Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Urban

Toilet Umum di Jakarta Jadi Saksi Ketololan Pria Ibu Kota, Cuma karena Nonton Girl Band Idola dan Alasan Capek Kerja

Muchamad Aly Reza oleh Muchamad Aly Reza
10 Februari 2026
A A
Toilet umum di Jakarta saksi bejat laki-laki otak mesum MOJOK.CO

Ilustrasi - Toilet umum di Jakarta saksi bejat laki-laki otak mesum. (Ega Fansuri/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Entah kesumpekan seperti apa yang memenuhi isi kepala orang-orang di Jakarta. Sehingga tak ada kecanggungan untuk melampiaskan hasrat berupa tindakan tidak senonoh di fasilitas publik. Ada yang terang-terangan. Ada juga yang sembunyi-sembunyi. Toilet umum, menjadi salah satu ruang yang kerap dijadikan aktivitas menjijikkan tersebut. 

Peringatan: Konten ini mengandung unsur disturbing dan bisa memicu trauma atas tindakan asusila di ruang publik. Tidak disarankan untuk lanjut membaca jika dalam kondisi rentan. Konten ini juga tidak untuk membenarkan aktivitas tidak senonoh. Tapi sebagai gambaran nyata, betapa orang-orang tidak bertanggung jawab (predator seksual) masih berkeliaran. Agaknya perlu pengawasan lebih ketat agar tidak meresahkan publik. 

Toilet umum venue olahraga, saksi otak mesum yang tidak bisa sedikit saja melihat pakaian terbuka

Ada banyak “hal tak terduga” saat saya bertugas di Jakarta pada Januari 2026 lalu. Salah satunya adalah, seorang petugas kebersihan di sebuah venue olahraga sampai harus “coret-coret” pintu toilet gara-gara ulah pengunjung berotak mesum. 

Saat tengah buang air besar di salah satu bilik toilet umum di venue, saya langsung tercuri dengan tulisan tangan menggunakan spidol yang terlihat masih baru: DILARANG COLI!!!

Larangan itu ditulis di bawah imbauan: Duduklah di kloset dengan benar, Dilarang jongkok di kloset duduk, dan Dilarang berdiri di atas kloset duduk. 

Toilet umum di Jakarta saksi bejat laki-laki otak mesum MOJOK.CO
Toilet umum di Jakarta saksi bejat laki-laki otak mesum. (Aly Reza/Mojok.co)

Karena penasaran, saya lalu mengecek satu persatu pintu di bilik-bilik lain. Ternyata tidak ada larangan serupa perihal kelakuan tidak senonoh tersebut. 

“Kayaknya beberapa waktu lalu memang ada petugas yang nemu bekas mastrubasi berserakan di dalam,” ucap seorang petugas kebersihan saat saya mintai keterangan. 

Memang, dalam sebuah event yang berlangsung seminggu di venue tersebut, petugas kebersihan tampak nyaris tanpa jeda dari pekerjaannya. Beberapa saat setelah pengunjung masuk toilet, petugas kebersihan akan masuk untuk membersihkan. Maka bekas mastrubasi (yang masih baru) jelas saja mudah teridentifikasi. 

“Kalau dibilang sering, kurang paham sih, Mas, kalau di sini. Cuma kalau di Jakarta, yang kayak begitu memang sudah sering. Apa ya, orang-orang yang otaknya mesum kan memang nggak bisa gitu ngelihat lawan jenis dengan pakaian terbuka. Padahal ya biasa saja,” ucap si petugas kebersihan sebelum akhirnya. 

Bau pandan di toilet-toilet umum selepas konser

Saya menceritakan apa yang baru saya lihat dan dengar ke beberapa kenalan selama bertugas di Jakarta: mereka asli Jakarta, atau paling tidak sudah lama kerja di Ibu Kota. 

Kata mereka, mastrubasi di fasilitas publik di Jakarta bukan hanya terjadi transportasi umum di KRL, MRT, atau TransJakarta. Walaupun, bagi mereka, itu memang tolol maksimal. 

Mereka sebenarnya tidak mau menyalahkan kebiasaan mastrubasi tersebut. Asal, lakukanlah di kamar atau kamar mandi kosmu sendiri! Jangan dilakukan di fasilitas publik. 

