Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Pojokan

Sebuah Ilmu Permanukan dari Gembus

Agus Mulyadi oleh Agus Mulyadi
18 September 2018
A A
kicau-burung-jakarta-mojok Politisi PKB Usul Kontes Burung Kicau Masuk PON mojok.co

kicau-burung-jakarta-mojok

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Sudah hampir tiga minggu saya tak pulang Magelang. Padahal, jarak Jogja-Magelang bahkan tidak lebih dari 1 jam perjalanan naik motor, namun entah kenapa, saya begitu jarang pulang ke Magelang.

Sabtu kemarin, akhirnya saya pulang. Sejujurnya, bukan rasa kangen rumah yang membuat saya pulang, namun lebih karena saya ditelpon oleh emak saya yang bilang kalau dia masak sayur jengkol, sayur kesukaan saya. Sayur “khuldi bumi” yang mampu membuat siapa pun penyantapnya punya ajian “abab nogo” dan “ompol dewo”.

Iklan

Benar kata orang-orang, semua anak tahu persis kapan ia harus pulang, namun seorang ibu tahu persis, apa yang bisa memaksa anaknya untuk pulang.

Pulang ke Magelang sejatinya hampir tak pernah tak menyenangkan. Di Magelang, saya bisa berkumpul dengan kawan-kawan yang kisahnya selalu saya tulis di keempat buku saya. Geng Koplo, begitu saya menyebutnya.

Entah kenapa, setiap kali berkumpul dengan mereka, selalu saja ada bahan obrolan tak bermutu yang kemudian melebar menjadi sebuah dialektika bermutu.

Gembus menjadi salah seorang kawan personel Geng Koplo yang paling sering saya datangi jika saya sedang pulang ke rumah. Maklum saja, rumahnya hanya berjeda satu rumah dari rumah saya.

Dari Gembus inilah, saya banyak mendapatkan cuplikan kisah dan pengetahuan baru yang tentu saja menarik.

Kemarin, misalnya, Gembus memberikan saya ilmu soal mengajari burung agar bisa ngriwik (berkicau) dengan indah.

Saya sengaja mendatangi Gembus di rumahnya untuk melihat bagaimana ia sibuk dengan burung-burung kesayangannya.

Saya duduk di kursi tak jauh dari tempat ia menaruh kandang-kandang burungnya.

Dengan wajah yang tentu saja sumringah, Gembus mengeluarkan hape androidnya dari saku. Ia langsung membuka Youtube dan menayangkan sebuah video burung pleci yang sedang ngriwik dengan sangat melodius lagi merdu.

Ia sodorkan tampilan video tersebut pada burung pleci kesayangannya.

“Kowe ki ngopo je, Mbus?” tanya saya penasaran.

“Biasa tho, Gus. Ngajari pleci ben ngriwik,” jawabnya sembari terus fokus pada pleci kesayangannya.

Iklan

“Oalah, carane ngono kuwi, tho?”

“Hoo…”

“Wah, nek ngono kowe boros kuota berarti, Mbus, pendak pengin ngajari pleci ngriwik kudu mbukak Youtube.”

“Kowe ki jare kerjo neng gang internet, tapi kok goblok tho. Youtube ki videone iso disimpen, dadi tetep iso diputer sanajan offline,” jawabnya sengak.

Saya cuma bisa mantuk-mantuk.

“Emange pleci nek ndelok video pleci ngriwik ngono kuwi njuk iso melu ngriwik po, Mbus?”

“Lha yo jelas iso. Wong menungso ndelok pengajian neng Youtube mung pisan-pindo we langsung dadi pinter babagan agama, kok. Opomeneh mung pleci.”

Saya mantuk-mantuk lagi. Tak mau membantah, sebab kalau urusan burung, saya jelas kalah otoritatif dibandingkan Gembus. Dia sudah mengurus banyak burung, dari pleci sampai labet, beberapa di antaranya sudah laku dijual di forum jual beli burung di Facebook. Sedangkan saya, ngurus satu burung saja tidak becus dan kacau balau.

Terakhir diperbarui pada 18 September 2018 oleh

Tags: burungkawan
Agus Mulyadi

Agus Mulyadi

Blogger, penulis partikelir, dan juragan di @akalbuku. Host di program #MojokMentok.

Artikel Terkait

Kicau Mania Rp2 Triliun: Bukti “Ora Gantang Ora Mangan” Bukan Hobi Iseng MOJOK.CO
Esai

Kicau Mania Rp2 Triliun: Bukti “Ora Gantang Ora Mangan” Bukan Hobi Iseng

15 Mei 2026
burung migrasi.MOJOK.CO
Jagat

Menyusutnya Populasi Burung Migran Jadi Alarm Tanda Bahaya bagi Bumi

9 Mei 2026
Anang Batas Memotret Burung di Terpanjat Tak Terperanjat. MOJOK.CO
Kilas

Anang Batas Memotret Burung di Terpanjat Tak Terperanjat

13 Agustus 2023
merpati balap brahma mojok.co
Kilas

Pencarian Merpati Balap Brahma Berlanjut, Hadiah Dinaikkan Jadi Rp20 Juta

19 Desember 2022
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Bisa kuliah di ITB berkat beasiswa ojol. MOJOK.CO

Menangis di Hadapan Bapak yang Sehari-hari Ngojol agar Diizinkan Kuliah di ITB, Gadis Malah Dapat Beasiswa dari Pekerjaan Sang Ayah

24 Juni 2026
Nasib desainer grafis di desa kabupaten: jasa desain logi dianggap gratisan, pindah Jakarta kaget ternyata cuannya menjanjikan MOJOK.CO

Jasa Desain Logo di Desa Kabupaten Dianggap Sepele hingga Jadi Gratisan, Pindah Jakarta Kaget 1 Logo Cuannya Menjanjikan

23 Juni 2026
Angkringan di Stasiun Lempuyangan Jogja jadi tempat meleram kegelisahan MOJOK.CO

Angkringan Lempuyangan Jogja Berisi Rindu, Kegagalan, dan Beban Finansial Para Pejuang Perantauan

22 Juni 2026
Pasang WiFi di rumah desa. Niat untuk kenyamanan dan efisiensi pengeluaran keluarga malah dipalak tetangga MOJOK.CO

Punya WiFi di Rumah Desa Bikin Bocil Tetangga Jadi Kurang Ajar dan Hilang Adab, Saya yang Bayar Tagihan Cuma Dapat Emosinya

25 Juni 2026
PNS di desa.MOJOK.CO

Jadi PNS di Desa Memang Hidup Makmur, tapi Bikin Tak Berkembang karena Budayanya Toksik dan Membosankan

22 Juni 2026
dosen.MOJOK.CO

Butuh Biaya Puluhan Juta Demi Ijazah S2-S3, tapi Negara Malah “Melegalkan” Dosen Digaji di Bawah UMR

23 Juni 2026

Video Terbaru

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026
Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

21 Mei 2026
Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

17 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.