Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Penjaskes

Mata Sering Berkedip Normal Nggak Sih?

Redaksi oleh Redaksi
6 September 2019
A A
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Mata berkedip itu memang aneh. Beberapa orang mungkin menilai itu cuma urusan psikis, padahal kadang ada juga karena sebab fisiologis.

Selain masih muda dan anak orang kaya, pasca tampil di acara debat televisi, sutradara Livi Zheng jadi diketahui punya kebiasaan suka kedip-kedip. Dan ternyata, doi juga ngeh perkara kecenderungan ini. Hal itu tampak saat ia diwawancarai Beritagar Agustus 2019.

“Jadi, status ibu lo adalah pemilik?” tanya wartawan Beritagar mengenai peran orang tua Livi terhadap karier sinematiknya.

“Semuanya funding. Cek saja ke executive producer Bali: Beats of Paradise. Eh bilang ya kalau aku kedip-kedip,” jawab Livi.

“Kenapa memang?”

“Gak tahu. Kurang tidur.”

Mata berkedip memang bisa dianggep ganjen. Apalagi jika yang berkedip cuma satu kelopak mata. Hanya saja jika kedua mata suka kedap-kedip keseringan dalam tempo yang sesingkat-singkatnya, itu bukan masalah ganjen lagi, tapi bisa jadi tanda gejala penyakit. Apalagi kalau sebabnya bukan karena kelilipan.

Mau bagaimana pun, mata berkedip merupakan hal alamiah. Sama alamiahnya dengan bernapas, boker, pipis, atau menguap. Mata berkedip biasanya terjadi karena gerak refleks tiba-tiba karena ada benda asing yang mau masuk ke mata. Tamiya, misalnya. Atau cahaya yang terlalu terang kayak sorot lampu halogen dari jarak 2 milimeter.

Dengan berkedip, mata kita jadi melakukan pembersihan seketika sekaligus menjadi gerak refleks otot untuk melindungi mata. Aktivitas ini juga berguna untuk mengatur air mata (terutama kalau mereka yang ingin nangis). Menurut artikel di Hellosehat, pada umumnya, seringnya mata manusia berkedip ada efek dari usia juga.

Bayi, misalnya, akan berkedip sebanyak dua kali dalam semenit. Lalu ketika udah masuk masa puber, ia akan melakukan 14 sampai 17 kedipan per menit. Hal kayak gini biasanya hitungannya bakal tetap segitu sampai dewasa. Asli, selo banget itu dokter mata yang ngitungin kedipan mata orang.

Hanya saja memang ada banyak situasi di mana mata orang sering kedip-kedip sendiri secara nggak jelas. Nggak ada angin, nggak ada debu tayamum, nggak ada hujan, kedip-kedip terooos.

Masalahnya meski gerak refleks ini kelihatan lucu, ternyata sumber masalahnya bukan melulu urusan psikologis, melainkan bisa karena masalah kesehatan fisik juga.

Bagi beberapa pelaku mata kedip-kedip, biasanya akan muncul juga gejala gerakan lain di sekitar kepala. Entah goyang-goyang atau sekedar aktivitas kayak gerakan yang ingin bikin rileks otot leher. Kadang, selain urusan cahaya terang atau tamiya yang mau masuk ke mata, mata berkedip juga ada hubungannya dengan reaksi alergi. Hal ini bikin mata menjadi lebih cepat kering, sehingga perlu sering berkedip agar tetap basah.

Masalahnya, ada juga sebab lain dari mata berkedip. Yakni gangguan sistem syaraf atau bahkan hal yang lebih serem: radang kelopak mata. Tapi tenang, hal itu sangat jarang terjadi.

Iklan

Kamu tak perlu buru-buru panik kalau ketika membaca tulisan ini kamu merasa jadi sering berkedip. Hanya dalam kondisi tertentu saja kok mata sering berkedip perlu diperiksakan ke dokter. Mata berkedip jadi berbahaya kalau muncul gejala-gejala lain seperti mata berair, nyeri, bengkak, atau merah menyala dan bilang stop kau punya tipu-tipu.

Selain itu, ada juga kondisi kedipan yang berlebihan kalau sampai menggaggu aktivitas sehari-hari, sampai bikin penglihatanmu terganggu, atau kedipanmu dengan ritme ritmis itu terjadi berjam-jam.

Situasi ini biasanya disebut sindrom Tourette. Sindrom kejang pada sebagian atau seluruh tubuh secara mendadak dan sering. Sudah gitu gerakan kejangnya sudah di luar kontrol.

Hal yang melegakan, hal ini bukan kondisi yang berbahaya. Sebab gejala ini memang sering dialami anak dari usia 5 sampai 15 tahun dan akan reda seiring dengan masa tumbuh kembang si anak.

Di sisi lain, kedipan mata juga kadang menjadi tanda kalau penglihatan kita mulai kabur. Jika sudah begitu, ada baiknya segera konsultasikan dengan dokter mata. Tapi kalau ternyata aktivitas kedipan matamu cuma terjadi pada satu mata, ada baiknya kamu ke penghulu aja, siapa tahu bisa dinikahkan dan sembuh karena bakal ada yang gampar kalau kamu kedipin orang sembarangan. (K/A)

BACA JUGA Gorengan Tidak Selalu Berbahaya untuk Kesehatan atau artikel di rubrik PENJASKES lainnya.

Terakhir diperbarui pada 6 September 2019 oleh

Tags: kedipankelilipanmata kedip
Redaksi

Redaksi

Artikel Terkait

No Content Available
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Sisi Gelap Orang Tua Hebat: Hasilkan Generasi Rapuh yang Lembek Hadapi Kerasnya Dunia MOJOK.CO

Sisi Gelap Orang Tua Hebat: Hasilkan Generasi Rapuh yang Lembek Hadapi Kerasnya Dunia

8 Juni 2026
Dompet digital selamatkan pedagang UMKM. MOJOK.CO

4 Kiat Pedagang Es Campur dan Roti Kukus yang Tetap Laris di Tengah Situasi Pelik

3 Juni 2026
Rasyiid, mahasiswa penerima Beasiswa KIP Kuliah UMSURA yang sisihkan uang untuk modal usaha MOJOK.CO

Sisihkan Uang Beasiswa KIP Kuliah buat Modal Usaha, Kuliah Sambil Topang Ekonomi Keluarga hingga bikin Ibu Bangga

2 Juni 2026
Peserta nyentrik gowes ke Klaten untuk ikut KLIC Fest 2026. MOJOK.CO

“Onthelis” dari Nusantara Rela Gowes Berhari-hari dengan Sepeda Tua Guna Misi Kebudayaan yang Memukau Para Bule

3 Juni 2026
Tren kalcer dan monopoli olahraga bikin gowes (bersepeda) jadi terlalu ambisius MOJOK.CO

Tren Kalcer dan Monopoli Olahraga bikin Gowes Jadi Terlalu Ambisius, Mau Sekadar Bersepeda tapi Malu Dicap Cupu

3 Juni 2026
Pengalaman Kuliah di Polandia, Eropa Sambil Jadi Tour Guide. MOJOK.CO

Pengalaman Kuliah di Eropa Sambil Jadi Tour Guide bikin Enggan Kembali ke Tanah Air, tapi Tak Ada Jalan Lain Selain Pulang

4 Juni 2026

Video Terbaru

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026
Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

21 Mei 2026
Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

17 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.