Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Sekolahan

Kisah Penerima Golden Ticket Unair dari Ketua Padus hingga Penghafal Al-Qur’an, Nggak Perlu “Plenger” Ikut SNBP-Mandiri untuk Diterima di Jurusan Bergengsi

Aisyah Amira Wakang oleh Aisyah Amira Wakang
30 Maret 2026
A A
Lolos Unair lewat jalur golden ticket tanpa SNBP. MOJOK.CO

ilustrasi - perjuangan dafar Unair lewat jalur golden ticket. (Ega Fansuri/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Universitas Airlangga (Unair) di Surabaya, punya jalur pendaftaran unik untuk calon mahasiswa baru selain SNBP, SNBT, dan mandiri. Kampus top ke-2 di Indonesia menurut lembaga pemeringkatan THE WUR 2025 itu punya jalur unik yang mereka namai Golden Ticket. 

Ketua Pusat Penerimaan Mahasiswa Baru (PPMB) Unair, Achmad Solihin menjelaskan Golden Ticket tidak akan mengurangi kuota jalur reguler SNBP dan justru menambah kuota penerimaan. Dengan kata lain, calon siswa yang menerima Golden Ticket masuk sebagai tambahan di luar kuota reguler. Ia juga menegaskan bahwa tidak ada kuota tetap per fakultas di Unair.

Iklan

“Unair hanya akan menerima peserta yang benar-benar dinilai layak. Jika prestasi dianggap belum mencukupi, Golden Ticket bisa saja tidak diberikan,” ujar Solihin dikutip dari laman resmi Unair, Minggu (30/3/2026).

Syarat utama penerima Golden Ticket Unair

Ahmad Deedat Assegaf adalah salah satu penerima Golden Ticket Unair pertama di tahun 2026. Laki-laki dari SMAN 5 Banjarmasin, Kalimantan Selatan itu menceritakan kiat-kiatnya bisa meraih penghargaan Golden Ticket dari sekolahnya, sehingga bisa kuliah di Jurusan Farmasi Unair.

Deedat, sapaan akrabnya, mulanya hanya mengetahui tiga jalur masuk kuliah yakni SNBP, SNBT, dan mandiri. Namun, ia tak sengaja melihat konten soal Golden Ticket Unair di TikTok saat masih kelas 11 SMA. Dari sanalah ia semakin penasaran dan mulai mendalami jalur tersebut di Google hingga berdiskusi bersama kakak kelasnya. 

Ahmad Deedat Assegaf. MOJOK.CO
Ahmad Deedat Assegaf. (Sumber: Unair)

“Pada kelas 12, saya memantapkan diri mendaftar dan kini ditetapkan menjadi penerima Golden Ticket,” kata Deedat yang datang di acara pameran Airlangga Education Expo (AEE) 2026, dilansir dari laman resmi Unair pada Senin (30/3/2026).

Ketua PPMB Unair, Achmad Solihin menegaskan AEE 2026 bukan sekadar ajang pameran pendidikan, tapi jadi salah satu syarat wajib peserta dalam seleksi proses jalur masuk Golden Ticket di Unair.

Solihin menjelaskan ada dua syarat utama yang perlu dipersiapkan, selain bukti sertifikat keikutsertaan peserta dalam AEE. Pertama, calon mahasiswa harus eligible mengikuti SNBP yang berbasis pada nilai rapor dan prestasi akademik maupun non-akademik. Kedua, pilihan pertama di SNBP adalah Unair.

Jenis sertifikat yang berpotensi lolos 

Deedat sendiri mencantumkan sertifikat Duta SMA Kalimantan Selatan 2025 dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) untuk mendaftar kuliah di Jurusan Farmasi Unair, agar memenuhi syarat SNBP.

Deedat dan penerima golden ticket. MOJOK.CO
Deedat mengikuti AEE. (Sumber: Unair)

Ia juga melampirkan sertifikat juara Olimpiade Sains Nasional (OSN) bidang Kimia tingkat kota, serta sertifikat organisasi yang menunjukkan pengalamannya sebagai ketua paduan suara. Meski sekilas sertifikat itu tampak tak berhubungan langsung dengan jurusan yang ia minati, nyatanya Deedat berhasil lolos menjadi penerima pertama Golden Ticket 2026. 

