Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas Hiburan

Film Barbie: Isu Feminisme Dibalut Komedi, Tertawa di Luar Merenung di Dalam

Mayoritas penonton tidak menyangka pesan dalam film tersebut begitu dalam.

Kenia Intan oleh Kenia Intan
28 Juli 2023
A A
barbie mojok.co

Ilustrasi Barbie (Photo by Elena Mishlanova on Unsplash)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Film Barbie (2023) tidak hanya berhasil mengundang tawa para penonton. Film bergenre komedi itu menyisakan perenungan tidak berkesudahan bahkan setelah keluar dari gedung bioskop. 

[SPOILER WARNING]

Film Barbie menjadi film garapan sutradara perempuan tersukses sepanjang sejarah. Film yang disutradarai oleh Greta Gerwig itu mampu memecahkan box office di pekan pertama sejak pertama kali meluncur pada Rabu (19/7/2023). Barbie tercatat mengantongi pendapatan hingga USD 155 juta atau sekitar 23 triliun di pekan itu. 

Capaian-capaian yang bombastis tidak terlepas dari alur cerita Barbie mengejutkan penonton. Mayoritas penonton tidak menyangka pesan dalam film tersebut begitu dalam. Tentu saja alur cerita yang baik itu sejalan dengan biaya produksi dan pemasaran yang tidak sedikit.

Di balik film komedi berdurasi 1 jam 54 menit itu, Greta berupaya menyampaikan isu feminisme dengan ringan dan segar. Berkali-kali kalian akan tertawa, tapi sekaligus merenungkan bahwa apa yang kalian tertawakan itu sebenarnya begitu menyulitkan di kehidupan sehari-hari. 

Barbie syok masuk ke dunia nyata

Barbie Stereotipikal (Margot Robbie) panik ketika dirinya mengalami malfungsi dan menjadi tidak “sempurna”. Ia memikirkan tentang kematian, memiliki selulit di paha, dan kakinya tidak lagi berjinjit. Kondisi ini mendorongnya menemui Weird Barbie (Kate McKinnon) yang kemudian menyarankan Barbie Stereotipikal pergi ke dunia nyata dan menemui pemiliknya. 

Barbie dan Ken pun memulai petualangan komikal ke dunia nyata, dalam film ini di California. Walau sebenarnya, perlakuan yang Barbie terima di dunia nyata itu jauh dari kata menyenangkan. Ia mendapat tatapan secara tidak nyaman, mengalami cat calling, hingga direndahkan di kantor polisi. 

Barbie tau ada yang tidak beres dengan sikap orang-orang di dunia nyata terhadapnya, tapi ia tidak tahu namanya. Perasaan-perasaan itu baru dan tidak pernah ia alami di dunia asalnya, Barbieland, tempat di mana para Barbie hidup dengan tenang dan saling mendukung satu dengan yang lain.

Perasaan asing itu tidak tervalidasi oleh Ken yang merasa nyaman-nyaman saja dengan dunia nyata. Ia justru senang karena mendapat perhatian dan mengetahui bahwa laki-laki lebih mendominasi di dunia tersebut. 

Ken yang terpesona dengan patriarki

Bagian Ken (Ryan Gosling) berkenalan dan mempelajari patriarki dari dunia nyata tidak kalah menggelitik. Termasuk bagaimana Ken berusaha mengenalkan patriarki kepada para Ken yang lain di Barbieland. Greta Gerwig mampu menampilkan Ken yang terpesona dengan Patriarki secara kocak, lengkap dengan sindiran-sindiran keras. 

Salah satu scene menceritakan Ken ingin mendapat jabatan di sebuah kantor. Ken yang hanya bermodal identitas sebagai laki-laki gagal mendapat posisi karena tidak memiliki gelar apapun. Ia kemudian mengomentari bahwa kantor itu tidak menjalankan patriarki dengan baik. 

“Kami tetap menjalankannya, tetapi lebih pintar menyembunyikannya,” jawab laki-laki yang ia ajak obrol itu secara berbisik. Ken mengangguk mantap tanda memahami. Percakapan ini hanya satu dari banyak sindiran terhadap dunia nyata. 

Jajaran bos Mattel berisi laki-laki

Di dunia nyata, Barbie sempat menuju Mattel, perusahaan pencipta para barbie. Ia menemui para petinggi perusahaan dan mendapatkan fakta bahwa tidak ada satupun dari jajaran direksi itu adalah perempuan. Ini menimbulkan tanda tanya besar dalam benak Barbie. Bagaimana mungkin boneka Barbie yang lekat dengan simbol-simbol femininitas itu tidak memiliki perempuan dalam jajaran petinggi perusahaan.

