Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Pojokan

Ketum PAN Akui Jualan Agama di Pemilu 2019: Nyindir Amien Rais Nih?

Ahmad Khadafi oleh Ahmad Khadafi
10 Desember 2019
A A
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Zulkifli Hasan akui jualan agama di Pemilu 2019 benar-benar tak laku. Nyatanya perolehan suara PAN lumayan buruk. Hm, nyindir Amien Rais yha~

Sebagai bangsa yang sangat relijiyes, rakyat Indonesia sebenarnya merupakan potensi suara yang menjanjikan kalau mau diimingi-imingi hal-hal berbau agama. Barangkali, itu kesimpulan yang sempat dilihat oleh Amien Rais, Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN), pada Pemilu 2019 lalu.

Iklan

Dalam kampanyenya saat itu, PAN melalui Amien Rais merupakan salah satu partai yang paling getol menyerempetkan hal-hal berbau politik menjadi persoalan agama juga. Meski pada kenyataannya, hasil yang didapat tidak terlalu positif.

Hal ini yang semakin tercermin dalam sambutan Zulkifli Hasan, Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN), pada Rapat Kerja Nasional Tahun 2019, Sabtu (8/12/2019) kemarin.

Menurut Zulkifli Hasan, isu kampanye dengan mengandalkan janji surga dan neraka tidak lagi laku untuk “dijual” pada Pemilu 2019 kemarin. Kesimpulan Zulkifli ini hadir ketika melihat kampanye pragmatis yang dilakukan PAN, tapi hasil yang didapat berbanding terbalik. Publik seperti kurang simpatik dengan partai yang jualan agama.

“Pragmatis dalam artian positif jualan surga dan neraka tidak diterima lagi. Ini perlu kita diskusikan panjang, saudara-saudara. Terbukti kita peringkat delapan,” kata Zulkifli.

Pengakukan Zulkifli ini sebenarnya tak terlalu mengejutkan. Maklum, seperti yang kita tahu, sepanjang kampanye Pemilu 2019, Amien Rais merupakan tokoh partai yang paling demen mengait-kaitkan agama dengan politik. Bahkan terasa hard selling banget.

Seperti ketika Amien Rais menyebut begini…

“Sekarang ini kita harus menggerakkan seluruh kekuatan bangsa ini untuk bergabung dan kekuatan dengan sebuah partai. Bukan hanya PAN, PKS, Gerindra, tapi kelompok yang membela agama Allah, yaitu hizbullah. Untuk melawan siapa? Untuk melawan hizbusy-syaithan,” kata Amien Rais.

Ini pernyataan dahsyat yang mengawali istilah “partai Allah” dengan “partai setan”. Tentu saja, golongan “partai Allah” di sini termasuk dari PAN sendiri. Lalu siapa yang dimaksud dengan “partai setan”? Hayaa tentu selain mereka.

Siapa saja? Ada PDIP, PSI, PKB, PPP, NasDem, dan partai-partai yang berkoalisi dengan Jokowi pada saat itu.

Tidak sekali saja PAN (lewat Amien Rais) menjual janji-janji agama. Dalam topik yang lain, Amien Rais pernah mengatakan…

“Pengajian-pengajian disisipin politik itu harus. Kalau nggak, lucu,” katanya saat itu.

Bahkan dalam kesempatan yang lain, Amien Rais pernah dengan sangat yakin mengatakan bahwa Presiden Jokowi saat itu bakal dilengserkan oleh Allah. Saat itu, dalam Rakornas Persaudaraan Alumni (PA) 212, pada 2018, Amien Rais meyakini kalau pemimpin (Presiden Jokowi) sudah melakukan banyak kekeliruan.

“Kita melihat secara jelas, kita perhatikan pemimpin yang akan dilengserkan Allah itu biasanya langkahnya dari salah ke keliru, dari keliru ke blunder, salah lagi dan seterusnya,” kata Amien Rais.

Bahkan yang paling sangar dalam kampanye jualan agama, Amien Rais sempat menyebut kalau Tuhan bakalan malu kalau tidak mengabulkan doa agar muncul presiden baru untuk menggantikan Jokowi pada waktu itu.

“Jadi Anda itu sekarang perlu berdoa jadi tiap sore ya tiga menit saja ‘Ya Allah semoga engkau memberikan bangsa yang tercinta ini sebuah presiden baru yang cinta kepada agamamu, yang tidak akan mengkriminalisasi ulama, tidak akan menjual kekayaan bangsa ke asing dan aseng. Kalau belasan juta tiap hari itu berdoa, Allah malu tidak mengabulkan,” tutur Pak Amien Rais.

Beberapa model kampanye salah satu tokoh pendiri PAN ini tentu saja sempat menjadi kontroversi. Namun, bukannya kapok, Amien Rais bahkan terus melanjutkan kampanye seperti itu.

Iklan

Hasilnya?

Di luar dugaan, PAN hanya mendapat 44 kursi di DPR RI pada Pemilu 2019. Jauh lebih sedikit dari target awal, yakni 60 kursi.

Melihat kenyataan itu, Zulkifli Hasan, menyadari kalau rakyat lebih mengutamakan partai-partai yang punya efek langsung secara harfiah. Masyarakat tak lagi mau mengikuti partai-partai yang menjual hal-hal abstrak.

“Publik sekarang ini ingin merasakan yang begitu dirasa oleh mereka. Tidak lagi slogan-slogan, tetapi bukti nyata yang diambil manfaat oleh mereka,” kata Zulkifli.

Kesadaran dari Zulkifli ini jelas harus diapresiasi. Sebab, kalau partai seperti PKS jualan agama, ya itu wajar. Sebagai partai yang kental dengan aroma relijiyesnya, PKS memang sedari awal selalu memperjuangkan kepentingan agama Islam di parlemen.

