA yang katanya paling enak dipakai dibandingkan m-banking bank lain.

Jika menilik fitur-fiturnya, memang sudah nggak heran aplikasi m-banking BCA paling mumpuni. Mereka bahkan menghadirkan fitur yang memudahkan nasabah ambil dana di ATM meskipun tanpa kartu. Berguna banget untuk orang-orang yang suka ceroboh karena dompetnya ketinggalan.

Seorang kawan saya yang terkenal punya hidup awut-awutan pernah bilang, “Gue tau hidup gue kacau, makanya gue pakai BCA.” Terdengar seperti ucapan buzzer memang, tapi ia kemudian menjelaskan soal fitur ambil uang tanpa kartu ATM.

Awalnya saya sering sebal karena keteledoran si kawan saya itu membuatnya suka pinjam uang, terutama saat beli makan. Saya punya piutang tertumpuk padanya dan ia tak membayar bukan karena nggak punya uang, tapi karena lagi-lagi setiap bertemu, dompetnya tertinggal. Sampai suatu saat saya kesal dan menagihnya. Dengan santai dia kemudian pergi ke ATM BCA terdekat dan pakai m-banking BCA untuk menarik dana. Benar-benar tanpa kartu. Uang saya pun kembali dengan utuh ditambah bonus kacang Mayasi. Kenapa nggak dari kemarin sih, Malih?

Sejurus kemudian saya jadi sasaran pamer fitur-fitur m-BCA dari kawan saya itu. Tadi jadi buzzer, sekarang jadi marketing. Saya percaya saja, sih. Memang tidak heran jika BCA punya aplikasi yang bagus dan memanjakan. Sampai orang yang ceroboh minta ampun kayak kawan saya itu juga akhirnya luluh dan bikin rekening BCA.

Sayangnya, untuk hijrah ke m-banking BCA saya perlu memikirkan sejuta hal.

Dulu, saya pernah menggunakan m-banking bank lain. Saya paham betul kok esensi aplikasi ini buat apa, utamanya ya buat fleksibilitas dan kemudahan. Selebihnya tentu menyesuaikan kebutuhan keuangan masing-masing orang.

Berdasarkan pengalaman saya, menggunakan m-banking bikin saya boros minta ampun. Entah mengapa semua uang pendapatan jadi begitu aksesibel. Dana di rekening gajian bisa dipakai, dana di dompet digital juga bisa dipakai. Belum lagi top-up untuk beli hal aneh-aneh, jadi makin gampang.

Untuk orang yang nggak bisa menabung, pakai m-banking BCA mungkin bakal bikin kalap. Kecuali jika kita membatasi pengeluaran dana dari satu pintu.

Begini, ceritanya setelah menghadapi fase boros-minta-ampun karena pakai banyak m-banking, saya berpikir keras bagaimana caranya biar setan-setan di kepala saya ini bisa dibelenggu. Akhirnya saya pun menemukan sebuah cara yang efektif. Cara ini mungkin bisa Anda coba jika dirasa cukup masuk akal. Caranya dengan mengusahakan pengeluaran dana lewat satu pintu.

Saya menutup semua akses m-banking. Lupakan saja semua fitur m-BCA yang menggiurkan. Saya nggak mau semua uang saya bisa diakses dengan mudah. Sebagai gantinya, saya memanfaatkan aplikasi Jenius yang saya punya untuk mengumpulkan dana yang bakal jadi “uang panas”. Semua uang di rekening, baik itu di bank A atau B (iya saya punya lebih dari satu rekening) saya anggap sebagai “uang semi-dingin”. Entahlah ini ide yang cukup bodoh atau cerdas. Yang jelas, untuk menyimpan uang dingin, yang benar-benar sebagai tabungan dan tidak bisa diutak-atik, ya ada tempat lain.

Tidak masalah apakah Anda bakal pakai aplikasi Jenius atau lainnya. Saya paham betul aplikasi ini sering lemot dan agak menyebalkan. Tapi, saya bertahan karena telanjur terbiasa dan ia bisa difungsikan layaknya kartu kredit. Saya bisa bayar tiket pesawat gampang, langganan Netflix juga gampang, bahkan konon Jenius bakal memudahkan kita bayar transportasi di luar negeri.

Intinya, tanpa m-banking BCA atau bank lain, saya bisa mengontrol pengeluaran lewat satu pintu. Saya top-up segala macam uang digital pakai Jenius, saya bayar tagihan pakai Jenius, bayar langganan Spotify, Netflix, dkk. juga lewat aplikasi Jenius. Di akhir bulan, saya bisa tahu berapa uang yang saya keluarkan dalam satu bulan dan untuk apa saja. 