Iklan

CEO Mattel (Will Ferrell) kemudian mencari-cari alasan yang menggambarkan bahwa jajaran direksi itu peduli akan perempuan. Ia mengungkapkan, dalam sejarah perusahaan sempat ada perempuan-perempuan hebat yang menjabat. Walau tentu saja, jumlah itu sama sekali tidak sebanding dengan jumlah laki-laki yang menjabat selama ini.

Saking ingin mendapat pengakuan Barbie bahwa perusahaannya mendukung perempuan, CEO Mattel mulai mencari-cari alasan. Misalnya, dia adalah anak dari seorang ibu, keponakan dari seorang bibi, dan semua jajaran petinggi yang dalam cerita ini laki-laki menyukai perempuan. Alasan-alasan ngelantur itu tentu tidak bisa menggambarkan kepedulian Mattel terhadap perempuan.  

Bukankah potongan-potongan film Barbie di atas terasa tidak asing? Greta berhasil mengemas persoalan-persoalan yang muncul akibat ketidaksetaraan gender dengan komedi. Berhasil bikin tertawa sih, tapi dalam hati muncul perasaan-perasaan asing yang patut jadi renungan sepulang dari menonton bioskop. 

Penulis: Kenia Intan
Editor: Purnawan Setyo Adi

BACA JUGA Sisi Gelap J. Robert Oppenheimer, Bapak Bom Atom yang Kisahnya Diangkat ke Layar Lebar

Cek berita dan artikel lainnya di Google News

 

Terakhir diperbarui pada 28 Juli 2023 oleh

Tags: BarbiefeminismeFilm BarbiePemilu 2024
Kenia Intan

Kenia Intan

Content Writer Mojok.co

Artikel Terkait

Tempat kerja, Standard Good Looking dan Berpenampilan Menarik yang Diskriminatif dan Merugikan Pekerja Perempuan
Urban

Standard Good Looking dan Berpenampilan Menarik yang Diskriminatif dan Merugikan Pekerja Perempuan

3 Juni 2026
The Ugly Stepsister, standard kecantikan.MOJOK
Seni

The Ugly Stepsister, Definisi (Dipaksa) Cantik Itu Luka

26 September 2025
Aquarina Kharisma Sari: Feminisme Itu Bukan Cuma Soal Hak Pribadi
Video

Mengkritik Gerakan Feminisme dari Sudut Pandang Anti Feminisme Bersama Aquarina Kharisma Sari

5 Agustus 2025
Rasanya Satu Kelompok KKN dengan Anak Caleg, KKN Undip.MOJOK.CO
Kampus

Rasanya Satu Kelompok KKN dengan Anak Caleg, Semua Urusan Jadi Mudah Meski Suasana Bikin Tak Betah

14 Juli 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

In this economy: momen para laki-laki merasa gagal sebagai anak dan suami karena masalah keuangan (sulit ekonomi) MOJOK.CO

In This Economy: Momen Para Laki-laki Merasa Gagal sebagai Anak dan Suami, Gaji Numpang Lewat tapi Bingung Mau Kerja Model Gimana Lagi

1 Juni 2026
Adegan horor tiap awal bulan di kehidupan dewasa. Gajian ludes seketika karena kebutuhan MOJOK.CO

Awal Bulan di Kehidupan Dewasa Itu Horor: Setelah Gajian Gaji Langsung Ludes di Kalkulator

2 Juni 2026
Peluncuran program pendidikan koperasi (perkoperasian) untuk sekolah-sekolah yang dipelopori Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) MOJOK.CO

Jawa Tengah Bikin Pendidikan Koperasi di Sekolah: Bekal Kewirausahaan dan Alternatif Lapangan Kerja untuk Gen Z-Gen Alpha

5 Juni 2026
Ilustrasi hidup.MOJOK.CO

Sejatinya Manusia Hidup untuk Mengakali Kematian

2 Juni 2026
pekerja kantoran.MOJOK.CO

Akal-akalan “Kantor adalah Keluarga”, Menguras Mental dan Menggerogoti Karier

4 Juni 2026
Curhat dan ziarah di makam ibu, tempat terbaik pulang tanpa penghakiman MOJOK.CO

Curhat di Makam Ibu Dianggap Lebay dan Sia-sia, Tapi Jadi Tempat Pulang Terbaik yang Penuh Makna dan Rasa Lega

5 Juni 2026

Video Terbaru

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026
Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

21 Mei 2026
Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

17 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.