Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Pojokan

Kenapa Orang Tidak Suka Makan Sayur? Ya Karena Nggak Enak

Rizky Prasetya oleh Rizky Prasetya
19 Maret 2020
A A
sayur, pledoi, buah, daging, evolusi mojok.co

sayur, pledoi, buah, daging, evolusi mojok.co

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Anda pasti bingung jika disuruh menjawab pertanyaan ini, kenapa orang tidak suka makan sayur? Dan kenapa sayur rasanya nggak enak?

Menjelang jam 3 sore, Ibu pasti mengirimkan pesan lewat Whatsapp kepada saya. Maklum, saya merantau sudah bertahun-tahun. Ibu orangnya gampang kangen. Lebih gampang kangen dibanding Didi Kempot. Isi pesannya ya lumrahnya Ibu-ibu lah, sudah makan belum, jangan kebanyakan ngrokok, nembung utang, terus kapan menikah. Isi pesan biasanya berbeda, hanya satu pesan yang tidak pernah absen Ibu kirimkan ke saya, kalau saya disuruh makan sayur.

Ibu tahu kalau saya paling nggak suka sayur. Dipaksa model gimana pun ya tetep susah buat suka. Saya makan sayur paling ya hanya sesekali, itu pun sedikit. Bukannya gimana-gimana, lidah saya memang susah nemu di mana enaknya sayur itu.

Orang-orang sering mencibir dan juga bingung bagaimana bisa saya nggak suka sayur.

Untuk perkara ini, saya tidak sendiri. Tentu Anda sekalian pernah merasakan bagaimana orang tua Anda ngajak nonton Popeye dan menjadikan Popeye sebagai contoh bahwa makan sayur bisa bikin kuat. Seakan-akan makan bayam dan sop bening membuat Anda bisa melakukan United States of Smash. Hal itu dilakukan semata agar kita sebagai anak-anak mau dan menyukai sayur, dan memang harus dipaksa.

Tapi sebenarnya kenapa orang tidak suka makan sayur?

Jawaban paling sederhana ya karena rasanya tidak enak, atau tidak seenak daging. Ya iyalah bandingannya daging, masak pompa air Shimizu. Tapi kenapa sayur bisa terasa begitu tidak enak bagi beberapa orang? Kita keluarkan dulu argumen “tergantung cara masaknya” ya, karena makanan apa pun kalau masaknya salah ya nggak enak. Situ kalau salah cara masak ikan fugu, bukannya kenyang malah orang-orang pada layat.

Tapi jawaban lengkapnya seperti ini. Beberapa sayuran yang dikonsumsi memang memiliki cita rasa pahit, dan itu asing bagi lidah anak-anak. Dalam perjalanan evolusi manusia yang masih melakukan percobaan ke tiap bahan makanan yang mereka temui, mereka mengetahui tumbuhan yang mengeluarkan rasa pahit itu beracun. Otak lalu memberi informasi ke tubuh bahwa sesuatu yang pahit itu merugikan tubuh, dan informasi ini diteruskan selama ribuan tahun setelahnya.

Ketika dewasa, kita mulai belajar bahwa sesuatu yang pahit itu tidak selalu buruk untuk tubuh. Mengkonsumsi jamu, sayur, dan mencintai pacar orang lain menjadi sesuatu yang sering dilakukan orang dewasa. Tapi untuk anak-anak, rasa pahit adalah sesuatu yang asing. Hingga dewasa pun, masih ada kemungkinan untuk menghindari sayur meski tahu manfaatnya.

Meski saya nggak suka sayur, tapi saya tahu kok kalau saya harus mengonsumsi sayur, meski rasanya sulit mengunyahnya. Ya gimana lagi, penting je. Ironinya, sayur dan juga buah terasa pahit karena kalsium yang merupakan zat yang amat penting bagi tubuh. Tidak mengkonsumsi sayur bisa membuat kita kekurangan kalsium dalam tubuh, dan tentu saja kita tidak ingin itu terjadi.

