Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Malam Jumat

Penumpang Hantu Ojek Online yang Belum Bayar

Redaksi oleh Redaksi
27 Desember 2018
A A
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Baru saja aku mengerem motor ojek online yang kukendarai, spionku tidak lagi menunjukkan bayangan siapapun. Mbak Sarah sudah menghilang. Loh, loh, ke mana Mbak Sarah???

Sebagai driver ojek online, aku sudah bertemu dengan banyak penumpang berbagai karakter. Ada yang suka bercerita dan bertanya, ada pula yang lebih memilih diam dan bilang, “Terima kasih” saat tiba di tempat tujuan. Lokasi pengantaran pun beraneka rupa, mulai dari gedung perkantoran yang ramai, mal yang glamor, hingga rumah-rumah kecil di perbatasan antarkampung.

Selama ini pula aku sudah berbagi cerita dengan sesama driver ojek online lainnya. Cerita-cerita mereka, mulai dari yang lucu hingga horor sekalipun, sudah aku lahap sampai kenyang. Kadang-kadang mereka bersemangat sekali berkisah soal order-an misterius yang masuk di hape. Umumnya, mereka mendapat pesanan membeli makan dari aplikasi, tapi waktu diantar ke alamat pengiriman, ternyata rumahnya kosong atau bahkan tak bisa ditemukan. Horor, sih, tapi itu kan bisa saja kerjaan orang iseng. Ya, kan?

Maka dari itu, aku tak terlalu takut hal serupa terjadi padaku. Mimpi saja tidak!

Malam itu, pukul 7 malam, jalanan Surabaya masih ramai dan padat. Sebuah pesanan ojek online masuk ke hapeku dengan mendadak—minta dijemput di sebuah rumah sakit yang lokasinya tepat di sebelah mal besar di tengah kota. Daerah sekitar rumah sakit tentu saja ramai—bangunannya ada di tepi jalan raya.

Berangkatlah aku dengan segera. Si pemesan ini bernama Sarah, menunggu tepat di depan rumah sakit, pinggir jalan raya. Begitu melihatnya, aku langsung menyapanya. Sebagai driver, aku ingin penumpangku merasa nyaman. Itulah kenapa, aku sedikit menundukkan pandanganku dan tak berniat mengajaknya mengobrol banyak-banyak atau bersikap sok akrab.

Mbak Sarah ini sekilas tampak cantik. Rambut hitamnya panjang melebihi bahu, lurus. Aku tidak ingat bagaimana rupanya karena memang tak terlalu memandang wajahnya—takut dia merasa risih. Motorku adalah motor laki-laki yang joknya sedikit meninggi di bagian belakang. Aku takut Mbak Sarah merasa tak nyaman, jadi kutanya secara singkat, “Maaf, Mbak, apakah Mbak nyaman dengan motor begini?”

Mbak Sarah mengangguk.

Lalu naiklah ia ke atas motorku. Sebelum menarik gas, aku bertanya lagi, “Lokasinya sudah sesuai aplikasi, ya, Mbak?”

Dari kaca spion, aku melihat ia mengangguk.

Kami berjalan menembus macetnya Surabaya saat itu. Berkali-kali kulihat rambut Mbak Sarah bergerak tertiup angin, tapi tak sekalipun aku mencoba mengajaknya mengobrol kembali.

Berdasarkan alamat yang ditunjukkan hape, jalanan rumah Mbak Sarah cukup berliku, bahkan masuk-masuk ke banyak gang kecil. Dari rumah sakit tadi, jarak yang kami tempuh mungkin lebih dari setengah jam—empat puluh lima menit kalau kau menghitung waktu macetnya. Mbak Sarah masih diam saja di belakangku. Agaknya, ia tipe penumpang yang memercayakan penuh kemampuan driver-nya untuk membaca Maps tanpa perlu ia pandu lagi dan lagi.

Sampailah kami ke sebuah gang. Rumahnya ada di perumahan, dengan gang yang sedikit gelap karena ada lampu jalan yang mati. Maps di hapeku menunjukkan lokasi pengantaran berada di ujung gang—rumah bercat kuning pudar.

Baru saja aku mengerem motorku, spionku tidak lagi menunjukkan bayangan siapapun. Aku menoleh. Mbak Sarah sudah menghilang. Loh, loh, ke mana Mbak Sarah???

Iklan

Aku turun dari sepeda motor, melongok-longok ke dalam rumah. Apakah tadi ia sudah turun terlalu cepat sampai-sampai aku tidak menyadarinya? Tapi, kenapa aku tidak sadar, padahal kalau penumpang di motorku turun kan seharusnya aku tahu???