Solihin menyebut penilaian prestasi Golden Ticket berbeda dengan SNBP. Ia tidak terbatas pada olimpiade, tetapi juga kepemimpinan (ketua osis), olahraga, hingga penghafal kitab suci dari semua agama yang mendapatkan pengakuan di Indonesia.

Selain itu, prestasi yang tidak relevan dengan program studi tetap menjadi penilaian. Hanya saja bobotnya berbeda tergantung dari bobot prestasi, tingkat kejuaraan, dan peringkat juara. Yang penting, kata dia, sertifikat prestasi yang dikirim punya kredibilitas dari penyelenggara.

 “Sekarang banyak olimpiade yang sifatnya bisnis, apalagi yang online. Kredibilitas penyelenggaranya tentu kami pertanyakan,” ujar Solihin dikutip dari laman resmi Unair.

Lolos Golden Ticket Unair dari menghafal Al-Qur’an

68 kandidat Unair. MOJOK.CO
Sebanyak 68 kandidat peraih golden ticket 2026 pada Jumat (27/3/2026). (Sumber: Unair)

Kisah Deedat juga pernah dialami Diana (25), penerima Golden Ticket tahun 2019 yang lolos berkat sertifikat penghafal kitab suci Al-Qur’an. Kini, ia sudah lulus sebagai S1 Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) Unair.

“Jujur waktu itu aku nggak mempersiapkan apa-apa. Di tengah acara, MC tiba-tiba minta 10 orang siswa berprestasi maju ke depan. Siapa pun boleh maju,” ujar Diana yang saat itu hadir di AEE.

“Nah, 9 anak udah maju nih, aku masih maju-mundur. Sampai akhirnya aku meyakinkan diri, ah ya udahlah, mending coba dulu daripada nggak sama sekali,” tuturnya.

Siapa sangka, Diana pun terpilih sebagai penerima Golden Ticket di antara 10 orang tadi. Setelah itu, ia pun bisa mendaftar dan mengirim berkas melalui laman resmi Edu Expo Unair.

Setelah mengirim berkas-berkas, Diana langsung menghubungi orang tuanya serta guru-gurunya di SMA, terutama guru BK yang telah memberikan saran dan informasi tersebut.

Iklan

“Lewat Golden Ticket aku merasa bebanku jauh lebih enteng karena udah nggak kompetisi lagi buat ngerebutin SNBP,” ucapnya.

Penulis: Aisyah Amira Wakang

Editor: Muchammad Aly Reza

BACA JUGA: Tak Menyesal Ikuti Saran dari Guru BK, Berhasil Masuk Fakultas Top Unair Lewat Golden Ticket Tanpa Perlu “War” SNBP atau liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan

Terakhir diperbarui pada 30 Maret 2026 oleh

Tags: Biaya kuliah jalur SNBPgolden ticketjalur masuk kuliahmahasiswa barupenerimaan kuliahSurabayaunairuniversitas airlangga
Aisyah Amira Wakang

Aisyah Amira Wakang

Jurnalis Mojok.co asal Surabaya. Pernah menempuh pendidikan di S1 Ilmu Komunikasi Universitas Airlangga (Unair) Surabaya. Menaruh perhatian pada isu pendidikan, sosial, perkotaan, dan kelompok-kelompok marjinal. Di luar rutinitas liputan mengisi waktu dengan berlari dan menjelajah alam.

