Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Otomojok

Surabaya Sebaiknya Segera Meninggalkan Kendaraan Pribadi Setelah Peluncuran Feeder Wirawiri Suroboyo

Niat mulia Pemkot patut didukung. Masyarakat Surabaya harus juga segendang seirama dengan Pemkot. Jangan ragu untuk pindah.

Iwan Nurdianto oleh Iwan Nurdianto
7 Maret 2023
A A
Surabaya Sebaiknya Segera Meninggalkan Kendaraan Pribadi Setelah Peluncuran Feeder Wirawiri Suroboyo MOJOK.CO

Ilustrasi Surabaya Sebaiknya Segera Meninggalkan Kendaraan Pribadi Setelah Peluncuran Feeder Wirawiri Suroboyo. (Mojok.co/Ega Fansuri)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Hadirnya feeder Wirawiri Suroboyo yang melengkapi SB dan TSS harus dimanfaatkan. Armada-armada yang disubsidi uang pajak masyarakat ini akan mengurangi risiko kecelakaan. Tentu saja banyak manfaat lain yang bisa dirasakan.

Sejak beralih dari motor lima bulan lalu, saya merasakan banyak manfaat. Yang paling saya rasakan adalah badan tidak cepat lelah dan bisa menghemat tenaga. Selain itu, saya otomatis lebih banyak bergerak karena harus jalan kaki menuju halte. Naik transportasi publik juga saya pakai sebagai ajang sosialisasi dengan penumpang lain.

Saat naik Suroboyo Bus menuju tempat kerja, saya beberapa kali melihat dari dalam bus kecelakaan dialami pemotor. Beberapa korban mengalami luka-luka bahkan meninggal. Setiap melihat peristiwa kecelakaan, saya selalu membatin seandainya korban-korban itu naik transportasi publik, tentu kecelakaan bisa dihindari. Hal ini semakin menguatkan tekad saya untuk tidak menggunakan motor saat bepergian jarak jauh.

Ada keluarga, suami/istri, dan anak-anak kita yang menunggu di rumah. Sungguh ironis jika kita lebih memilih menggunakan motor untuk kerja/kuliah lantas mengalami kecelakaan dalam perjalanan. Padahal ada opsi transportasi publik yang lebih aman, nyaman, dan murah.

Pesan buat Pemkot Surabaya

Beroperasinya feeder Wirawiri Suroboyo tak lantas membuat pekerjaan rumah Pemkot Surabaya selesai. Masih banyak PR yang mesti diselesaikan Pemkot. Selain soal tarif integrasi dengan TSS, Pemkot juga harus menambah jumlah armada SB. Pembukaan koridor baru juga harus dilakukan. Selain itu juga meningkatkan kualitas pelayanan petugas SB dan membangun banyak halte yang layak.

Anggaran transportasi publik hendaknya semakin ditingkatkan. Angka Rp78 miliar untuk tahun anggaran 2023 tentu angka yang sedikit untuk mengimbangi tingginya animo masyarakat. Bandingkan dengan anggaran pemberdayaan UMKM yang mencapai Rp3 triliun.

DPRD Kota Surabaya harus berperan aktif dalam pengembangan sistem transportasi publik. Peningkatan nilai anggaran harus diperjuangkan agar kualitas transportasi publik semakin membaik.

Banyak kritikan dialamatkan kepada Pemkot Surabaya. Sebagai kota terbesar kedua di Indonesia, sudah seharusnya Pemkot membuat sistem transportasi publik yang baik. Jika perlu, Pemkot membentuk BUMD khusus transportasi publik seperti PT Transjakarta. 

Membenahi transportasi publik Surabaya

Pendirian BUMD khusus ini diharapkan bisa mengintegrasikan semua armada, SB, feeder Wirawiri Suroboyo, dan TSS, menjadi satu kesatuan tarif. Dampak baiknya tentu akan dirasakan masyarakat. Jika sistem transportasi publiknya sudah ideal, banyak warga yang rela beralih.

Masyarakat bukannya tidak mau beralih ke angkutan publik. Namun, mereka harus rasional karena faktanya memakai transportasi publik saat ini masih memberatkan kantong. Belum lagi kurang fleksibelnya waktu karena headway yang masih lama.

“Alhamdulillah, feeder Kota Surabaya yang diprakarsai Pemkot Surabaya dan DPRD Surabaya untuk mengurangi kemacetan, akhirnya hari ini bisa terwujud feeder yang ada di lima rute dan ini sudah lama bahas. Nanti, Insya Allah, akan bertambah jadi tujuh rute,” kata Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi saat peresmian feeder seperti dikutip dari kabarsurya.com.

Agar masyarakat mau berpindah, Eri juga membuat program agar ASN menggunakan angkutan umum setiap hari Jumat. Eri mengatakan jika ASN harus menjadi contoh agar masyarakat mau beralih. Tentu program Wirawiri Suroboyo patut diapresiasi.

Tak hanya ASN tingkat bawah, para pejabatnya termasuk Wali Kota, Wakil Wali Kota, hingga anggota dewan sebaiknya juga diwajibkan menggunakan angkutan publik. Harapannya agar semua jajaran di eksekutif dan legislatif Surabaya bisa merasakan sendiri kualitas transportasi publiknya. Kultur naik angkutan publik jika sudah tumbuh di jajaran pemerintahan dan anggota dewan diharapkan bisa memperbaiki kebijakan transportasi publik di kota ini.

