Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Pojokan

Dihapuskannya SIKM Adalah Awal Revolusi untuk Jakarta

Rizky Prasetya oleh Rizky Prasetya
11 Juni 2020
A A
SIKM, Surat Izin Keluar Masuk, infrastruktur, kemacetan, populasi, ibukota baru mojok.co

SIKM, Surat Izin Keluar Masuk, infrastruktur, kemacetan, populasi, ibukota baru mojok.co

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Dihapuskannya SIKM untuk orang yang pergi meninggalkan Jakarta adalah awal yang bagus untuk revolusi di dunia kerja. Setidaknya, membuat hal yang dulu nggak mungkin jadi mungkin banget.

Surat Edaran 7 tahun 2020 memberi persyaratan baru bahwa tak ada lagi pemeriksaan SIKM (Surat Izin Keluar Masuk) untuk penerbangan dari Bandara Soekarno-Hatta ke luar daerah. Syarat baru ini praktis membuat SIKM hanya diperuntukkan bagi orang dari luar daerah menuju ke Jakarta.

Dihapuskannya SIKM untuk orang yang pergi meninggalkan Jakarta adalah awal yang bagus untuk revolusi di dunia kerja. Saya jelaskan dulu.

Pandemi ini mengajarkan satu hal, bahwa nggak semua pekerjaan itu harus dikerjain dan hanya bisa dikerjain di kantor. Sebenarnya banyak pekerjaan yang bisa dikerjakan dari rumah tanpa mengurangi kualitasnya. Contohnya nih, jualan masker wajah lewat olshop. Musisi bisa bikin lagu dari rumah, nanti file rekamannya tinggal dikirim. Admin medsos suatu perusahaan juga bisa banget tuh kerja dari rumah.

Nah, dihapuskannya SKIM ini bisa membuat orang yang terjebak di Jakarta bisa balik ke kampung dan tetap kerja. Kalau kerjaannya bisa dikerjain di rumah dan kantornya nggak keberatan, ya mending di rumah sih. Pengeluaran untuk listrik bisa ditekan karena nggak banyak listrik yang terkuras gara-gara nggak banyak yang masuk.

Karena orang-orang ini pulang ke kampungnya, yang berarti banyak pekerjaan yang (sebenarnya) bisa dikerjakan dari rumah, maka jumlah populasi pendatang akan menurun. Pada bulan Maret 2020 saja, terdapat 7,421 orang yang pindah ke Jakarta untuk menetap. Pada tahun 2018, ada 69 ribu orang yang datang ke Jakarta.

Andaikan para pendatang itu memutuskan untuk balik ke kampungnya, maka tingkat kemacetan dan polusi Jakarta bisa turun. Mimpi ini jadi nggak begitu muluk-muluk jadinya.

Karena orang-orang itu pulang, perputaran uang jadi nggak hanya terpusat di Jakarta. Perputaran uang dari kota ke daerah akhirnya nggak hanya terjadi pas lebaran, tapi bisa tiap saat. Uang yang akhirnya berputar ke daerah bisa memberi efek bagus untuk daerah masing-masing. Uang yang berputar waktu lebaran tahun 2019 lalu itu sekitar 9,7 triliun, dan itu bukan jumlah uang yang dikit.

Nah, bayangkan duit segitu muter nggak hanya pas lebaran. Bayangin. Nggak paham? Lama-lama juga paham.

Kemacetan teratasi, check. Populasi menurun, check. Perputaran uang merata, check. What’s next? Jakarta nggak perlu bangun banyak infrastruktur lagi.

Kita sama-sama tahu, Jakarta membangun banyak infrastruktur kebanyakan untuk mengatasi masalah kemacetan mereka. Jika kemacetan menurun, untuk apalagi bangun infrastruktur gila-gilaan? Mending uangnya dialihkan untuk peningkatan sumber daya manusia. SDM yang lumayan tertinggal butuh perhatian yang lebih besar dari Pemerintah.

