Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Pojokan

Kecurangan Tes CPNS Tak Cuma Rugikan Peserta yang Tak Lolos Passing Grade, tapi Juga yang Lolos

Kamu lolos "passing grade" murni atau karena pakai jalur remote orang dalem nih?

Ahmad Khadafi oleh Ahmad Khadafi
31 Oktober 2021
A A
Tes CPNS MOJOK.CO
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Tes CPNS yang pakai sistem CAT ini sempet diklaim anti-curang dan anti-nepotisme karena ada passing gradenya. Ealah, jebul nggak juga.

Bayangin sejenak begini.

Kamu belajar mati-matian untuk tes CPNS 2021, berbulan-bulan atau berminggu-minggu kamu latihan soal-soal, berharap bisa memenuhi ekspektasi orang tua atau calon mertua. Lalu hari-H tiba, kamu masuk ruang ujian dan mengerjakan soal-soal di depan layar komputer.

Soal ada 110 dengan tiga kategori: Tes Wawasan Kebangsaan, Tes Intelegensi Umum, dan Tes Karakteristik Pribadi. Semua harus dikerjakan dalam waktu 100 menit. Dengan begitu, asumsinya, rata-rata kamu wajib menyelesaikan satu soal kurang dari semenit.

Sejujurnya, sependek pengalaman saya coba-coba ikut tes Computer Assisted Test (CAT) CPNS 2021 belum lama ini, komposisi waktu tersebut sangat kurang. Terlebih untuk kategori Tes Intelegensi Umum dan Tes Karakteristik Pribadi.

Beberapa soal seperti aritmatika dan matematika dasar di Tes Intelegensi, seingat saya, perlu dikerjakan paling cepat 1-2 menit—kadang ada yang perlu 5-10 menit kalau rumus-rumusnya ruwet. Belum dengan Tes Kepribadian yang soalnya panjang-panjang, plus pilihan jawabannya juga panjang-panjang.

Itulah kenapa, saya sangat memahami kenapa ada banyak peserta yang tidak lolos passing grade tes CPNS 2021 muring-muring. Soalnya kadang ini bukan soal kemampuan yang mereka miliki, tapi ada pada waktu pengerjaan.

Ketika waktu tinggal 15 menit lagi, tapi masih ada 20 sampai 30 soal yang belum selesai dikerjakan, maka langkah terakhir jelas jurus awur-awuran. Dan tentu saja hasilnya tidak akan maksimal. 

Beberapa orang ada yang tidak beruntung karena nilainya tidak melampaui passing grade, beberapa ada yang beruntung seperti saya. Alhamdulillah, saya bisa lolos passing grade tipis-tipis meski saya masih sangsi bisa lolos di tahap selanjutnya (masih diranking secara nasional lagi).

Pada mulanya, harus saya akui, orang-orang yang dapat nilai tertinggi pada tes CPNS 2021 itu benar-benar manusia unggulan. Terutama yang nilainya bisa mendekati angka 500 atau lebih dari itu.

Mereka semacam manusia super dalam bayangan saya. Bisa menghitung begitu cepat, paham sejarah serta pasal di undang-undang begitu detail, mampu membaca super-cepat, dan cepat pula memutuskan pilihan jawaban.

Akan tetapi, begitu mendengar kabar bahwa ada dugaan kecurangan dalam tes CPNS 2021, rasa salut saya tadi menguap pelan-pelan. Setidaknya ada 225 peserta yang pada mulanya saya anggap sebagai “manusia unggulan” (karena nilai tes CPNS-nya begitu tinggi) ternyata dicoret karena melakukan kecurangan.

Sejujurnya ini informasi yang cukup mengejutkan bagi saya, dan mungkin juga peserta tes CPNS lainnya.

Bukan apa-apa, tes yang memakai sistem CAT ini diklaim anti-kecurangan dan anti-nepotisme. Semua tidak bisa punya kendali atas hasil ujian, karena nilai akan langsung keluar begitu kita selesai mengerjakan. Sesuatu yang tidak ada pada seleksi CPNS periode-periode sebelumnya.

