Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Pojokan

Bersiaplah, Tubuh Kita Tak Akan Selamanya Sehat Sentosa

Agus Mulyadi oleh Agus Mulyadi
27 Desember 2018
A A
tubuh
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Sejak kecil, saya selalu yakin bahwa organ tubuh saya yang paling sejahtera dan sentosa adalah barisan gigi-gigi saya yang tumbuh dengan begitu kokoh dan gagah, bahkan cenderung sporadis dan provokatif.

Gigi yang saya miliki ini selalu saya banggakan. Ia menjadi salah satu prgan tubuh saya yang paling kuat dan tahan banting. Kalaupun ia harus sakit, paling mentok sehari-dua pasti sudah sembuh. Itu pun mungkin semata agar gigi saya tetap menjadi gigi yang manusiawi. Gigi yang tetap punya jatah untuk sakit.

Namun, sekitar dua bulan kemarin, gigi saya akhirnya mengalami sakit parah pertamanya. Saking parahnya, penanganannya sampai harus membutuhkan tindakan operasi dengan ongkos yang tak sedikit.

Itu sakit gigi terparah yang pernah saya alami sepanjang hidup saya.

Keperkasaan dan kegagahan gigi saya yang selalu saya banggakan pada akhirnya tumbang juga oleh waktu.

Sebulan yang lalu, saya masuk rumah sakit karena jengkolan. Itu penyakit yang, sungguh, saya merasa sangat sakit hati saat saya diserang olehnya.

Betapa tidak, sedari kecil, saya sudah jadi pemangsa jengkol. Saya bahkan menempatkan jengkol sebagai daftar teratas sayur yang paling saya gemari, di atas tumis kangkung dan sayur kulit melinjo.

Saya sanggup tambah sampai tiga kali jika ibu saya memasak sayur jengkol. Dan selama ini, saya tak pernah kenapa-napa.

Tapi entah bagaimana ceritanya, bulan lalu, saya harus dilarikan ke rumah sakit karena jengkolan. Perut saya sakit luar biasa. Begitu pula dengan ujung penis saya.

Saya memang makan jengkol terlalu banyak bulan lalu, namun tentu saya tak menyangka jika saya akan kena jengkolan. Sebab saya pernah dan berkali-kali makan jengkol dalam porsi yang jauh lebih banyak ketimbang saat saya terkena jengkolan bulan kemarin.

Jangan-jangan, tubuh saya memang tak lagi kuat untuk bisa menahan racun jengkol.

Yang paling bikin saya merenung tentu saja adalah mata saya.

Saya merasa bahwa saya adalah lelaki dengan pandangan rajawali. Pandangan saya amat jernih. Tak pernah sekali pun saya terbayang bakal mengalami gangguan pada mata saya.

Namun, minggu kemarin, saya tak bisa lagi menyembunyikan kelemahan mata saya.

Pandangan saya semakin hari semakin kabur. Saya bahkan tak sanggup membaca dengan jelas tulisan nama klub sepakbola beserta skor pertandingan saat saya menonton siaran sepak bola di layar televisi yang jaraknya hanya beberapa meter.

Saya menyerah, saya akhirnya memeriksakan mata saya. Dan akhirnya, saya harus menerima kenyataan. Mata saya minus. Kecil sih tingkat minusnya, tapi bagaimana pun, ia tetaplah minus.

Saya mau tak mau harus pakai kacamata. Hal yang tak pernah saya bayangkan sebelumnya.

Mata saya yang sedari dulu saya anggap sebagai mata yang tajamnya ngaudubillah setan ini akhirnya harus dibantu dengan lensa hanya untuk bisa memandang dengan jelas.

Iklan

Waktu pada akhirnya memberikan pelajaran penting pada saya. Bahwa tubuh saya memang tak akan selalu sehat. Ia pasti akan berkurang ketahanannya.

Sembari menulis ini, saya merenung, entah tubuh bagian mana lagi pada diri saya yang kelak bakal mengalami gangguan.

