Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Sosok

Mimpi Setinggi “Rinjani”: Dari Cap “Cewek kayak Laki” hingga Mencatat Prestasi dan Sejarah di Tim Futsal Putri

Muchamad Aly Reza oleh Muchamad Aly Reza
13 November 2025
A A
Aksi kapten tim futsal putri Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Rinjani, di event Campus League 2025 Regional Jogja MOJOK.CO

Aksi kapten tim futsal putri Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Rinjani, di event Campus League 2025 Regonal Jogja. (Dok. CL 2025)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Sejak kecil di Temanggung suka bermain bola. Sampai ada kalimat “Perempuan kok main bola sama laki-laki.” Sampai akhirnya menorah beragam prestasi bersama tim futsal putri Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Yang terbaru adalah menjadi jurara di ajang Campus League 2025 Futsal Regional Jogja by Polytron.

***

Dipasang di posisi pivot, Rinjani Uli Br Manurung (20) memang tidak banyak mencetak gol jika dibanding rekan setimnya, Dwi Annisa Divaningrum.

Sepanjang event Campus League 2025 Futsal Regional Jogja, Divaningrum membukukan tujuh gol dan dinobatkan sebagai pencetak gol terbanyak (top skor) di grup futsal putri. Sementara Rinjani mencatatkan empat gol.

Namun, tugas utama pivot bukan semata mencetak gol. Tapi juga harus efektif menciptakan peluang dan menahan bola. Itu lah yang Rinjani tunjukkan setiap turun di lapangan.

Ia tampak cukup tangguh dalam menahan bola, sebelum mengalirkannya ke rekan yang membuka ruang. Serangan yang ia bangun dari bawah pun kerap menjanjikan. Pelan, pelan, lalu menembus celah lawan.

“Sebagai kapten, saya coba pegang prinsip bahwa kita bermain bukan untuk diri sendiri. Jangan egois. Tapi harus peduli satu sama lain, harus solid. Itu kunci kemenangan tim,” ujarnya saat saya temui di sela euforia juara tim futsal putri UNY pada Rabu (13/11/2025) malam di GOR Ki Bagoes Hadikoesoemo Universitas Islam Indonesia (UII).

Aksi kapten tim futsal putri Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Rinjani, di event Campus League 2025 Regonal Jogja MOJOK.CO
Aksi kapten tim futsal putri Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Rinjani, di event Campus League 2025 Regional Jogja.

“Perempuan kok main bola!”, suara yang mengiringi langkah masa kecil

Orang tua Rinjani sebenarnya berdarah Batak. Namun, mereka memutuskan pindah ke Temanggung, Jawa Tengah, sebelum Rinjani lahir. Rinjani akhirnya lahir dan tumbuh di Temanggung.

Dulu, orang tua Rinjani mengira kalau ia akan lahir sebagai anak laki-laki. Menurut kepercayaan tradisional setempat, konon kalau bayi susah keluar waktu lahiran, itu tandanya laki-laki.

“Ternyata lahir saya perempuan. Tapi sejak kecil saya memang dianggap tomboy,” ujar Rinjani.

Rinjani berkoordinasi dengan rekannya MOJOK.CO
Rinjani berkoordinasi dengan rekannya. (Dok. CL 2025)

Sejak kecil Rinjani memang lebih banyak akrab dengan anak laki-laki. Ia tidak akan terlihat di permainan-permainan yang umumnya dilakukan anak-anak perempuan. Tapi kalau ke lapangan desa, sudah hampir pasti menemukan Rinjani di sana: Ikut bermain kulit bundar bersama anak-anak laki-laki Temanggung.

“Jadi mesti ada yang bilang, ‘Kamu perempuan kok mainnya sama laki-laki terus’,” tutur Rinjani.

Sepatu dan bola dari orang tua

Ucapan-ucapan itu sama sekali tak mengganggu Rinjani. Sebab, orang tuanya saja tak mempermasalahkan. Justru mendukung penuh hobi Rinjani.

“Dulu kan aku juga sering ikut kompetisi-kompetisi di kampung. Nah, itu orang tua belikan aku sepatu dna bola buat penunjang,” kata Rinjani.

Iklan

Karena merasa didukung, dan minat Rinjani pada futsal juga semakin kuat, semasa SMP ia akhirnya ikut ekstrakulikuler futsal. Beragam kompetisi futsal antar-pelajar ia ikuti.

Aksi kapten tim futsal putri Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Rinjani, di event Campus League 2025 Regonal Jogja MOJOK.CO
Aksi kapten tim futsal putri Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Rinjani, di event Campus League 2025 Regional Jogja. (Dok. CL 2025)

Minatnya pada futsal kemudian ia lanjutkan hingga SMA dan kuliah di Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Spesifik ia memilih kuliah di Fakultas Olahraga demi mendalami dunia keolahragaan.

“Di UNY saya lihat tim futsal-nya juga bagus kan. Jadi saya tekuni saja minat futsal saya,” ucap Rinjani.

Ban kapten tim futsal putri UNY dan mimpi setinggi Rinjani

Karena integritas dan kecakapannya di lapangan, pelatih mendapuk Rinjani sebagai kapten untuk tim futsal putri Universitas Negeri Yogyakarta (UNY).

Awalnya Rinjani merasa kaget. Karena di antara sekian pemain yang mencolok, ternyata ia lah yang dianggap layak mengenakan ban kapten.

Ban kapten itu tidak sekadar memberi beban tanggung jawab atau bahkan label prestisius belaka pada Rinjani. Tapi ia melihatnya sebagai titik untuk melangkah lebih jauh: Semakin menempa diri.

