Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Pojokan

Bagi Orang yang Terbiasa Tidur dengan Lampu Menyala, Tidur dalam Kondisi Lampu Mati Adalah Cobaan yang Berat

Agus Mulyadi oleh Agus Mulyadi
8 Juli 2021
A A
lampu mati
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Tidur dalam kondisi lampu mati memang lebih sehat ketimbang tidur dengan lampu menyala, tapi tak sedikit orang yang justru tak bisa tidur kalau lampu dimatikan.

Sejak kecil, saya terbiasa tidur dengan lampu menyala. Tentu saja ini kebiasaan yang buruk, utamanya bagi orang yang hidup dalam keluarga yang tak makmur-makmur amat, setidaknya untuk tidak menyebutnya sangat melarat.

Memang lampu yang saya nyalakan saat saya tidur itu bukan lampu yang terang, melainkan hanya lampu pijar temaram yang mungkin hanya 5 atau 10 watt. Namun tetap saja lampu itu menyala dan menyumbang biaya untuk tagihan listrik setiap bulannya.

Beruntung bagi saya, bapak atau ibu saya tak pernah mempermasalahkan kebiasaan tidur saya tersebut. Bagi mereka, kepulasan tidur saya adalah yang utama. Perkara mereka mungkin bakal agak terganggu dengan cahaya dari lampu yang menyala atau dari tagihan listrik yang lebih tinggi walau tidak signifikan, itu biarlah menjadi urusan belakangan.

Kelak saat saya sudah dewasa, ada satu momen yang kemudian mengubah kebiasaan buruk saya itu.

Saya agak bulan apa persisnya persisnya, namun yang jelas antara tahun 2010-2011. Saat itu, saya ngekos di sebuah rumah di bilangan Godean. Pemilik kos adalah seorang ibu yang sangat baik hati. Ibu Mulyani, namanya. Nama yang membuat saya langsung punya kemistri dengan kos tersebut hanya karena nama saya mirip dengan namanya.

Kos tersebut jadi satu dengan rumah Bu Mulyani. Ia tinggal di lantai bawah, sedangkan lantai atas yang terdiri dari 3 kamar ia sewakan untuk kos. Ada satu tangga khusus yang membuat penghuni kos bisa langsung menuju kamar kos tanpa harus melewati pintu rumah utama.

Tarif kos di rumah Bu Mulyani saat itu amat murah. Hanya 150 ribu rupiah per bulan. Untuk ukuran kos yang posisinya strategis karena dekat dengan masjid, jalan raya, dan warung makan, itu adalah harga yang amat menguntungkan. Apalagi di dalam kamar, sudah tersedia meja, ranjang, lemari, dan juga karpet lantai.

Lebih lagi, penghuni kamar sebelah ternyata adalah sekumpulan perempuan muda yang bekerja sebagai SPG di swalayan tak jauh dari tempat kos. Hal yang membuat harga 150 ribu per bulan itu menjadi terasa semakin murah.

Di kos ini, tentu saja saya tidur dengan tetap mempertahankan kebiasaan lama saya, yakni tidur dengan lampu menyala. Tidak boleh ada lampu mati.

Awalnya tak ada masalah. Hingga pada akhirnya, seminggu setelah saya tinggal di kos tersebut, Bu Mulyani mulai menegur saya. Ia meminta saya mematikan lampu jika saya mau tidur.

“Biar tagihan listriknya nggak banyak, Mas Agus,” terangnya.

Kalau ibu atau bapak saya sendiri, saya mungkin masih bisa agak berdebat atau berargumen. Namun kali ini, yang saya hadapi adalah Bu Mulyani. Orang yang tentu saja tidak peduli dengan kepulasan tidur saya.

Namun, mau dikata apa, saya memang harus bisa menerima alasan Bu Mulyani. Uang kos saya hanya 150 ribu, maka memang sudah seharusnya saya tahu diri.

Iklan

Saya sebenarnya bisa saja menawar untuk tetap menyalakan lampu, sebagai gantinya, saya bersedia membayar tambahan uang kos, namun setelah saya pikir-pikir, hanya mulut saya yang bisa menawar, sedangkan keuangan saya tidak. Maka, mau tak mau, saya harus mulai membiasakan diri untuk tidur dengan lampu yang dimatikan.

Hari pertama tidur dengan lampu mati benar-benar amat menyiksa. Entah kenapa, ada sedikit rasa takut. Ini cukup memalukan, seorang lelaki yang sudah berjembut ternyata takut saat tidur dengan kondisi gelap karena lampu dimatikan.

Lebih dari itu, kondisi yang gelap gulita itu ternyata membuat saya malah terlalu banyak berpikir. Saya tidak bisa langsung tertidur walaupun saya sudah berusaha menidur-nidurkan diri.

Hari pertama terlewati dengan tidur yang amat sangat tidak bermutu. Saya baru bisa benar-benar tertidur selepas tengah malam. Hari kedua berlalu tak jauh berbeda dengan hari pertama. Hari ketiga pun demikian.

Hari keempat, saya mencoba tidur dengan sambil menyetel radio di hape sebgai rungon-rungon atau teman bunyi. Hal yang saya pikir cukup membantu karena saya jadi bisa mengurangi ketakutan-ketakutan tak beralasan saya.

Hingga pada akhirnya, setelah dua minggu mencoba, ehm, lebih tepatnya, terpaksa mencoba tidur dengan lampu mati, saya akhirnya mulai benar-benar terbiasa, dengan atau tanpa menyetel radio.

