Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Pojokan

5 Alasan Mengapa Sitty Hikmawatty, Komisioner KPAI, Sebaiknya Jangan Dipecat

Yamadipati Seno oleh Yamadipati Seno
24 Februari 2020
A A
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Inilah 5 alasan Ibu Sitty Hikmawatty jangan dipecat. Kita justru harus berterima kasih kepada Ibu Sitty karena sudah diingatkan. Terima kasih, Bu.

Per Senin, 24 Februari, Ibu Sitty Hikmawatty sudah minta maaf. Minta maafnya, sih, di dalam “grup” Komisioner KPAI. Nggak minta maaf ke publik secara langsung karena sudah bikin gaduh. Nggak cuma gaduh, tapi bahkan bisa dikategorikan sebagai hoaks.

Tapi nggak papa. Yang paling utama adalah nama baik KPAI. Kegaduhan di publik itu seperti gelembung-gelembung yang muncul kalau kita kentut di kolam renang saja. Nggak signifikan. Blupuk, blupuk. Hilang. Sudah. Kalau terjadi keributan karena saling tuduh siapa yang kentut di kolam renang ya biar rakyat yang gelut sendiri. KPAI berdiri teguh. Sudah bijaksana itu.

Sayangnya, netizen memang nggak gampang lupa sama jejak-jejak basah di internet. Akhir pekan yang lalu, tagar pecat Sitty Hikmawatty membanjir. Kayak kolam renang yang diisi kebanyakan. Luber. Namun, saudara-saudara sekalian, alangkah baiknya kalau kita memaafkan Ibu Sitty Hikmawatty. Jangan seperti beliau yang suka bikin gaduh. kita lebih baik dari beliau.

Saya sih punya 5 alasan kenapa Ibu Sitty Hikmawatty jangan sampai dipecat. Saya mengajak kamu semua untuk merenungkan pernyataan dan sikap beliau. Masak, sih, orang dengan gelar begitu mewah, Komisioner KPAI lagi, buruhnya pemerintah, bisa bikin blunder. Saya yakin, pernyataan Ibu Sitty Hikmawatty itu dibuat secara sengaja. Ada pesan tersirat di balik kegaduhan.

Alasan 1 sudah saya sebutkan di atas. Ibu Sitty Hikmawatty, selalu Komisioner KPAI sudah minta maaf. Meskipun nggak minta maaf secara langsung, face to face dengan publik dan pengusaha kolam renang yang bisa saja dirugikan. Kasih maaf saja dan jangan dipecat. Biar cepet. Kan kamu tahu sendiri repotnya ngadepin boomers kacau di pemerintahan.

Alasan 2: Ibu Sitty Hikmawatty adalah “orang tua” yang baik

Orang tua yang baik adalah mereka yang tidak lelah mengingatkan generasi muda untuk rajin belajar. Ibu Sitty Hikmawatty sudah memberi bukti lewat pernyataan “sperma super” tempo hari.

Kamu harus memikirkan ini secara jernih. Saya yakin kalau Ibu Sitty Hikmawatty cuma ingin mengingatkan kamu akan pentingnya pelajaran biologi. Coba tanya ke diri kamu sendiri. Kapan kali terakhir kamu mengingat pelajaran bilologi, wabil khusus soal reproduksi? Jangan seneng nonton bokep saja, tapi pelajari juga semua hal yang berkaitan dengan reproduksi.

Saya juga yakin kalau Ibu Sitty paham betul kalau generasi sekarang itu sulit banget dinasehati. Makanya, sama beliau dibikin gaduh sekalian. Lha buktinya, Kaesang Pangarep bisa bersyukur dulu belajar biologi dengan baik. Makasih Pak Jokowi sudah menyekolahkan Mas Kaesang.

Untung pelajaran biologi gak pernah bolos, biar gak gitu-gitu amat

— Kaesang Pangarep (@kaesangp) February 23, 2020

Alasan 3: Ibu Sitty Hikmawatty prihatin dengan sex education

Kamu pasti tahu kalau ada yang mengingatkan kita soal sex education malah dituduh yang nggak-nggak. Malah dianggap mau ngajak sex bebas. Ada yang sok suci dengan bilang itu tabu untuk dibicarakan. Hasilnya, banyak anak muda yang nggak memahami perubahan-perubahan yang terjadi di dirinya sendiri. Apalagi soal alat kelamin masing-masing.

Pendidikan seks itu penting banget dan Ibu Sitty Hikmawatty memahaminya. Saya yakin beliau sadar kalau dirinya bakal terancam kalau secara terang-terangan bilang sex education itu penting. Oleh sebab itu, Ibu Sitty menggunakan semacam analogi kalau cewek bisa hamil kalau renang sama cowok.

Secara reflek kita akan browsing. Didorong rasa ingin tahu, kita bertanya kepada orang yang lebih tahu. Inilah proses belajar yang baik. Diawali dengan keberanian untuk bertanya. Apalagi ini masalah yang masih dianggap tabu di Indonesia. Terima kasih Ibu Sitty.

