Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Pojokan

Kupercaya Selalu Ada Sesuatu di Jogja, Sesuatunya Itu Apa sih?

Lagu Adhitia Sofyan yang judulnya "Sesuatu di Jogja" layak ditafsir ulang tentang makna "sesuatu"-nya nih.

Ajeng Rizka oleh Ajeng Rizka
1 November 2021
A A
ump diy.MOJOK.CO

Ilustrasi - UMP DIY 2026 dalam Bayang-Bayang Biaya Hidup yang Semakin Tinggi (Mojok.co/Ahmad Effendi)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Lagu Adhitia Sofyan “Sesuatu di Jogja” layak ditafsir ulang karena tentu saja kita harus menebak, sesuatunya itu apa?

Dari sekian banyak lagu ciptaan Adhitia Sofyan yang bagus-bagus, lagu berjudul “Sesuatu di Jogja” ini bisa dibilang paling terkenal. Sebab, liriknya relate banget sama orang-orang yang mencintai Kota Istimewa layaknya mereka mencintai kenangan manis. Aduh, ngomong-ngomong jangan kebanyakan manis nanti diabetes.

Iklan

Jogja yang katanya Pak Joko Pinurbo terbuat dari rindu, pulang, dan angkringan memang punya banyak “sesuatu”. Iya, tapi sesuatunya itu apa sih? Ketimbang bertanya-tanya mari saya jelaskan kemungkinan yang dimaksud Mas Adhit dalam lirik “Kupercaya selalu ada sesuatu di Jogja” itu.

Sesuatu di Jogja #1 Mantan

Dari sekian banyak kenangan yang disebut manis, kenapa bisa disebut kenangan ya karena itu sudah berlalu. Dengan kata lain memang banyak orang mengenang saat-saat terbaik bersama mantan di Jogja. Warga asli Jogja sendiri juga punya banyak kenangan karena mereka juga punya mantan, lha mbok pikir?

Jadi, agaknya valid soal kemungkinan bahwa “sesuatu” yang dimaksud adalah soal mantan. Jangankan soal mantan, tempat wisata kayak Prambanan aja punya mitos bahwa pasangan yang datang berlibur ke sana hubungannya nggak akan lama kok.

Sesuatu di Jogja #2 you-know-what

Pengin langsung menyebut “klitih”, tapi saya merasa kata ini sudah semacam menyebut Dementor di Harry Potter dan The Yips di Ted Lasso. Jangan-jangan klitih adalah “sesuatu” yang benar-benar dimaksud dalam lagu “Sesuatu di Jogja”. Saking Adhitia Sofyan nggak pengin menyebutnya, jadi blio mengakalinya dengan bilang “sesuatu”. Biar nggak pamali gitu deh.

Mas Adhit, kalau ini benar, please stay safe.

Jogja memang identik banget sama klitih. FYI, kebanyakan orang yang tinggal di Yogyakarta dan sekitarnya takut pulang malam bukan karena ngeri dimarahin emaknya atau gerbang kos udah dikunci, tapi takut kena sabet bacok random, takut jadi korban kejahatan –you know what- itu. Serem banget soalnya. Dari dulu problem ini sudah melegenda, tapi nggak tuntas-tuntas. Entah apakah ini memang budaya yang sedang dipertahankan atau apa.

Sesuatu di Jogja #3 Ditanya “KTP mana?”

Kadang saya punya perasaan nggak enak sama warga Jogja asli kalau nulis soal kota ini. Takut banget euy bakal dikatain bacot lalu ditanya, “Emang mbaknya KTP mana?” Seolah-olah kalau KTP saya bukan dari DIY, saya ibarat alien Namec yang nggak boleh ngomongin soal Jogja. Bukan KTP Jogja = mau menginvasi. Nggak boleh mengkritik, nggak boleh ngeluh UMR, wes pokoke “KTP mana” dulu baru boleh fafifu wasweswos.

Punten ini mah, jika “KTP mana” adalah sesuatu di Jogja yang dimaksud dalam lagu, saya jadi ngeri. Lagunya nggak jadi romantis dong, malah horor. Takut saya di sini cuma menuh-menuhin kota, jadi benalu, dan tidak meninggalkan sesuatu yang baik lalu dirujak habis-habisan sama penduduk. Maafkan aku warga Jogja, besok saya bikin KK sendiri yang alamatnya di Concat deh biar kalau ngomongin Jogja bisa los.

Sesuatu di Jogja #4 ayam geprek, mi ayam, gudeg, bakpia, soto, sego kucing, lha kok banyak?

Akhirnya ada sesuatu yang positif yang bisa dibanggakan. Di Kota Istimewa ini memang ada banyak makanan enak. Mulai dari ayam geprek yang menciptakan banyak sekte Bu Rum, sekte Bu Made, sekte Olive Chicken, dan sekte-sekte ayam lain. Ada juga mi ayam sekte Tumini, sekte Tunggal Rasa, sekte Yamie Pathuk dan ribuan warung mi ayam di bawah Rp10 ribu semangkuk.

Gudeg pun begitu, ada gudeg yang buka pagi-pagi dengan harga cenderung murah, dan gudeg yang buka malam-malam dengan harga cenderung mahal. Banyak banget ya makanan enak. Tapi, kayaknya yang dimaksud Adhitia Sofyan bukan ini deh. Kalau yang blio maksud “sesuatu di Jogja” itu makanan-makanan enaknya, blio mungkin bakal jadi food vlogger, bukan penyanyi.

