Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan

Stasiun Tugu: Saksi Ratapan Warga Kecil di Gemerlap Ulang Tahun Jogja

Hammam Izzuddin oleh Hammam Izzuddin
7 Oktober 2023
A A
Memburu Penjelasan Logis Atas Kejadian-Kejadian Horor di Stasiun Tugu Jogja.MOJOK.CO

Ilustrasi Memburu Penjelasan Logis Atas Kejadian-Kejadian Horor di Stasiun Tugu Jogja (Mojok.co/Ega Fansuri)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Stasiun Tugu Jogja menjadi saksi kisah warga yang terpinggirkan. Keramaian dari perayaan ulang tahun Kota  Jogja ke-267 melecut mereka untuk bekerja keras.

***

Kota Jogja penuh dengan semarak pesta pada perayaan ulang tahun yang ke-267. Sabtu (7/10/2023) pagi, ketika berkendara dari arah Jalan Sudirman ke selatan menuju Jalan Margo Utomo, panggung-panggung sudah tertata perhelatan akbar malam nanti.

Tugu Pal Putih dikelilingi lampu sorot dari empat arah mata angin. Keramaian terlihat di segala penjuru. Hiruk pikuk itu terasa sampai ke selatan ketika saya sampai di parkiran Stasiun Tugu. Perayaan ulang tahun ini tampak bukan hanya menjadi magnet bagi warga Jogja, namun juga wisatawan.

Pintu masuk Stasiun Tugu padat oleh mereka yang datang dan pergi. Namun, itu menjadi berkah tersendiri bagi sosok yang setia berdiri di tepi gerbang. Ikhwan Setio (64) namanya, seorang penjual air mineral.

Lelaki asli Kauman ini sudah hampir empat tahun menjadi pedagang asongan. Pekerjaan ini ia lakoni setelah mengalami PHK pada awal pandemi. Dulu ia bekerja sebagai petugas kebersihan lewat perusahaan outsourcing di sebuah rumah sakit besar Jogja.

“Dulu kena PHK. Nggak dapat pesangon. Kudu langsung kerja lagi,” keluhnya.

Ikhwan menggambarkan semangat perayaan ulang tahun Jogja yang mengangkat tema “Tatag, Tutug, Teteg”. Tatag bermakna membangun mentalitas seseorang yang bagus dan menjadi bekal untuk menjalani tantangan. Teteg berarti membentuk ketahanan dan konsisten, ketika mendapatkan respons, kritik maupun halangan dari luar. Tutug berarti tuntas dalam menjalankan tanggung jawab.

Di usianya yang sudah tidak lagi muda, ia tetap tatag menjalani kehidupan yang berat. Ia masih ingin bekerja untuk menghidupi diri dan keluarga meski anak-anaknya pun sudah dewasa.

Lelaki ini punya tiga anak dan enam cucu. Anaknya yang merantau ke luar kota, sesekali memberi bantuan untuk hidup Ikhwan dan istri. Namun, lelaki ini memilih tidak berpangku tangan.

“Harus bergerak saya ini. Kalau nggak stres di rumah,” kelakarnya.

Stasiun Tugu: saksi masyarakat yang terpinggirkan di ulang tahun Jogja

Dulu, Ikhwan sempat mendapat tawaran dari kerabatnya untuk ikut berjualan di sebuah lapak lantai atas Teras Malioboro 1. Tawaran yang menggiurkan. Namun, ia mendengar kabar kalau di lantai atas kondisinya begitu sepi.

“Di sana itu yang hidup kan cuma lantai dasar. Akhirnya saya milih ngasong saja,” katanya.

Cuaca panas Jogja menjadi berkah tersendiri. Sebab, banyak orang yang akhirnya membutuhkan air untuk pelepas dahaga yang mudah muncul di kala terik. Terlihat satu dua wisatawan yang hendak masuk, mampir untuk membeli dagangan Ikhwan.

Iklan

“Monggo silakan, Rp5 ribu saja,” kata Ikhwan menyambut mereka.

pedagang stasiun tugu Jogja. MOJOK.CO
Ikhwan setia berjualan di depan Stasiun Tugu meski cuaca sangat terik (Hammam Izzuddin/Mojok.co)

Ikhwan melihat, Jogja saat ini sudah berbeda dengan yang ia kenal saat muda. Pembangunan semakin masif. Sementara masyarakat kecil sepertinya tidak mendapat banyak ruang untuk Sejahtera.

“Usia Jogja sudah tidak lagi muda. Lebih dari 200 tahun ya? Harapannya ya pemimpinnya lebih melindungi dan mengayomi masyarakat kecil,” harapnya.