“Ini sering kutemui. Misalnya habis konser grup girl band berisi gadis-gadis muda yang basis fans cowoknya cukup gede dan militan, itu di toilet-toilet umum deket venue konser mesti ‘bau pandan’. Fantasinya udah nggak tertolong,” ujar salah satu dari mereka. 

Jelas mereka merasa kesal bukan main. Satu, bikin tidak nyaman pengguna toilet umum karena baunya yang anyir menyengat. Dua, menjadi gambaran betapa masih banyak orang begitu menikmati menjadi pelaku pelecehan seksual. 

Iklan

Setengah sadar atas ketidaktahanan hasrat

Dari cerita-cerita tersebut, saya kemudian menemukan sebuah grup di Facebook yang isinya berbagi pengalaman “mastrubasi di tempat umum” antarpenghuni grup. 

Percakapan dan status yang termuat di sana jelas sangat disturbing. Jika dirangkum, kira-kira begini alasan-alasan dan sensasi yang mereka rasakan ketika melakukan mastrubasi di tempat umum (termasuk toilet): 

  1. Tidak tahu bagaimana mulanya. Tapi melakukan perbuatan tidak senonoh di tempat umum tersebut bisa memberi sensasi adrenalin yang berpacu dengan hasrat seksual yang memuncak. Hasilnya adalah kelegaan. Bisa melepas kepenatan. 
  2. Tidak berani di tempat terbuka, akhirnya mencari tempat-tempat tidak terlihat, seperti toilet, sudut taman, dan titik-titik lain yang tidak terjangkau penglihatan publik (setengah sadar). Dipicu hanya karena melihat lawan jenis yang lebih menawan. Karena mustahil menjangkau mereka, maka fantasi liar menjadi satu-satunya yang bisa dilakukan. 
  3. Merasa lebih leluasa melakukan tindakan senonoh itu justru di luar rumah. Karena jika di rumah. Lebih takut ketahuan keluarga sendiri ketimbang ketahuan orang yang tidak dikenal. 

Seperti tidak ada ruang aman bagi perempuan

Berpakaian terbuka, sebenarnya tidak lebih karena persoalan kenyamanan dan tren fashion. Apa yang salah dengan itu? Kira-kira begitu kata dua perempuan pekerja Jakarta yang kemudian saya wawancara. 

Jangankan yang terbuka, yang berpakaian tertutup saja tetap tidak luput dari sasaran menjadi objek pelecehan seksual kok. Mojok pernah menulis laporan soal bagaimana situasi di transportasi umum Jakarta: agak mengerikan bagi perempuan. 

Bayangkan, hanya karena berpakaian terbuka, atau karena bagian tubuh tertentu dari seorang perempuan, lalu lelaki yang meletakkan otaknya di selangkangan merasa terpancing hasratnya.

“Kayak nggak ada ruang aman gitu bagi perempuan. Misalnya aku, di Jakarta, kalau lagi jalan kaki gitu ada aja laki-laki (entah pekerja kantoran, ojol, atau cowok-cowok random, kayak ngelihatin terus. Tatapan matanya bikin bergidik,” ucap salah seorang (pekerja perbankan di Jakarta Selatan usia 27-an) yang saya wawancara tersebut. 

“Ya kita nggak bisa kontrol sih emang nafsu orang lain gimana. Dan aku nggak punya otoritas buat nyeramahin. Aku cuma ngerasa kesel aja, karena praktik mesum dilakukan secara terang-terangan gitu. Belum lagi ya, ada fetish orang suka nunjukin kemaluannya ke lawan jenis. Najis. Kayak tolol aja gitu,” sementara begitu komentar satu perempuan lainnya (staf administrasi usia Rp24 tahun di sebuah kantor Jakarta Pusat).