Iklan

Akan tetapi, rupa-rupanya, metode yang diklaim cukup “bersih” ini pun bisa dimainkan pula. Beberapa modus yang dilakukan dalam kecurangan ini bahkan menjadi hal baru.

Seperti yang terjadi di Buol, Sulawesi Tengah. Di titik itu ada peserta yang menggunakan remote access dari komputer luar yang nyambung secara online dengan komputer yang dipakai untuk ujian. Jadi si peserta tinggal duduk manis saja di dalam ruang ujian, nanti soal-soal akan dikerjakan dari jauh. Luar biasa canggih ya?

Dan salah satu peserta Tes CPNS yang melakukan kecurangan ini ternyata memiliki nilai sampai 510! FYI aja, itu jadi salah satu rekor nilai tertinggi dalam sejarah tes CPNS.

Btw, ini saya jadi pengin kasih pesan khusus untuk mas-mas atau mbak-mbak yang dapat nilai 510 itu.

Sek, sebentar, begini….

…maksud saya gini lho.

Curang sih ya curang sih ya, tapi hambok tulung itu kecerdasannya dipakai dikit. Kalau mau pakai joki, ya mbok request khusus supaya nilainya jangan kepolen kelewat tinggi juga dong. Apa sampean nggak mikir kalau nilai ketinggian bisa bikin orang jadi curiga?

Tapi nggak apa-apa. Setidaknya sampean jadi salah satu faktor yang bikin kecurangan tes CPNS tahun ini jadi ketahuan sih. Suwun lho ya.

Oke, balik lagi ke perkara kecurangan tes CPNS tadi.

Dengan adanya kasus ini, secara personal saya sebenarnya malah agak ngeri-ngeri gimana gitu dengernya. Soalnya, perlu diingat juga, dugaan kecurangan yang baru ditemukan ini terjadi pada daerah-daerah yang “jauh”. Mulai dari Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, sampai Lampung.

Jika di daerah-daerah “terpencil” begitu saja kecurangan tes CPNS ini bisa dilakukan, bagaimana dengan titik lokasi tes yang ada di beberapa daerah seperti di Jawa? Yang mana secara infrastruktur jaringannya jauh lebih baik?

Bukankah ini seharusnya jadi konsentrasi juga untuk BKN dalam melakukan transparansi di seluruh titik lokasi ujian? Terutama di lokasi-lokasi kota besar seperti Jogja, Semarang, atau Jakarta. Yang mana koneksi internetnya jauh lebih ngebut, sehingga kecurangan pakai modus remote access begitu jadi jauh lebih memungkinkan?

Nggak bermaksud untuk suudzon sih, tapi BKN atau siapapun pihak yang berwenang sepertinya harus mengaudit dan melakukan investigasi serius terhadap pelaksanaan Tes CPNS 2021 ini.

Ya gimana ya, jangan sampai ketika mereka abai lalu sampai meloloskan orang-orang curang untuk menjadi pegawai negara (hanya karena tidak ketahuan oleh netizen atau masyarakat), bisa saja nanti kepercayaan rakyat ke negara semakin memburuk dari hari ke hari.

Lebih khususnya lagi, citra ASN bukan tidak mungkin ke depannya jadi makin ambyar. Dari yang dulunya dicitrakan suka main Solitaire sampai Zuma, kini bisa aja dianggap jadi suka mainin remote.

Soalnya begini bapak-ibu pejabat yang mengorganisir proses ini. Hal-hal kayak gini bukan hanya merugikan mereka yang tidak lolos passing grade, tapi juga pihak yang lolos dengan jujur.

Coba sampean bayangin, betapa sial mereka yang ikut tes CPNS dan lolos passing grade dengan kerja keras tapi kalau ketemu sama saudara atau teman-temannya malah ditanyainnya model begini…

“Lolos nggak tes CPNS-nya?”

“Lolos passing grade dong.”

“Lolos murni, atau lolos karena pakai remote-nya ‘orang dalem’ nih?”

“^%&^%@%&^.”

BACA JUGA Tak Mau Daftar CPNS? Ini Cara Menghindarinya dan tulisan rubrik POJOKAN lainnya.

