Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Sosok

Perjalanan Ribut Merintis Usaha Kuliner One Stop Parking di Jogja: Dibesuk Presiden SBY hingga Dapat Omset Rp50 Juta dalam Sebulan

Aisyah Amira Wakang oleh Aisyah Amira Wakang
21 Agustus 2025
A A
Pendiri One Stop Parking di Jogja, Ribut Fajariyanto. MOJOK.CO

Pendiri bisnis kuliner One Stop Parking di Jogja, Ribut Fajariyanto. (Ega Fansuri/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Sebelum ada jasa pesan antar makanan seperti GoFood, Ribut Fajariyanto (47) mengaku kepayahan dalam membuka warung One Stop Parking, bisnis kulinernya di Jogja. Berkat upayanya yang tak pernah menyerah dalam belajar, ia bisa meraih omset sebesar Rp50 juta per bulan.

Kuliner One Stop Parking di Jogja diakui Presiden SBY

Sebetulnya, Ribut tak punya kemampuan memasak yang mumpuni. Bisa dibilang, niatnya membuka One Stop Parking berawal dari ketidaksengajaan, saat Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyambangi Jogja pada tahun 2015 lalu.

Ketika itu, SBY yang menginap di Gedung Agung Jogja meminta stafnya untuk membeli Lodeh Kluwih, masakan favoritnya. Namun, pihak protokoler mengaku kebingungan karena masakan rumahan tersebut jarang dijual di warung-warung.

Kebetulan, protokoler presiden itu adalah tetangga Ribut. Ia lalu menghubungi Ribut dan bertanya, di mana ia bisa membeli Lodeh Kluwih yang enak di Jogja. Alih-alih menjawab, Ribut juga kebingungan karena selama ini ia jarang menjumpai pedagang Lodeh Kluwih.  

“Dulu, jarang sekali orang jual Lodeh Kluwih di pinggir-pinggir jalan atau warung. Nggak seramai sekarang,” ujar Ribut kepada Mojok, Kamis (20/8/2025).

Diskusi Waktunya #Berjuang 2. MOJOK.CO
Dari kiri Head of Corporate Affairs Regional Gojek Wilayah Jawa Barat, Jawa Tengah & Yogyakarta, Guntur Arbiansyah, Wakil Walikota Yogyakarta Wawan Harmawan, Ketua Umum Bidang Industri Kreatif KADIN DIY, Agus Imron, pelaku UMKM Ribut Fajariyanto. (Sumber: Humas Gojek)

Ribut yang saat itu belum punya usaha bisnis makanan pun ikut kebingungan mencari tempat rekomendasi yang enak, sementara permintaan Presiden SBY itu harus segera diantar. Tak habis ide, Ribut langsung meminta tolong mertuanya untuk memasakan Lodeh Kluwih.

“Suami mertua saya itu adalah kontraktor. Zaman dulu namanya pemborong, yang ngasih makan tukang-tukang. Nah, beberapa kali mertua saya ini suka masakin Lodeh Kluwih. Jadi saya minta beliau masakan satu panci khusus buat Pak SBY. Akhirnya cocok,” tutur Ribut.

Harus mau belajar dan selalu berinovasi

Di tahun yang sama, Ribut juga baru saja resign dari tempat kerjanya di Jakarta. Dulu, ia bekerja di bidang IT dan memutuskan kembali ke tempat asalnya, Jogja. Di tengah sesi mencari kerja itulah, Ribut seolah menemukan jalan takdirnya dengan memberi hidangan Lodeh Kluwih kepada SBY.

Tanpa babibu lagi, Ribut akhirnya membuka usaha kuliner yang ia namakan dengan One Stop Parking.

Mulanya, tempat jualan Ribut adalah warung biasa yang bahkan tidak terletak di pinggir jalan besar, sehingga sulit ditemukan. Untungnya, tak lama kemudian program GoFood masuk di Jogja. Ribut yang melihat adanya peluang langsung mendaftarkan One Stop Parking miliknya di GoFood.

“Saya harus siap belajar dan selalu berinovasi untuk meng-update produk lagi yang relevan dengan market. Kompetisi yang semakin ketat, serta harga bahan baku yang tidak stabil atau naik turun,” ujar Ribut.

