Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Pojokan

Bapak Saya Menolak Serangan Fajar dan Saya Bangga Setengah Mampus

Agus Mulyadi oleh Agus Mulyadi
19 April 2019
A A
Bapak Saya Menolak Serangan Fajar, dan Saya Bangga Setengah Mampus - Mojok.co
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Sudah beberapa edisi coblosan, saya tidak pulang ke rumah. Coblosan pemilihan Bupati tahun kemarin, misalnya, saya tidak mencoblos. Selain karena memang saya bingung dengan pilihan yang harus saya pilih (Pilkada Bupati Magelang tahun lalu mempertemukan Zainal Arifin dengan Zainal Arifin, yang akhirnya dimenangkan oleh Zainal Arifin), saya juga malas.

Kemudian pada pemilihan kepala desa beberapa waktu yang lewat, saya juga absen. Kali ini bukan karena malas (sebab saya memang jadi salah satu pendukung calon kepala desa), melainkan karena bangun kesiangan.

Nah, di Pemilu tahun ini, saya akhirnya pulang dan ikut mencoblos. Sungguh sebuah keputusan yang tak sia-sia, sebab saya akhirnya mendapatkan satu cerita yang kelak akan membuat saya begitu bangga.

Asalah bapak saya, yang menjadi sumber kebanggaan tersebut.

Dalam urusan politik, Bapak saya adalah sosok yang murah sekali suaranya. Dalam pemilu edisi-edisi sebelumnya, bapak saya hampir selalu mencoblos caleg yang memberikannya serangan fajar.

Saya ingat betul, di Pileg 2014, bapak memilih salah satu caleg dari salah satu partai karena paginya mendapatkan serangan fajar 80 ribu. Pada pemilihan kepala daerah juga begitu, bapak saya mencoblos mereka yang tim suksesnya memberikan tali kasih buat bapak.

Namun di pemilu edisi kali ini, dia menjadi sosok yang berbeda.

“Tadi nyoblos apa, Pak?” Tanya saya sesaat setelah ia keluar dari TPS.

“Yo koyo liyane,” jawabnya singkat.

“Koyo liyane, apa?”

“Jokowi.”

“Kalau caleg-calegnya?”

Dia tak menjawab. Malah cuma tersenyum. Dia kemudian langsung memacu motornya ke TPS kampung sebelah, TPS tempat dia bertugas sebagai hansip.

Senyum bapak itu ternyata merupakan sebuah tanda. Di rumah, saya diceritani sama adik dan emak, katanya, tadi malam, bapak menolak uang serangan fajar (eh, lebih tepatnya, serangan petang, wong malam hari) dari salah satu caleg. Bapak sudah punya pilihan dan ia tidak goyah serta ragu atas pilihannya tersebut.

Iklan

“Pak’e ki saiki nggaya, dikei duit ora gelem…” kata adik saya.

Saya yang mendengar cerita tersebut tentu saja langsung prengas-prenges.

Lelaki bernama Trimo Mulgiyanto ini ternyata bukan hanya mengamankan TPS, tapi juga mengamankan suara, harga diri, dan martabatnya.

Hari itu, saya tak peduli, siapa politisi yang bakal menang, sebab saya sudah punya pemenang sendiri. Tanpa survei. Tanpa penghitungan suara.

Terakhir diperbarui pada 13 Juni 2019 oleh

Tags: hansipserangan fajar
Agus Mulyadi

Agus Mulyadi

Blogger, penulis partikelir, dan juragan di @akalbuku. Host di program #MojokMentok.

Artikel Terkait

Cerita Ibu Rumah Tangga di Semarang Dapat Serangan Fajar 4 Parpol, tapi Tetap Golput karena Bukan DPT.mojok.co
Ragam

Cerita Ibu Rumah Tangga di Semarang Dapat Serangan Fajar 4 Parpol, tapi Tetap Golput karena Bukan DPT

15 Februari 2024
Sejarah Hansip: Tukang Gebuk PKI yang Sudah Dihapus, tapi Selalu Wara-Wiri Saat Pemilu MOJOK.CO
Memori

Sejarah Hansip: Tukang Gebuk PKI yang Sudah Dihapus, tapi Selalu Wara-Wiri Saat Pemilu

26 Oktober 2023
bantul, korupsi politik, budaya korupsi.MOJOK.CO
Kotak Suara

Ketahui 5 Macam Korupsi Politik, dari Penyuapan sampai Perdagangan Pengaruh

17 Maret 2023
Cerita Saya, Kurir Paket yang Antar Amanah sampai ke Pelaminan (Mojok.co/Ega Fansuri)
Esai

Cerita Saya, Kurir Paket yang Antar Amanah sampai ke Pelaminan

10 Januari 2022
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Slow living di desa, jakarta.MOJOK.CO

Warga Desa Sebenarnya Muak dengan Orang Kota yang Datang Buat Sok Slow Living: Arogan, Tak Membaur, Anggap Warga Asli Cuma “Figuran”

7 April 2026
Kereta eksekutif murah selamatkan saya dari neraka kereta ekonomi. MOJOK.CO

Penyesalan Kaum Mendang-mending yang Dilema Pakai Kereta Eksekutif hingga Memutuskan Tobat dari Kondisi “Neraka” Kereta Ekonomi

1 April 2026
Pekerja gen Z matikan centang biru WhatsApp dicap kepribadian buruk

Pekerja Gen Z Matikan Centang Biru WhatsApp demi Privasi, Malah Dicap Kepribadian dan Etos Kerja Buruk padahal Berusaha Profesional

5 April 2026
Pilih resign dan kerja jadi penulis di desa ketimbang kerja di luar negeri di Singapura

Resign dari Perusahaan Bergaji 3 Digit di Luar Negeri karena Tak Merasa Puas, Kini Memilih Kerja “Sesuai Passion” di Kampung Halaman

2 April 2026
Jurusan Kebidanan Unair tolong saya dari kekecewaan gagal kuliah di Kedokteran. MOJOK.CO

Tinggalkan Mimpi Jadi Dokter karena Merasa Bodoh dan Miskin, Lulus dari Jurusan Kebidanan Unair Malah Bikin Hidup Lebih Bermakna

6 April 2026
Pekerja Jogja kaget pindah kerja di Purwokerto demi alasan slow living. Tapi kaget dengan karakter orang Banyumas MOJOK.CO

Pekerja Jogja Pindah Kerja ke Purwokerto Nyari Slow Living, Tapi Dibuat Kaget sama Karakter Orang Banyumas karena di Luar Ekspektasi

6 April 2026

Video Terbaru

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026
Tirto Utomo, Aqua dan Kenapa Kita Tidak Bisa Minum Air Keran?

Tirto Utomo, Aqua dan Kenapa Kita Tidak Bisa Minum Air Keran?

4 April 2026
Parijoto Muria: Dari Buah Mitologi, Jadi Sumber Hidup Warga Lereng Gunung

Parijoto Muria: Dari Buah Mitologi, Jadi Sumber Hidup Warga Lereng Gunung

2 April 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.