Terakhir diperbarui pada 31 Oktober 2021 oleh

Tags: ASNpassing gradetes CPNStes cpns 2021
Ahmad Khadafi

Ahmad Khadafi

Redaktur Mojok. Santri. Penulis buku "Dari Bilik Pesantren" dan "Islam Kita Nggak ke Mana-mana kok Disuruh Kembali".

Artikel Terkait

Warga Desa Sebenarnya Muak dengan Orang Kota yang Datang Buat Sok Slow Living: Arogan, Tak Membaur, Anggap Warga Asli Cuma “Figuran” MOJOK.CO
Urban

Tiga Kali Gagal Seleksi CPNS, Pas Sudah Diterima Jadi ASN Malah Tersiksa karena Makan “Gaji Buta”

7 April 2026
Kerja WFH untuk ASN bukan solusi. MOJOK.CO
Aktual

WFH 1 Hari dalam Seminggu Cuma Bikin Pekerja Boncos dan Nggak Produktif, Lalu Di Mana Efisiensi Pemakaian Energinya?

6 April 2026
Ribetnya lolos seleksi CPNS dan jadi PNS/ASN di desa: dibayangi standar hidup sukses yang merepotkan MOJOK.CO
Sehari-hari

Derita Jadi PNS atau ASN di Desa: Awalnya Bisa Sombong Status Sosial, Tapi Berujung Ribet karena “Diporoti” dan Dikira Bisa Jadi Ordal

1 April 2026
Work from home (WFH) untuk ASN tidak peka kondisi pekerja informal MOJOK.CO
Tajuk

WFH 1 Hari ASN Perlu Lebih Peka terhadap Kondisi Pekerja Informal

30 Maret 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Slow living di desa, jakarta.MOJOK.CO

Warga Desa Sebenarnya Muak dengan Orang Kota yang Datang Buat Sok Slow Living: Arogan, Tak Membaur, Anggap Warga Asli Cuma “Figuran”

7 April 2026
Ikuti paksaan orang tua kuliah jurusan paling dicari (Teknik Sipil) di sebuah PTN Semarang biar jadi PNS. Lulus malah jadi sopir hingga bikin ibu kecewa MOJOK.CO

Kuliah di Jurusan Paling Dicari di PTN, Setelah Lulus bikin Ortu Kecewa karena Kerja Tak Sesuai Harapan

7 April 2026
PNS tetap WFO saat WFH

PNS Lebih Pilih Tetap Pergi ke Kantor saat WFH, Takut Tergiur “Godaan” Kelayapan Malah Berujung Gagal Hemat BBM

8 April 2026
perumahan, tinggal di desa, desa mojok.co

Meninggalkan Hidup Makmur di Desa, Memilih Pindah ke Perumahan demi Ketenangan Jiwa: Sadar Tak Semua Desa Cocok Buat Slow Living

8 April 2026
Dilema Anak Kos yang Kerja di Jogja: Mau Irit dan Mandiri tapi Takut Mati Konyol Gara-gara Cerita Seram Ibu Kos soal “Tragedi Gas Melon” MOJOK.CO

Dilema Anak Kos yang Kerja di Jogja: Mau Irit dan Mandiri tapi Takut Mati Konyol Gara-gara Cerita Seram Ibu Kos soal “Tragedi Gas Melon”

2 April 2026
Deles Indah, Bukti Klaten Punya Harga Diri yang Bisa Kalahkan Jogja dan Solo sebagai Tempat Wisata Populer MOJOK.CO

Deles Indah, Bukti Klaten Punya Harga Diri yang Bisa Kalahkan Jogja dan Solo sebagai Tempat Wisata Populer

7 April 2026

Video Terbaru

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026
Tirto Utomo, Aqua dan Kenapa Kita Tidak Bisa Minum Air Keran?

Tirto Utomo, Aqua dan Kenapa Kita Tidak Bisa Minum Air Keran?

4 April 2026
Parijoto Muria: Dari Buah Mitologi, Jadi Sumber Hidup Warga Lereng Gunung

Parijoto Muria: Dari Buah Mitologi, Jadi Sumber Hidup Warga Lereng Gunung

2 April 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.