Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Otomojok

Yamaha Fazzio Cuma Sebatas Skutik Spek Orang Manja

Bagi saya, rupa dan bentuk Yamaha Fazzio ini artistik, unik, dan menarik. Meski begitu, motor ini jadi motor manja yang hanya nyaman digunakan melewati jalan yang mulus-mulus saja.

M. Mujib oleh M. Mujib
24 Oktober 2022
A A
Yamaha Fazzio Cuma Sebatas Skutik Spek Orang Manja MOJOK.CO kredit motor yamaha

Ilustrasi Yamaha Fazzio Cuma Sebatas Skutik Spek Orang Manja. (Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Konsumsi bahan bakar

yamaha Fazzio
(dok: M. Mujib)

Sekarang saudara saya ceritakan persoalan paling sensitif soal motor ini. Bukan mau sombong atau bagaimana. Jujur saja, motor ini WAJIB Pertamax dan HARAM minum Pertalite. 

Ingat, kan kalau harga Pertamax saat ini lumayan mahal apalagi untuk ukuran UMK Jogja. Hehe. Lalu, berapa uang yang saya habiskan untuk perjalanan Sleman-Demak dengan rute yang sudah saya ceritakan sejauh kurang lebih 140 kilometer?

Iklan

Saya menggunakan metode full to full untuk menghitung konsumsi Pertamax yang dihabiskan Yamaha Fazzio. Saya mulai mengisi bensin di SPBU Medari. Di dalam tangki masih ada empat balok (dari enam balok) indikator bensin. Saya isi penuh sampai bibir tangki seharga Rp29.000. Kira-kira kalau diliterkan ya 2,08 liter. Saya tak meminta nota pembelian pada petugas SPBU.

Odometer saya set di angka 0 sebelum melakukan perjalanan. Saya berangkat sekitar pukul 11 siang dengan langit yang mendung merata. Setelah perjalanan panjang yang penuh “siksaan” itu, saya tiba di Demak sekitar pukul 3 sore, mampir makan sate kambing di depan Pasar Bintoro, lalu menuju rumah. Sebelum sampai rumah, saya kembali mengisi bensin. 

Indikator bensin menunjukkan sisa bensin masih ada empat balok. Ada dua balok berkurang. Saya isi full tank lagi hingga mencapai bibir tangki. Kali ini saya menghabiskan Rp29.800. Kita bulatkan saja menjadi Rp30.000. Bensin yang saya peroleh 2,15 liter. Odometer menunjukkan angka 139,5 km. 

Jadi, untuk perjalanan sejauh 139,5 kilometer, saya menghabiskan Pertamax sebanyak 2,15 liter, atau uang sebesar Rp30.000. Rata-rata, per kilometer Pertamax yang dihabiskan Yamaha Fazzio ialah 64,9 kilometer per liter, atau setara Rp215 per kilometer. Odometer saya reset kembali ke angka 0. 

Di rumah, motor hanya digunakan untuk jarak dekat dengan odometer berjalan (dari 0 setelah isi bensin penuh). Rute kembali dari Demak ke Jogja, eh, Sleman maksud saya. 

Saya agak sedikit mengubah rute yang lebih jauh memutar. Tujuannya ya supaya jalan datang berbeda dengan jalan pulang. Biar nggak bosan saja. Saya mengambil rute dari Demak masuk Genuk, lalu ke Pedurungan. Setelah itu, menuju Majapahit, Gombel, Ungaran, Bawen, Salatiga, Kopeng, Ketep, Muntilan, akhirnya Sleman.

Saudara bisa membayangkan kondisi jalan yang saya lewati, kan? Berbukit-bukit, berkelok-kelok, dan selama perjalanan Kopeng-Ketep-Muntilan banyak melewati jalan desa yang berbukit, berkelok, dengan aspal beriak, bergelombang, dan kroak-kroak. Bayangkan kalau punggung saudara adalah punggung saya.

Perjalanan pulang ini sejauh 183,4 kilometer sesuai petunjuk odometer. Saya lupa berapa balok sisa bensin dalam indikator. Yang saya ingat, saya mengisi full tank hingga bibir tangki sebesar Rp42.000, setara 3,02 liter Pertamax. Perjalanan sejauh 183,4 kilometer menghabiskan 3,02 liter Pertamax, atau setara Rp42.000 rupiah. Pertamax yang dihabiskan Yamaha Fazzio untuk perjalan pulang ini ialah 60,8 kilometer per liter. Tak begitu jauh selisihnya untuk perjalanan berangkat. 

Jadi, menurut saudara, Fazzio ini tergolong skutik dengan BBM yang boros atau irit? Bagi saya, boros atau irit itu tergantung seberapa banyak uang yang saudara punya.

Simpulan

Overall, pertama, ini masalah selera. Bagi saya, rupa dan bentuk Yamaha Fazzio ini artistik, unik, dan menarik. Meski begitu, motor ini jadi motor manja yang hanya nyaman digunakan melewati jalan yang mulus-mulus saja. Nggak cocok untuk saudara yang setiap hari melewati jalanan beton bersambung bergelombang, aspal kroak, beriak dan bergelombang. Akan menambah anggaran konsumsi susu berkalsium tinggi, serta ongkos pijat dua minggu sekali. Saudara tak mungkin menambah anggaran untuk itu. Apalagi sekarang sedang ramai dibicarakan perihal resesi dunia. 

