Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
    • Bidikan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
    • Bidikan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Ragam

Study Tour Bebani Orang Tua Miskin, Harus Cari Utangan biar Anak Bisa Jalan-Jalan karena Kalau Tak Ikut Nilai Rapor Dikurangi Guru

Muchamad Aly Reza oleh Muchamad Aly Reza
24 Mei 2024
A A
Study Tour Bebani Orang Tua Miskin MOJOK.CO

Ilustrasi - Study Tour bebani orang tua miskin, harus cari utangan biar anak bisa jalan-jalan. (Aly Reza/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Wacana larangan study tour keluar kota ternyata disambut dengan penuh kelegaan oleh beberapa orang tua di Rembang, Jawa Tengah. Bukan karena persoalan aman tak aman di perjalanan. Tapi lebih kerena selama ini study tour mereka anggap sebagai kegiatan yang memberatkan, khususnya bagi orang tua dengan ekonomi pas-pasan.

***

Menyusul kecelakaan rombongan study tour SMK Lingga Kencana Depok pada Sabtu (11/5/2024) lalu, ramai-ramai dinas pendidikan di beberapa daerah mengeluarkan larangan study tour keluar kota. Terlebih setelah SMK Lingga Kencana Depok, disusul lagi rangkaian kecelakaan rombongan study tour dari sekolah-sekolah lain.

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Jawa Tengah (Jateng) bahkan menegaskan bahwa larangan study tour atau karya wisata keluar kota sudah dilarang sejak 2020.

Larangan tersebut merujuk Surat Edaran (SE) Kepala Disdikbud Jateng Nomor 420/000222 tentang Pembiayaan Penyelenggaraan Pendidikan Pada Satuan Pendidikan SMA, SMK, dan SLB Negeri Provinsi Jateng Tahun 2020 yang menyatakan sekolah SMA, SMK, SLB merupakan sekolah bebas. Oleh karena itu, segala kegiatan yang memunculkan pungutan dilarang.

“Karya wisata itu berpotensi untuk adanya pungutan. Oleh karena itu, dari 2 Januari 2020 sampai hari ini belum ada regulasi lain. Sampai saat ini belum diizinkan untuk diselenggarakan,” tegas Kepala Disdikbud Jateng Uswatun Hasanah seperti Mojok kutip dari Antara.

Merespons larangan study tour keluar kota, beberapa pihak mengeluh karena selama ini study tour menjadi salah satu ladang pemasukan. Misalnya pedagang di tempat-tempat wisata, pengelola wisata, hingga sopir bus pariwisata. Namun, beberapa orang tua siswa di Rembang, Jawa Tengah justru merasa lega jika study tour keluar kota benar-benar tidak ada lagi.

Study tour bebani orang tua miskin

Jauh sebelum berita kecelakaan SMK Lingga Kencana Depok, persisnya pada Lebaran 2024 lau, saya sempat mendengar keluh kesah dari Walimah (38), seorang ibu asal Rembang, Jawa Tengah.

Anaknya yang hendak lulus SMP wacananya akan study tour ke Jogja selepas perpisahan sekolah. Iurannya sebesar Rp800 ribu. Jika ditambah jatah uang saku untuk anaknya, tentu angkanya bisa saja Rp1 juta sekian.

“Anak-anak kan terbawa teman-temannya. Jadi nggak mau tahu mereka pengin ikut. Orang tua mau nggak mau harus cari utangan,” keluh Walimah waktu itu.

Walimah sehari-hari jualan jajanan anak-anak di SD dekat rumahnya. Sementara sang suami kuli bangunan. Uang Rp800 ribu tentu sangat besar buat ukuran mereka jika hanya untuk sekadar iuran study tour. Karena seharusnya uang sebesar itu bisa untuk kebutuhan hidup yang lebih vital bagi mereka yang berasal dari keluarga pas-pasan.

“Mbok nggak usah ada acara-acara begituan (study tour) lah. Nambah-nambahi beban wong cilik,” gerutu Walimah saat itu.

Iuran study tour jadi momok setiap tahun

Baru-baru ini saya terhubung dengan Tikah (29), seorang ibu muda asal Rembang. Sebelum Ramadan 2024 lalu ia baru saja mengikuti study tour ke salah satu wahana wisata di Bojonegoro, Jawa Timur, untuk anaknya yang masih TK.

“Iurannya Rp500 ribu. Mau nggak ikut ya gimana. Padahal dulu di zaman aku masih TK nggak ada istilah study tour buat anak TK. Sekarang dari TK udah ada e,” gerutu Tikah, Kamis (23/5/2024).

Iklan

Sehari-hari Tikah hanyalah ibu rumah tangga biasa. Ia nyambi ngajar ngaji di TPQ desanya. Tapi tentu jangan berharap honor. Kalau toh ada pastilah angka dan waktu pemberiannya tidak tentu. Sedangkan sang suami membuka usaha isi ulang galon kecil-kecilan.

Untuk saat ini, iuran study tour dengan angka Rp500 ribu tentu masih bisa ia usahakan. Tapi yang tak bisa terelakkan adalah sang anak juga terus tumbuh. Nanti waktu SD ada study tour lagi, waktu SMP ada lagi, dan saat SMA pun bakal ada lagi.