Mari mendukung niat Pemkot

Niat mulia Pemkot patut didukung. Masyarakat Surabaya harus juga segendang seirama dengan Pemkot. Jangan ragu untuk pindah. Masyarakat yang rumah, kampus, dan kantornya dilewati feeder, SB, dan TSS sebaiknya segera memanfaatkan opsi ini. Kultur memakai angkutan publik harus segera dibangun di semua kalangan. Pemkot didorong untuk semakin getol mengajak warganya pindah.

Iklan

Jika masyarakat sudah familiar, tak hanya tingkat kemacetan yang turun, namun angka kecelakaan di jalan-jalan ikut mengalami penurunan. Sudah cukup rasanya korban-korban berjatuhan di jalan akibat kecelakaan. Di setiap kecelakaan, ada dosa-dosa pemerintah yang tidak peduli dengan angkutan publiknya. Saya yakin Pemkot Surabaya tidak begitu.

Selamat atas peluncuran feeder Wirawiri Suroboyo!

BACA JUGA Pengalaman “Horor” di Perjalanan dari Surabaya Menuju Sidoarjo dan analis menarik lainnya di rubrik ESAI.

Penulis: Iwan Nurdianto

Editor: Yamadipati Seno

Halaman 2 dari 2
Prev12

Terakhir diperbarui pada 7 Maret 2023 oleh

Tags: angkotJawa Timurpemkot surabayaSurabayatransportasi publik surabayaWirawiri Suroboyo
Iwan Nurdianto

Iwan Nurdianto

Content creator yang kini terdampar di stasiun tivi.

Artikel Terkait

Mie ayam surabaya untuk quality time. MOJOK.CO
Urban

Makan Mie Ayam, “Quality Time” Orang Surabaya dan Balas Dendam Terbaik untuk Melampiaskan Getirnya Hidup

25 Februari 2026
Honda Scoopy membawa maut saat dipakai mudik Surabaya ke Lumajang. MOJOK.CO
Sehari-hari

Alasan Saya Bertahan Pakai Honda Scoopy untuk Mudik Surabaya-Lumajang, meski Tertipu dengan Tampang dan “Fitur” Biasa Saja yang Menyiksa

25 Februari 2026
Pekerja gila Surabaya yang melamun di Danau UNESA. MOJOK.CO
Urban

Danau UNESA, Tempat Pelarian Pekerja Surabaya Gaji Pas-pasan dan Gila Kerja. Kuat Bertahan Hanya dengan Melamun

24 Februari 2026
Siksaan naik bus ekonomi Surabaya Semarang seperti Indonesia dan Sinar Mandiri MOJOK.CO
Catatan

Siksaan di Bus Ekonomi Rute Surabaya Semarang bikin Frustrasi dan Kapok Naik Lagi: Murah tapi Harus Pasrah Jadi “Ikan Pindang” Sepanjang Jalan

22 Februari 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

kerja di jepang, merantau.MOJOK.CO

Ironi Kerja di Jepang: Banting Tulang Hingga 5 Kali Lebaran Tak Pulang, tapi Setelah Sukses Hasilnya Tak Bisa Dinikmati

23 Februari 2026
KIP Kuliah.MOJOK.CO

Mahasiswa KIP Kuliah Ikut Dihujat Imbas “Oknum” yang Foya-Foya Pakai Duit Beasiswa, Padahal Beneran Hidup Susah hingga Rela Makan Sampah di Kos

25 Februari 2026
Toyota Avanza Perusak Gengsi, Gak Waras Gak Berani Beli MOJOK.CO

Toyota Avanza Bekas Perusak Gengsi, tapi Orang Waras Pasti Tidak Ragu untuk Membeli Mobil yang Ramah Ekonomi Keluarga Ini

24 Februari 2026
Kuliah online di universitas terbuka: meski tak ngampus tapi dirancang serius untuk mudahkan mahasiswa, meski diserang hacker MOJOK.CO

Kuliah Online di Universitas Terbuka (UT): Meski Tak Ngampus tapi Tak Asal-asalan, Sering Diserang Hacker tapi Tak Mempan

23 Februari 2026
Muhammadiyah selamatkan saya dari tabiat buruk orang NU. MOJOK.CO

Saya Bukan Muhammadiyah atau NU, tapi Pilih Tinggal di Lingkungan Ormas Bercorak Biru agar Terhindar dari Tetangga Toxic

25 Februari 2026
Ironi bapak kerja habis-habisan 60 jam agar anak tak susah finansial. Tapi peran sebagai ayah dipertanyakan karena anak mengaku fatherless MOJOK.CO

Bapak Kerja Keras 60 Jam agar Keluarga Tak Hidup Susah, Ternyata bagi Anak Itu Tak Cukup untuk Disebut “Kasih Sayang”

26 Februari 2026

Video Terbaru

Prof. Al Makin: Filsafat sebagai Seni Bertanya dan Jalan Melawan Kemiskinan Nalar

Prof. Al Makin: Filsafat sebagai Seni Bertanya dan Jalan Melawan Kemiskinan Nalar

25 Februari 2026
Konservasi Muria: Menjaga Hutan Tanpa Memiskinkan Warga

Konservasi Muria: Menjaga Hutan Tanpa Memiskinkan Warga

23 Februari 2026
Zine Subversif: Ar Risalah dan Masjid yang Pernah Ditakuti Negara

Zine Subversif: Ar Risalah dan Masjid yang Pernah Ditakuti Negara

21 Februari 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.