Belakangan baru saya ketahui bahwa tidur dengan lampu mati ternyata lebih menyehatkan ketimbang tidur dengan lampu menyala. Saat tidur dalam keadaan lampu menyala, produksi hormon melatonin berkurang, hal itu berpengaruh terhadap kualitas tidur yang jadi tidak maksimal.

Namun pada kenyataannya, tak sedikit orang yang seperti saya, yang tidur harus dengan lampu menyala. Alasannya beragam, dari mulai soal ketakutan, sampai soal kenyamanan.

Bahkan, tak sedikit orang yang hanya bisa tidur dalam kondisi lampu menyala disertai dengan sedikit keributan.

Bagaimana gue, yang kalo tidur lampu harus nyala dan harus ada keributan alias gabole hening.

— Manusia Gabut (@maawlls) July 7, 2021

Media kesehatan Healthline menyebutkan bahwa ada beberapa hal yang bisa dilakukan oleh mereka yang terbiasa tidur dengan lampu menyala agar mulai terbiasa tidur dengan cahaya yang minim, antara lain dengan mencoba menggunakan tirai kamar gelap, memaksimalkan olahraga pada pagi dan sore hari, serta menghindari penggunaan ponsel sebelum tidur.

Kalau saya pribadi, berdasarkan pengakuan beberapa kawan yang punya masalah tidur dalam keadaan gelap, salah satu cara paling ampuh dan tokcer yang layak dicoba adalah tidur dengan mematikan lampu namun sambil menyalakan televisi dengan volume yang dikecilkan agar tetap ada cahaya dan sedikit suara.

Lho, tapi kalau begitu, nanti pengeluaran listrik jadi boros, dong?

Nah, dalam kondisi seperti itulah, kita layak berterima kasih kepada siapa pun yang menemukan teknologi timer pada televisi. Sungguh, penemuan mereka bukan hanya berguna untuk para pengusaha rental PS, namun juga untuk orang-orang yang kalau tidur harus ada cahaya dan suara.


BACA JUGA Menjadi Melarat yang Sempurna dengan Skill Mudah Tidur di Mana Saja dan artikel AGUS MULYADI lainnya. 

Terakhir diperbarui pada 8 Juli 2021 oleh

Tags: lampu matiTidur
Agus Mulyadi

Agus Mulyadi

Blogger, penulis partikelir, dan juragan di @akalbuku. Host di program #MojokMentok.

Artikel Terkait

mimpi basah mojok.co
Sosial

Apakah Mimpi Basah di Siang Hari Membuat Puasa Batal?

24 Maret 2023
merdeka sepakbola singkong menulis ironi sepakbola jendela sepeda zainuddin mz puasa tarawih kolom menulis tutur tinular penulis buku lagu tv rusak rebahan kolom mahfud ikhwan mojok.co ayam rumah kontrakan contoh esai bagus indonesia mojok.co putu wijaya
Kolom

Kolom: Tidur dan Menulis

15 November 2020
tidur cepat
Pojokan

Menjadi Melarat yang Sempurna dengan Skill Mudah Tidur di Mana Saja

11 September 2020
Tidur, susah tidur, bangun tidur, alarm mojok.co
Pojokan

Menguak Alasan Kenapa Ada Orang yang Nggak Bangun Meski Alarm Udah Bunyi Berkali-kali

26 Mei 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Derita Bisnis Laundry: Cuan 15 Juta Hilang karena Kebodohan MOJOK.CO

Pengalaman Bisnis Laundry yang Cukup Menyedihkan, Berharap Cuan Besar 15 Juta per Bulan tapi Cuma Dapat 3 Juta: Boncos karena Kebocoran-Kebocoran Sepele

4 Juni 2026
Pengalaman Kuliah di Polandia, Eropa Sambil Jadi Tour Guide. MOJOK.CO

Pengalaman Kuliah di Eropa Sambil Jadi Tour Guide bikin Enggan Kembali ke Tanah Air, tapi Tak Ada Jalan Lain Selain Pulang

4 Juni 2026
Campus League Basketball 2026 Regional Jakarta Season 1 tidak hanya jadi panggung prestasi basket, tapi juga warna baru solusi mobilitas masa depan anak muda dengan motor listrik Polytron MOJOK.CO

Puncak Campus League Basketball 2026 Jakarta S1: Tak Hanya Jadi Panggung Basket tapi Juga Hadirkan Solusi Mobilitas Masa Depan Anak Muda

2 Juni 2026
Godaan modifikasi motor Honda Vario 125 demi sinematik kebodohan soal harga jual di Facebook, berakhir jadi motor sampah dan jamet MOJOK.CO

Modifikasi Motor Honda Vario 125 Hasil Tabungan Ibu-Kakak demi Sinematik dan Kebodohan Harga Jual di FB, Berakhir Jadi Motor Jamet dan Sampah

7 Juni 2026
Hasil riset FEB UGM: workaholic alias kera berlebihan tidak selalu merusak kebahagiaan MOJOK.CO

Riset: Kerja Berlebihan (Workaholic) Tidak Selalu Merusak Kebahagiaan, Asalkan Dapat 2 Situasi Ini di Lingkungan Kerja

6 Juni 2026
Curhat dan ziarah di makam ibu, tempat terbaik pulang tanpa penghakiman MOJOK.CO

Curhat di Makam Ibu Dianggap Lebay dan Sia-sia, Tapi Jadi Tempat Pulang Terbaik yang Penuh Makna dan Rasa Lega

5 Juni 2026

Video Terbaru

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026
Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

21 Mei 2026
Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

17 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.