Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Pojokan

Inilah Alasan Ilmiah Kenapa Anak Selalu Menyukai Masakan Ibunya

Agus Mulyadi oleh Agus Mulyadi
14 September 2018
A A
masakan ibunya
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Ada sebuah ungkapan, bahwa seorang anak terhubung dengan ibunya melalui tali pusar saat masih berada di dalam kandungan, dan terhubung melalui lidah saat berada di luar kandungan.

Ungkapan ini menjelaskan betapa dalam urusan makanan, seorang anak cenderung selaras dengan ibunya. Seenak apa pun masakan yang pernah dirasakan oleh seorang anak, masakan terlezat dan ternikmat baginya tetaplah masakan ibunya sendiri.

Hampir semua anak pasti merasakan hal ini.

Food Network UK, sebuah media asal Inggris yang fokus pada bidang kuliner pernah mengadakan sebuah survei tentang hal ini. Survei dari Food Network UK ini menjelaskan bahwa pria punya kecenderungan lebih menyukai masakan ibu daripada masakan istri atau pacar mereka. Pada titik tertentu, bahkan sampai ditemukan banyak kasus lelaki kabur dan menyelinap diam-diam dari istri mereka hanya untuk pulang dan makan masakan ibunya.

Dalam sebuah dongeng Jepang, ada sebuah kisah jaman kerajaan tentang dua orang perempuan yang memperebutkan seorang anak. Dua orang perempuan ini mengaku sebagai ibu kandung satu anak yang sama.

Perempuan pertama adalah perempuan kaya raya bergelimang harta, sedangkan perempuan yang kedua adalah seorang miskin yang tak punya apa-apa (Dalam kisah tersebut, ibu kandung si anak adalah si perempuan yang miskin. Kemiskinannya itulah yang membuat ia terpaksa melepas si anaknya saat masih kecil untuk diasuh oleh perempuan pertama yang kaya raya tapi tak bisa punya anak).

Persengketaan tersebut kemudian sampai ke telinga raja. Dua perempuan dan si anak yang diperebutkan itu kemudian diminta menghadap. Dua perempuan itu sama-sama mengaku sebagai ibu kandung. Sedangkan si anak tak yakin, yang mana ibu kandungnya sebab ia tak pernah ingat jelas tentang masa kecilnya.

Raja akhirnya meminta kedua perempuan itu untuk memasak.

Si perempuan kaya memasak masakan yang sangat lengkap dengan aneka bumbu dan sayur yang mahal dan beraneka-rupa, sedangkan perempuan miskin hanya memasak sup sederhana.

Si anak disuruh untuk mencoba masakan keduanya. Saat mencoba masakan perempuan kaya yang mengasuhnya, ia sangat berselera, sebab masakan yang disajikan memang sangat lengkap. Ketika ia mulai mencicipinya, dia merasa rasa masakannya memang enak.

Kemudian, saat dirinya akan mencoba masakan di perempuan kaya, ia merasa tidak berselera sebab yang disajikan hanya sup sayur sederhana. Namun saat ia mencicipinya, ia merasakan satu hal yang tak bisa ia ungkapkan dengan kata-kata. Ingatan kepekaan lidahnya langsung peka. Ia merasa, masakan sederhana si perempuan miskin tersebut begitu dekat dengannya.

Dari situ, raja langsung bisa menentukan, siapa ibu kandung si anak sebenarnya.

Nah, kisah di atas semakin menambah daftar panjang fenomena keterkaitan selera masakan anak terhadap masakan ibunya.

Lantas, apa sebenarnya yang membuat seorang anak begitu menyukai masakan ibunya?

Iklan

Banyak orang mengatakan hal tersebut adalah karena faktor emosi dan kedekatan batin. Jawaban tersebut tentu tak salah. Sebab bagi banyak orang, rasa masakan juga dipengaruhi oleh emosi dan perasaan si pemasaknya. Dua masakan, dengan takaran bumbu dan resep yang sama konon akan punya rasa yang berbeda jika yang satu dimasak dengan penuh cinta sedangkan yang satu dimasak dengan perasaan yang biasa saja.

