• 18
    Shares

MOJOK.COSebagai seorang Realis, Prabowo ingin kita selalu waspada akan ancaman keamanan yang bisa saja menyerang negara kita. Kalau semisal Indonesia *amit-amit* bakal perang, emangnya negara apa aja sih yang berpotensi menjadi musuh kita?

Kalau kita mencermati pernyataan-pernyataan Prabowo dalam debat ke-4 ketika membicarakan hubungan internasional kemarin, kita pasti bertanya-tanya kenapa sih Prabowo ini khawatir sekali dengan pertahanan negara kita? Hmm???

Pertanyaan itu pasti disusul dengan pertanyaan lainnya seperti: emangnya kenapa sih kalau pertahanan kita lemah? Emang bakal ada ancaman besar apa sih yang akan dihadapi sama Indonesia? Atau negara mana sih yang bakal nyerang Indonesia?

Seperti yang sudah saya bahas kemarin, sebagai seorang realis rasanya sangat wajar kalau Prabowo khawatir dengan masa depan keamanan nasional di tengah situasi global yang cukup panas saat ini. Meskipun Indonesia sedang tidak berada dalam ancaman negara lain, tapi banyak konflik sedang terjadi yang (((bisa saja))) berdampak pada keamanan negara kita.

Oke, kita mungkin bisa mengabaikan konflik Rusia dan Ukraina yang jaraknya juuauuh buuuanget dari Indonesia, dan kita nggak punya banyak kepentingan untuk terlibat sama dua negara itu.

Tapi bayangkan jika konflik yang pecah adalah konflik di semenanjung korea antara korea utara dan korea selatan, atau konflik di asia selatan antara india dan Pakistan—yang sama-sama penghuni komplek Asia di monopoli. Selain jarak yang relatif dekat, konflik ini jadi berbahaya karena…. mereka punya nuklir…. kalau radiasi nuklirnya kena ke Indonesia gimana hah???

Eh tapi serius deh, meskipun dunia ini kelihatannya aman-aman aja, ancaman keamanan global itu sebenarnya buanyakkk.

Selain konflik panas yang terjadi di beberapa negara tadi, Dunia juga dihadapkan dengan banyak ancaman keamanan baru. Selain kemunculan Organisasi kejahatan transnasional kayak ISIS, kita juga akan menghadapi perang jenis baru yaitu perang hack-hackan facebook seperti perang siber, perang artificial intelligent, hingga perang di angkasa yang mon maap nichh, rebutannya bukan lagi wilayah, tapi langit dan benda-benda ruang angkasa!1!

Baca juga:  Derita Salah Masuk Jurusan Saat Kuliah

Serem nggak? Ya serem lahh.

Makanya kalau Prabowo dikit-dikit bilang perang-perangan teross, kita jangan ketawa. Bagi Prabowo, nggak lucu itu ngetawain pertahanan Indonesia lemah. Karena sebagai seorang realis, Blio tahu betul bahwa nggak ada jaminan bahwa kita akan selamanya damai. Ketika kita ketawa, bisa jadi negara yang selama ini kelihatan diem-diem bae sedang memperkuat pertahanan, dan melakukan konfrontasi sewaktu-waktu demi kepentingan nasional mereka. Se66an~

Perang dunia ke-tiga saat ini mungkin masih terdengar seperti sebuah fiksi, tapi di masa depan siapa yang bisa menjamin perang itu nggak akan terjadi?? Kalau nggak waspada, betul kata Prabowo kita bisa saja dipecundangi. Apalagi di masa depan, perang bukan lagi hanya bermodalkan senjata AK 47 yang sudah sangat old school itu. Tapi bisa jadi pakai senjata pemusnah masal dan senjata biologi.

Nah kalau kita sudah mengamini kekhawatiran Prabowo akan potensi perang yang bisa terjadi di Indonesia, kita-kira negara mana aja sih yang berpotensi jadi musuh kita?

Melalui analisis yang dilakukan secara nggak serius-serius amat, setidaknya ada lima negara yang punya potensi perang dengan Indonesia. Lima negara itu adalah:

Timor Leste

Timor Leste adalah negara yang paling punya hak untuk mendeklarasikan perang ke Indonesia. Kenapa? Ya karena Indonesia punya dosa berdarah-darah di sana lah.

Kalau kita percaya karma dan pepatah apa yang kita tanam itu yang kita tuai, maka kita harus siap-siap jika harus diperangi timor leste sebagai upaya (((balas dendam))) mereka hehe hehe.

China

China adalah negara kedua yang bisa jadi berpotensi memerangi Indonesia karena… sakit hati diselingkuhi kerjasama ekspor-impor sama Indonesianya dibubarkan sepihak oleh Indonesia.

Sebagai seorang realis, kita tahu sendiri Prabowo akan sangat menjunjung tinggai prinsi berdikari alias berdiri di atas kaki sendiri.

Kalau Indonesia memutuskan menjadi negara autarki (negara yang memenuhi segala kebutuhannya sendiri). China pasti akan marah besar karena jadi negara yang merasa paling dirugikan oleh sebab China adalah pemasok barang impor terbesar ke Indonesia.

Baca juga:  Betapa Realisnya Prabowo dan Liberalisnya Jokowi

Kalau sudah sakit hati, tau kan apa yang bakal terjadi? Hahahaha.

Amerika Serikat

Sama halnya dengan China, Amerika Serikat juga punya potensi berbalik melawan Indonesia jika Indonesia menerapkan kebijakan menghapus semua investasi asing di Indonesia.

Amerika Serikat pasti akan sangat marah dan kecewa kalau hal itu terjadi karena nilai investasi AS di Indonesia sangat tinggi. Apalagi jika pemutusan investasi itu dilanjut dengan melakukan nasionalisasi terhadap perusahaan-perusahaan asing.

Selain perang fisik, saya jamin Indonesia juga terancam akan kena gelombang protes dari masyarakat Internasional, dan embargo ekonomi seperti yang pernah dilakukan oleh AS kepada Iran sebelumnya hahahaha.

Malaysia

Sudah bukan rahasia lagi kalau kita punya hubungan meriang alias panas dingin dengan Malaysia. Berkali-kali bermasalah gara-gara saling klaim budaya hingga rebutan pulau, Malaysia akan jadi negara yang punya potensi tinggi memerangi Indonesia.

Alasan terbesar Malaysia memerangi Indonesia sebenarnya bukan karena suka rebutan-rebutan itu sih. Tapi karena dia adalah negara yang paling dekat dari kita. Hmm?? Kok bisa??

Yha karena orang yang paling berpotensi menyakiti kita adalah orang-orang terdekat kita lachh. Masa gitu aja kamu nggak tau :’(

Indonesia

Eh? Perang sama negara sendiri? Emang bisa?

Ya bisa lahhh.

Sekarang aja udah banyak kok konflik horizontal yang terjadi. Contoh kecilnya, penolakan tinggal bersama orang beda agama. Contoh besarnya? Gerakan populisme yang hanya mau mengakui orang yang punya identitas social dan politik sama. Menjelek-jelekan minoritas, dan anti sama imigran.

Itu baru konflik horizontal. Ancaman konflik vertical juga akan terjadi ketika negara terus menerus merepresi warga negaranya, menolak kebebasan pers, membuat kebijakan diskriminatif, melakukan pembangunan yang tidak bekelanjutan, dan mencederai hak asasi manusia.

Itu terjadi di Indonesia? IYAAA. Ada potensi kita memerangi negara kita sendiri kalau tidak segera introspeksi 🙁 Hiii seram, amit-amit jabang bayi.