Omset One Stop Parking melejit

Ribut Fajariyanto (47). MOJOK.CO
Pendiri One Stop Parking, Ribut Fajariyanto. (Aisyah Amira Wakang/Mojok.co)

Setelah mendaftarkan usaha One Stop Parking miliknya di GoFood, Ribut mengaku belum mendapatkan hasil yang signifikan. Ia pernah melamun selama satu minggu karena tidak dapat pesanan.

“Saya ingat betul, One Stop Parking itu saya daftarkan tanggal 13 Maret 2016. Lalu, saya baru dapat pesanan pertama kali di tanggal 20 Maret 2016,” kata Ribut.

Menurut analisisnya, sepinya pembeli waktu itu karena GoFood belum seterkenal sekarang. Banyak masyarakat yang masih bingung cara memanfaatkan fitur Gojek tersebut, bahkan mengunduh aplikasinya. 

Iklan

Apalagi di masa itu, tren gawai juga belum berkembang seperti sekarang. Banyak masyarakat yang masih menggunakan gawai 3G. Sehingga, kata Ribut, pasarnya masih belum besar. Jadi wajar jika bisnisnya tak terlalu lancar.

“Jadi waktu itu saya benar-benar mulai dari nol. Nggak tahu harus belajar di mana? Mulai dari mana? Akhirnya, saya belajar secara otodidak,” kata Ribut.

Selang belajar selama seminggu, barulah Ribut bisa mendapat pesanan setidaknya 5 orang per hari. Setiap pesanan yang ia terima, Ribut akan mendapat keuntungan sebanyak Rp40 ribu. Maka total yang ia dapat dalam sehari adalah Rp200 ribu.

Tak puas dengan pencapaian tersebut, Ribut terus belajar mengembangkan bisnisnya dengan mempelajari dunia digital. Karena punya keahlian dasar di bidang IT, ia mengaku tak terlalu kesulitan mempelajari algoritma, desain, bahkan SEO.

“Sekarang, warung One Stop Parking milik saya rata-rata pesanannya sekitar 50 dalam sehari,” ujar Ribut. 

Jika ditotal, keuntungannya bisa mencapai Rp50 juta per bulan. Dari kesuksesannya itu, Ribut akhirnya ditunjuk sebagai mentor Komunitas Partner GoFood (KOMPAG). Salah satu komunitas yang dibentuk Gojek untuk memberi pelatihan termasuk di bidang digitalisasi kepada para pelaku UMKM.

Ditunjuk jadi mentor KOMPAG

Gojek dan Pemerintah Daerah Yogyakarta Bantu Pelaku UMKM Melek Teknologi Digital. MOJOK.CO
Gojek dan pemerintah daerah Yogyakarta bantu UMKM melek teknologi. (Sumber: Humas Gojek)

Anggota KOMPAG terdiri dari para pelaku UMKM di lingkup nasional. Mereka rutin melakukan brainstorm serta Pojok Belajar antar merchant. Di sana, mereka membahas tema berdasarkan aspirasi dan kebutuhan anggota.

Head of Corporate Affairs Regional Gojek Wilayah Jawa Barat, Jawa Tengah & Yogyakarta, Guntur Arbiansyah mengatakan pentingnya teknologi bagi pelaku UMKM untuk mengembangkan bisnis mereka.

“Aplikasi GoFood merchant itu menjadi pilihan atau on demand saat ini. Pertama, karena akses ke pasarnya pasti lebih luas. Kedua, memudahkan dalam transaksi digital. Ketiga, manajemen pemasaran yang lebih efektif,” jelas Guntur. 

Guntur mengungkap, sejauh ini anggota KOMPAG di Facebook tercatat sebanyak 141 ribu orang. Dalam dua minggu sekali, Gojek memberikan pelatihan yang dibutuhkan pelaku UMKM secara tatap muka.

“Jadi Pak Ribut selaku mentor sekaligus pemilik One Stop Parking nanti akan membagikan ilmunya, sekaligus mendampingi para pelaku UMKM ini mulai dari nol. Bahkan sesederhana cara mengunduh atau mendaftarkan bisnis mereka,” ucap Guntur.

Penulis: Aisyah Amira Wakang

Editor: Muchamad Aly Reza

BACA JUGA: Keajaiban dari Segelas Jamu Legendaris Bu Tari, Rujukan bagi Mereka yang Mulai Putus Asa dalam Hidup atau liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan.

