Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Otomojok

Yamaha Fazzio Cuma Sebatas Skutik Spek Orang Manja

Bagi saya, rupa dan bentuk Yamaha Fazzio ini artistik, unik, dan menarik. Meski begitu, motor ini jadi motor manja yang hanya nyaman digunakan melewati jalan yang mulus-mulus saja.

M. Mujib oleh M. Mujib
24 Oktober 2022
A A
Yamaha Fazzio Cuma Sebatas Skutik Spek Orang Manja MOJOK.CO kredit motor yamaha

Ilustrasi Yamaha Fazzio Cuma Sebatas Skutik Spek Orang Manja. (Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Yamaha Fazzio adalah motor manja yang hanya nyaman digunakan melewati jalan yang mulus-mulus saja. Selebihnya, bikin pegal. 

Jadi begini, saudara. Saya beri sedikit cerita soal skuter matik bikinan Yamaha yang belum lama ini lahir di Indonesia. Ya, Yamaha Fazzio namanya. Sekilas kalau menyebut nama itu, langsung terbayang sosok bocah kecil yang cerdik, gesit, dan bandelnya minta pukul. Itu cuma bayangan saja. Tak perlu dianggap serius. 

Sudah sebulanan saya mengendarai Yamaha Fazzio hasil dipinjami Kepala Suku Mojok. Skutik yang konon adalah saingan Honda Scoopy ini memang agak jarang muncul di jalanan. Namun, bukan berarti motor ini tak layak untuk jadi bahan gunjingan hadirin sekalian. 

Rupa dan bentuk

Setiap mengamati motor ini dari segala sisi, yang ada di kepala saya adalah seekor siput bernama Theo dalam film animasi berjudul Turbo. Siput yang bercita-cita menjadi siput tercepat di muka bumi. 

Dari penampilan, Yamaha Fazzio memang mirip siput. Berbodi ramping, langsing, tampak lincah dan gesit. Dengan lekukan-lekukan yang menurut saya lebih artistik (baca: nyeleneh) dibanding skutik lain sekelasnya. 

Namun, penampilan unik dan menarik itu tak berbanding lurus dengan performa mesin dan kenyamanan yang didapat. Itu adalah hipotesis setelah menjalani hari ke hari dari KM 400 menuju 1000 pada odometer Yamaha Fazzio. 

Bagi saya, fitur-fitur sematan seperti catu daya atau bagasi yang luas itu hal yang biasa. Bukan sesuatu yang wah. Keyless, memang cukup memberikan rasa aman dari incaran maling. Kemudian fitur Y-Connect juga nggak penting-penting amat. Kecuali bagian “lokasi terakhir parkir”. 

Justru yang terpenting seperti performa dan kenyamanan menjadi hal yang diabaikan oleh Yamaha saat menetaskan Fazzio. 

Performa dan kenyamanan

Saya punya alasan kuat kenapa mengatakan demikian, Pertama, Yamaha Fazzio mempunyai tarikan yang lemot. Tarikan awal gas dengan laju motor memiliki jeda yang cukup lama. 

Saya tidak tahu apakah itu performa mesin, atau setelan rasio CVT-nya yang diatur lemot, namun mempunyai “napas” yang panjang di trek lurus? Lagipula, di Jogja, yang macetnya sudah mulai mirip Jakarta ini, mau seberapa jauh, sih, untuk membetot gas dan menarik tuas rem? Sedangkan di jalan raya antarkota dan antarprovinsi, napas panjang itu juga hampir nggak berguna. 

Sejauh ini, saya belum pernah mengendarai Yamaha Fazzio melebihi kecepatan 90 kilometer per jam. Sudah keburu menarik tuas rem. Sebab, motor ini tak bisa diajak berakselerasi. Perlu kesabaran untuk meningkatkan kecepatan setelah menarik gas, dan tak bisa dipaksa tarikan pertama langsung membetot gas dalam-dalam. Mesin berteriak, tapi tarikan motor tak menjambak. Sia-sia. 

Kedua, saudara harus punya punggung dan pinggang yang kuat jika meminang, meminjam, mengendarai, atau membeli motor ini. Sebab, saya merasa suspensi belakang Yamaha Fazzio terlalu keras. Getaran itu terasa di bokong, merambat ke pinggang, hingga tiba di punggung. 

Kemudian, ketidaknyamanan suspensi belakang itu benar-benar saya buktikan saat melakukan perjalanan antarkota-antarprovinsi dari Sleman menuju Demak. Rutenya, dari Sleman masuk ke Jalan Magelang tentu saja Menuju Magelang, lalu Kopeng, Salatiga, Bringin, Kedungjati, Gubuk, dan sampai di Demak.

Sejak keluar Sleman untuk menuju Magelang, saya masih bisa memacu Yamaha Fazzio dengan kecepatan rata-rata di 60 hingga 70 kilometer per jam. Saya memang berniat ingin fun riding, bukan mengejar jam seperti Sugeng Rahayu atau Eka. Akhirnya ya riding santai karena motor ini nggak bisa diajak sat-set seperti tukang tagih koperasi simpan-pinjam. 

Iklan

Misalnya ketika melewati jalan aspal Jogja sampai Magelang. Saya jalan santi, nggak ngebut. Gitu aja badan rasanya seperti diombang-ambing. 