Selanjutnya, Jogja bagi Ikhwan memang semakin elok dan indah pembangunannya. Namun, ia hanya bisa menikmatinya lewat pandangan mata. Secara dampak, ia mengaku tak merasakan manfaat dari perubahan-perubahan di sekitar kawasan Sumbu Filosofi yang belakangan banyak direvitalisasi.

“Tidak menyentuh masyarakat. Malah menggusur,” ujarnya sembari melayani pembeli yang baru keluar dari Stasiun Tugu.

Ikhwan mengaku punya kerabat yang belum lama ini menjadi korban penggusuran di daerah Kebondalem, Jogoyudan, Kota Yogyakarta. Kebondalem adalah satu lokasi strategis di dekat Tugu Pal Putih yang mengalami penataan.

Baca halaman selanjutnya… 

Mereka yang kucing-kucingan dengan petugas

Halaman 1 dari 2
12Next

Terakhir diperbarui pada 7 Oktober 2023 oleh

Tags: JogjaStasiun Tugutugu Jogjaulang tahun jogja
Hammam Izzuddin

Hammam Izzuddin

Reporter Mojok.co.

Artikel Terkait

Bukan Cuma Gaji Kecil, Pindah Kerja dari Jakarta ke Jogja Juga Mesti Siap dengan Budaya Pekewuh yang Memperlambat Kerjaan Mojok.co
Pojokan

Penyesalan Pindah Kerja dari Jakarta ke Jogja: Selain Gaji Kecil, Budaya Pekewuh Ternyata Memperlambat Kerjaan

22 Maret 2026
Ada potensi anomali ketika wisata Jogja diserbu 8,2 juta wisatawan. Daya beli rendah, tapi ada ancaman masalah MOJOK.CO
Urban

Anomali Wisata Jogja saat Diserbu 8,2 Juta Wisatawan: Daya Beli Tak Mesti Tinggi, Tapi Masalah Membayangi

19 Maret 2026
Mahasiswa UGM hidup nomaden sambil kuliah di Jogja demi gelar sarjana
Edumojok

Mahasiswa UGM Kena DO dan Tinggal Nomaden karena Kendala Ekonomi, Kini Raih Gelar Sarjana Berkat “Menumpang” di Kos Teman

17 Maret 2026
burjo atau warmindo bikin rindu anak rantau dari Jogja ke Jakarta. MOJOK.CO
Urban

Anak Rantau di Jogja Menyesal ke Jakarta, Tak Ada Burjo atau Warmindo sebagai Penyelamat Karjimut Bertahan Hidup

16 Maret 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Memelihara kucing.MOJOK.CO

Memelihara Kucing adalah Patah Hati yang Direncanakan, Tapi 1.000 Kali pun Diulang Saya Akan Tetap Melakukannya

20 Maret 2026
Selalu royal ke teman saat butuh bantuan karena kesusahan. Giliran diri sendiri hidup susah eh diacuhkan pertemanan MOJOK.CO

Kapok Terlalu Royal ke Teman: Teman Datang karena Ada Butuhnya, Giliran Diri Sendiri Kesusahan Eh Diacuhkan meski Mengiba-iba

17 Maret 2026
Gaji Cuma 8 Juta di Jakarta Jaminan Derita, Tetap Miskin dan Stres MOJOK.CO

Kerja di Jakarta dengan Gaji Nanggung 8 Juta Adalah “Bunuh Diri” Paling Dicari karena Menetap di Kampung Bakal Tetap Nganggur dan Miskin

19 Maret 2026
Kuliner khas Minang, rendang, di rumah makan Padang di Jogja rasanya berubah jadi kuliner Jawa

Nasi Padang Versi Jogja “Aneh” di Lidah, Makan Rendang Tanpa Cita Rasa Gurih dan Asin karena Dominasi Kuliner Manis Jawa

16 Maret 2026
Hidup mati pekerja Jakarta harus tetap masuk, menerjang arus dari Bekasi

Pekerja Jakarta, Rumah di Bekasi: Dituntut Kerja dan Pulang ke Rumah sampai Nyaris “Mati” karena Tumbang Mental dan Fisik

19 Maret 2026
Dosen Poltani Kupang sekaligus Ahli Peternakan dapat dana LPDP. MOJOK.CO

Getol Kuliah Peternakan Sejak Sarjana hingga S3 di Luar Negeri, Kini Bantu Para Gembala di Kupang Jadi Kaya 

18 Maret 2026

Video Terbaru

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity)

9 Maret 2026
Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

8 Maret 2026
Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

4 Maret 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.