Terakhir diperbarui pada 21 Agustus 2025 oleh

Tags: cerita sukses umkmgofoodKuliner JogjaLodeh KluwihOne Stop Parkingrekomendasi kuliner JogjaUMKM di Jogja
Aisyah Amira Wakang

Aisyah Amira Wakang

Jurnalis Mojok.co asal Surabaya. Pernah menempuh pendidikan di S1 Ilmu Komunikasi Universitas Airlangga (Unair) Surabaya. Menaruh perhatian pada isu pendidikan, sosial, perkotaan, dan kelompok-kelompok marjinal. Di luar rutinitas liputan mengisi waktu dengan berlari dan menjelajah alam.

Artikel Terkait

Sulitnya Jadi Penjual Gudeg, Susah-susah Siapkan Makanan Khas Jogja Berujung Dapat Celaan Wisatawan Mojok.co
Pojokan

Sulitnya Jadi Penjual Gudeg, Susah-susah Siapkan Makanan Khas Jogja Berujung Dapat Celaan Wisatawan

15 Maret 2026
Sate Klatak Kasta Tertinggi Makanan Khas Jogja, Jauh Mengungguli Gudeg dan Bakmi Jawa yang Sering Dikeluhkan Manis Itu Mojok.co
Pojokan

Sate Klatak Kasta Tertinggi Makanan Khas Jogja, Jauh Mengungguli Gudeg dan Bakmi Jawa yang Sering Dikeluhkan Manis

12 Maret 2026
Cerita perintis bukan bocil pewaris yang lulus SMK langsung bayar utang keluarga, pecel lele di jogja, omzet pecel lele. MOJOK.CO
Urban

Dihina Tetangga dan Teman karena Cuma Kerja Kasar dan Menempati “Kosan Bedeng” di Jogja, padahal Penghasilan Rp30 Juta Sebulan hingga Mampu Kuliahkan Adik

15 Februari 2026
3 Kuliner Jogja yang Tidak Lagi Merakyat- Mahal dan Berjarak (Wikimedia Commons)
Pojokan

3 Kuliner Jogja yang Tidak Lagi Merakyat: Ketika Lidah Lokal yang Murah Direbut oleh Lidah Wisatawan yang Dipaksa Mahal

11 Februari 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Blok M dan Jakarta Selatan (Jaksel) dilebih-lebihkan, padahal banyak jamet MOJOK.CO

Blok M dan Jakarta Selatan Aslinya Banyak Jamet tapi Dianggap Keren, Kalau Orang Kabupaten dan Jawa Eh Dihina-hina

14 Maret 2026
iphone 11, jasa sewa iphone jogja.MOJOK.CO

User iPhone 11 Dicap Kuno dan Aneh karena Tak Mau Upgrade, Pilih Dihina Miskin daripada Pusing Dikejar Pinjol

14 Maret 2026
Mudik Gratis dari BUMN 2026. MOJOK.CO

Mudik Gratis BUMN 2026: Hemat Rp600 Ribu dari Jakarta-Solo Tanpa Pusing Dana THR Berkurang

18 Maret 2026
Tuntutan sosial dan gengsi bikin kelas menengah jadi orang kaya palsu hingga abaikan tabungan demi kejar standar sukses MOJOK.CO

Gara-gara Tuntutan, Nekat Jadi Orang Kaya Palsu: “Hambur-hamburkan” Uang demi Cap Sukses padahal Dompet Menjerit

14 Maret 2026
Sekolah penerima manfaat beasiswa JPD Pemkot Jogja

Beasiswa JPD Jadi Harapan Siswa di Jogja untuk Sekolah, padahal Hampir Berhenti karena Broken Home

17 Maret 2026
Mahasiswa Pariwisata UGM Jogja belajar dari kepala suku di Raja Ampat, lebih dari ilmu kuliah

Mahasiswa UGM Belajar Kehidupan dari Kepala Suku di Raja Ampat, Merasa “Kecil” karena Ilmu di Kuliah Sebatas Teori tanpa Aksi Nyata

13 Maret 2026

Video Terbaru

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity)

9 Maret 2026
Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

8 Maret 2026
Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

4 Maret 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.