ADVERTISEMENT

Pulang Kampung ke Wulunggunung Magelang dan Jadi Tukang Sayur Keliling, Keputusan Terbaik Mas Kris Pergi dari Jakarta yang Panas

Pulang Kampung ke Wulunggunung Magelang dan Jadi Tukang Sayur Keliling, Jadi Keputusan Terbaik Mas Kris Pergi dari Jakarta yang Panas MOJOK.CO

Suka duka jadi tukang sayur keliling

Jualan sayur pakai motor tentu saja banyak dukanya. “Kalau ban bocor sama paling sedih ya pas hujan deras,” kata Mas Kris. Dari kampungnya di kaki Gunung Merbabu, ia harus melewati jalanan berliku dan naik turun sebelum sampai di jalan yang bagus menuju Yogyakarta. 

“Tapi ya tetep senang karena demi anak istri, sama nggak dikejar-kejar bos,” katanya. Uang hasil jualan sayur ia tabung. Sebagian ia belikan tanah dan sebagian untuk beli mobil keluarga. 

ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Baru tiga tahun terakhir dia menggunakan pick up. “Ini kredit di BRI, udah jalan dua tahun, kurang satu tahun lagi,” katanya.

Rupanya Mas Kris ini merendah, di rumahnya ada satu mobil pick up yang jadi klangenan. Mobil yang ia bawa ini tergolong baru karena sebelum pandemi seingat saya dia juga sudah pakai pick up. 

“Hahaha, ya lumayan lah, Mas. Bisa untuk menghidupi keluarga. Aku sudah punya cucu satu lho, Mas,” katanya merendah ketika saya tanya pendapatannya sebagai tukang sayur keliling. 

Saat ini tak kurang dari Rp3 juta sampai Rp4 juta ia butuhkan untuk modal setiap hari belanja sayur dan bahan pokok yang akan ia jual lagi. Mas Kris juga bilang, semua barang jualannya apakah sayur atau bahan untuk memasak pasti habis setiap harinya. “Untung sedikit yang penting laris,” katanya tak mau menjawab keuntungan yang ia dapat setiap hari.

Pandangan penjual sayur soal pesta demokrasi

Ketika ditanya soal politik, Mas Kris rupanya mengikuti semua calon presiden dan wakil presiden. Di tempat tinggalnya suasana juga gayeng. Masyarakat punya jadi pendukung masing-masing. 

“Tapi nggak sampai musuhan kok, kalau saya sih sudah punya pilihan, tapi kalau nggak menang ya nggak papa. Saya akan ikut presiden yang terpilih,” katanya.

Terpenting ia ingin harga bahan pokok bisa stabil, sehingga ia mencarinya mudah dan saat menjual juga tidak kesulitan.

Penulis: Agung Purwandono
Editor: Hammam Izzuddin

ADVERTISEMENT

BACA JUGA Iwak Kali Bu Jasman, Warung Langganan Emha Ainun Najib yang Ramainya Pernah Kalahkan Soto Kadipiro

Cek berita dan artikel Mojok lainnya di Google News

Terakhir diperbarui pada 2 Februari 2024 oleh

Agung Purwandono

Jurnalis dengan pengalaman lebih dari dua dekade yang menekuni penulisan feature dan jurnalisme naratif. Punya ketertarikan pada kisah-kisah manusia yang jarang mendapat sorotan.