Mulai memasuki jalan Magelang-Tegalrejo, jalanan sudah mulai menanjak dan banyak aspal bergelombang dan beriak, alias aspal kasar. Dengan kecepatan rata-rata di 50 kilometer per jam, Yamaha Fazzio masih mampu menanjak dengan putaran mesin yang tak terlalu mengejan. Bisa mendaki dengan pelan, namun pasti. 

Saat membelah aspal kasar di jalanan Tegalrejo-Kopeng, getaran yang menjalar ke badan rasanya seperti menerima telepon menggunakan handphone Nokia 3310 beroda yang bisa kamu tunggangi. Punggung serasa tervibrasi dan terguncang. 

“Siksaan” itu masih belum usai. Lepas kota Salatiga menuju Bringin-Kedungjati, jalanan bergelombang semakin menjadi-jadi. Jalan berkelok, naik-turun, aspal kasar dan jalan beton bersambung menjadi jalanan yang saya lewati sepanjang membelah setengah Jawa Tengah dari selatan ke utara. 

Hal yang sama terjadi di jalur Kedungjati-Gubuk hingga Demak. Semua jalanan sudah menggunakan beton bersambung bergelombang, aspal kasar dan kroak-kroak yang menambah keyakinan saya kalau motor ini tak cocok untuk medan-medan seperti ini. 

Suspensi belakang Yamaha Fazzio tak bisa meredam gejlukan roda yang menumbuk aspal kasar, kroak, dan beton bersambung bergelombang. Lebih parah, jalan berlubang akan menambah penderitaan motor, juga pengendara. Kalau mau melewati jalan-jalan seperti itu, banyak-banyak minum susu kaya kalsium supaya tulang lebih kuat. 

Halaman 1 dari 2
12Next

Terakhir diperbarui pada 24 Oktober 2022 oleh

Tags: FazzioskutikyamahaYamaha Fazzio
M. Mujib

M. Mujib

Artikel Terkait

Mio M3: Motor Yamaha Paling Menderita dan Dianggap Murahan MOJOK.CO
Otomojok

10 Tahun yang Indah Bersama Mio M3: Motor Yamaha yang Dianggap Murahan, Diremehkan Orang, dan Katanya Bikin Orang Menyesal

7 April 2026
Yamaha Mio Sporty 2011 selalu mogok di Jogja. MOJOK.CO
Catatan

Salut dengan Ketahanan Yamaha Mio Sporty 2011, tapi Maaf Saya Sudah Tak Betah dan Melirik ke Versi Baru

20 Februari 2026
Vixion R, Motor Terbaik Yamaha yang Mati karena Zaman MOJOK.CO
Otomojok

Vixion R, Tamat Riwayatmu Kini: Ketika Motor Terbaik Yamaha Mati karena Perubahan Zaman

6 Januari 2026
Teknisi dealer Yamaha asal Sumatera Utara, Robet B Simanullang ukir prestasi di ajang dunia WTGP 2025 MOJOK.CO
Ragam

Cerita Robet: Teknisi Yamaha Indonesia Ukir Prestasi di Ajang Dunia usai Adu Skill vs Teknisi Berbagai Negara

16 Desember 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Jurusan Kebidanan Unair tolong saya dari kekecewaan gagal kuliah di Kedokteran. MOJOK.CO

Tinggalkan Mimpi Jadi Dokter karena Merasa Bodoh dan Miskin, Lulus dari Jurusan Kebidanan Unair Malah Bikin Hidup Lebih Bermakna

6 April 2026
Anak PNS kuliah di PTN top seperti UGM masih menderita karena UKT nggak masuk akal

Derita Jadi Anak PNS: Baru Bahagia Diterima PTN Top, Malah “Disiksa” Beban UKT Tertinggi Selama Kuliah padahal Total Penghasilan Orang Tua Tak Seberapa

4 April 2026
Gagal seleksi CPNS (PNS ASN) pilih nikmati hidup dengan mancing MOJOK.CO

Gagal Seleksi CPNS Pilih Nikmati Hidup dengan Mancing, Dicap Tak Punya Masa Depan tapi Malah Hidup Tenang

9 April 2026
Gagal seleksi PPPK dan CPNS meski daftar di formasi PNS atau ASN sepi peminat. Malah dapat kerja yang benefitnya bisa bungkam saudara yang sebelumnya menghina MOJOK.CO

Gagal Seleksi CPNS di Formasi Sepi Peminat Dihina Bodoh, Malah Dapat Kerjaan “di Atas” ASN Langsung Bungkam Penghina

9 April 2026
Saya Setuju Orang Jakarta Tajir Tak Betah Slow Living di Desa (Unsplash)

Orang Tajir Jakarta Tak Akan Sanggup Slow Living di Desa karena Menolak Srawung Itu Omong Kosong Kebanyakan Gagal Betah karena Ulahnya Sendiri

7 April 2026
Horor, Evolusi Kelelawar Malam di Album "Kesurupan”: Menertawakan Hantu, Melawan Dunia Nyata.MOJOK.CO

Evolusi Kelelawar Malam di Album “Kesurupan”: Menertawakan Hantu, Melawan Dunia Nyata

9 April 2026

Video Terbaru

Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

9 April 2026
Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026
Tirto Utomo, Aqua dan Kenapa Kita Tidak Bisa Minum Air Keran?

Tirto Utomo, Aqua dan Kenapa Kita Tidak Bisa Minum Air Keran?

4 April 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.