Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Pojokan

Apa Itu PSBB dan Hal-hal yang Perlu Diketahui

Rizky Prasetya oleh Rizky Prasetya
14 April 2020
A A
PSBB, presiden, corona virus, jakarta, kemenkes mojok.co

PSBB, presiden, corona virus, jakarta, kemenkes mojok.co

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – PSBB, atau Pembatasan Sosial Berskala Besar mulai dilakukan oleh beberapa kota untuk menanggulangi penyebaran COVID-19. Mari kita bedah apa itu PSBB.

PSBB atau Pembatasan Sosial Skala Besar mulai diterapkan di Jakarta. Beberapa kota lain akan menyusul. Langkah ini dilakukan agar tidak tercipta episentrum COVID-19 yang baru. Nah, meski sudah diteken oleh Pemerintah sejak beberapa waktu lalu, ternyata masih banyak rakyat yang tidak paham tentang hal ini.

Sederhananya, PSBB adalah tindakan untuk membatasi pergerakan. Kegiatan-kegiatan yang kurang penting seperti bepergian, nongkrong, atau bikin TikTok di tengah jalan sementara dilarang. Sekolah-sekolah ditutup, pelayanan masyarakat dibatasi. Singkatnya, pemerintah minta kamu di rumah.

Sektor-sektor penting seperti kesehatan, perbankan, logistik pangan, energi, dan pengiriman barang masih beroperasi seperti biasa. Warung pun boleh buka, asal memenuhi protokol-protokol yang diberikan oleh pemerintah.

Sektor-sektor selain yang disebutkan tadi dikurangi atau dihentikan untuk sementara operasinya, seperti tempat hiburan, tempat kegiatan keagamaan, kegiatan sosial dan budaya, dan lainnya.

Kalau belum paham, saya coba jelaskan PSBB lewat cara yang lebih enteng dengan sesi tanya jawab.

“Bang, PSBB gini beli mi ayam boleh nggak nih?”

Ya boleh, kalau minta waaaitu baru jangan. Tapi tetap disarankan beli mi ayam lewat ojek online atau kalau pun kamu beli, mending dibungkus. Ya nggak lucu jadinya kalau cuma karena beli mi ayam ujungnya kena corona.

“Bang, PSBB gini kita boleh jogging nggak?”

Boleh sih, jogging-nya muterin rumah aja tapi. Kecuali kamu hidup di Jogja terus rumahnya di Seturan lalu jogging ke lapangan Denggung. Bukan nggak boleh, tapi ngapain juga, njing. Saya saran mending nggak usah jogging, bangun jam 11 siang kok mikir olahraga

“Bang, terus kalau PSBB gini bikin resepsi nikahan boleh nggak? Duit banyak nih.”

Nggak boleh. Kan kalau resepsi yang kumpul banyak, dari saudara dekat sampai yang ngaku-ngaku saudara. Risiko penularannya tinggi, Bosku. Tapi kalau nekat, nggak apa-apa, tapi kalau diciduk isilop ya itu urusanmu.

“Bang, boleh tetep narik ojol nggak?”

Boleh, Bos. Tapi jangan narik penumpang dulu, ambil pengiriman barang sama antar makanan aja. Sama kalau lagi ngetem tetep jaga jarak, pakai masker, dan sarung tangan.

Iklan

“Nanya lagi, Bang, nggak apa-apa kan?”

Boleh-boleh, nanya aja.

“Bang, PSBB boleh mancing nggak?”

Nggak boleh. Meski waktu mancing jaga jarak (yaiyalah, nyangkut senarnya nanti), kan waktu beli pakan sama yang lain-lain kan tetep interaksi sama orang. Sering saya temukan di grup Mancing Mania kalau polisi sering nyuruh pemancing yang ngeyel untuk pulang. Nggak lucu kan diciduk polisi karena kangen nila?

“Bang, PSBB gini kan berarti nggak boleh kumpul banyak-banyak ya, berarti kalau beribadah juga nggak boleh dong?”

Bukan nggak boleh, nggak tepat bilangnya begitu. Tapi ibadahnya diganti di rumah. Masjid-masjid udah mengganti adzan mereka. Gereja-gereja juga banyak yang mengadakan misa online. Pokoknya jangan dulu, ikuti himbauan MUI dan pemuka agama lain.

