Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Pojokan

4 Tips Sederhana Mengikhlaskan Uang yang Dipinjam Kawan

Agus Mulyadi oleh Agus Mulyadi
18 Mei 2021
A A
Mengikhlaskan uang
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Mengikhlaskan uang yang dipinjam oleh kawan bukanlah hal yang mudah, namun bukan berarti tak ada cara sederhana untuk melakukannya. 

Tentu saja selalu ada kerikil-kerikil kecil namun tajam yang menganggu perjalanan pertemanan. Salah satu yang cukup sering ditemui adalah urusan utang. Bukan sekali dua kali terbit kisah persahabatan yang bisa tetap bertahan kokoh meskipun dihajar oleh masalah-masalah asmara, keluarga, pergaulan, dan lain sebagainya, namun justru tumbang oleh masalah utang yang sebenarnya kadang tidak seberapa nilainya.

Seorang bijak pernah berkata, “Meminjami uang kepada teman akan membuat Anda kehilangan dua-duanya: teman dan uang. Namun jika Anda berani menolak untuk memberikan pinjaman, Anda hanya akan kehilangan yang pertama.”

Namun tentu saja tak banyak yang cukup tega untuk memilih yang kedua. Banyak yang, didasari oleh rasa kesetiakawanan, rela meminjamkan uangnya kepada sahabat meskipun ia, boleh jadi, sedang tidak mantap kondisi keuangannya.

Nah, jika Anda termasuk golongan orang yang pernah berada dalam posisi itu, dan sampai saat ini uang yang Anda pinjamkan itu belum kembali juga, maka salah satu hal yang paling masuk akal untuk Anda lakukan adalah mengikhlaskannya.

Tentu ini langkah yang susah, sebab perkara uang, apalagi jika sudah dibalut dengan kulit komitmen, kerap tak bisa sesederhana yang kita pikir.

Kendati demikian, tentu tetap ada cara untuk melakukannya. Dengan syarat, uang yang hilang nilainya nggak sampai jutaan. Kalau sudah lebih dari itu, mungkin Anda perlu tips dari orang lain selain saya.

Jadikan uang itu sebagai ongkos menjauh

Ada kalanya, Anda memang perlu menjauh dari orang-orang yang tidak bisa menepati komitmen. Itu penting untuk kelanjutan hidup Anda yang lebih baik. Dan sialnya, kita kadang susah untuk melakukannya.

Nah, dengan menganggap uang yang Anda pinjamkan kepada kawan yang tidak bisa menepati komitmen itu sebagai ongkos untuk membantu Anda agar terjauhkan dari mereka, niscaya Anda bakal merasa lebih legowo, sebab Anda menganggapnya bukan sebagai uang yang mesti mereka kembalikan, melainkan sebagai ongkos yang harus dikeluarkan agar mereka menjauh. Ada benefit yang Anda dapat dengan mengeluarkan uang tersebut.

Kita semua paham, orang-orang yang tidak atau belum mampu membayar utang punya kecenderungan untuk menjauhi orang yang mengutangi. Nah, pemikiran inilah yang sebaiknya mulai Anda terapkan.

Biarkan mereka menjauh. Ikhlaskan uang itu sebagai ongkos proses menjauh itu. Anggap uang itu sebagai biaya untuk Anda dalam menghindarkan diri dari hal-hal tidak mengenakkan, anggap itu selayaknya biaya Anda membayar satpam yang bertugas menjauhkan rumah Anda dari para maling dan tukang corat-coret tembok.

Mengingat kebaikan kawan Anda

Ini cara lain yang mungkin bisa Anda pakai: mengingat kebaikan yang pernah kawan Anda buat untuk Anda. Cara ini biasa saya gunakan ketika kawan yang saya pinjami itu adalah tipikal kawan yang saya merasa sangat berat jika harus putus hubungan perkawanan dengannya.

Kalau Anda meminjamkan uang kepada kawan jenis ini, dan ternyata uang tersebut susah kembali, maka cobalah mengikhlaskannya sebagai imbalan atas perbuatan baiknya kepada Anda.

Ingat momen saat ia pernah menolong Anda saat Anda hampir tenggelam di sungai. Ingat momen saat ia pernah membantu Anda terhindar dari palakan preman sekolah karena kalian berjalan bersama. Ingat momen saat Anda pernah terhindar dari gamparan orangtua karena kawan Anda itu membantu Anda bersembunyi saat Anda belajar merokok saat SMP. Dan Ingat-ingat yang lainnya.

Iklan

Ini akan membantu Anda untuk mengikhlaskan uang yang sudah Anda pinjamkan, sebab setelah mengingat-ingat banyaknya kebaikan-kebaikan kawan Anda itu, nilai uang yang Anda pinjamkan itu menjadi tampak tak ada apa-apanya.