“Mbak Sarah? Mbak Sarah?” Aku mencoba memanggil-manggil ke dalam rumah. Rasa penasaran mendorongku untuk maju mendekati pintu rumah.

Agak lama, akhirnya seorang pria keluar dari rumah sebelah. Aku dipanggil dengan segera. Katanya, “Hey, Mas, Mas, ngapain di situ?”

“Ini, Pak,” sahutku, “tadi saya habis mengantar orang ke rumah ini, tapi kok orangnya malah tahu-tahu udah turun, ya. Saya lagi nungguin mbaknya ini.”

“Loh, Mas,” si Bapak tampak agak ketakutan, “Ini kan rumahnya udah kosong, Mas. Udah kosong lama, sejak tiga tahun yang lalu.”

Ada hening panjang di antara kami berdua. Tiba-tiba, aku merasakan merinding yang luar biasa, sampai-sampai aku memilih untuk pamit pada si Bapak dan kembali ke motor untuk pergi kembali mencari order-an yang lain.

Tapi sial, batinku, si Mbak Sarah yang mungkin saja hantu itu kok, ya, belum bayar! Rugi aku!  (A/K)

Terakhir diperbarui pada 12 Agustus 2021 oleh

Tags: cerita horordriverhantuojek onlinerumah sakit
Redaksi

Redaksi

Artikel Terkait

Akhiri Kemitraan Semu, Saatnya Lindungi Hak Ojol melalui Kategori Pekerja Ketiga MOJOK.CO
Esai

Akhiri Kemitraan Semu, Saatnya Lindungi Hak Ojol melalui Kategori Pekerja Ketiga

25 Juli 2026
penyakit, cuci darah.MOJOK.CO
Sehari-hari

‘Gaji Habis buat Cuci Darah’ – Yang Perlu Kamu Ketahui soal “Tren” Penyakit Lansia yang Menyerang Generasi Muda

19 Juni 2026
Catatan Lulusan S2 yang Jadi Driver Maxim: Mempraktikkan Ilmu Pemerintahan Tanpa Birokrasi MOJOK.CO
Esai

Catatan Lulusan S2 yang Jadi Driver Maxim: Mempraktikkan Ilmu Pemerintahan Tanpa Birokrasi

13 Mei 2026
Menormalisasi memberi bintang 5 ke driveri ojek online (ojol) meski tidak memuaskan. Bintang 1 bikin rezeki mereka seret MOJOK.CO
Catatan

Ngasih Bintang 5 ke Driver Ojol meski Tidak Puas Tak Rugi-rugi Amat, Tega Hukum Bintang 1 bikin Sengsara Satu Keluarga

2 Mei 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Saat cerita/sambat ke teman berujung adu nasib dengan kalimat maut "Kamu masih mending". Meresponsnya dengan pura-pura tolol ternyata menyenangkan MOJOK.CO

Niat Cerita ke Teman Berujung Adu Nasib: Pura-pura Tolol saat Teman Bilang “Kamu Masih Mending” Ternyata Menyenangkan

6 Agustus 2026
Elang Jawa terbang bebas di Gunung Gede Pangrango, tapi masih berada dalam ancaman MOJOK.CO

Konsultasi Publik di Bandung Hasilkan Masukan Strategis Konservasi Elang Jawa 2026-2036

3 Agustus 2026
Perjuangan orang haven't ingin jadi mahasiswa baru (maba) tanpa sponsor orang tua melalui beasiswa KIP Kuliah MOJOK.CO

Nasib Orang Haven’t: Ingin Jadi Maba Tanpa Sponsor Orang Tua, Harus Alami Kerja di Warung Mie Ayam 16 Jam Upah 30 Ribu

7 Agustus 2026
Polemik IKAPI DIY dan toko buku Jogja perihal harga murah MOJOK.CO

Narasi “Harga Murah” Pameran Buku IKAPI DIY Singgung Toko Buku Jogja, Kalimat yang Tidak Seharusnya Keluar

5 Agustus 2026
Sri Sultan HB X dan Dubes Qatar siapkan kejutan program event di Yogyakarta dari kerja sama di bidang kesenian dan kebudayaan MOJOK.CO

Usai Temui Sri Sultan HB X, Dubes Qatar Siapkan Kejutan Program Event Kebudayaan di Yogyakarta

3 Agustus 2026
Seporsi kekalahan anak laki-laki pekerja swasta di Surabaya: merasa gagal karena kerja gaji kecil pas-pasan, tak kunjung sanggup ringankan beban orang tua di masa tua MOJOK.CO

Seporsi Kekalahan Anak Laki-laki: Kerja Ngoyo tapi Masih Begini-begini Saja, Tak Sanggup Ringankan Beban Ortu di Masa Tua

3 Agustus 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.