“Bang, Ibuku bilang dia tetep mau belanja padahal udah PSBB, gimana dong?”

Boleh, tapi harus tetap memenuhi protocol yang dianjurkan pemerintah. Belanja buat keperluan seminggu atau kalau bisa sebulan sekalian. Eh, ingetin buat masak sayur juga. Bukan apa-apa nih, makan daging apa mi terus seminggu ya bikin susah boker.

“Bang, PSBB gini boleh main ke terminal nggak?”

NGAPAIN TONG?! Tapi kalau Terminal Mojok, nggak apa-apa.

“Bang, PSBB gini masih bisa naik kendaraan umum nggak?”

Bisa kok,  cuma nanti penumpangnya maksimal 50 persen kapasitas. Jadi nggak perlu lagi nih kalian nggandul bus atau berdiri sepanjang perjalanan, enaknya itu. Tapi jangan keluar-keluar dulu deh.

“Bang, PSBB gini nggak ada dangdutan dong? Ah, tai emang corona.”

Mending joget sendiri di rumah apa dijogetin orang Ghana nih?

BACA JUGA Inilah Skenario Para Anarko yang Sebenarnya dan artikel menarik lainnya dari Rizky Prasetya.

Terakhir diperbarui pada 11 Agustus 2021 oleh

Tags: corona virusjakartakemenkespresidenPSBB
Rizky Prasetya

Rizky Prasetya

Redaktur Mojok. Hobi main game dan suka nulis otomotif.

Artikel Terkait

Jogja berbenah saat Jakarta alami kemunduran. MOJOK.CO
Urban

25 Tahun Adu Nasib di Jakarta sebagai Orang Gila Kerja, Ternyata Hidup Lebih Waras Saat Pindah ke Jogja

20 Mei 2026
Anak Jakarta vs Anak Kabupaten.MOJOK.CO
Urban

4 Tahun Merantau di Jakarta Bikin Sadar, “Orang Kabupaten” Jauh Lebih Toksik dari Anak Jaksel: Sialnya, Susah di-Cut Off

19 Mei 2026
Yamaha Jupiter Z, Motor Sakral yang Hadirkan Rasa Takut MOJOK.CO
Otomojok

Yamaha Jupiter Z, Motor Sakral yang Menghadirkan Rasa Takut tapi Ternyata Menjadi Simbol Perjuangan yang Tak Pernah Diceritakan

7 Mei 2026
Hidup mati pekerja Jakarta harus tetap masuk, menerjang arus dari Bekasi
Urban

Menjadi Guru Honorer di Jakarta Tetap Sama Susahnya dengan di Daerah: Gajinya Cuma Seperempat UMR, Biaya Hidupnya 2 Kali Pendapatan

29 April 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

buku remy sylado.MOJOK.CO

Mendobrak Fiksi Sejarah Jawa-sentris lewat Inani Keke dan Trabar Batalla, Harta Karun yang Sempat dianggap “Budaya Rendah”

15 Mei 2026
Ujian SIM C. MOJOK.CO

Pelajaran Berharga dari Gagal Ujian SIM C Sebanyak 11 Kali: Diam Bukan Pilihan untuk Melawan Hal yang Janggal

18 Mei 2026
Jogja berbenah saat Jakarta alami kemunduran. MOJOK.CO

25 Tahun Adu Nasib di Jakarta sebagai Orang Gila Kerja, Ternyata Hidup Lebih Waras Saat Pindah ke Jogja

20 Mei 2026
Pekerja Jakarta, WFH, kerja sesuai hobi.MOJOK.CO

Kerja Sesuai Hobi Bikin Menderita: Kita Jadi Tak Lagi Punya Tempat Menenangkan Pikiran Saat Muak dengan Pekerjaan

18 Mei 2026
Penjelasan Kemendiktisaintek soal pengubahan program studi (prodi) Teknik menjadi Rekayasa MOJOK.CO

Mengubah Nomenklatur Prodi Teknik Jadi Rekayasa, Apa Tujuannya?

16 Mei 2026
Job Hugging: Upaya Pegawai Merusak Perusahaan Toxic. MOJOK.CO

Bahaya Laten Pegawai Job Hugging: Kelihatannya Nurut dan Setia, padahal Menghancurkan Produktivitas di Tempat Kerja

21 Mei 2026

Video Terbaru

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

11 April 2026
Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

9 April 2026
Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.