Study Tour Bebani Orang Tua Miskin MOJOK.CO
Ilustrasi- Study tour bebani orang tua miskin. (Towfiqu Barbhuiya/Unsplash)

“Setiap jenjang pasti kan destinasi wisatanya makin naik. Terus setiap tahun iuran juga pasti naik,” tutur Tikah.

Yang Tikah maksud, misalnya, saat TK mungkin cuma di Bojonegoro. Tapi nanti waktu SMP bisa jadi ke Bromo atau Malang atau study tour ke Jogja. Lalu waktu SMA naik level lagi ke Bandung atau bahkan Bali. Artinya, di sepanjang jenjang sekolah, ia harus menyiapkan uang yang makin besar untuk kebutuhan study tour.

“Masalahnya, semakin besar anak semakin besar kebutuhan hidup kan? Pasti ada momen satu sisi harus iuran study tour, tapi satu sisi ada kebutuhan sangat mendesak. Jatuhnya nanti cari utangan,” ujar Tikah.

Baca halaman selanjutnya…

Orang tua pontang-panting cari utangan biar anak bisa study tour

Halaman 1 dari 2
12Next

Terakhir diperbarui pada 24 Mei 2024 oleh

Tags: pilihan redaksirekomendasi wisata murah untuk study tourrekomendasi wisata untuk study tourrembangstudy tourstudy tour dilarangwisata di rembang
Muchamad Aly Reza

Muchamad Aly Reza

Reporter Mojok.co

Artikel Terkait

Mohammad Zaki Ubaidillah, dari Sampang, Madura dan langkah wujudkan mimpi bulu tangkis di Daihatsu Indonesia Masters 2026 di Istora Senayan Jakarta MOJOK.CO
Ragam

Istora Senayan Jadi Titik Sakral Menaruh Mimpi, Cerita Bocah Madura Rela Jauh dari Rumah Sejak SD untuk Kebanggaan dan Kebahagiaan

19 Januari 2026
Luka perempuan pekerja Surabaya, jadi tulang punggung keluarga gara-gara punya kakak laki-laki tak guna MOJOK.CO
Ragam

Luka Perempuan Pekerja Surabaya: Jadi Tulang Punggung Keluarga, Duit Ludes Dipalak Kakak Laki-laki Nggak Guna

17 Januari 2026
franz kafka, pekerja urban, serangga.MOJOK.CO
Ragam

Kita Semua Cuma Kecoa di Dalam KRL Ibu Kota, yang Bekerja Keras Hingga Lupa dengan Diri Kita Sebenarnya

15 Januari 2026
alfamart 24 jam.MOJOK.CO
Ragam

Alfamart 24 Jam di Jakarta, Saksi Para Pekerja yang Menolak Tidur demi Bertahan Hidup di Ibu Kota

14 Januari 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

kekerasan kepada siswa.MOJOK.CO

Adu Jotos Guru dan Siswa di SMKN 3 Tanjung Jabung Timur Akibat Buruknya Pendekatan Pedagogis, Alarm Darurat Dunia Pendidikan 

15 Januari 2026
Cara wujudkan resolusi 2026 dengan finansial yang baik. MOJOK.CO

Nasib Tinggal di Jogja dan Jakarta Ternyata Sama Saja, Baru Sadar Cara Ini Jadi Kunci Finansial di Tahun 2026

19 Januari 2026
Film Semi Jepang Bantu Mahasiswa Culun Lulus dan Kerja di LN (Unsplash)

Berkat Film Semi Jepang, Mahasiswa Culun nan Pemalas Bisa Lulus Kuliah dan Nggak Jadi Beban Keluarga

14 Januari 2026
Derita perempuan saat naik transportasi umum di Jakarta, baik KRL maupun TransJakarta MOJOK.CO

Kengerian Perempuan saat Naik Transportasi Umum di Jakarta, Bikin Trauma tapi Tak Ada Pilihan dan Tak Dipedulikan

17 Januari 2026
alfamart 24 jam.MOJOK.CO

Alfamart 24 Jam di Jakarta, Saksi Para Pekerja yang Menolak Tidur demi Bertahan Hidup di Ibu Kota

14 Januari 2026
Penjual kue putu di Jogja. MOJOK.CO

Kegigihan Gunawan Jualan Kue Putu di Kota-kota Besar selama 51 Tahun agar Keluarga Hidup Sejahtera di Desa

14 Januari 2026

Video Terbaru

Air dari Perut Bumi: Goa Jomblang dan Perubahan Hidup Warga Gendayaan

Air dari Perut Bumi: Goa Jomblang dan Perubahan Hidup Warga Gendayaan

18 Januari 2026
Bob Sadoni dan Hidup yang Terlalu Serius untuk Tidak Ditertawakan

Bob Sadoni dan Hidup yang Terlalu Serius untuk Tidak Ditertawakan

13 Januari 2026
Elang Jawa dan Cerita Panjang Kelestarian yang Dipertaruhkan

Elang Jawa dan Cerita Panjang Kelestarian yang Dipertaruhkan

11 Januari 2026
Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.