Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Pojokan

Jokowi Bilang UMK di Indonesia Bisa Rp23 Juta/Bulan, Optimistis apa Halu?

Haris Firmansyah oleh Haris Firmansyah
27 November 2019
A A
jokowi ktt asean rok umk indonesia 27 juta mojok.co

jokowi ktt asean rok umk indonesia 27 juta mojok.co

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Pernyataan Jokowi bahwa UMK Indonesia bisa 23 juta/bulan mungkin bermaksud memberi harapan cerah. Masalahnya, bagi kita problem Indonesia hari ini terlalu surem buat bisa punya bayangan semuluk-muluk itu.

Presiden Jokowi masih mempertahankan sikap optimistisnya saat sebut UMK (upah minimum kota/kabupaten) di Indonesia bakal capai Rp23 juta per bulan di masa depan. Dengan percaya diri, Jokowi menyampaikan harapan tersebut ketika melakukan pertemuan dengan puluhan ilmuwan dan peneliti muda Indonesia di Busan, Korea Selatan.

Bagaimana respons ilmuwan dan peneliti yang mendengarkan janji manis itu. Apakah mereka langsung meneliti prediksi sang presiden?

Merujuk ramalan pakar asing ditambah kalkulasi Bank Dunia dan IMF tentang Indonesia akan jadi kekuatan ekonomi terbesar ke-4 di dunia, Jokowi memperkirakan nantinya pendapatan per kapita mencapai US$23.000 sampai US$29.000 per tahun (dengan kurs sekarang artinya Rp27 juta-34 juta).

Jokowi tak menyebutkan kapan masa yang dijanjikan itu akan terjadi. Bisa saja saat dirinya sudah tak lagi jadi kepala negara. Bisa juga saat Jan Ethes sudah punya cucu. Namun, sesuai ramalan Joyoboyo, kehadiran Satria Piningit akan menyelamatkan Nusantara.

Masa?

Masalahnya, saat ini saja, ketimpangan upah masih terasa nyata. Yang gajinya di atas UMK memang ada, tapi guru honorer yang gajinya masih ratusan ribu juga banyak. Tempo hari, Jokowi sampai kaget begitu tahu fakta miris tersebut.

Untuk saat ini, UMK terlalu “1 Mei” untuk mereka yang jasanya dikenang setiap “25 November”. Saat kelas menengah membicarakan UMK di forum-forum diskusi, di Facebook masih saja nongol foto slip gaji guru ngaji yang berkisar di angka puluhan ribu rupiah.

Ketimbang membicarakan prediksi yang masih lama sekali akan terjadi, apa tidak sebaiknya pemerintah fokus dengan kondisi teraktual saja? Bagaimana caranya konsep UMK ini bisa diterapkan ke setiap profesi. Biar tidak ada kecemburuan sosial dan kesenjangan finansial.

Jangankan UMK 23 juta per bulan, UMK 5 juta per bulan saja sudah syukur kok. Asalkan bisa dirasakan oleh setiap pencari nafkah di semua kota dan kabupaten. Apalagi kalau ditambah dengan harga pangan dan kebutuhan hidup lainnya yang terjangkau oleh semua kalangan.

Kalau masih banyak kelas pekerja dan pendidik yang diupah di bawah UMK, itu tandanya pertumbuhan ekonomi tidak sebaik yang dibisikkan ke Istana. Jadi, presiden pun tak perlu terlalu serius menyikapi bisikan Bank Dunia dan IMF. Para ekonom asing itu hanya orang luar yang tak tahu kondisi terkini di lapangan. Bagaimana pun yang merasakan pertumbuhan ekonomi adalah rakyat, jadi dengarkanlah suara rakyat. Padahal rakyat sudah tidak bisik-bisik lagi.

Memang sih tetap ada kemungkinan UMK 23 juta rupiah diterapkan di masa depan. Tapi jangan sampai pada saat yang sama, nilai rupiah malah jatuh. Ujung-ujungnya, 23 juta saat nanti setara dengan 2,7 juta saat ini. Uang puluhan juta masih tersita untuk beli sembako, bayar listrik dan iuran BPJS yang ikut naik harganya. Itu sih namanya inflasi.

