Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Pojokan

Arti Kenaikan Isa Almasih atau Kenaikan Yesus Kristus bagi Orang Islam

Prima Sulistya oleh Prima Sulistya
10 Mei 2018
A A
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Kenaikan Isa Almasih (atau Kenaikan Yesus Kristus, entahlah) membuat siang saya penuh pertanyaan (((transendental))).

Mungkin adalah suatu ironi ketika antara penganut Yahudi, Kristen, dan Islam, masing-masing mengetahui sedikit sekali tentang agama satu sama lain. Sebab, di keseharian, kita bisa melihat betapa banyak persilangan yang terjadi antara ketiga agama tersebut. Kita bisa berkaca pada peringatan yang menyebabkan hari ini bertanggal merah, yakni Kenaikan Isa Almasih.

Banyak yang bisa kita sebut berkaitan dengan persilangan antara tiga agama tersebut. Lahir di kawasan yang sama (Arab, sehingga disebut agama-agama semit), punya kitab suci, bertuhan satu (tauhid), memiliki nabi dan rasul, merupakan agama langit (samawi), dan sebagainya. Bahkan, dari segi ritual pun ada sejumlah kesamaan yang seharusnya bukan kebetulan: puasa, sunat, melarang perzinaan, pantangan makanan tertentu, itu beberapa yang saya ketahui.

Kiranya, bagaimana tiga agama itu punya keterhubungan, entitas yang paling mudah untuk mewakilinya adalah Yerusalem, kota suci tiga agama (holy city of three faiths).

Saya bertanya-tanya, mengapa di kalender hari ini dituliskan sebagai Hari Kenaikan Isa Almasih. Mengingat mayoritas yang merayakannya adalah umat kristiani dan mereka lebih umum menyebut hari ini sebagai hari kenaikan Yesus Kristus. Ketika mencari apa beda Isa Almasih dan Yesus Kristus di Google, hasil pertama justru sebuah artikel yang sulit saya yakini kredibilitasnya, yang menyebut bahwa Isa Almasih adalah orang yang berbeda dari Yesus Kristus.

Membaca di sana dan sini, saya menemukan bahwa Isa dan Yesus berasal dari akar kata yang sama dan punya arti sama, demikian pula almasih dan kristus yang sama-sama berarti ‘diurapi’ hanya menggunakan dua bahasa berbeda.

Pencarian itu tidak menjawab pertanyaan saya tentang nama hari di kalender tadi. Justru, ia membawa saya pada pertanyaan lain yang menjadi pembuka tulisan ini. Ternyata, sebagai pemeluk salah satu agama semit tadi, begitu miskin pengetahuan saya pada agama semit lain. Mungkin itu juga yang menyebabkan mengapa saya yang sudah membaca berita kekacauan di Palestina sejak SD dari koran dan kemudian, sampai menjelang kepala tiga masih menemukan berita serupa, tetap saja tak kunjung paham apa sebenarnya rasionalisasi konflik bertahun di Tepi Barat.

(Kemungkinan besar, dasar saya yang terlalu malas mencari tahu dan membaca lebih banyak.)

Di siang peringatan Kenaikan Isa Almasih ini, sebelum memutuskan membuat tulisan ini, pikiran saya mengawang-ngawang pada hafalan pelajaran agama saat kelas 1 SD.

Rukun Iman ada enam. Pertama, iman kepada Allah. Kedua, iman kepada malaikat-Nya. Ketiga, iman kepada kitab-kitab-Nya. Keempat, iman kepada rasul-rasul-Nya. Kelima, iman kepada hari akhir. Keenam, iman kepada qada dan qadar.

“Daf,” saya mencolek teman yang sedang duduk di depan saya. Dia seorang gus, anak kiai.

“Piye?” Ia mendongakkan tatapan dari layar laptop.

“Gimana sih cara teknis beriman kepada kitab-kitab Allah dan rasul-rasul Allah?”

Bukannya menjawab, dia malah mencibir. “Iman kok teknis.”

Iklan

“Hehehe.”

