Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Urban

Makan Mie Ayam, “Quality Time” Orang Surabaya dan Balas Dendam Terbaik untuk Melampiaskan Getirnya Hidup

Aisyah Amira Wakang oleh Aisyah Amira Wakang
25 Februari 2026
A A
Mie ayam surabaya untuk quality time. MOJOK.CO

ilustrasi - mie ayam pilihan orang Surabaya untuk menghabiskan waktu bersama sahabat. (Ega Fansuri/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Mie ayam jadi pilihan orang-orang Surabaya untuk menikmati quality time bersama sahabat. Mengungkapkan emosi yang tak bisa diutarakan lewat kata-kata, hingga terurai bersama gurihnya rasa.

***

Bukan rahasia lagi kalau mie ayam jadi salah satu comfort food di Indonesia, yakni jenis makanan yang memberikan kenyamanan saat menyantapnya. Mie ayam juga dipercaya dapat membangkitkan mood atau pelipur lara saat sedih.

Seorang profesor pemasaran di University of South Carolina, Stacy Wood menemukan fakta menarik soal alasan orang memilih comfort food ketika mengalami gejolak dalam hidup. Melansir dari BBC, mereka biasanya cenderung memilih makanan yang belum pernah dicoba. Namun, hal itu terbantahkan ketika ternyata mereka lebih banyak memilih keripik kentang yang populer dibanding jenis makanan baru. 

“Mereka pikir orang dengan kehidupan stabil memiliki kemungkinan lebih besar untuk menjajal makanan-makanan baru, tapi ketika situasi menjadi sulit, mereka justru tidak mengikuti aturan itu,” ujar Stacy dikutip dari BBC, Rabu (25/2/2026).

Perempuan, kata dia, juga cenderung menyantap comfort food ketika suasana hati mereka sedang tidak baik. Begitu pula Santi–bukan nama sebenarnya, perempuan asal Surabaya yang menjadikan mie ayam sebagai comfort food utama saat kehidupannya sedang tidak baik-baik saja.

Alasan sederhana orang Surabaya menyukai mie ayam 

“Aman, Ji?” ujar saya saat mengirimkan sebuah pesan ke Santi lewat WhatsApp, Senin sore (23/2/2026).

“Aman,” jawab Santi selang beberapa menit sembari mengirimkan post a picture (pap) berupa mie ayam.

Melihat pesan Santi, saya tahu jika jawaban ‘aman’ dari dirinya hanyalah formalitas dan ada makna mendalam di balik foto mie ayamnya itu. Kebiasaan ini saya ketahui sejak kami bermain bersama saat SMA.

Bagi kami, mie ayam adalah “obat penenang” dari segala masalah. Baik saat stres karena keluarga, masalah sekolah, kuliah, kerja, hingga tantangan menghadapi fase dewasa. Dulu, saat seragam kami masih putih abu-abu, kami suka ngandok di gerobak mie ayam langganan.

Setelah saya merantau waktu kami jadi berkurang, tapi setiap saya pulang ke Surabaya, Santi selalu mengajak saya makan mie ayam sekaligus quality time. Kami hampir tak pernah ngandok makanan selainnya, kecuali nasi goreng. Alasannya sederhana, karena harganya murah, mudah ditemui, dan rasanya yang familiar.

Mie ayam Surabaya mengutarakan yang tak bisa diutarakan

Baru-baru ini, Santi memang banyak mengalami masalah hidup. Beberapa minggu sebelum mengirim pap berupa mie ayam ke saya, ia cerita kalau adiknya mengalami married by accident (MBA). Sebagai seorang kakak, ia merasa serba salah.

Kecewa dengan diri sendiri karena tak bisa hadir sepenuhnya bersama adiknya sehingga ia harus mengalami masalah tersebut, sekaligus tak bisa melindungi adiknya yang terkena murka dari ayahnya.

Boro-boro mau membela, Santi justru kena imbas tak boleh pulang malam oleh ayahnya. Maksimal di bawah jam 21.00 WIB. Padahal, jam kerja Santi sering mengharu skan ia lembur. Alhasil, Santi memutuskan resign dan mencari pekerjaan yang lebih fleksibel.

Iklan

“Kamu nggak pulang ke Surabaya ta? Ajaken aku main, bebas soale aku saiki nganggur (Kamu nggak pulang ke Surabaya kah? Ajak aku main, bebas. Soalnya aku sekarang nganggur),” kelakarnya lewat pesan teks.

Meski tampak bercanda, saya harus menanggapinya dengan serius. Dari kejauhan, saya hanya bisa memvalidasi perasaan Santi dan mengingatkannya untuk makan. Saat itu saya tidak secara spesifik menyuruh Santi makan mie ayam, tapi ia selalu mengirim pap mie ke saya.

“Karena apa ya? Menurutku murah, bisa disantap setiap saat bahkan ada yang buka sampai malam, terus rasanya gurih, tidak terlalu manis dan asin jadi pas di lidah. Selebihnya ya karena aku senang makan mie ayam jadi mood-ku ikut happy,” jelas Santi saat saya tanya alasannya makan mie ayam.

Cocok dimakan saat badai pasti berlalu, lalang

Tak lama setelah itu, Santi mengabari saya bahwa ia sudah mendapat pekerjaan di Surabaya setelah mengirim puluhan lamaran. Saya bersyukur mendengar kabar baik darinya, tapi kemudian saya bingung kenapa dia masih mengirim pap mie ayam setiap kali saya tanya, sudah makan atau belum?

Jawabannya sederhana, “Begitulah gejolak hidup kawan, ada saja masalahnya.”

