Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Penjaskes

Bukan Cuma Jadi Syarat di KUA, Tes Kesehatan Pranikah Memang Sepenting Itu

Redaksi oleh Redaksi
20 Maret 2019
A A
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Melakukan serangkaian tes kesehatan pranikah, biasanya dilakukan sekadar untuk persyaratan KUA. Padahal mah, nggak sesepele itu juga~

Hai kamu-kamu yang super sibuk dengan agenda yang berjibun. Mau ngasih tahu aja, sih. Kalau nggak cuma hape aja yang perlu dicek. Di tengah aktivitas padat kita yang keterlaluan ini, ternyata kita juga perlu untuk mengecek kondisi badan kita. Apalagi, untuk kamu-kamu yang berniat menyelenggarakan pernikahan dalam waktu yang udah dekat.

Begini, Sayang. Meski saya nggak paham-paham amat, tapi bukannya gimana-gimana, ya. Kami cuma pengin ngingetin aja, nih. Dalam mempersiapkan pernikahan, kalau bisa sih, bukan sekadar ngurusin pesta penikahannya aja. Jangan lupa, nih, persiapkan juga segala kebutuhan yang diperlukan dalam menjalani kehidupan setelah menikah.

Jadi, jangan cuma fokus tentang wedding-nya doang, tapi malah mengabaikan tentang marriage-nya. Halah.

Ternyata oh ternyata, mengecek kondisi kesehatan pranikah, itu sungguh penting adanya. Pasalnya, hal ini bisa mendeteksi beragam masalah kesehatan sejak dini—bahkan sejak sebelum muncul gejala-gejalanya. Apa kelebihannya, Sayang? Tentu saja, kita bakal mendapatkan penanganan yang lebih gesit dan cepat. Lantas, kemungkinan keberhasilan penyembuhannya juga semakin tinggi. Kalau kata orang Jawa, soalnya belum kasep.

Nah, tes kesehatan pranikah ini sebaiknya dilakukan oleh kedua pasangan sebelum menikah. Biar apa? Biar tahu aja, bagaimana kondisi kesehatan kita terkini. Khususnya yang berhubungan dengan organ reproduksi atau penyakit keturunan yang selama ini belum disadari. Apalagi, kalau kamu dan pasangan sudah merencanakan tidak pengin menunda kehamilan. Tentu saja, tes kesehatan pranikah ini sungguh penting, supaya nantinya tidak mengancam kondisi si anak.

Terus, rangkaian tes kesehatan pranikah ini ada apa saja, sih? Yuk mari disimak bersama. Eh, sendirian juga nggak apa-apa, ding. Nggak maksa.

Pertama, untuk mendaftarkan diri ke KUA, syarat keterangan kesehatan yang harus dipenuhi adalah melakukan tes kesehatan umum dan kehamilan. Ada pula yang juga dibarengi pemeriksaan gigi dan mulut. Nah, untuk tes kehamilan, bisa diketahui melalui tes urin. Sementara tes kesehatan umum meliputi tes gizi dan kesehatan reproduksi. Tes gizi sendiri, terdiri dari mengecek berat badan, tinggi badan, serta tensi. Sedangkan kesehatan reproduksi, biasanya berkisar pada siklus haid dan kapan terakhir haid.

Kedua, tes urin. Tes ini berguna untuk mengecek ada atau tidaknya infeksi saluran kemih dan bagaimana kondisi ginjal kita. Pasalnya, jika seorang perempuan positif terinfeksi saluran kemih, kata dokter sih, ini sangat berbahaya saat nanti akan mengandung.

Ketiga, hematologi rutin atau pemeriksaan laju endap darah. Jadi tes ini untuk mengetahui ada tidaknya kelainan pada jumlah sel darah pada kedua calon. Tes ini dapat mendeteksi pernyakit-penyakit yang berhubungan sama darah. Misalnya anemia, leukemia, dst, dst.

Keempat, tes golongan darah. Ini sungguh penting biar kita tahu apa golongan darah pasangan. Serta memperkirakan sifat-sifatnya berdasarkan golongan darah. Eh, tapi becanda, ding. Jadi, tes ini sebetulnya untuk mengetahui golongan darah dan rhesus pada kedua calon. Soalnya, beda rhesus darah antara ibu dengan janin, bisa berakibat fatal bagi janin. Jadi, perlu dicek dulu.

Kelima, tes gula darah. Sesuai namanya, tes gula darah ini tentu saja untuk mengecek kondisi hiperglikemia dalam tubuh kita. Hal ini perlu dilakukan, untuk mencegah komplikasi yang disebabkan diabetes saat hamil.

Keenam, tes HBsAG, yaitu sebuah tes untuk mengecek apakah kita memiliki penyakit hepatitis B atau tidak. Pasalnya, hepatitis B ini kalau bertahan lama di tubuh seseorang bakal ganggu fungsi hati. Yang jadi masalah kemudian, virus ini mudah menular melalui hubungan intim bahkan bisa ditularkan pada bayi dalam kandungan.

Ketujuh, mengecek kekebalan calon mempelai perempuan terhadap TORCH, yakni Toxoplasma, Rubella, Cytomegalovirus, dan Herpes Simplex. Pasalnya, jika terinfeksi ketika mengandung atau kurang dari 4 bulan sebelum mengandung, bisa membahayakan kehamilan.