Rinjani mencoba mengalirkan bola ke depan MOJOK.CO
Rinjani mencoba mengalirkan bola ke depan. (Dok. CL 2025)

“Apalagi saya juga nggak mau berhenti hanya di sini (level kampus). Saya punya mimpi kelak bisa naik ke liga, terus syukur bisa ke Timnas,” sambung kapten tim futsal putri UNY asal Temanggung itu.

Rinjani bercerita, bukan tanpa alasan kenapa orang tuanya memberi nama “Rinjani” yang merupakan nama salah satu gunung tertinggi di Indonesia. Harapannya memang agar Rinjani tumbuh sebagai anak dengan mimpi-mimpi tinggi, setinggi Gunung Rinjani di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Tim futsal UNY cetak sejarah di Campus League 2025

Rinjani dkk memang tampil impresif sepanjang gelaran “Musim Nol”/event perdana Campus League 2025 Futsal Regional Jogja by Polytron.

Di fase grup, tim futsal UNY mencatat satu hasil imbang dan tiga kali menang dalam empat pertandingan. Di semi final, UNY membatas habis Universitas Tida (Untidar) Magelang dengan skor 9-0. Rinjani menyumbang satu gol di laga tersebut.

Aksi kapten tim futsal putri Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Rinjani, di event Campus League 2025 Regonal Jogja MOJOK.CO
Aksi kapten tim futsal putri Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Rinjani, di event Campus League 2025 Regional Jogja. (Dok. CL 2025).

Sementara di partai final, tim futsal UNY berhasil mengatasi perlawanan Universitas Negeri Malang (UNM) dengan skor 3-0. Rinjani juga mencatatkan namanya di papan skor denga satu golnya.

 

Lihat postingan ini di Instagram

 

Sebuah kiriman dibagikan oleh Campus League (@campusleague.id)

“Ini kemenangan penting dan bisa menjadi sejarah sih. Karena ini kan event pertama. Dan kami jadi juara pertama,” tutupnya.

Penulis: Muchamad Aly Reza
Editor: Ahmad Effendi

BACA JUGA: Liga Futsal Kampus Jadi Pintu Pembuka Rio Pangestu untuk Membentangkan Kariernya hingga Kancah Nasional atau liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan

 

 

 

 

 

Terakhir diperbarui pada 13 November 2025 oleh

Tags: campus leaguefakultas olahraga unyfutsal jogjafutsal kampusfutsal mahasiswafutsal putri unyfutsal unyUniversitas Negeri Yogyakartauny
Muchamad Aly Reza

Muchamad Aly Reza

Jurnalis Mojok.co asal Rembang, Jawa Tengah. Pernah belajar di S1 Sejarah Peradaban Islam Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel Surabaya. Banyak menulis isu sosial, keislaman dan spiritualitas, pendidikan kritis, dan realitas sehari-hari. Mengisi waktu dengan membaca buku, nonton film, dan traveling.

Artikel Terkait

Campus Leagu: kompetisi olahraga kampus untuk masa depan atlet mahasiswa MOJOK.CO
Kilas

Campus League Musim 1: Kompetisi Olahraga Kampus untuk Fondasi Masa Depan Atlet Mahasiswa, Menempa Soft Skills Krusial

22 April 2026
PGPAUD, Guru PAUD.MOJOK.CO
Sekolahan

Nekat Kuliah di Jurusan PGPAUD UNY demi Wujudkan Mimpi Ibu, Setelah Lulus Harus ‘Kubur Mimpi’ karena Prospek Kerja Suram

19 Februari 2026
Ulfi Rahmawati, penerima beasiswa LPDP alumnus UNY. MOJOK.CO
Kampus

Tak Melihat Masa Depan Cerah sebagai Guru Honorer di Ponorogo, Pilih Kuliah S2 dengan LPDP hingga Kerja di Perusahaan Internasional

21 Januari 2026
5 Esai Terpopuler Mojok 2025 (Mojok.co/Ega Fansuri)
Esai

5 Esai Terpopuler Mojok 2025: Sebuah Rekaman Zaman dan Keresahan Lintas Generasi

1 Januari 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Guru PPPK Paruh Waktu, honorer.MOJOK.CO

Guru, Profesi yang Dihormati di Desa tapi Hidupnya Sengsara di Kota: Dimuliakan Seperti Nabi, Digaji Lebih Kecil dari Kuli

23 April 2026
Pasang WiFi IndiHome di kos. MOJOK.CO

Penyesalan Pasang WiFi di Kos: Dipalak Mahasiswa yang Kerjanya Main Game Online Ramai-ramai dan Ibu Kos yang Seenaknya Sendiri

22 April 2026
Merawat Nilai Luhur di Dalam Candi Plaosan agar Tak Memudar Seiring Zaman Mojok.co

Merawat Nilai Luhur di Dalam Candi Plaosan agar Tak Memudar Seiring Zaman

27 April 2026
Cerminan pemberdayaan dan kontribusi nyata perempuan di Kota Semarang MOJOK.CO

Kuatnya Peran Perempuan di Kota Semarang, Sampai Diapresiasi California State University

22 April 2026
Romantisasi bunuh diri di Jembatan Cangar Mojokerto harus dihentikan MOJOK.CO

Ironi Jembatan Cangar Mojokerto: Berubah Jadi Titik Bunuh Diri Gara-gara Salah Kaprah Diromantisasi hingga Menginspirasi

24 April 2026
Sulitnya menjadi orang dengan attachment style avoidant. MOJOK.CO

Sulitnya Menjadi “Avoidant” Menjelang Usia 25, Takut Terlalu Dekat dengan Orang Lain hingga Pesimis Menikah

24 April 2026

Video Terbaru

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

11 April 2026
Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

9 April 2026
Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.