Siap tidak siap, saya harus menerima.

Saya hanya berharap, jika kelak tubuh saya mengalami gangguan, saya tidak terlalu menyusahkan orang-orang yang saya sayangi.

Terakhir diperbarui pada 27 Desember 2018 oleh

Tags: sakitSehattubuh
Agus Mulyadi

Agus Mulyadi

Blogger, penulis partikelir, dan juragan di @akalbuku. Host di program #MojokMentok.

Artikel Terkait

Ibuku Demensia dan Aku Seorang Sandwich Generation yang Kecewa Absennya Negara Bagi Kami para Caregiver MOJOK.CO

Ibuku Demensia dan Aku Seorang Sandwich Generation yang Kecewa Absennya Negara Bagi Kami Para Caregiver

4 Maret 2026
bpjs kesehatan.MOJOK.CO

Daftar 21 Penyakit yang Tidak Ditanggung BPJS Kesehatan, Pasien Masih Sering Salah Mengira

15 Februari 2024
Pesan dari Nenek Tua 81 Tahun Asal Gunungkidul yang Tidak Pernah Sakit

Pesan dari Nenek 81 Tahun Asal Gunungkidul yang Tidak Pernah Sakit

5 Agustus 2023
Benci dengan Tubuh Sendiri? Bisa jadi Kalian Mengalami Body Dysmorphic Disorder. MOJOK.CO

Benci dengan Tubuh Sendiri? Bisa Jadi Kalian Mengalami Body Dysmorphic Disorder

17 Juni 2023
penyakit ain mojok.co

Hati-hati Penyakit Ain! Berikut Ciri-cirinya Menurut Al-Qur’an dan Hadits

4 Januari 2023
Surat untuk BPJS Kesehatan

Surat untuk BPJS: Waktu Tunggu yang Lama dan Perawat Judes

30 Oktober 2022
Muat Lebih Banyak


Terpopuler Sepekan

Kiprah dosen pembimbing mahasiswa KKN UGM di Sangurejo. MOJOK.CO

Dulu Dicap Kampung Kumuh, Kini Produk Kulit Salak Kampung Sangurejo Sampai Belanda

21 Agustus 2026
Kontingen Prambanan tunjukkan jejak Mataram Kuno di Karnaval Budaya Klaten 2026. MOJOK.CO

Potret Kejayaan Mataram Kuno dalam Karnaval Budaya Klaten, 26 Kecamatan Adu Keunggulan Wilayah

19 Agustus 2026
UMKM, UKM.MOJOK.CO

Pemkot Jogja Buru “DNA” 18.000 Usaha Kecil untuk Basis Data Tunggal 2026 demi Kebijakan Tepat Sasaran

20 Agustus 2026
Nasib rentan warga pesisir Kabupaten Batang karena ancaman abrasi dan PLTU MOJOK.CO

Nasib Rentan Warga Pesisir Kabupaten Batang: Rumah Terancam Abrasi Sewaktu-waktu, Nafkah “Tersumbat” PLTU

19 Agustus 2026
ilustrasi ketua pemuda

Jabatan Ketua Pemuda di Kampung itu Gagah, Tapi Ngenes Karena Dianggap Bisa Menyelesaikan Semua Masalah

20 Agustus 2026
Penyesalan mahasiswa kiri dan naif: tolak kerja (jadi budak) korporat karena melanggengkan kapitalisme, tapi sadar orang tua belum bahagia MOJOK.CO

Sesal Mahasiswa Sok Kiri Anti Kapitalisme dan Naif: Tolak Kerja Korporat, Tapi Sadar Belum Bantu Ekonomi Orang Tua

21 Agustus 2026

Video Terbaru

Menjadi Manusia Bersama Habib Jafar: Konsisten, Kehilangan, dan Syukur

Menjadi Manusia Bersama Habib Jafar: Konsisten, Kehilangan, dan Bersyukur

20 Agustus 2026
Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.