Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Urban

Jadi Fotografer Lepas di Kota Lama Surabaya usai Lulus SMA, Gaji Tak Seberapa asal Bisa Menabung untuk Masa Depan yang Lebih Cerah

Aisyah Amira Wakang oleh Aisyah Amira Wakang
4 Juni 2026
A A
Usai lulus SMA jadi fotografer di Kota Lama Surabaya. MOJOK.CO

ilustrasi - lulus SMA jadi fotografer di Kota Lama Surabaya. (Ega Fansuri/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Sama seperti warga Indonesia lainnya yang kelimpungan mencari keajaiban 19 juta lapangan kerja, Johan (20) memilih menjadi fotografer freelance usai lulus SMA. Salah satunya di Kota Lama Surabaya.

***

Johan masih terjaga di area Taman Sejarah Kota Lama Surabaya meski jam sudah menunjukkan pukul 22.30 WIB. Ia sedang duduk sambil mengotak-atik kamera DSLR di bawah pohon saat saya dan teman-teman hendak menggunakan jasanya.

“Mas, bisa foto kami nggak ya?” tanya salah satu teman saya, Rabu (27/5/2026), yang dijawab Johan dengan anggukan.

Sebenarnya, selain Johan, ada banyak fotografer yang lalu lalang di Kota Lama Surabaya. Beberapa sibuk memotret pengunjung atau wisatawan, sementara lainnya sedang rehat di trotoar jalan.

Namun, karena Johan tak “agresif” menawarkan jasanya—entah karena masih muda atau memang pendiam—kami justru santai untuk memintanya memotret. Toh, dia memang tampak senggang.

“Orang-orang biasanya foto di depan sini Kak,” kata Johan menunjuk bangunan De Javasche Bank yang menjadi spot foto ikonik pilihan banyak orang, sembari mengatur posisi kami dengan kikuk.

Menjemput pelanggan di Kota Lama Surabaya sampai larut malam

Mulanya, kami santai saja mengikuti arahan Johan dan melakukan banyak gaya untuk difoto. Sampai kemudian saya ragu, berapa harga yang harus kami bayar untuk satu kali foto? Apakah kami bisa memilih foto-foto tersebut sesudah Johan menjepret banyak foto? Atau bagaimana, sebab ia tak menjelaskan di awal.

“Oh, untuk 3 foto harganya Rp10 ribu Kak. Hasilnya saya pindah lewat kabel Type-C ke handphone kakak,” jelas Johan kemudian.

Karena saya dan teman-teman cukup berisik dan kegirangan untuk difoto, teman saya langsung nyeletuk iseng, “boleh lah Mas, 4 foto Rp12 ribu,” ucapnya.

“Boleh Kak, saya kasih bonus saja. Jadi 4 foto bayar Rp10 ribu saja,” kata Johan yang kami pun tidak menyangka dia malah menawarkan harga murah.

Wisata Kota Lama Surabaya, Cuma Jadi Tempat Romantisasi Minim Edukasi MOJOK.CO
Kawasan wisata Kota Lama Surabaya. (Dok. Pemkot Surabaya)

Barangkali, ia sendiri senang karena kami mengajaknya ngobrol sebentar. Maklum, malam-malam di Kota Lama Surabaya memang agak sepi. Pengunjung yang membawa motor dibatasi jam malamnya hingga pukul 22.00 WIB. 

Jika bandel, ban mereka bakal digembosi satu-satu oleh petugas Dinas Perhubungan. Namun, Johan mengaku masih diperbolehkan mangkal dari pukul 15.30 WIB sampai 23.00 WIB.

Fotografer di Kota Lama Surabaya harus berpengalaman

Johan sudah 2 tahun ini jadi fotografer freelance bahkan saat dirinya masih SMA dan lulus pada 2025 kemarin. Sejak kecil ia memang suka memotret dengan gawai. Baginya, foto bukan sekadar gambar tanpa makna, melainkan momen yang diabadikan lewat karya visual. 

Iklan

Meski tak punya kamera mahal, niatnya untuk belajar fotografi tak pernah surut. Yang jelas, kata dia, fotonya harus punya cerita di dalamnya. 

Dari hobi itulah Johan mulai mencari kerja-kerja freelance di dunia fotografi seperti acara lamaran, wisuda, akad, hingga acara ulang tahun. Pelanggan yang mulanya hanya di sekitar lingkup pertemanannya saja, kini meluas. 

Wisata Kota Lama Surabaya, Cuma Jadi Tempat Romantisasi Minim Edukasi MOJOK.CO
Kawasan wisata Kota Lama Surabaya. (Dok. Pemkot Surabaya)

Sampai akhirnya ia tertarik untuk ikut komunitas dan diajak oleh temannya untuk jadi fotografer di Kota Lama Surabaya.

“Setelah aku pikir, ya oke lah aku terima, karena memang hobiku untuk mendokumentasikan sesuatu. Dan nggak ada syarat muluk-muluk, yang penting punya pengalaman. Fasilitas kameranya juga sudah disediakan. Jadi aku langsung bekerja keesokan harinya,” tutur Johan.

