Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Ragam

Kompleks Stadion Gelora Bung Karno (GBK) Jakarta Jadi Sarang Copet Nekat, Nyolong Blak-blakan Pas Ketahuan Nggak Lari Malah Ngelawan

Voja Alfatih oleh Voja Alfatih
30 Mei 2024
A A
Stadion GBK Jakarta Jadi Sarang Copet MOJOK.CO

Ilustrasi - Stadion GBK Jakarta jadi sarang copet nekat. (Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Kalau ekonomi sudah kepepet, melakukan hal nekat pun sepertinya tak jadi masalah. Barangkali itu yang ada dalam benak copet yang saya pergoki meraba ransel saya di kompleks Stadion Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta. Padahal kondisi di sekitar ramai orang dan dipenuhi polisi.

***

Selepas menanyai penjual merchandise konser di luar venue konser Avenged Sevenfold, saya bersama seorang teman hendak beranjak ke entrance venue karena sebentar lagi konser akan mulai.

Di sore yang mendung itu, Sabtu (25/5/2024), kompleks Stadion GBK, Jakarta, terbilang sangat ramai. Tak hanya dari kalangan penonton konser, pedagang, dan polisi yang berjaga, beberapa orang tampak berlari-lari sore mengitari stadion utama. Saya pun mau tak mau harus berjalan menerobos kerumunan tersebut untuk sampai ke entrance.

Copet nekat beraksi di dekat personel polisi

Dalam perjalanan menuju entrance di kompleks Stadion GBK, saat saya asyik mengobrol dengan teman, saya merasa ransel saya seperti ada yang menarik. Benar saja, saat saya menoleh ke belakang, sesosok pria bertubuh besar tengah memegang ritsleting depan ransel saya. Sontak saya tarik ransel saya ke depan.

Di tengah hilir-mudik orang-orang, kami saling memelototi satu sama lain. Sementara tidak jauh dari kami, tampak seorang pria yang tak mengalihkan pandangannya ke arah kami. Dugaan saya, barangkali ia adalah rekan pria yang sedang berhadapan dengan saya, yang beberapa detik lalu nyaris melakukan aksi copet.

“Lho, apa?,” tanya si copet kaku.

“Ye, copet!,” teriak saya.

“Eh, jangan sembarangan nuduh kamu!”

“Ye, gawean lu noh sembarangan!,” balas saya.

Percekcokan kecil itu tak pelak membuat kami jadi pusat perhatian di tengah-tengah kerumunan kompleks Stadion GBK, Jakarta. Hanya saja tak ada yang peduli. Semua berlalu begitu saja, silih berganti.

Stadion GBK Jakarta Jadi Sarang Copet MOJOK.CO
Suasana di kompleks Stadion GBK, Jakarta, saat konser Avenged Sevenfold, Sabtu (25/05/2024). (Voja Alfatih/Mojok.co)

Karena posisi kami menghalangi jalan, teman saya meminta saya menepi untuk memeriksa. Untungnya tidak ada barang yang hilang. Barang-barang berharga saya—ponsel dan dompet—ternyata saya masukkan ke kantung celana. Sementra si pria yang hendak mencopet itu pergi ke arah berlawanan bersama seorang pria yang sebelumnya mengawasi percekcokan kami dari kejauhan (ternyata dugaan saya benar).

Benar-benar tak lama setelah mereka beranjak, seorang personel polisi lewat, berjalan dari arah perginya copet tadi. Saya sempat melapor pada personel polisi muda yang bertugas di kompleks Stadion GBK, Jakarta, itu.

“Baik, nanti saya coba sampaikan (ke personel lain).” Demikian jawaban yang saya terima, sebelum akhirnya si polisi muda itu berlalu menghampiri personel-personel lain yang berjaga di tengah kerumunan Stadion GBK, Jakarta.