Jadi apakah setelah tahu sayur itu penting buat tubuh, apa saya bakal terpaksa menyukainya?

Ya nggak juga. Lha wong nggak suka je, masak mau dipaksa? Ya saya bakal mengkonsumsinya tapi tetep saja nggak bisa mengubah selera saya. Lagian itu sesuatu yang alamiah untuk tidak menyukai sayur. Jadi kalau kalian dicibir karena tidak suka makan sayur, kalian bisa kasih artikel ini biar dibaca sama yang ngecibir.

Tapi tetep makan sayur lho cah pisan-pisan, raiso ngising malah kukut koe.

BACA JUGA Meminjam Duit Pasangan Itu Berat, Menagihnya Lebih Berat Lagi dan artikel menarik lainnya di POJOKAN.

Iklan

 

Terakhir diperbarui pada 19 Maret 2020 oleh

Tags: buahdagingevolusipledoisayur
Rizky Prasetya

Rizky Prasetya

Redaktur Mojok. Hobi main game dan suka nulis otomotif.

Artikel Terkait

daging kurban mojok.co
Sosial

Jangan Suuzon Dulu, Ini Alasan Ilmiah Daging Kurbanmu Tidak ‘Seenak Itu’

30 Juni 2023
Ketika Iksan Skuter Rindu Sayur Masakan Ibu. MOJOK.CO
Kilas

Ketika Iksan Skuter Rindu Sayur Bayam Masakan Ibu

24 Juni 2023
Cerita Janu, Alumnus UNY yang Jualan Sayur di Sleman Usai S2 di Inggris. MOJOK.CO
Kilas

Cerita Janu, Alumnus UNY yang Jualan Sayur di Sleman Usai S2 di Inggris

9 April 2023
melon mini mojok.co
Kilas

Dosen UGM Kembangkan Melon Mini Sebesar Apel

10 Januari 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Pemuda desa 19 tahun lulusan SMK nekat kerja jadi housekeeping di Dubai demi gaji 2 digit karena menyerah dengan rupiah MOJOK.CO

Pemuda Desa 19 Tahun Nekat Kerja di Hotel Dubai: Jaminan Gaji 2 Digit usai Nyerah dengan Rupiah dan 19 Juta Lapangan Kerja

18 Mei 2026
Pandeglang, Mati-matian Bertahan di Jogja Buat Apa? MOJOK.CO

5 Tahun Merantau, Sadar Kalau Pandeglang dan Jogja Itu Mirip: Tak Ramah Buat Cari Duit, Masyarakatnya pun Pasrah sama Nasib 

17 Mei 2026
Pekerja Jakarta, WFH, kerja sesuai hobi.MOJOK.CO

Kerja Sesuai Hobi Bikin Menderita: Kita Jadi Tak Lagi Punya Tempat Menenangkan Pikiran Saat Muak dengan Pekerjaan

18 Mei 2026
Anak Jakarta vs Anak Kabupaten.MOJOK.CO

4 Tahun Merantau di Jakarta Bikin Sadar, “Orang Kabupaten” Jauh Lebih Toksik dari Anak Jaksel: Sialnya, Susah di-Cut Off

19 Mei 2026
Babi, Anjing, dan Pink Floyd Versi Cadas yang Lahir dalam Wujud Perempuan Bernama Gabriëlle.MOJOK.CO

Babi, Anjing, dan Pink Floyd Versi Cadas yang Lahir dalam Wujud Perempuan Bernama Gabriëlle

20 Mei 2026
mahasiswa autis Fakultas Peternakan UGM. MOJOK.CO

Mahasiswa Autis UGM Sulit Berinteraksi Sosial, tapi Buktikan Bisa Lulus usai 6 Tahun Lebih dan Buka Usaha Ternak Kambing di Kampung Halaman

20 Mei 2026

Video Terbaru

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

11 April 2026
Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

9 April 2026
Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.