Kini, Santi memang bukan pengangguran tapi ia tergolong pegawai yang overworked and underpaid. Di Surabaya, fenomena pelik ini dapat dengan mudah dijumpai. Santi adalah salah satunya. Dengan rutinitas 10 jam bekerja, ia hanya mendapat gaji Rp2,3 juta (dibawah UMK Surabaya).

Mojok juga pernah menuliskan fenomena pekerja Surabaya yang bergaji tipis, tapi jam kerja lebih dari 8 jam, dalam artikel berjudul “Salah Kaprah tentang Kerja di Surabaya, “Tipuan” Gaji Tinggi dan Kenyamanan padahal Harus Tahan-tahan dengan Penderitaan.

Nyatanya, pilihan makan mie ayam agar bikin hati tenang tak hanya dilakukan oleh Santi dan saya. Berliana yang juga guru di salah satu sekolah Surabaya berujar mie ayam adalah menu favoritnya untuk quality time bersama sahabat.

“Sejak kelas 12 SMA, zaman-zamannya sibuk UN, memilih karier, kejar kampus impian, makan mie ayam paling cocok dimakan bareng sahabat sambil membahas masalah hidup,” kata Berliana, “kebiasaan ini juga berlanjut hingga sekarang.”

Penulis: Aisyah Amira Wakang

Editor: Ahmad Effendi

BACA JUGA: Mie Ayam Surabaya Buatan Pak Man, Tempat Saya “Berobat” setelah Lelah di Perantauan meski Pedagangnya Pendiam atau liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan

Terakhir diperbarui pada 25 Februari 2026 oleh

Tags: comfort foodmie ayammie ayam surabayaorang surabayaquality timerekomendasi makananSurabaya
Aisyah Amira Wakang

Aisyah Amira Wakang

Jurnalis Mojok.co asal Surabaya. Pernah menempuh pendidikan di S1 Ilmu Komunikasi Universitas Airlangga (Unair) Surabaya. Menaruh perhatian pada isu pendidikan, sosial, perkotaan, dan kelompok-kelompok marjinal. Di luar rutinitas liputan mengisi waktu dengan berlari dan menjelajah alam.

Artikel Terkait

Honda Scoopy membawa maut saat dipakai mudik Surabaya ke Lumajang. MOJOK.CO
Sehari-hari

Alasan Saya Bertahan Pakai Honda Scoopy untuk Mudik Surabaya-Lumajang, meski Tertipu dengan Tampang dan “Fitur” Biasa Saja yang Menyiksa

25 Februari 2026
Pekerja gila Surabaya yang melamun di Danau UNESA. MOJOK.CO
Urban

Danau UNESA, Tempat Pelarian Pekerja Surabaya Gaji Pas-pasan dan Gila Kerja. Kuat Bertahan Hanya dengan Melamun

24 Februari 2026
Siksaan naik bus ekonomi Surabaya Semarang seperti Indonesia dan Sinar Mandiri MOJOK.CO
Catatan

Siksaan di Bus Ekonomi Rute Surabaya Semarang bikin Frustrasi dan Kapok Naik Lagi: Murah tapi Harus Pasrah Jadi “Ikan Pindang” Sepanjang Jalan

22 Februari 2026
mie ayam Surabaya. MOJOK.CO
Catatan

Mie Ayam Surabaya Buatan Pak Man, Tempat Saya “Berobat” setelah Lelah di Perantauan meski Pedagangnya Pendiam

20 Februari 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

produk indomaret, private label.MOJOK.CO

Private Label Indomaret Penyelamat Hidup Saat Tanggal Tua Bulan Ramadan, Murah tapi Tak Murahan

24 Februari 2026
7 buah legendaris dalam game Blox Fruits yang jadi incaran MOJOK.CO

7  Koleksi Buah Legendaris di Game Blox Fruits yang Jadi Incaran: Tak Cuma Memperkuat, Tapi Juga Jadi Aset Berharga

24 Februari 2026
kerja di jepang, merantau.MOJOK.CO

Ironi Kerja di Jepang: Banting Tulang Hingga 5 Kali Lebaran Tak Pulang, tapi Setelah Sukses Hasilnya Tak Bisa Dinikmati

23 Februari 2026
Honda Supra X 125

Maunya Motor Matic, tapi Terpaksa Pakai Supra buat Kuliah di Fakultas “Elite” di UGM demi Menyenangkan Ayah

24 Februari 2026
Penerima beasiswa LPDP prasejahtera asal Ngawi lolos S2 di UGM Jogja (Mojok.co/Ega Fansuri)

Pernah Hidup dari Belas Kasih Tetangga, Anak Muda Asal Ngawi Lolos Beasiswa S2 LPDP UGM padahal Merasa “Tidak Pantas”

23 Februari 2026
Omong kosong menua dengan bahagia di desa: menjadi orang tua di desa harus memikul beban berlipat dan bertubi-tubi tanpa henti MOJOK.CO

Omong Kosong Menua Tenang di Desa: Menjadi Ortu di Desa Tak Cuma Dituntut Warisan, Harus Pikul Beban Berlipat dan Bertubi-tubi Tanpa Henti

21 Februari 2026

Video Terbaru

Konservasi Muria: Menjaga Hutan Tanpa Memiskinkan Warga

Konservasi Muria: Menjaga Hutan Tanpa Memiskinkan Warga

23 Februari 2026
Zine Subversif: Ar Risalah dan Masjid yang Pernah Ditakuti Negara

Zine Subversif: Ar Risalah dan Masjid yang Pernah Ditakuti Negara

21 Februari 2026
Rendra Agusta: Membaca Politik Indonesia dari Manuskrip Jawa Kuno

Rendra Agusta: Membaca Politik Indonesia dari Manuskrip Jawa Kuno

19 Februari 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.