Mungkin karena SKIM ini, Jakarta akan terlihat lebih sehat untuk ditinggali. Setidaknya tidak terlalu padat dibanding sebelumnya. Ini memang hanya prediksi awang-awang, tapi pandemi ini mengajarkan kita banyak hal yang tidak mungkin jadi mungkin.

Ngomong-ngomong, kalau masalah di Jakarta bisa teratasi dan jadi kota yang lebih menyenangkan, kita jadi nggak perlu pindah ibukota baru. Daripada ngabisin duit buat ibukota baru, mending bangun infrastruktur yang memadai untuk kota-kota lain yang lebih butuh.

Kalau dipikir-pikir, SKIM ini ajaib juga, ternyata bisa buka banyak kemungkinan.

Iklan

BACA JUGA Negara Boleh Goblok, Kita Jangan dan artikel menarik lainnya dari Rizky Prasetya.

Terakhir diperbarui pada 15 September 2020 oleh

Tags: ibukota baruinfrastrukturkemacetanpopulasiSIKMSKIMSurat Izin Keluar MasukSurat Izin Keluar Masuk mojok.co
Rizky Prasetya

Rizky Prasetya

Redaktur Mojok. Hobi main game dan suka nulis otomotif.

Artikel Terkait

Wonosobo yang Dahulu Bukanlah yang Sekarang, Dahulu Jauh Lebih Nyaman Mojok.co
Pojokan

Wonosobo yang Dahulu Bukanlah yang Sekarang, Dahulu Jauh Lebih Nyaman

23 Juni 2025
macet mojok.co
Uneg-uneg

Pengalaman Pahit Tragedi Brexit

6 November 2022
Melihat Nusantara bagi Ibukota Baru Layaknya Pilihan Nama Bayi
Esai

Melihat Nusantara bagi Ibukota Baru Layaknya Pilihan Nama Bayi

29 Januari 2022
Foto Dok. Pribadi Pekik Basuki
Liputan

Yang Berlimpah dan Yang Mengalah: Cerita Miliarder Baru dan Cagar Budaya di Proyek Tol Jogja–Bawen

10 September 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Beri tip ke driver ojol. MOJOK.CO

Kasih Tip Rp5 Ribu ke Driver Ojol Tak Bikin Rugi tapi Bikin Hidup Lebih Bermakna di Tengah Situasi Hidup yang Kacau

28 April 2026
Setelah Little Aresha, Mengapa Orang Tua Tetap Harus Percaya pada Daycare? MOJOK.CO

Setelah Little Aresha, Mengapa Orang Tua Tetap Harus Percaya pada Daycare?

29 April 2026
Omong kosong berkebun untuk slow living di desa. Punya kebun di desa justru menderita karena tanaman dirampok warga MOJOK.CO

Kena Mental Punya Kebun di Desa: Hasil Berkebun Tak Bisa Dinikmati Sendiri, Sudah Dirampok dan Dirusuhi Masih Digalaki

23 April 2026
Kerja di Jakarta.MOJOK.CO

Jakarta Tak Cocok bagi Fresh Graduate yang Cuma “Pengen Cari Pengalaman”: Bisa Bikin Finansial dan Mental Layu Sebelum Berkembang

26 April 2026
Mie ayam bintang di Jakarta. MOJOK.CO

Belajar Membangun Bisnis dari Pedagang Mie Ayam Bintang, Sekilas Tampak Sederhana tapi Punya 5 Cabang di Jakarta

29 April 2026
Konten “Ke Jogja tapi Nggak Ke Malioboro” Adalah Kabar Baik MOJOK.CO

Konten “Ke Jogja tapi Nggak Ke Malioboro” Adalah Kabar Baik, Membuat Derak Roda Ekonomi Bergerak ke Seluruh Pelosok DIY

26 April 2026

Video Terbaru

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

11 April 2026
Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

9 April 2026
Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.