Alasan 4: peringatan akan kebersihan kolam renang

Saya yakin Ibu Sitty nggak punya niat jahat. Pernyataan cewek bakal hamil kalau renang sama cowok itu langsung dibantah. Kira-kira, sperma vs kaporit menang mana? Ya tentu saja kaporit. Nah, padahal, kolam renang umum, biasanya pakai kaporit. Bahkan ada yang pakai terlalu banyak.

Iklan

Sudah begitu kebersihan kurang diperhatikan. Lewat pernyataan itu, Ibu Sitty Hikmawatty ingin mengingatkan para pengusaha kolam renang tentang kebersihan kolam. Ingat, kebersihan adalah sebagian dari iman. Terima kasih, Ibu.

Alasan 5: nggak bisa renang

Kalau ini asumsi saya saja, sih. Jangan-jangan Ibu Sitty Hikmawatty nggak bisa renang. Kalau ngomong langsung kan malu. Makanya beliau bikin gaduh. Nanti kan ada yang nanyak: “Ibu bisa renang, nggak?”

Nah, kesempatan itu bisa dimanfaatkan Ibu Sitty Hikmawatty untuk bilang: “Wah, belum bisa. Saya bisa les renang di mana, ya?” Cerdik sekali. Sebuah cara pintar mencari celah.

Nah, itulah 5 alasan Ibu Sitty Hikmawatty jangan dipecat. Kita justru harus berterima kasih kepada Ibu Sitty karena sudah diingatkan.

Oya, Bu Sitty, kalau mau belajar renang, bisa ke Primagama atau Neutron. Maksudnya, Ibu bisa tanya ke satpam di sana, di mana bisa belajar renang. Gitu.

BACA JUGA Dukung Kontroversi Sperma Bisa Renang Kayak Michael Phelps ala Komisioner KPAI atau tulisan lainnya dari Yamadipati Seno.

Terakhir diperbarui pada 24 Februari 2020 oleh

Tags: cewek hamilkolam renangkpaisitty hikmawattysperma
Yamadipati Seno

Yamadipati Seno

Redaktur Mojok. Koki di @arsenalskitchen.

Artikel Terkait

Tirta Sari Pekalongan mojok.co
Sosial

Menyelami Kenangan yang Tertinggal di Tirta Sari Pekalongan, Kolam Renang Sebagus Itu kok Bisa sampe Tutup sih?!

9 Agustus 2023
Dugaan Kekerasan di SPN Dirgantara Batam mojok.co
Kilas

Dugaan Kekerasan di SPN Dirgantara Batam, Siswa Dikurung dan Dianiaya

18 November 2021
Nonton Porno Bareng Yuni Shara, Mabar Mobile Legends Bareng KPAI MOJOK.CO
Pojokan

Nonton Porno Bareng Yuni Shara, Mabar Mobile Legends Bareng KPAI

27 Juni 2021
Tafsir Anjay dalam Bahasa Sanskerta dan Komnas PA yang Emang ‘Anjay’
Esai

Tafsir Anjay dalam Bahasa Sanskerta dan Komnas PA yang Emang ‘Anjay’

1 September 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Curhat dan ziarah di makam ibu, tempat terbaik pulang tanpa penghakiman MOJOK.CO

Curhat di Makam Ibu Dianggap Lebay dan Sia-sia, Tapi Jadi Tempat Pulang Terbaik yang Penuh Makna dan Rasa Lega

5 Juni 2026
Salah paham terhadap paket intimate wedding di wedding organizer (WO) MOJOK.CO

Salah Paham pada Paket Intimate Wedding di WO: Dikira Tekan Biaya padahal Bisa Tetap Mahal, Karena Intimate dan Biaya Itu Dua Hal Berbeda

4 Juni 2026
Syifa, WNI yang kuliah di Jagiellonian University, Krakow, Polandia, Eropa. MOJOK.CO

Nekat Daftar Beasiswa Luar Negeri ke Kampus “Kurang Terkenal”, Kini Bisa Keliling Eropa dengan Gaji yang Bikin Sumringah

8 Juni 2026
Godaan modifikasi motor Honda Vario 125 demi sinematik kebodohan soal harga jual di Facebook, berakhir jadi motor sampah dan jamet MOJOK.CO

Modifikasi Motor Honda Vario 125 Hasil Tabungan Ibu-Kakak demi Sinematik dan Kebodohan Harga Jual di FB, Berakhir Jadi Motor Jamet dan Sampah

7 Juni 2026
Sisi Gelap Orang Tua Hebat: Hasilkan Generasi Rapuh yang Lembek Hadapi Kerasnya Dunia MOJOK.CO

Sisi Gelap Orang Tua Hebat: Hasilkan Generasi Rapuh yang Lembek Hadapi Kerasnya Dunia

8 Juni 2026
Sanksi untuk Jagal Anjing di Daerah Istimewa Yogyakarta yang Tertunda Realisasinya. MOJOK.CO

Jalan Terjal Menghentikan Operasi Jagal Anjing karena Dianggap Kurang Penting

9 Juni 2026

Video Terbaru

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026
Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

21 Mei 2026
Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

17 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.