Iklan

Saya memang beruntung barang saya tak ada yang hilang. Namun, saya tak bisa menampik kalau saya juga keliru karena tidak awas. Sebab, banyaknya personel polisi yang berjaga awalnya membuat saya merasa aman. Sehingga saya tak berpikir antisipatif kalau-kalau ada copet yang beraksi.

Dari data yang saya dapat dari Medcom, sebanyak 710 personel gabungan TNI dan Polri dikerahkan untuk mengamankan konser Avenged Sevenfold tersebut. Mereka disebar di sejumlah titik di area Stadion GBK, Jakarta. Jadi gimana nggak merasa aman coba?

Kecopetan smartwatch di area Stadion GBK Jakarta

Sebulan sebelum kejadian saya, Ezy (21) ternyata mengalami hal serupa. Lokasinya masih sama, masih dalam kawasan Stadion GBK, Jakarta. Nahasnya, pencopet berhasil menggondol barang Ezy berupa smartwatch.

Saat itu Ezy bersama teman-temannya tengah menyaksikan konser JKT48 bertajuk Shani Graduation Concert “Last Voyage” di Tennis Indoor Senayan pada 27 April 2024. Ezy menduga ia kecopetan sesaat setelah konser berakhir pada jam 10 malam, dalam perjalanan keluar dari venue.

“Pas keluar venue berdesak-desakan, nggak kerasa ada yang ngambil jamnya. Padahal jam tersebut aku pakai di tangan,” kata Ezy menjelaskan kronologi kecopetannya, Rabu (29/5/2024).

Sewaktu kejadian, Ezy mengaku tidak ngeh. Begitu pula dengan teman-temannya karena masih terbuai dengan euforia pasca konser. Ia baru ngeh setiba di hotel tempatnya menginap. Dalam ingatannya, ia merasa memang ada yang meraba tangannya saat dalam kerumunan untuk keluar venue.

“Kemungkinan besar sesama penonton (pelakunya), karena yang bisa masuk venue hanya yang punya tiket,” kata penggemar JKT48 asal Jakarta Timur tersebut.

Kecopetan di kompleks Stadion GBK Jakarta emang marak terjadi

Setelah saya telusuri, ternyata pencopetan di kompleks Stadion GBK, Jakarta, memang sudah cukup marak terjadi. Terlebih bulan-bulan ke belakang ini sedang ada banyak event di kompleks Stadion GBK.

Di medsos X, saya menemukan banyak cuitan mengenai copet di kompleks Stadion GBK, Jakarta.

“Yang mau TDS selamat menonton. Cuma pesannya hati-hati di GBK banyak banget copet. Perhatiin hp dan barang berharga kalian, boleh happy foto sana sini, tapi jangan lengah, ya,” cuitan imbauan dari akun @Suhflowerrss untuk penonton konser NCT, bulan Mei 2024 ini.

Copet juga beraksi di acara nobar sepakbola yang berlangsung di kompleks Stadion GBK, Jakarta, pada 29 April 2024 lalu. Seperti misalnya yang akun @beguganjang999 bagikan. Ia membagikan info copet yang digebuki.

Bahkan copet juga mengincar orang-orang yang lari-lari santai di Stadion GBK, Jakarta.

“Ada runners yang kena copet di dalam kawasan GBK, depan KFC Istora. Udah gila anjir, sekarang udah pada berani masuk ke dalam kawasan GBK-nya,” cuit akun @flowoochan, masih di bulan Mei 2024 ini.

Rentetan kejadian kecopetan di Stadion GBK tersebut membuat saya menyadari, kadang kala terlalu merasa aman justru berujung pada situasi tidak aman. Saya tentu akan belajar makin awas. Tapi sudah barangtentu para copet tersebut akan menjadi lebih nekat. Saya malah jadi ngeri sendiri kalau mau main-main lagi di kompleks Stadion GBK, Jakarta.

