Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Pojokan

Bukan Kayak Raffi Ahmad, Inilah Standar Kekayaan yang Sesungguhnya

Rizky Prasetya oleh Rizky Prasetya
13 Juni 2020
A A
standar kekayaan, kekayaan, hartono, raffi ahmad, nia ramadhani, mirota, indomaret, cashless, kekayaan indonesia, gundam mojok.co

standar kekayaan, kekayaan, hartono, raffi ahmad, nia ramadhani, mirota, indomaret, cashless, kekayaan indonesia, gundam mojok.co

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Kekayaan itu bagai mitos, banyak orang yang hanya tahu dari cerita-cerita yang ada. Karena saking mitosnya, standar kekayaan manusia hingga kini masih jadi hal yang rancu.

Kekayaan itu seperti hantu bagi banyak orang. Bukan dalam segi menakutkan, tapi dalam segi eksistensinya. Walau jalanan penuh mobil seharga 400 juta ke atas, sudut-sudut kota tetap berisi orang yang membayangkan rasa kuah gulai kambing itu seperti apa. Kekayaan itu seperti hantu, dianggap ada, beberapa orang bisa merasakan, tapi lebih banyak orang yang mendengar eksistensinya hanya dari cerita.

Karena saking mitosnya kekayaan itu sendiri, standar kekayaan itu masih jadi hal yang rancu. Keluarga saya di kampung dianggap kaya oleh banyak orang di kampung sebelah, karena kamar mandi keluarga saya dipasangi keramik sedangkan kampung sebelah masih berak di sungai. Saya sendiri menatap dompet dengan nanar ketika melihat teman saya yang dibelikan rumah oleh orangtuanya karena nggak tega lihat anaknya ngekos.

Sebenarnya standar kekayaan itu yang sahih itu seperti apa, sih?

Saya sempat mencari jawaban ini di forum Reddit, tentang standar kekayaan di Indonesia itu seperti apa. Saya pikir awalnya begini, kaya itu ya kayak Raffi Ahmad, Reza Arap, apa Hartono Brothers. Tapi jawaban orang-orang di forum itu jauh dari pikiran saya.

Sebenarnya, kaya itu ya nggak harus sugih mblegendhu kayak orang-orang yang saya sebutkan tadi.

Kaya itu bahkan sebenarnya amat sederhana. Kuncinya hanyalah ada di kalimat, “terbebas dari ketakutan yang berasal dari uang.” Tidak sesederhana itu sih, tapi nyatanya standarnya tidak setinggi yang media sosial sering perlihatkan.

Saya sampai curiga, jangan-jangan memang kita diperlihatkan gaya hidup glamor yang tidak akan tercapai agar kita tidak pernah merasa cukup? Ah biarlah itu jadi bahasan lain, kita nggak sedang ngomongin itu.

Setelah membaca jawaban-jawaban di forum tersebut dan berkontemplasi, saya membuat daftar standar kekayaan yang relate dengan orang banyak. Standar ini nggak muluk-muluk macam bisa beli Koenigsegg. Ngapain juga beli Koenigsegg di kota yang banyak jalan bergelombang dan bolong?

Standar kekayaan pertama, bisa ngambil-ngambil barang di Indomaret tanpa lihat banderol harga

Jangan mengelak, kalian pasti pernah menatap dalam-dalam barang-barang promo yang ditata di depan kasir Indomaret. Barang yang disunat harganya itu menarik untuk dibeli karena…

…apalagi kalau bukan harganya yang murah?

Kalau kita punya uang yang banyak, atau kaya, barang yang ditata menarik sekaligus ngebak-ngebaki panggon tersebut pasti tak menarik mata kalian. Karena tentu saja, kalian tidak peduli lagi harga barang-barang di Indomaret. Ambil barang, masukin, bawa ke kasir, bayar. Pake debit, biar keliatan cashless yang hakiki.

Standar kekayaan kedua, nemu uang saku di cucian

Kalian pasti akan mendebat standar ini, mana bisa nemu uang kok dianggap kaya? Hoki doang itu mah. Eits, tunggu dulu. Orang yang duitnya banyak mah nggak peduli naruh uang di mana. Ilang yo wis ben, isih akeh.

Saking banyaknya duit, kalian lupa naruh duit di mana tapi tetep saja kalian bisa main dan beli-beli tanpa mikir uang tadi hilangnya di mana. Itu kalau kaya, kalau misqueen mah duit lima ribu kembalian beli nasi telur di burjo bakal diselidiki ilangnya di mana.

Iklan

Standar kekayaan ketiga, makan pake lauk rendang di warung nasi padang

Kalian belum ngirit kalau belum makan porsi kuli di warung nasi padang agar kenyangnya bisa tahan satu hari penuh. Lauknya? Ya pol mentok ayam. Kalau ngirit beneran ya tahu tempe atau bahkan kuah doang. Serius, kayak gini beneran ada.

Definisi kaya beneran itu kalau makan di warung nasi padang lauk rendang dan membayarnya dengan tenang, tak peduli itu awal atau akhir bulan. Bahkan kalau perlu, tiga kali sehari, setiap hari. Tapi sayangi silitmu lah, nggak bisa boker kalian nanti.