Penulis: Muchamad Aly Reza

Editor: Ahmad Effendi

BACA JUGA: Kengerian Perempuan saat Naik Transportasi Umum di Jakarta, Bikin Trauma tapi Tak Ada Pilihan dan Tak Dipedulikan atau liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan

Terakhir diperbarui pada 10 Februari 2026 oleh

Tags: fasilitas publik jakartafetish anehjakartamastrubasimesum di ruang publikmesum di toiletpelecehan seksualpelecehan seksual jakartatoilet umum jakarta
Muchamad Aly Reza

Muchamad Aly Reza

Jurnalis Mojok.co asal Rembang, Jawa Tengah. Pernah belajar di S1 Sejarah Peradaban Islam Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel Surabaya. Banyak menulis isu sosial, keislaman dan spiritualitas, pendidikan kritis, dan realitas sehari-hari. Mengisi waktu dengan membaca buku, nonton film, dan traveling.

Artikel Terkait

karet tengsin, jakarta. apartemen, kpr MOJOK.CO
Urban

Bagi Pekerja Bergaji Dua Digit “Nanggung” di Jakarta, Menyewa Apartemen di Tengah Kota Lebih Baik Ketimbang Ambil KPR di Pinggiran

9 Februari 2026
Masturbasi di KRL dan TransJakarta: Maskulinitas Kota dan Tubuh yang Terjepit di Ruang Publik MOJOK.CO
Esai

Masturbasi di KRL dan TransJakarta: Maskulinitas Kota dan Tubuh yang Terjepit di Ruang Publik

4 Februari 2026
kos di jakarta.MOJOK.CO
Sehari-hari

Ngekos Bareng Sepupu yang Masih Nganggur Itu Nggak Enak: Sangat Terbebani, tapi Kalau Mengeluh Bakal Dianggap “Jahat”

3 Februari 2026
karet tengsin, jakarta. apartemen, kpr MOJOK.CO
Urban

Karet Tengsin, Gang Sempit di Antara Gedung Perkantoran Jakarta yang Menjadi Penyelamat Kantong Para Pekerja Ibu Kota

3 Februari 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Balai Penjamin Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Sumatera Selatan menjadikan peringatan Hari Ulang Tahun ke-42 sebagai momentum strategis untuk memperkuat ekosistem pendidikan yang inklusif dan kolaboratif MOJOK.CO

BPMP Sumsel Bangun Ekosistem Pendidikan Inklusif Melalui Festival Pendidikan

7 Februari 2026
Dat, pemuda dengan 3 gelar universitas putuskan tinggalkan kota demi bangun bisnis budidaya jamur di perdesaan MOJOK.CO

Cabut dari Kota Tinggalkan Perusahaan demi Budidaya Jamur di Perdesaan, Beberapa Hari Raup Jutaan

4 Februari 2026
Ormas Islam Sepakat Soal Board of Peace: Hilangnya Suara Milenial dan Gen Z oleh Baby Boomers MOJOK.CO

Ormas Islam Sepakat Soal Board of Peace: Hilangnya Suara Milenial dan Gen Z oleh Baby Boomers

6 Februari 2026
Hanya Orang “Tidak Waras” yang Mau Beli Suzuki APV MOJOK.CO

Misteri Adik Saya yang Berakal Sehat dan Mengerti Dunia Otomotif, tapi Rela Menebus Suzuki APV yang Isinya Begitu Mengenaskan

5 Februari 2026
Gabung LPM/Persma demi jadi wartawan/jurnalis karena tampak keren. Kini menyesal setelah kerja di media online daerah dengan gaji rendah MOJOK.CO

Sesal Kerja Jadi Wartawan, Label Profesi Keren tapi Realitasnya Jadi Gembel dan Simbol Anak Gagal di Keluarga

10 Februari 2026
Tabungan penting, tapi mahasiswa Jogja yang masih harus irit demi makan kesulitan menabung

Tabungan Itu Penting, Tapi Mahasiswa Jogja yang Masih Harus Gali Lubang Tutup Lubang Demi Makan Mana Bisa

10 Februari 2026

Video Terbaru

Hutan Jawa dan Dunia yang Pernah Bertuah

Hutan Jawa dan Dunia yang Pernah Bertuah

7 Februari 2026
Tanaman Lokal Indonesia dan Upaya Merawat yang Terlupakan

Tanaman Lokal Indonesia dan Upaya Merawat yang Terlupakan

4 Februari 2026
Zainal Arifin Mochtar dan Suara Kritis di Tengah Politik Hari Ini

Zainal Arifin Mochtar dan Suara Kritis di Tengah Politik Hari Ini

3 Februari 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.