Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Penjaskes

Bagi Penderita Asam Lambung, Ini Tips Aman Berpuasa

Redaksi oleh Redaksi
18 Mei 2019
A A
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Penyakit asam lambung, sering dianggap sepele bagi sebagian orang. Namun nyatanya, hal ini perlu perhatian khusus apalagi saat kita sedang menjalani ibadah puasa.

Menjalani ibadah puasa, menjadi tantangan tersendiri bagi orang-orang yang menderita asam lambung. Oleh karenanya, mereka-mereka ini perlu memberikan perhatian ekstra terhadap kondisi tubuhnya. Untuk itu, mereka, perlu mempersiapkan tubuh supaya nggak terkejut-kejut dalam menjalani rutinitas yang baru.

Pasalnya, penyakit ini bisa muncul kapan saja. Dan saat dia ujug-ujug muncul, biasanya penderita akan merasakan sensasi rasa terbakar dan panas di ulu hati. Tidak cukup di situ, hal ini biasanya juga disertai dengan rasa mual dan kesulitan menelan makanan. Jelas, bukanlah kondisi yang nyaman. Apalagi kalau dia hadir di tengah aktivitas kita yang lagi padat dan butuh konsentrasi.

Jadi, untuk kamu-kamu yang punya asam lambung dan tetap pengin menjalankan ibadah puasa dengan lancar. Ada beberapa tips yang kami rangkumkan untuk kamu sekalian~

Pertama, memperhatikan makanan yang kita konsumsi saat sahur dan berbuka.

Untuk mencegah asam lambung naik saat sedang berpuasa, tentu saja kita harus menghindari makanan yang menjadi pencetus naiknya si dia. Misalnya saja, makanan yang pedas, asam, berlemak, coklat, minuman berkarbonasi, dan kopi. Jadi, akan menjadi sangat ngawur, kalau kamu malah hobi berbuka dengan gorengan dan soda gembira atau kolak pisang.

Sebaliknya, pilihlah makanan yang menggunakan bahan baku sayuran hijau seperti bayam, kangkung, brokoli, kacang panjang. Pasalnya, sayuran tersebut rendah kandungan asamnya sehingga aman untuk perutmu. Selain itu, saat berbuka puasa disarankan mengonsumsi jahe hangat. Jahe punya khasiat yang baik untuk mengatasi lambungmu yang nggak stabil itu.

Kedua, porsi makanan juga perlu diperhatikan.

Nggak hanya jenis makanannya saja yang perlu kamu disiplinkan. Soal porsinya, kamu juga tetap nggak boleh ngawur dan ngasal. Ingatlah, wahai penderita asam lambung, tolong jangan langsung menyantap makanan dalam jumlah porsi besar. Untuk menetralisirnya, makanlah dengan porsi yang sedikit demi sedikit. Jadi, tahanlah hawa nafsumu yang berambisi langsung pengin menggilas habis seluruh lauk di depan mata.

Ketiga, kunyah makanan dengan benar.

Mengonsumsi makanan dengan porsi sedikit demi sedikit saja, ternyata tidak cukup. Punya asam lambung ternyata memang butuh kesabaran besar. Masalah kunyah menguyah juga perlu diperhatikan. Jadi, untuk kamu yang bercita-cita bisa jago makan makanan dengan hap-hep tanpa ngunyah ala-ala video mukbang, sebaiknya ditahan dulu. Demi kesehatan dan kebahagiaan jangka panjang, kunyahlah makanan selembut dan sehalus mungkin. Supaya lambung nggak perlu bekerja keras untuk menghancurkan dan menyerap sari-sari mereka.

Keempat, jangan lupa makan dan minum obat dengan teratur.

Pokoknya, karena sudah tahu punya asam lambung, jadi nggak perlulah coba-coba menunda makan. Apalagi memang pengin menjalankan ibadah puasa secara penuh. Daripada nanti dampaknya bikin ribet sendiri dan kesulitan menjalani aktivitas sehari-hari. Oh ya, jangan lupa juga untuk minum obat, saat mulai merasakan gejala yang tidak nyaman di lambung setelah berbuka.

Kelima, jangan langsung tidur setelah sahur.