Kedua. Bagi saudara-saudara yang bekerja dengan mobilitas tinggi, Yamaha Fazzio tidak disarankan untuk saudara karena tak mampu mendukung kebutuhan berlaku agresif, stop and go dengan cepat. Skutik ini lemot. 

Namun, Fazzio bisa saudara gunakan untuk jalan-jalan santai sore, malam mingguan yang-yangan, beradu helm bersama pasangan, dan ngomong hahhoh-hahhoh berteriak di tengah jalan. 

Iklan

Ketiga. Dengan hitung-hitungan BBM berdasarkan pengalaman perjalanan yang saya lakukan, Yamaha Fazzio bisa jadi pertimbangan saudara dalam hal anggaran bensin untuk kendaraan. Tapi kembali lagi, boros dan irit itu tergantung seberapa uang yang saudara punya. 

Keempat. Yamaha sebaiknya melakukan uji coba lebih dulu sebelum meluncurkan produk ke pasar. Semacam memberikan dummy untuk test ride sebelum benar-benar diluncurkan untuk membenahi kekurangan. Karena bagus menurut insinyur dan desainer Yamaha, belum tentu bagus menurut kehendak pasar, apalagi pengguna.

BACA JUGA Yamaha Fazzio kok Diburu, sih? Bukankah Desainnya Wagu? Dan analisis menarik lainnya di rubrik OTOMOJOK.

Penulis: M. Mujib

Editor: Yamadipati Seno

Halaman 2 dari 2
Prev12

Terakhir diperbarui pada 24 Oktober 2022 oleh

Tags: FazzioskutikyamahaYamaha Fazzio
M. Mujib

M. Mujib

Artikel Terkait

Yamaha Gear Ultima, Motor Underrated tapi Tangguh: Andalan Para Ibu Rumah Tangga bahkan Cocok Bagi Bikers Pecinta Touring.MOJOK.CO
Eksplor

Yamaha Gear Ultima, Motor Underrated tapi Tangguh: Andalan Para Ibu Rumah Tangga bahkan Cocok Bagi Bikers Pecinta Touring

12 Juli 2026
Biar Nggak Mogok atau Korsleting, Ini 4 Hal yang Haram Dilakukan Saat Modif Motor.MOJOK.CO
Transportasi

Biar Nggak Mogok atau Korsleting, Ini 4 Hal yang Haram Dilakukan Saat Modif Motor

3 Juli 2026
Mekanik Vespa modifikasi Fazzio ramah anak. MOJOK.CO
Eksplor

Ahli Mekanik Vespa Coba Modifikasi Fazzio Kuning Bermotif Bebek dengan Modal Rp4 Juta, Berbuah Senyuman Anak dan Penghargaan

2 Juli 2026
Nasib Yamaha Byson Baru yang Dicintai Setelah Tak Bisa Dimiliki MOJOK.CO
Otomojok

Nasib Yamaha Byson dan Paradoks Benda yang Baru Dicintai Setelah Berhenti Diproduksi dan Tak Bisa Dimiliki Lagi

2 Juli 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Sudah Berani Menyapa Teman-temannya, Murid ABK Malah Dianggap Tak Ada meski Berada di Sekolah Inklusif MOJOK.CO

Sudah Berani Menyapa Teman-temannya, Murid ABK Malah Dianggap Tak Ada meski Berada di Sekolah Inklusif

21 Juli 2026
Menyerang Jurnalis dengan Umpatan Bukti Pengacara Kehabisan Akal, Tunjukkan Miskinnya Argumen Hukum.MOJOK.CO

Menyerang Jurnalis dengan Umpatan Bukti Pengacara Kehabisan Akal, Tunjukkan Miskinnya Argumen Hukum

20 Juli 2026
Kerjabilitas, Jembatan bagi Pencari Kerja Difabel Menembus Tembok Diskriminasi Industri.MOJOK.CO

Kerjabilitas, Jembatan bagi Pencari Kerja Difabel Menembus Tembok Diskriminasi Industri

17 Juli 2026
kerja, lulusan SMA di keluarga penuh sarjana.MOJOK.CO

Cerita Lulusan SMA yang Berhasil Mapan Tanpa Ijazah S1, tapi Diam-Diam Menyesalinya dan Merasa Iri pada Sarjana

21 Juli 2026
sarjana, ijazah s1, pekerja, gen z, kerja, PNS di desa lebih menyenangkan. MOJOK.CO

Seporsi Kekalahan Sarjana di Sleman: Susah Payah Dapat Ijazah S1, Ujung-ujungnya Kerja Setara Lulusan SMA karena Tak Punya Pilihan

20 Juli 2026
Daripada Acungkan Senjata di Jalan, Remaja Kreak Semarang Lebih Baik Naik Ring Adu Pukulan MOJOK.CO

Daripada Acungkan Senjata di Jalan, Remaja Kreak Semarang Lebih Baik Naik Ring Adu Pukulan

16 Juli 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.