Terakhir diperbarui pada 10 Mei 2018 oleh

Tags: agama samawiagama semitimanIslamkenaikan isa almasihkenaikan yesus kristusKristenpalestinarukun imanYahudiYerusalem
Prima Sulistya

Prima Sulistya

Penulis dan penyunting, tinggal di Yogyakarta

Artikel Terkait

Mahasiswa Muslim Kuliah di UKSW Salatiga: Kampus Kristen yang Nggak Perlu Ngomongin Toleransi MOJOK.CO
Esai

Mahasiswa Muslim Kuliah di UKSW Salatiga: Kampus Kristen Kok Nggak Ngomongin Toleransi

2 Februari 2026
Cerita Kebiasaan Orang Jawa yang Bikin Kaget Calon Pendeta MOJOK.CO
Esai

Cerita Calon Pendeta yang Kaget Diminta Mendoakan Motor Baru: Antara Heran dan Berusaha Memahami Kebiasaan Orang Jawa

21 November 2025
Katolik Susah Jodoh Tolong Jangan Login dan Ambil Jatah Kami MOJOK.CO
Esai

Cari Pasangan Sesama Katolik itu Susah, Tolong Jangan Login dan Ambil Jatah Kami

13 November 2025
Ketika One Piece Dilarang, Bendera Merah Putih Makin Terkoyak MOJOK.CO
Esai

Sikap Penguasa Melarang Pengibaran Bendera atau Melukis Mural One Piece Justru Semakin Mengoyak Kedaulatan Bendera Merah Putih

9 Agustus 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

AI, ChatGPT, Kecerdasan Buatan Bisa Nggak Cerdas Lagi kalau Gantikan PNS dan Hadapi Birokrasi Fotokopi MOJOK.CO

ChatGPT Bukan Ustaz: Bolehkah Bertanya Soal Hukum Agama kepada AI?

28 Januari 2026
Sasar Sekolah, Ratusan Pelajar di Bantul Digembleng Kesiagaan Hadapi Gempa Besar.MOJOK.CO

Sasar Sekolah, Ratusan Pelajar di Bantul Digembleng Kesiagaan Hadapi Gempa Besar

30 Januari 2026
Siswi SMA di Bantul, Yogyakarta mengikuti pelatihan tanggap bencana dari IDM. MOJOK.CO

Kisah Pelajar SMA di Bantul Melawan Trauma Pasca Gempa 2006, Tak Mau Kehilangan Orang Berharga Lagi

31 Januari 2026
guru BK.MOJOK.CO

Menjadi Guru BK Capek Mental dan “Tak Menghasilkan”, Memilih Resign dan Kerja Kantoran Meski Harus Mengubur Cita-Cita

29 Januari 2026
KA Airlangga, KA Taksaka, Pengalaman 22 Jam Naik Kereta Api Membelah Pulau Jawa MOJOK.CO

Sebagai “Alumni” KA Airlangga, Naik KA Taksaka Ibarat “Pengkhianatan Kelas” yang Sesekali Wajib Dicoba Untuk Kesehatan Mental dan Tulang Punggung 

30 Januari 2026
Ribuan istri di Surabaya minta cerai. MOJOK.CO

Perempuan Surabaya Beramai-ramai Ceraikan Suami, karena Cinta Tak Lagi Cukup Membayar Tagihan Hidup

30 Januari 2026

Video Terbaru

Kebun Durian Warso Farm di Bogor, Agrowisata Edukatif dengan 16 Varietas Durian

Kebun Durian Warso Farm di Bogor, Agrowisata Edukatif dengan 16 Varietas Durian

28 Januari 2026
Sigit Susanto: Membaca Dunia lewat Perjalanan Panjang dan Sastra

Sigit Susanto: Membaca Dunia lewat Perjalanan Panjang dan Sastra

27 Januari 2026
Zainal Arifin Mochtar dan Tawa yang Tidak Sepenuhnya Bercanda

Roasting Zainal Arifin Mochtar (Bagian 2): Strategi Biar Bisa Jadi Guru Besar

24 Januari 2026
Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.