Iklan

Bisa jadi, m-BCA juga bisa difungsikan demikian. Bisa jadi, ada aplikasi lainnya yang memungkinkan kita mengatur keuangan sedemikian rupa. Nggak masalah deh wong artikel ini bukan iklan aplikasi Jenius, kok.

Bagi saya, yang terpenting, pengeluaran dana harus dari satu pintu karena ini bikin saya mengontrol keuangan. Hasilnya jauh lebih irit, belanja jadi nggak impulsif, dan kalau mau liburan ke tempat yang jauh pun mikir-mikir. Saya menciptakan “kesulitan” untuk diri saya sendiri biar dana gajian nggak datang dan pergi oh begitu saja.

Walaupun agak terdengar konyol karena saya nggak ngerti soal tetek bengek financial planning, saya merasa damai dan sehat sentosa. 

BACA JUGA ATM Setor Tunai dan m-Banking Sialan Adalah Bahaya Laten Keuangan Saya dan artikel lainnya di POJOKAN.

Terakhir diperbarui pada 9 November 2021 oleh

Tags: bank bcafinancial planningfinansialkeuanganm-bankingrekeningtabungan
Ajeng Rizka

Ajeng Rizka

Penulis, penonton, dan buruh media.

Artikel Terkait

Tuntutan sosial dan gengsi bikin kelas menengah jadi orang kaya palsu hingga abaikan tabungan demi kejar standar sukses MOJOK.CO
Urban

Gara-gara Tuntutan, Nekat Jadi Orang Kaya Palsu: “Hambur-hamburkan” Uang demi Cap Sukses padahal Dompet Menjerit

14 Maret 2026
Nasib ratusan juta WNI 10 tahun nanti: terancam tidak punya jaminan sekaligus tabungan di masa pensiun MOJOK.CO
Aktual

Nasib WNI 10 Tahun Lagi: Terancam Tua Miskin karena Tak Punya Jaminan untuk Tabungan Pensiun dari Negara

11 Maret 2026
Rp100 juta pertama, tabungan bersama pas pacaran itu bikin repot MOJOK.CO
Urban

Usia 30 Harus Punya Rp100 Juta Pertama, Tapi Mustahil bagi Sandwich Generation yang Gajinya Pas-pasan dan Sudah Ludes di Tengah Bulan

10 Februari 2026
Tabungan penting, tapi mahasiswa Jogja yang masih harus irit demi makan kesulitan menabung
Sehari-hari

Tabungan Itu Penting, Tapi Mahasiswa Jogja yang Masih Harus Gali Lubang Tutup Lubang Demi Makan Mana Bisa

10 Februari 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

mudik gratis Lebaran dari Pertamina. MOJOK.CO

Program Mudik Gratis Mengobati Rindu Para Perantau yang Merasa “Kalah” dengan Dompet, Kerja Bagai Kuda tapi Nggak Kaya-kaya

19 Maret 2026
Orang Minang Merantau ke Jogja: Iman Kuliner Saya Runtuh karena Gula Jawa Membuat Rendang Asli jadi Terasa Asin Saja MOJOK.CO

Orang Minang Merantau ke Jogja: Iman Kuliner Saya Runtuh karena Gula Jawa, Rendang Asli jadi Terasa Asin Saja

13 Maret 2026
iphone 11, jasa sewa iphone jogja.MOJOK.CO

User iPhone 11 Dicap Kuno dan Aneh karena Tak Mau Upgrade, Pilih Dihina Miskin daripada Pusing Dikejar Pinjol

14 Maret 2026
Mahasiswa Pariwisata UGM Jogja belajar dari kepala suku di Raja Ampat, lebih dari ilmu kuliah

Mahasiswa UGM Belajar Kehidupan dari Kepala Suku di Raja Ampat, Merasa “Kecil” karena Ilmu di Kuliah Sebatas Teori tanpa Aksi Nyata

13 Maret 2026
Rif'an lulus sarjana UGM dengan beasiswa. MOJOK.CO

Alumnus Beasiswa UGM Kerap Minum Air Mentah Saat Kuliah, hingga Utang Puluhan Juta ke Kyai untuk Lanjut S3 di Belanda

15 Maret 2026
Kuliner khas Minang, rendang, di rumah makan Padang di Jogja rasanya berubah jadi kuliner Jawa

Nasi Padang Versi Jogja “Aneh” di Lidah, Makan Rendang Tanpa Cita Rasa Gurih dan Asin karena Dominasi Kuliner Manis Jawa

16 Maret 2026

Video Terbaru

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity)

9 Maret 2026
Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

8 Maret 2026
Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

4 Maret 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.