Nah, usut punya usut, perkara ini ternyata juga bisa dijelaskan secara ilmiah. Menurut sebuah jurnal yang diterbitkan di Indiana Public Media, kecenderungan anak yang hampir selalu menyukai apa saja masakan ibunya merupakan faktor enzim amilase. Enzim ini berperan dalam mengkatalisis karbohidrat kompleks berupa amilum menjadi karbohidrat yang lebih sederhana.

Tiap orang punya level amilase yang berbeda-beda. Perbedaan level amilase ini memberikan persepsi yang berbeda pada makanan yang dikunyah. Hal inilah yang membuat kenapa bagi sebagian orang satu makanan terasa enak sedangkan bagi sebagian yang lain satu makanan terasa sangat tidak enak.

Nah, level amilase pada ibu ternyata juga mempengaruhi level amilase pada anaknya. Level amilase ibu dan anak cenderung punya banyak persamaan. Hal inilah yang membuat masakan yang pas di lidah ibu biasanya juga pas di lidah si anak. 

Gimana? Sudah nggak penasaran lagi kan?

Terakhir diperbarui pada 14 September 2018 oleh

Tags: anakibuMasakan
Agus Mulyadi

Agus Mulyadi

Blogger, penulis partikelir, dan juragan di @akalbuku. Host di program #MojokMentok.

Artikel Terkait

Setelah Little Aresha, Mengapa Orang Tua Tetap Harus Percaya pada Daycare? MOJOK.CO
Esai

Setelah Little Aresha, Mengapa Orang Tua Tetap Harus Percaya pada Daycare?

29 April 2026
Keresahan Ibu-Ibu Usai Terbongkarnya Kasus Daycare Little Aresha: Gaji Ortu Semungil itu Harus Berhadapan dengan Absennya Negara dan Sesama WNI Jahat MOJOK.CO
Esai

Keresahan Ibu-Ibu Usai Terbongkarnya Kasus Daycare Little Aresha: Gaji Ortu Semungil itu Harus Berhadapan dengan Absennya Negara dan Sesama WNI Jahat

27 April 2026
Duka merantau lama: nelangsa dengan pertanyaan dan permintaan ibu yang sebenarnya sangat sederhana MOJOK.CO
Catatan

Pertanyaan dan Permintaan Ibu yang Bikin Saya Nelangsa dan Bersalah karena Merantau Lama, Padahal Ia Tak Banyak Menuntut

24 Maret 2026
Lebaran di Keluarga Ibu Lebih Seru Dibanding Keluarga Ayah yang Jaim dan Kaku Mojok,co
Pojokan

Lebaran di Keluarga Ibu Lebih Seru Dibanding Keluarga Ayah yang Jaim dan Kaku

19 Maret 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Ujian SIM C. MOJOK.CO

Pelajaran Berharga dari Gagal Ujian SIM C Sebanyak 11 Kali: Diam Bukan Pilihan untuk Melawan Hal yang Janggal

18 Mei 2026
Pekerja Jakarta, WFH, kerja sesuai hobi.MOJOK.CO

Kerja Sesuai Hobi Bikin Menderita: Kita Jadi Tak Lagi Punya Tempat Menenangkan Pikiran Saat Muak dengan Pekerjaan

18 Mei 2026
Kos di Jogja, kos campur, dapur.MOJOK.CO

Dapur Bersama Memang Membantu Anak Kos, Tapi Sering Menimbulkan Konflik kalau Ada Penghuni Jorok dan Suka Nyolong

12 Mei 2026
Kos kamar mandi luar memang murah. Tapi mending cari kamar mandi dalam kalau tidak mau kena mental MOJOK.CO

Kos Kamar Mandi Luar Memang Lebih Murah, Tapi bikin Repot Sendiri karena Dipakai Bareng Penghuni Lain Tak Tahu Diri (Kemproh dan Pemalas)

14 Mei 2026
KIP Kuliah.MOJOK.CO

Mahasiswa Pura-Pura Miskin demi Dapat KIP Kuliah Memang Ada, Uang Beasiswa Habis buat Hedon agar Diakui di Tongkrongan

14 Mei 2026
Pesan President Jancukers Sujiwo Tejo untuk Mahasiswa Rojali di Jogja MOJOK.CO

Pesan President Jancukers Sujiwo Tejo untuk Mahasiswa Rojali di Jogja

17 Mei 2026

Video Terbaru

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

11 April 2026
Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

9 April 2026
Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.