Ini agak berbeda dengan PAN yang coraknya dikenal sebagai partai yang lebih ke arah Islam-Nasionalis. Citra PAN mendadak jadi berubah jadi sangat relijiyes, terutama saat Pemilu 2019. Bahkan bisa dibilang, PAN di Pemilu 2019 itu terasa lebih PKS ketimbang PKS sendiri.

Di sisi lain, pernyataan Zulkifli ini sebenarnya merupakan otokritik yang sangat bagus bagi PAN. Agar ke depannya, partai ini tidak lagi jualan agama lagi. Kritik yang bukan cuma untuk kader PAN secara keseluruhan, melainkan (wabilkhusus) ke sosok Amien Rais.

Hanya saja dengan catatan: kalau orang yang disindir ini sadar sedang diomongin. Kalau nggak sadar ya nggak apa-apa. Masalahnya PAN ini kok, bukan masalah kita.

BACA JUGA Jangan-jangan Pak Amien Rais Sebetulnya Adalah Pendukung Jokowi atau tulisan Ahmad Khadafi lainnya. 

Terakhir diperbarui pada 10 Desember 2019 oleh

Ahmad Khadafi

Ahmad Khadafi

Redaktur Mojok. Santri. Penulis buku "Dari Bilik Pesantren" dan "Islam Kita Nggak ke Mana-mana kok Disuruh Kembali".

Artikel Terkait

Garuda Pertiwi Diredam Thailand di Final: Satu Langkah Mundur, Seribu Langkah ke Depan

Garuda Pertiwi Diredam Thailand di Final: Satu Langkah Mundur, Seribu Langkah ke Depan

24 Agustus 2026
Yamaha Fazzio Cuma Sebatas Skutik Spek Orang Manja MOJOK.CO kredit motor yamaha

Fazzio, Motor “Anak Skena” yang Bikin Perjalanan Sejam Menembus Kemacetan buat Ngonser Tetap Terasa Chill

24 Agustus 2026
dukuh muda di kampung

Seni Menjadi Dukuh Muda di Tengah Gempuran Pemimpin Boomer: Kisah Dukuh Muda yang Rela Mengorbankan Masa Muda untuk Membuat Orang Tua Bangga

24 Agustus 2026
Kebakaran hutan dan lahan (karhutla)sebagaimana terjadi di Kalimantan tidak bisa direduksi sekadar memadamkan api, ada gambut yang rusak MOJOK.CO

Karhutla Terus Berulang karena Pihak Berwenang Cukup Puas Padamkan Api, Akar Masalah Tereduksi

24 Agustus 2026
Karhutla Kalimantan: Permohonan Maaf kepada Anak-Cucu Sebab Warisan Satu-satunya adalah Asap dan Abu MOJOK.CO

Karhutla Kalimantan: Permohonan Maaf kepada Anak Cucu Sebab Warisan Satu-satunya adalah Asap dan Abu

24 Agustus 2026
GVD Resmi Rilis Single Perdana "VII", Bawa Konsep Post-Black Berbalut Visual Kei Cerah.MOJOK.CO

GVD Resmi Rilis Single Perdana “VII”, Bawa Konsep Post-Black Berbalut Visual Kei Cerah

23 Agustus 2026
Muat Lebih Banyak


Terpopuler Sepekan

fotografer wisuda

Suka Duka Fotografer Wisuda: Senang Mengabadikan Momen Bahagia Tapi Sial Karena ‘Harga Teman’

23 Agustus 2026
perubahan desil membuat penjual ayam potong menderita

Perubahan Desil Tak Masuk Akal Membuat Penjual Ayam Potong Menderita

21 Agustus 2026
ilustrasi - pekerja (Ega Fansuri/Mojok.co)

Pelarian Laki-laki Burnout usai Dihantam Pekerjaan tapi Dipaksa Kuat karena Tuntutan Kepala Keluarga Ideal

20 Agustus 2026
Minus punya rumah di sekitar Jalan Tunjungan, Surabaya Pusat. MOJOK.CO

Jujur Janggal, Saat Orang Lain Bilang Punya Rumah di Pusat Kota Surabaya Itu Menguntungkan

19 Agustus 2026
Jangan remehkan antrean Stasiun Lempuyangan, Jogja, di jam pagi untuk keberangkatan Kereta Api (KA) Ekonomi Sri Tanjung MOJOK.CO

Antrean Pagi Stasiun Lempuyangan Jogja Selalu “Keos” dan Bikin Tegang, Datang Lebih Awal Tak Jadi Solusi

21 Agustus 2026
Jombang makin kegilaan karnaval sound horeg: battle audio tengah malam, atraksi lampu jadi perburuan baru MOJOK.CO

Jombang Makin “Kegilaan” Sound Horeg: Battle Audio Tengah Malam, Atraksi Lampu Jadi Tren Kalcer Baru

23 Agustus 2026

Video Terbaru

Menjadi Manusia Bersama Habib Jafar: Konsisten, Kehilangan, dan Syukur

Menjadi Manusia Bersama Habib Jafar: Konsisten, Kehilangan, dan Bersyukur

20 Agustus 2026
Menguatkan Ketahanan Pangan Keluarga dari Kebun di Klaten

Menguatkan Ketahanan Pangan Keluarga dari Kebun di Klaten

7 Agustus 2026
Bukan Sekadar Beternak Karang Taruna Bono dan Upaya Menghidupkan Ekonomi Warga

Dari Ternak untuk Desa: Geliat Karang Taruna Bono Menghidupkan Ekonomi Warga

31 Juli 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

🤖 PRAYIT AI ×
Salam dari Mojok! Aku Prayit AI. Ada yang bisa dibantu hari ini, Rek?
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.