Iklan

Kedelapan, mendeteksi penyakit infeksi menular seksual. Dengan melakukan tes VDRL/RPR dapat mendeksi penyakit sifilis yang menular. Pemeriksaan ini penting supaya segera dapat dilakukan pencegahan jika ada yang terjangkit: biar nggak menular ke pasangan atau ke janin.

Selain kedelapan tes kesehatan tersebut, ada pula tes kesehatan pranikah lain yang juga disarankan. Yakni tes kesehatan mental atau tes psikologi. Tes yang juga disebut dengan konsultasi pranikah ini, harus dilakukan oleh kedua pasangan supaya hasilnya nggak asal-asalan. Fungsinya, untuk memantapkan kedua pasangan sebelum betul-betul menjadi suami istri. Supaya konflik-konflik yang akan terjadi di babak kehidupan yang baru, dapat diminimalisir dari sekarang.

Tes yang disebutkan di atas, sangat disarankan sebaiknya dilakukan 6 bulan sebelum pernikahan. Memang tidak diwajibkan semuanya. Apalagi, harganya juga nggak murah. Namun, nggak ada salahnya juga, kan? Bukankah ini yang seharusnya dipersiapkan untuk kamu, pasangan, dan calon anak-anak di masa depan? Masak buat investasi yang beginian, malas dan eman-eman? (A/L)

Terakhir diperbarui pada 20 Maret 2019 oleh

Tags: medical check upmenikahpesta pernikahantes kesehatan pranikah
Redaksi

Redaksi

Artikel Terkait

gen z, biaya nikah, nikah di gedung, pernikahan.MOJOK.CO
Sehari-hari

Lebih Baik Nikah di Gedung daripada di Desa: Lebih Praktis dan Murah, tapi Harus Siap Dinyiyiri Tetangga

22 Februari 2026
Hidup setelah resign dan menikah. MOJOK.CO
Sehari-hari

Dihujat ‘Salah Pilih Suami’ usai Menikah karena Terlanjur Resign dari Pramugari, Kini Jadi Pedagang Kopi Keliling

3 Februari 2026
Saat banyak teman langsungkan pernikahan, saya pilih tidak menikah demi fokus rawat orang tua MOJOK.CO
Ragam

Pilih Tidak Menikah demi Fokus Bahagiakan Orang Tua, Justru Merasa Hidup Lebih Lega dan Tak Punya Beban

15 Desember 2025
Tepuk Sakinah saat bimbingan kawin bikin Gen Z takut menikah. Tapi punya pesan penting bagi calon pengantin (catin) sebelum ke jenjang pernikahan MOJOK.CO
Ragam

Terngiang-ngiang Tepuk Sakinah: Gen Z Malah Jadi Males Menikah, Tapi Manjur Juga Pas Diterapkan di Rumah Tangga

26 September 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Perempuan Jawa Timur kerja di luar negeri rata-rata menjadi ART dan perawat lansia (Caregiver) di Taiwan karena mudah dan gaji besar MOJOK.CO

Susah Payah Kerja di Taiwan: Gaji Rp13 Juta tapi Hampir Gila, Keluarga Tak Pernah Peduli Kabar tapi Cuma Peras Uang

24 Februari 2026
Mekanisme beasiswa LPDP untuk kuliah di luar negeri masih silang sengkarut, awardee cemas jadi "WNI" MOJOK.CO

Mekanisme dalam Beasiswa LPDP (Masih) Silang Sengkarut: Awardee Cemas Jadi WNI, Negara Punya PR yang Harus Diberesi

23 Februari 2026
Perbandingan pengguna iPhone vs Android (Infinix dan Samsung)

8 Tahun Pakai iPhone, Ternyata Saya Dibutakan Gengsi padahal Android Lebih Praktis dan Nyaman

25 Februari 2026
Gen Z photobox di Tugu Jogja

Gen Z Jogja Rela Antre buat “Ibadah” Photobox di Tugu, Pilih Tahan Kantuk setelah Sahur karena FOMO

27 Februari 2026
Bisnis coffe shop, rumah dekat kafe, jogja.MOJOK.CO

Derita Punya Rumah Dekat Tempat Nongkrong Kekinian di Jogja: Cuma Bikin Emosi dan Nggak Bisa Tidur

26 Februari 2026
Honda Supra X 125

Maunya Motor Matic, tapi Terpaksa Pakai Supra buat Kuliah di Fakultas “Elite” di UGM demi Menyenangkan Ayah

24 Februari 2026

Video Terbaru

Prof. Al Makin: Filsafat sebagai Seni Bertanya dan Jalan Melawan Kemiskinan Nalar

Prof. Al Makin: Filsafat sebagai Seni Bertanya dan Jalan Melawan Kemiskinan Nalar

25 Februari 2026
Konservasi Muria: Menjaga Hutan Tanpa Memiskinkan Warga

Konservasi Muria: Menjaga Hutan Tanpa Memiskinkan Warga

23 Februari 2026
Zine Subversif: Ar Risalah dan Masjid yang Pernah Ditakuti Negara

Zine Subversif: Ar Risalah dan Masjid yang Pernah Ditakuti Negara

21 Februari 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.