Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Urban

Derita Anak Punya Warisan Banyak dari Ortu tapi Warisan Utang, Hidup Berantakan buat Melunasi

Muchamad Aly Reza oleh Muchamad Aly Reza
11 Maret 2026
A A
Derita anak punya warisan utang dari orang tua MOJOK.CO

Ilustrasi - Derita anak punya warisan utang dari orang tua. (Ega Fansuri/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Pura-pura baik-baik saja padahal berantakan

Urusan warisan utang orang tua tersebut membuat kehidupan Shofwan dan sang adik benar-benar berantakan. 

Sebelum sang bapak meninggal, Shofwan sebenarnya sudah merencanakan untuk melamar sang kekasih, untuk nantinya lanjut ke jenjang pernikahan. Namun, acara lamaran tersebut dibatalkan. 

“Di tengah jalan juga aku memutuskan untuk mengakhiri hubungan. Umur udah kepala tiga, dia perempuan, dikejar-kejar keluarga buat segera nikah. Nunggu hidupku membaik dalam situasi seperti itu rasa-rasanya nggak mungkin. Jadi kuminta dia buat cari yang lebih mapan aja lah,” tutur Shofwan. 

Sementara sang adik, yang harusnya punya banyak kesempatan atau melakukan banyak hal di remaja seusianya, harus turut kalut dalam beban seberat itu. 

Tidak ada yang baik-baik saja antara Shofwan dan sang adik. Jelas sangat capek dan sumpek. Tidak jarang Shofwan dan sang adik saling meratap dan menangis saat sedang ada momen berdua: entah di kursi Indomaret atau di tepi kali saat mereka mancing berdua. 

“Tapi di hadapan ibu, kami sepakat untuk jangan sambat apapun. Harus kelihatan baik-baik saja. Bikin hati dia ayem,” ucap Shofwan. 

Sering kali sang ibu, karena merasa bersalah, menangis dan meminta maaf karena alih-alih memberi warisan harta, orang tua justru membebani dengan utang besar. Nyesek, jelas. Tapi Shofwan mencoba menghibur sang ibu, mengatakan kalau semuanya bakal teratasi. Utang-utang bapak bakal lekas lunas. 

Minimal belum mantap bunuh diri

Ada masanya ketika Shofwan dan adiknya merasa marah meletup-letup kepada sang bapak yang sudah terbaring di liang lahad. Kemarahan yang sulit dijelaskan. 

Di momen itu, tidak jarang Shofwan berpikir untuk mengakhiri hidup saking tidak kuatnya memanggul beban utang tersebut. 

“Ya butek aja pikiranku. Kalau lagi jernih ya mikir lagi, kasihan ibu dong kalau aku bunuh diri. Apalagi dia juga sama kayak aku, nggak tahu menahu utang bapak semasa hidup itu dibuat apa saja. 

“Kalau adikku lebih dewasa lagi. Dia mengasumsikan, utang-utang bapak itu ya buat biaya kuliahku dulu, biaya sekolah adik, dan keperluan rumah tangga lain. Itu yang membuat kami dan ibu nggak merasa kekurangan ekonomi. Jadi ya kalau memang akhirnya begini, mau diapain lagi kalau nggak dijalani?” lanjut Shofwan. 

Sampai saat ini, Shofwan mengaku masih kerap mendapat bisikan untuk mengakhiri hidup. Terutama saat pundaknya terasa semakin berat dan pikirannya teramat butek. Untungnya, minimal hingga saat ini, bisikan itu belum berhasil membuatnya merasa “mantap” untuk menenggak racun serangga. Dorongan untuk melanjutkan hidup masih lebih kuat meski harus dengan tubuh “terkoyak-koyak”. 

Penulis: Muchamad Aly Reza

Editor: Ahmad Effendi

Iklan

BACA JUGA: Mengorbankan Masa Muda demi Hidupi Orang Tua Miskin dan Adik “Hama”, Tapi Tetap Dihina Keluarga atau liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan

Halaman 2 dari 2
Prev12

Terakhir diperbarui pada 12 Maret 2026 oleh

Tags: ahli warisanak tanggung utang orang tuapembagian warisanpilihan redaksiWarisanwarisan orang tuawarisan utang
Muchamad Aly Reza

Muchamad Aly Reza

Jurnalis Mojok.co asal Rembang, Jawa Tengah. Pernah belajar di S1 Sejarah Peradaban Islam Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel Surabaya. Banyak menulis isu sosial, keislaman dan spiritualitas, pendidikan kritis, dan realitas sehari-hari. Mengisi waktu dengan membaca buku, nonton film, dan traveling.

Artikel Terkait

Romantisasi bunuh diri di Jembatan Cangar Mojokerto harus dihentikan MOJOK.CO
Catatan

Ironi Jembatan Cangar Mojokerto: Berubah Jadi Titik Bunuh Diri Gara-gara Salah Kaprah Diromantisasi hingga Menginspirasi

24 April 2026
mabar game online.MOJOK.CO
Catatan

Nongkrong Makin Membosankan dan Toksik Semenjak Teman Cuma Sibuk Main Game, Saya Dibilang Spaneng dan “Nggak Asyik” karena Tak Ikut Mabar

23 April 2026
Omong kosong berkebun untuk slow living di desa. Punya kebun di desa justru menderita karena tanaman dirampok warga MOJOK.CO
Catatan

Kena Mental Punya Kebun di Desa: Hasil Berkebun Tak Bisa Dinikmati Sendiri, Sudah Dirampok dan Dirusuhi Masih Digalaki

23 April 2026
Guru PPPK Paruh Waktu, honorer.MOJOK.CO
Sekolahan

Guru, Profesi yang Dihormati di Desa tapi Hidupnya Sengsara di Kota: Dimuliakan Seperti Nabi, Digaji Lebih Kecil dari Kuli

23 April 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Penyebab Tokoh Agama dan Kaum Intelektual Melakukan Pelecehan Seksual MOJOK.CO

Penyebab Tokoh Agama dan Kaum Intelektual Melakukan Pelecehan Seksual

20 April 2026
Kebusukan Mahasiswa FH UI Membuka Luka Lama Para Penyintas, Tak Ada yang Lebih Aman dari “Rahim” seorang Ibu bagi Korban Kekerasan Seksual MOJOK.CO

Bayangkan Kalau Korban adalah Ibumu, Itu Nasihat Paling Nggak Guna bagi Pelaku Kekerasan Seksual

19 April 2026
Tips Makan Soto Bening Jogja bagi Para Pendatang yang Selalu Gagal Menikmatinya Mojok.co

Tips Makan Soto Bening Jogja bagi Para Pendatang yang Selalu Gagal Menikmatinya

24 April 2026
Derita anak pintar dan siswa berprestasi yang hidup dalam kemiskinan di desa. Tak dapat dukungan pendidikan dari orang tua MOJOK.CO

Jadi Anak Pintar di Desa Tanpa Privilege Sia-sia: Ortu Tak Dukung Pendidikan, Lulus Sekolah Dipaksa Nikah dan Bekerja

22 April 2026
Derita guru CLC di Malaysia. MOJOK.CO

WNI Jadi Guru di Luar Negeri Dapat Gaji 2 Digit, Pulang ke Indonesia Malah Sulit Kerja

23 April 2026
Tukang pijat.MOJOK.CO

Lulusan Akuntansi Banting Setir Jadi Tukang Pijat: Dihina “Nggak Keren”, tapi Dapat Rp200 Ribu per Hari, Setara 2 Kali UMR Jogja

24 April 2026

Video Terbaru

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

11 April 2026
Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

9 April 2026
Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.