Kalau begitu, tetap saja nantinya hidup generasi milenial makin susah. Ujungnya, nggak kebeli rumah dan terancam jadi nomaden, terus diledekin Atta Halilintar di iklan kartu seluler.

BACA JUGA Bisakah Pekerja Merasa Cukup dengan UMK 1,7 Juta Kota Jogja? atau ulasan lainnya di rubrik POJOKAN.

Terakhir diperbarui pada 27 November 2019 oleh

Tags: jokowiktt asean rokUMK
Haris Firmansyah

Haris Firmansyah

Pegawai Bank Ibukota. Selain suka ngitung uang juga suka ngitung kata.

Artikel Terkait

Kereta Cepat Whoosh DOSA Jokowi Paling Besar Tak Termaafkan MOJOK.CO
Esai

Whoosh Adalah Proyek Kereta Cepat yang Sudah Busuk Sebelum Mulai, Jadi Dosa Besar Jokowi yang Tidak Bisa Saya Maafkan

17 Oktober 2025
UMR Jogja 2025 Sungguh Menyiksa, Fresh Graduate Stres MOJOK.CO
Esai

Fakta Penderitaan Fresh Graduate di Jogja: Harus Double Job Hanya Demi Bisa Hidup Layak dan Menabung Mengingat UMR Jogja 2025 Ini Terlalu Menyiksa

7 Oktober 2025
Sialnya Warga Banjarsari Solo: Dekat Rumah Jokowi, tapi Jadi Langganan Banjir Gara-gara Proyek Jokowi.MOJOK.CO
Aktual

Sialnya Warga Banjarsari Solo: Dekat Rumah Jokowi, tapi Jadi Langganan Banjir Gara-gara Proyek Jokowi

7 Maret 2025
3 Rupa Nasionalisme yang Mewarnai Indonesia Hari Ini MOJOK.CO
Esai

3 Rupa Nasionalisme yang Mewarnai Indonesia Hari Ini

26 Februari 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Menormalisasi pakai jasa porter di stasiun kereta api MOJOK.CO

Pakai Jasa Porter di Stasiun meski Bisa Bawa Barang Sendiri: Sadar 50 Ribu Itu Tak bikin Rugi, Tapi Justru Belum Seberapa

23 April 2026
Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, akan beri pendampingan korban daycare Little Aresha dan akan lakukan sweeping MOJOK.CO

Sweeping Daycare di Kota Yogyakarta, Langkah Emergency yang Harus Dilakukan agar Kasus Serupa Little Aresha Tak Terulang

27 April 2026
Sebagian pengguna WiFi IndiHome beralih ke Biznet. MOJOK.CO

Ujian Terberat Pengguna IndiHome yang Dikhianati Tawaran Palsu hingga Menggadaikan Kesetiaan ke WiFi yang Lebih “Gacor”

23 April 2026
kos dekat kampus, kos murah.MOJOK.CO

Punya Kos Dekat Kampus Menguras Mental dan Finansial, Gara-Gara Teman Kuliah yang Sering Menginap tapi Tak Tahu Diri

29 April 2026
Gaji magang di Jakarta bisa beli iPhone gak kayak kerja di Jogja

Magang di Jakarta Terkesima Terima Gaji 2 Kali UMR saat Kerja di Jogja, Hidup Bisa Foya-foya dan Tak Menderita

28 April 2026
UU PPRT Menyelamatkan Manusia dari Perbudakan Modern: Harus Kita Rayakan, Meski Jalan Kemenangan Masih Panjang.MOJOK.CO

UU PPRT Menyelamatkan Manusia dari Perbudakan Modern: Harus Kita Rayakan, Meski Jalan Kemenangan Masih Panjang

27 April 2026

Video Terbaru

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

11 April 2026
Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

9 April 2026
Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.