Standar kekayaan keempat adalah belanja di Mirota nggak nunggu hari Jumat

Standar ini khusus untuk mahasiswa yang ((kebetulan)) kuliah di Jogja. Mirota adalah tempat belanja yang harganya miring, apalagi hari Jumat.

Kenapa hari Jumat? Karena banyak barang yang dijual di Mirota tiba-tiba diskon pada hari Jumat. Silakan belanja ke Mirota hari Jumat, maka kalian akan nemu lautan manusia yang lebih banyak dibanding jumlah penonton gigs di JNM.

Kalau kalian kaya, belanja di Mirota pasti menghindari hari Jumat karena males ketemu lautan manusia. Belanja hari apa pun, kalian tetap santai. Tinggal masukin barang, nggak perlu lihat harga, bayar.

Standar kekayaan terakhir, beli Gundam tanpa beli mi sekardus

Kadang, kepuasan merakit Gundam itu bisa membuat logika kabur. Kalau kata sahabat khilaf, mending nyesel laper daripada nyesel nggak beli. Mau ngatain pendapat kayak gitu, kok dulu ya saya pernah khilaf kayak gitu.

Kalian bisa dianggep kaya kalau beli Gundam dan hari-hari selanjutnya masih bisa melangkah kemlinthi ke kafe dan tempat makan fancy. Gundam yang kalian beli nggak memengaruhi asupan gizi. Kanggoku sih wis sugih banget kui.

Saya bisa ngomong kayak gitu soalnya saya punya temen yang koleksi Gundam buanyak tpai nggak pernah telat makan atau beli makan murah, dan ia beneran kaya. Well, temen ini nggak koleksi Gundam sih, tepatnya dia suka liat kardus Gundam jadi dia beli…. Gundam baru.

Orang kaya emang sering nggak masuk akal.

BACA JUGA Negara Boleh Goblok, Kita Jangan dan artikel menarik lainnya dari Rizky Prasetya.

Terakhir diperbarui pada 13 Juni 2020 oleh

Tags: cashlessgundamhartonoIndomaretkekayaankekayaan indonesiaMirotaNia RamadhaniRaffi Ahmadstandar kekayaan
Rizky Prasetya

Rizky Prasetya

Redaktur Mojok. Hobi main game dan suka nulis otomotif.

Artikel Terkait

Catatan

Beras Porang Indomaret, Makanan Aneh yang Saya Sesali untuk Sahur padahal Menu Favorit Orang Jepang

3 Maret 2026
produk indomaret, private label.MOJOK.CO
Sehari-hari

Private Label Indomaret Penyelamat Hidup Saat Tanggal Tua Bulan Ramadan, Murah tapi Tak Murahan

24 Februari 2026
3 Dosa Indomaret yang Bikin Kecewa karena Terpaksa (Unsplash)
Pojokan

3 Dosa Indomaret yang Membuat Pembeli Kecewa tapi Bisa Memakluminya karena Keadaan lalu Memaafkan

21 Februari 2026
Drama sepasang pekerja kabupaten (menikah sesama karyawan Indomaret): jarang ketemu karena beda shift, tak sempat bikin momongan MOJOK.CO
Ragam

Menikah dengan Sesama Karyawan Indomaret: Tak Seperti Berumah Tangga Gara-gara Beda Shift Kerja, Ketemunya di Jalan Bukan di Ranjang

17 Desember 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Suzuki S-Presso memang mobil aneh karena jelek tapi keren MOJOK.CO

Ibarat kata, Suzuki S-Presso adalah “Crocs KW” yang jelek tapi keren dan kini menjadi benteng pertahanan terakhir melawan kegilaan dunia yang serba mahal ini

14 Juli 2026
Kita Membeli Sabun karena Wanginya, Bukan karena Tahu Kandungannya MOJOK.CO

Kita Membeli Sabun karena Wanginya, Bukan karena Tahu Kandungannya

18 Juli 2026
Jumirah dan suami merupakan pemulung di TPA Troketon, Klaten. MOJOK.CO

“Nrimo ing Pandum” ala Ibu Jumirah: Berteman dengan Belatung dan Diabetes di Tengah 150 Ton Sampah Residu Warga Klaten

12 Juli 2026
Milenial di Job Fair Yogyakarta 2026 cari peluang kerja di luar negeri. MOJOK.CO

Muak dengan Syarat Kerja di Indonesia: Gaji Numpang Lewat hingga Terbatas Usia, Milenial Pilih Cari Kerja ke Luar Negeri

16 Juli 2026
Pom mini warung madura kini jadi solusi di tengah antrean panjang SPBU yang tidak masuk akal MOJOK.CO

Strategi Hindari Antrean SPBU Tak Efektif Lagi, Isi Bensin di Pom Mini Warung Madura Jadi Solusi Asal Tak Pakai Logika Takaran

18 Juli 2026
Cari kerja, lamaran kerja, Mahasiswa gap year kuliah di Unila. MOJOK.CO

Kesalahan Bikin CV dan Hal-Hal Sepele Lain yang Justru Bikin Jobseeker Ditolak Saat Melamar Kerja

16 Juli 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.