Iklan

Setelah makan sahur dan kenyang, memang paling enak adalah melanjutkan tidur hingga hari betul-betul pagi. Tapi dari dulu, kebiasaan ini memang sama sekali tidak pernah disarankan demi alasan kesehatan. Dan tentu saja supaya dapat beribadah dengan lebih maksimal—nggak ketinggalan salat Subuh misalnya. Nah, bagi kamu yang punya asam lambung, ternyata tidur setelah sahur juga sangat tidak diperkenankan. Pasalnya, hal ini justru memicu asam lambung naik ke kerongkongan bersamaan dengan makanan yang kita konsumsi.

Jadi, begitu ya, teman-teman. Bagi kamu yang sudah tahu punya asam lambung, lebih baik segera sadar diri untuk mengubah kebiasaan-kebiasaan yang justru bikin kamu sakit-sakit sendiri. Asam lambung kumat memang manusiawi, tapi kalau keseringan karena alasan itu-itu saja ya, kasihan kamunya dong~

Terakhir diperbarui pada 18 Mei 2019 oleh

Tags: asam lambungberpuasabuka puasamakansahur
Redaksi

Redaksi

Artikel Terkait

Kerja di Pabrik, Kuliah S2, dan Dihajar Asam Lambung MOJOK.CO
Esai

Kerja di Pabrik, Kuliah S2, dan Dihajar Asam Lambung

6 April 2026
Takjil bingka dari Kalimantan
Catatan

Seloyang Bingka di Jogja: Takjil dari Kalimantan yang Menahan Saya agar Tetap “Hidup” di Perantauan

23 Februari 2026
Bukber, ASN, kantor.MOJOK.CO
Sehari-hari

Ikut Bukber Kantor di Acara ASN Itu Bikin Muak: Isinya Orang Cringe dan Seksis yang Bikin Risih, tapi “Haram” Buat Ditolak

22 Februari 2026
Kapok dan muak buka bersama (bukber) di restoran atau tempat makan bareng orang kaya. Cerita pelayan iga bakar Jogja jadi korban arogansi MOJOK.CO
Sehari-hari

Muak Buka Bersama (Bukber) sama Orang Kaya: Minus Empati, Mau Menang Sendiri, dan Suka Mencaci Maki bahkan Meludahi Makanan

20 Februari 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Kuliah soshum di PTN merasa gagal karena tak jadi wong untuk orang tua

Lulusan Soshum Merasa Gagal Jadi “Orang”, Kuliah di PTN Terbaik tapi Belum Bisa Penuhi Ekspektasi Orang Tua

6 April 2026
Jurusan Antropologi Unair selamatkan saya usai ditolak UGM. MOJOK.CO

Ditolak UGM Jalur Undangan, Antropologi Unair Selamatkan Saya untuk Tetap Kuliah di Kampus Bergengsi dan Kerja di Bali

6 April 2026
Slow Living di Perumahan Jauh Lebih Nyaman Ketimbang Desa yang Malah Bikin Stres, tapi Harus Rela Dicap Sombong dan Sok Eksklusif MOJOK.CO

Slow Living di Perumahan Jauh Lebih Nyaman Ketimbang Desa yang Malah Bikin Stres, tapi Harus Rela Dicap Sombong dan Sok Eksklusif

9 April 2026
Bekerja di Jakarta vs Jogja

Resign Kerja di Jakarta untuk Rehat di Jogja, Menyesal karena Hidup Tak Sesuai Ekspektasi dan Malah Kena Mental

10 April 2026
Deles Indah, Bukti Klaten Punya Harga Diri yang Bisa Kalahkan Jogja dan Solo sebagai Tempat Wisata Populer MOJOK.CO

Deles Indah, Bukti Klaten Punya Harga Diri yang Bisa Kalahkan Jogja dan Solo sebagai Tempat Wisata Populer

7 April 2026
Geger Sepehi 1812: Bukti Keteguhan Sri Sultan Hamengkubuwono II Menolak Tunduk pada Penjajah.MOJOK.CO

Geger Sepehi 1812: Bukti Keteguhan Sri Sultan Hamengkubuwono II Menolak Tunduk pada Penjajah

5 April 2026

Video Terbaru

Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

9 April 2026
Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026
Tirto Utomo, Aqua dan Kenapa Kita Tidak Bisa Minum Air Keran?

Tirto Utomo, Aqua dan Kenapa Kita Tidak Bisa Minum Air Keran?

4 April 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.