Hidup di Kota Pahlawan dengan upah di bawah UMK

Menurut Johan, harga jasa foto di Kota Lama Surabaya berbeda-beda tergantung dari fotografernya. Johan sendiri mematok harga Rp10 ribu untuk 3 foto, asal pelanggan tidak minta 1-2 foto saja. Dari harga tersebut, Johan bisa mendapatkan upah sekitar Rp3 juta per bulan.

“Itu pun kalau ramai pengunjung atau tambahan dari job desk di luar seperti  acara lamaran atau akad,” jelas Johan. 

Meski upahnya tak setara dengan UMK Kota Surabaya (Rp5,2 juta di tahun 2026), Johan mengaku bersyukur. Setidaknya, ia masih punya uang saku tanpa membebani kedua orang tuanya setelah lulus SMA.

“Selebihnya saya tabung untuk masa depan nanti,” kata pemuda asal Kenjeran, Surabaya itu yang punya cita-cita sebagai model di berbagai brand lokal hingga kancah nasional.

Penulis: Aisyah Amira Wakang

Editor: Muchammad Aly Reza

BACA JUGA: Perjuangan Mahasiswa USD Jogja Kuliah dari Hasil Jualan Oleh-Oleh di Tempat Ziarah, Kini Sukses Jadi Fotografer atau liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan

Terakhir diperbarui pada 4 Juni 2026 oleh

Tags: fotograferkerja di surabayakota lama surabayalulusan smapekerja freelanceSurabaya
Aisyah Amira Wakang

Aisyah Amira Wakang

Jurnalis Mojok.co asal Surabaya. Pernah menempuh pendidikan di S1 Ilmu Komunikasi Universitas Airlangga (Unair) Surabaya. Menaruh perhatian pada isu pendidikan, sosial, perkotaan, dan kelompok-kelompok marjinal. Di luar rutinitas liputan mengisi waktu dengan berlari dan menjelajah alam.

Artikel Terkait

Olive Chicken di Jogja sama saja dengan Karen Chicken di Surabaya. MOJOK.CO
Urban

Olive Chicken Menyelamatkan Lidah Orang Surabaya dari Kuliner Khas Jogja yang Overrated

6 Agustus 2026
Dari Kebun Binatang Surabaya, Kita Belajar Cara Penguasa Melakukan Social Murder MOJOK.CO
Esai

Dari Kebun Binatang Surabaya, Kita Belajar Cara Penguasa Melakukan Social Murder

31 Juli 2026
Lulus SMA nekat kerja ke Jakarta untuk jadi cleaning service. MOJOK.CO
Urban

Modal Ijazah SMA Kerja Jadi Cleaning Service di Jakarta demi Lulus Sarjana, Kini Pilih Resign untuk Keliling Indonesia

22 Juli 2026
kerja, lulusan SMA di keluarga penuh sarjana.MOJOK.CO
Sehari-hari

Cerita Lulusan SMA yang Berhasil Mapan Tanpa Ijazah S1, tapi Diam-Diam Menyesalinya dan Merasa Iri pada Sarjana

21 Juli 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Tangan-tanga pembuat apem ya qowiyyu: alasan kue tradisional khas Jatinom, Klaten, tak lekang waktu MOJOK.CO

Tangan-tangan Pembuat Apem Ya Qowiyyu: Alasan Kue Tradisional Jatinom Klaten Tak Lekang Waktu

4 Agustus 2026
Kemiskinan DIY menurun. MOJOK.CO

Jumlah Orang Miskin di Yogyakarta Berkurang, Penurunannya Jadi yang Tertinggi di Jawa pada Maret 2026

6 Agustus 2026
kekerasan di matraman, kos di jakarta.MOJOK.CO

10 Tahun Merantau Bikin Sadar, Kita Benar-benar Sendiri di Kota Orang: Adanya Teman “Benalu” dan Kalau Susah pun Haram Diketahui Ortu

3 Agustus 2026
Lolos SBM Institut Teknologi Bandung (ITB) dengan jual Tiramisu. MOJOK.CO

Seporsi Kemenangan usai Ayah Tiada: Jualan Tiramisu di Saparua sejak Remaja agar Bisa Sekolah hingga Tembus SBM ITB

3 Agustus 2026
Caffino Srikandi Merdeka Cup: turnamen sepak bola putri internasional di Kudus, momentum bakat muda Indonesia unjuk kualitas MOJOK.CO

Srikandi Merdeka Cup: Turnamen Sepak Bola Putri U-16 Level Internasional di Kudus, Momentum Unjuk Kualitas untuk Tembus Timnas

3 Agustus 2026
Cinta yang Tak Berbalas Bikin Perempuan Crush Recession hingga Belum Menikah. MOJOK.CO

Crush Recession: Jatuh Cinta Terasa Melelahkan, bikin Perempuan Malas Pacaran

4 Agustus 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.