Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Video

100 Tahun Naar De Republiek: Catatan Gelap Tan Malaka

Redaksi oleh Redaksi
20 Maret 2026
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Seratus tahun lalu, tepatnya Desember 1925, sebuah buku karya Tan Malaka terbit di luar negeri di tengah situasi politik yang mencekam.

Saat itu, para aktivis di Hindia Belanda hidup dalam bayang-bayang represi brutal aparat kolonial. Penangkapan, pemukulan, hingga pemenjaraan menjadi rutinitas yang menghantui siapa pun yang dianggap berseberangan dengan kekuasaan.

Iklan

Perburuan terhadap aktivis bahkan telah berlangsung jauh sebelum meletusnya pemberontakan November 1926—sebuah peristiwa yang pada dasarnya hanyalah luapan dari akumulasi keputusasaan akibat tekanan yang terus-menerus.

Melalui pembacaan ulang karya Tan Malaka tersebut—yang dianotasi oleh sejarawan partikelir Zen Rahmat—terungkap bagaimana sistematisnya tindakan represif negara kolonial.

Aktivis dari berbagai latar belakang etnis dan profesi diburu tanpa pandang bulu, sementara pers dibungkam melalui pembredelan dan kriminalisasi jurnalis.

Tuduhan sebagai simpatisan komunis kerap dijadikan dalih untuk menangkap siapa saja, bahkan dalam situasi yang absurd.

Kronik sejarah mencatat bahwa dari Januari hingga Agustus 1926 saja, ribuan orang telah digelandang ke penjara di berbagai kota, mencerminkan luasnya skala operasi penindasan tersebut.

Tekanan yang terus berlangsung akhirnya melahirkan perlawanan yang sporadis dan tanpa koordinasi pusat.

Tanpa kehadiran tokoh-tokoh besar dalam garis depan, rakyat yang putus asa mulai mengangkat senjata sebagai bentuk perlawanan terakhir.

Namun, upaya ini berhasil dipadamkan dalam waktu singkat, diikuti dengan kebijakan pembuangan massal ke kamp-kamp seperti Boven Digoel.

Sejarah ini menunjukkan bahwa pemberontakan bukanlah awal dari konflik, melainkan konsekuensi dari penindasan yang panjang—sebuah pelajaran penting tentang bagaimana kekerasan negara dapat melahirkan resistensi yang tak terelakkan.

Tags: jasmerahkronik sejarahpemburuan aktivis 1926tan malaka

Terpopuler Sepekan

Kudus, Magis Kaki Kanan yang Mengirim Tangis bagi Srikandi Kota Pahlawan.MOJOK.CO

Magis Kaki Kanan yang Mengirim Tangis bagi Srikandi Kota Pahlawan 

27 Juni 2026
Nasib desainer grafis di desa kabupaten: jasa desain logi dianggap gratisan, pindah Jakarta kaget ternyata cuannya menjanjikan MOJOK.CO

Jasa Desain Logo di Desa Kabupaten Dianggap Sepele hingga Jadi Gratisan, Pindah Jakarta Kaget 1 Logo Cuannya Menjanjikan

23 Juni 2026
Derita memelihara dan menyayangi kucing sepenuh hati di desa. Anabul dianggap hewan goblok MOJOK.CO

Sulitnya Memelihara dan Menyayangi Kucing di Desa: Dianggap Aneh dan Nggak Guna, Anabul Hadapi Hinaan dan Racun Tetangga

24 Juni 2026
Tips Memulai Usaha Coffee Shop yang Tahan Disiksa Negara MOJOK.CO

Tips Memulai Usaha dari Mantan Lulusan CPNS yang Memilih Menyiksa Diri Menjadi Pengusaha Coffee Shop

21 Juni 2026
UGM.MOJOK.CO

Berhasil Kuliah Gratis di Jurusan Mahal UGM Berkat Kebiasaan Belajar Pukul 3 Pagi dan Hobi “Nongkrong” di Perpus Hingga Malam Hari

24 Juni 2026
Final Essay Contest Beswan Djarum: Dorong Mahasiswa Berpikir Kritis dan Tawarkan Solusi Isu Sosial MOJOK.CO

Final Essay Contest Beswan Djarum: Dorong Mahasiswa Berpikir Kritis dan Tawarkan Solusi Isu Sosial

25 Juni 2026

Video Terbaru

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026
Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

21 Mei 2026
Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

17 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.