Memosisikan diri berada di posisi kawan Anda

Ini cara yang juga kerap ampuh untuk membuat Anda mengikhlaskan uang yang sudah Anda pinjamkan kepada kawan Anda, walau tentu saja cara ini agak sulit, sebab ia memerlukan sikap huznuzon dengan kadar yang tidak sedikit.

Cobalah Anda membayangkan saat berada di posisi sulit seperti kawan Anda dan memahami betapa tidak mudah untuk membayar utang.

Penderitaan hanya bisa dipahami oleh sesama penyintas penderitaan. Dan pehahaman itu, kemudian akan bermuara kepada pemakluman, yang pada akhirnya bertumbuh menjadi pengikhlasan.

Menjadi kaya raya

Ini tak perlu dijelaskan lagi. Tak ada orang kaya yang tak bisa mengikhlaskan uang ratusan ribu yang pernah dipinjam oleh kawannya sendiri.

BACA JUGA Cara Cepat Menjadi Kaya dan artikel AGUS MULYADI lainnya.

Terakhir diperbarui pada 20 Mei 2021 oleh

Tags: kawanuangutang
Agus Mulyadi

Agus Mulyadi

Blogger, penulis partikelir, dan juragan di @akalbuku. Host di program #MojokMentok.

Artikel Terkait

Sesal suka menolong orang lain usai ketemu lima jenis orang yang tidak layak ditolong meski kesusahan. Dari tukang judi slot hingga orang susah bayar utang MOJOK.CO
Sehari-hari

Kapok Suka Menolong Orang Lain usai Ketemu 4 Jenis Manusia Sialan, Benar-benar Nggak Layak Ditolong meski Kesusahan

12 Maret 2026
Salah Paham Konsep Menabung Bikin Kamu Malah Sulit Cuan MOJOK.CO
Cuan

Menciptakan Rasa Aman Finansial dengan Langkah Sederhana Bernama Menabung: Tips Cuan dari Nabung Harian Ala Bapak2ID

22 Januari 2026
Rahasia di Balik “Chindo Pelit” Sebagai Kecerdasan Finansial MOJOK.CO
Esai

Membongkar Stigma “Chindo Pelit” yang Sebetulnya Berbahaya dan Menimbulkan Prasangka

29 Oktober 2025
Shopee Paylater: Menguntungkan Seller, tapi Bikin Keuangan Pengguna Hancur, Siap-siap Gagal BI Checking! promo paylater
Liputan

Shopee Paylater: Menguntungkan Seller, tapi Bikin Keuangan Pengguna Hancur, Siap-siap Gagal BI Checking!

25 Juni 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Burger Aldi Taher Juicy Lucy Mahalini Rizky Febian DUAR CUAN! MOJOK.CO

Memahami Bagaimana Aldi Taher dan Jualan Burgernya yang Cuan Mampus dan Berhasil Menampar Ilmu Marketing Ndakik-Ndakik

17 Maret 2026
Hidup mati pekerja Jakarta harus tetap masuk, menerjang arus dari Bekasi

Nasib Suram Pekerja Jakarta Rumah di Bekasi, Dituntut Bekerja dan Pulang ke Rumah sampai Nyaris “Mati” karena Tumbang Mental dan Fisik

17 Maret 2026
Kursi kereta eksekutif dibandingkan kereta ekonomi premium lebih nyaman untuk mudik Lebaran

Saya Tak Sudi Mudik dengan Kereta Ekonomi Premium, Ditipu Embel-embel Mirip Eksekutif padahal Hampir “Mati” Duduk di Kursi Tegak

15 Maret 2026
Pendidikan karakter Sunan Ampel di Pesantren Ampeldenta Surabaya melalui halal food dan halal living MOJOK.CO

Rasa Sanga (6): Melalui Halal Food dan Halal Living, Sunan Ampel Membentuk Karakter Generasi Islam Berkualitas

13 Maret 2026
Sekolah penerima manfaat beasiswa JPD Pemkot Jogja

Beasiswa JPD Jadi Harapan Siswa di Jogja untuk Sekolah, padahal Hampir Berhenti karena Broken Home

17 Maret 2026
Nasib selalu kalah kalau adu pencapaian untuk kejar standar sukses keluarga besar. Orientasinya karier mentereng dan gaji besar, usaha dan kerja mati-matian tidak dihargai MOJOK.CO

Nasib Selalu Kalah kalau Adu Pencapaian: Malu Gini-gini Aja, Sialnya Punya Keluarga Bajingan yang Tak Bakal Apresiasi Usaha

14 Maret 2026

Video Terbaru

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity)

9 Maret 2026
Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

8 Maret 2026
Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

4 Maret 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.