Sesuatu di Jogja #5 Agooos Mulyadi

Hah, serius? Luar biasa sekali Agus Mulyadi telah menciptakan image sebegitu rupa membentuk Jogja di mata Adhitia Sofyan, padahal blio KTP Magelang.

NB: sampai artikel ini ditulis, saya sebenarnya sudah tanya sama Mas Adhitia Sofyan tentang “sesuatu” yang blio maksud sebenarnya. Ah, tapi mungkin blio lagi sibuk jadi belum balas pesan.

BACA JUGA Nggak Usah Terbeli oleh Romantisasi Jogja. Asline Biasa Wae, Lur dan artikel lainnya di POJOKAN.

Terakhir diperbarui pada 1 November 2021 oleh

Tags: adhitia sofyanJogjakearifan lokalklitihKuliner Jogjasesuatu di Jogjaumr jogjaYogyakarta
Ajeng Rizka

Ajeng Rizka

Penulis, penonton, dan buruh media.

Artikel Terkait

Fikih Hijau ala Masjid Walidah Dahlan UNISA Yogyakarta. MOJOK.CO

Fikih Hijau ala Masjid Walidah Dahlan UNISA: Masjid sebagai Mercusuar Peradaban dan Konservasi Lingkungan

22 Agustus 2026
Bakpia barangkali menjadi oleh-oleh khas Jogja yang biasa saja dan gitu-gitu aja. Tapi punya nilai sosial bagi perantau Jogja asal desa MOJOK.CO

Bakpia Jogja Memang Oleh-oleh Biasa dan Gitu-gitu Aja, Tapi Sangat Berharga buat Orang di Desa

22 Agustus 2026
ilustrasi MBG

Kisah Pilu Pegawai SPPG: Sering Dicap Ikut Korupsi Anggaran MBG, Padahal Niat Bekerja Sepenuh Hati

21 Agustus 2026
Realitas pasangan muda di Jogja: tak sanggup bermimpi punya rumah sendiri, pasrah menua di kosan makan tahu-tempe untuk bertahan MOJOK.CO

Realita Pasangan Muda di Jogja: Tak Sanggup Punya Rumah, Pasrah Menua di Kosan Makan Tahu-Tempe buat Bertahan

21 Agustus 2026
Warga Yogyakarta Bisa Perbarui Desil yang Tak Sesuai Data secara Mandiri Lewat Aplikasi. MOJOK.CO

Warga Yogyakarta Bisa Perbarui Desil yang Tak Sesuai Data secara Mandiri Lewat Aplikasi

21 Agustus 2026
Lansia menjual aksesori kemerdekaan di Malioboro, Yogyakarta. MOJOK.CO

Kisah Istri Pensiunan BPN Turun ke Jalanan untuk Jual Aksesori Kemerdekaan di Masa Tua demi Hadiahkan Cucu

18 Agustus 2026
Muat Lebih Banyak


Terpopuler Sepekan

Sarjana BK Kebingungan Tentukan Arah Masa Depan: Tak Otomatis Jadi Guru BK, Jadi Dosen pun Susah

19 Agustus 2026
Penyesalan mahasiswa kiri dan naif: tolak kerja (jadi budak) korporat karena melanggengkan kapitalisme, tapi sadar orang tua belum bahagia MOJOK.CO

Sesal Mahasiswa Sok Kiri Anti Kapitalisme dan Naif: Tolak Kerja Korporat, Tapi Sadar Belum Bantu Ekonomi Orang Tua

21 Agustus 2026
Realitas pasangan muda di Jogja: tak sanggup bermimpi punya rumah sendiri, pasrah menua di kosan makan tahu-tempe untuk bertahan MOJOK.CO

Realita Pasangan Muda di Jogja: Tak Sanggup Punya Rumah, Pasrah Menua di Kosan Makan Tahu-Tempe buat Bertahan

21 Agustus 2026
Proyek Hutan Tanaman Energi (HTE) untuk co-firing biomassa di PLTU langgengkan praktik perampasan tanah ala kolonial MOJOK.CO

Proyek Bioenergi Kayu di Jawa Langgengkan Praktik Perampasan Lahan ala Kolonial

21 Agustus 2026
Ta'awun, Takaful, dan Masjid Al Muharram Brajan yang Menebar Manfaat dari Sampah Sisa Warga.MOJOK.CO

Taawun, Takaful, dan Masjid Al Muharram Brajan yang Menebar Manfaat dari Sampah Sisa Warga

19 Agustus 2026
fotografer wisuda

Suka Duka Fotografer Wisuda: Senang Mengabadikan Momen Bahagia Tapi Sial Karena ‘Harga Teman’

23 Agustus 2026

Video Terbaru

Menjadi Manusia Bersama Habib Jafar: Konsisten, Kehilangan, dan Syukur

Menjadi Manusia Bersama Habib Jafar: Konsisten, Kehilangan, dan Bersyukur

20 Agustus 2026
Menguatkan Ketahanan Pangan Keluarga dari Kebun di Klaten

Menguatkan Ketahanan Pangan Keluarga dari Kebun di Klaten

7 Agustus 2026
Bukan Sekadar Beternak Karang Taruna Bono dan Upaya Menghidupkan Ekonomi Warga

Dari Ternak untuk Desa: Geliat Karang Taruna Bono Menghidupkan Ekonomi Warga

31 Juli 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

🤖 PRAYIT AI ×
Salam dari Mojok! Aku Prayit AI. Ada yang bisa dibantu hari ini, Rek?
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.