Penulis: Voja Alfatih
Editor: Muchamad Aly Reza

BACA JUGA: Stadion GBT Surabaya “Pisahkan” Bonek dari Persebaya, Gemuruh Tribun Tak Bisa Dinikmati Lagi karena Tak Tersentuh Seperti Dulu

Ikuti berita dan artikel Mojok lainnya di Google News.

Terakhir diperbarui pada 30 Mei 2024 oleh

Tags: copet di gbkGBKgelora bung karnojakartakonser di gbkstadion gbk
Voja Alfatih

Voja Alfatih

Kru Magang Mojok.co

Artikel Terkait

Tinggalkan Jakarta demi punya rumah desa untuk slow living, berujung kena mental karena ulah tetangga MOJOK.CO
Urban

Orang Jakarta Nyoba Punya Rumah di Desa, Niat Cari Ketenangan Berujung Frustrasi karena Ulah Tetangga

7 April 2026
Saya Setuju Orang Jakarta Tajir Tak Betah Slow Living di Desa (Unsplash)
Pojokan

Orang Tajir Jakarta Tak Akan Sanggup Slow Living di Desa karena Menolak Srawung Itu Omong Kosong Kebanyakan Gagal Betah karena Ulahnya Sendiri

7 April 2026
Slow living di desa, jakarta.MOJOK.CO
Urban

Orang Jakarta Tak Akan Sanggup Slow Living di Salatiga Selama Masih Anti-Srawung, Modal Financial Freedom pun Tak Cukup

6 April 2026
Gaji 8 Juta di Jakarta Jaminan Miskin, Kamu Butuh 12 Juta MOJOK.CO
Cuan

Gaji 8 Juta di Jakarta Tetap Bisa Bikin Kamu Miskin, Idealnya Kamu Butuh Minimal 12 Juta Jika Ingin Hidup Layak tapi Nggak Semua Pekerja Bisa

2 April 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Jurusan Antropologi Unair kerap diremehkan. MOJOK.CO

Antropologi Unair Diremehkan dan Dianggap “Gampangan”, padahal Kuliahnya Nggak Main-main dan Prospek Kerjanya Luas

9 April 2026
Anak PNS kuliah di PTN top seperti UGM masih menderita karena UKT nggak masuk akal

Derita Jadi Anak PNS: Baru Bahagia Diterima PTN Top, Malah “Disiksa” Beban UKT Tertinggi Selama Kuliah padahal Total Penghasilan Orang Tua Tak Seberapa

4 April 2026
Kelas menengah ke bawah harus mawas diri Kalau pemasukan pas-pasan jangan maksa gaya hidup dalam standar dan tren media sosial MOJOK.CO

Kelas Menengah ke Bawah Harus Mawas Diri, Pemasukan Pas-pasan Gaya Hidup Jangan Pakai Standar dan Tren Media Sosial

6 April 2026
Warga Desa Sebenarnya Muak dengan Orang Kota yang Datang Buat Sok Slow Living: Arogan, Tak Membaur, Anggap Warga Asli Cuma “Figuran” MOJOK.CO

Tiga Kali Gagal Seleksi CPNS, Pas Sudah Diterima Jadi ASN Malah Tersiksa karena Makan “Gaji Buta”

7 April 2026
Gudeg, Kuliner Jogja yang Makin Tak Cocok untuk Orang Miskin (Unsplash)

Harga Gudeg Jogja Naik, Berpotensi Menguatkan Sisi Gelap kalau Kuliner Jogja Ini Memang Bukan Makanan Murah Lagi

9 April 2026
PNS tetap WFO saat WFH

PNS Lebih Pilih Tetap Pergi ke Kantor saat WFH, Takut Tergiur “Godaan” Kelayapan Malah Berujung Gagal Hemat BBM

8 April 2026

Video Terbaru

Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

9 April 2026
Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026
Tirto Utomo, Aqua dan Kenapa Kita Tidak Bisa Minum Air Keran?

Tirto Utomo, Aqua dan Kenapa Kita Tidak Bisa Minum Air Keran?

4 April 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.