Artikel Terkait

Mahasiswa baru (maba) rela jadi jongos abang-abangan kampus di organisasi mahasiswa ekstra (ormek) dan tidak pernah menyesalinya MOJOK.CO

Maba Rela Jadi Jongos Abang-abangan Kampus demi Relasi dan Diskusi Kiri Apa Salahnya? Tak Malu dan Tak Menyesalinya

13 Agustus 2026
Mending Beli Rumah di Menganti, Surabaya Pinggiran daripada Sidoarjo. MOJOK.CO

Alasan Pasangan Muda Beli Rumah di Surabaya Pinggiran daripada Sidoarjo: Kena Imbas Pembangunan Perkotaan

12 Agustus 2026
Wisata Perahu Kalimas di Taman Prestasi Surabaya jadi liburan mewah. MOJOK.CO

Kemewahan Wisata Perahu Kalimas Menyelamatkan Orang Haven’t Surabaya sebelum Dilanda Stres

11 Agustus 2026
Tinggal di kos dekat kampus niat cari kemudahan di awal menjadi mahasiswa baru (maba), malah jadi pemicu konflik sosial yang merepotkan diri sendiri MOJOK.CO

Kos Dekat Kampus Memang Beri Kemudahan, Tapi Jadi Pemicu Rangkaian Konflik Sosial yang Merepotkan Diri Sendiri

10 Agustus 2026
Perjuangan orang haven't ingin jadi mahasiswa baru (maba) tanpa sponsor orang tua melalui beasiswa KIP Kuliah MOJOK.CO

Nasib Orang Haven’t: Ingin Jadi Maba Tanpa Sponsor Orang Tua, Harus Alami Kerja di Warung Mie Ayam 16 Jam Upah 30 Ribu

7 Agustus 2026
Olive Chicken di Jogja sama saja dengan Karen Chicken di Surabaya. MOJOK.CO

Olive Chicken Menyelamatkan Lidah Orang Surabaya dari Kuliner Khas Jogja yang Overrated

6 Agustus 2026
Muat Lebih Banyak


Terpopuler Sepekan

Sikap-sikap sederhana ke pelayan rumah makan atau restoran yang seharusnya jadi kewajaran MOJOK.CO

Sikap-sikap Sederhana ke Pelayan Rumah Makan atau Restoran yang Kita Abaikan karena Ego, Padahal Bermakna Memanusiakan

20 Agustus 2026
Shifana, pemain Timnas U-16 Indonesia dibayangi pemain Yordania, Alma Odai di pertandingan semifinal Srikandi Merdeka Cup 2026. Indonesia menang dengan skor 3-0 di laga semifinal, Jumat (21/8).

Timnas Putri U-16 Indonesia Bungkam Yordania 3-0, Thailand Menanti di Final Srikandi Merdeka Cup

22 Agustus 2026
Warga Yogyakarta Bisa Perbarui Desil yang Tak Sesuai Data secara Mandiri Lewat Aplikasi. MOJOK.CO

Warga Yogyakarta Bisa Perbarui Desil yang Tak Sesuai Data secara Mandiri Lewat Aplikasi

21 Agustus 2026
Saya dan Istri Sama-sama Lulusan S2, tapi Sama-sama Tak Punya Pekerjaan Tetap MOJOK.CO

Saya dan Istri Sama-sama Lulusan S2, tapi Sama-sama Tak Punya Pekerjaan Tetap

21 Agustus 2026
Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, Sri Sultan Hamengkubuwono X memimpin Upacara Peringatan HUT ke-81 RI di Gedung Agung.(MOJOK.CO)

Pesan Kemerdekaan Sri Sultan: Jogja Dibangun Tanpa Tergesa, tapi Juga Tidak Berhenti Melangkah

17 Agustus 2026
Melalui hidangan Buntil Salmon, Sasanti Restaurant menghadirkan telisik gastronomi dan permakultur yang memberi pengalaman mengesankan dalam mengeksplorasi kekayaan kuliner Nusantara. (Nusaplant)

Melalui Buntil Salmon, Sasanti Restaurant Tak Hanya Bicara Rasa tapi Pertemuan Kekayaan Pangan dan Flora Nusantara

21 Agustus 2026

Video Terbaru

Menjadi Manusia Bersama Habib Jafar: Konsisten, Kehilangan, dan Syukur

Menjadi Manusia Bersama Habib Jafar: Konsisten, Kehilangan, dan Bersyukur

20 Agustus 2026
Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.