Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
    • Bidikan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Otomojok
  • Konter
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
    • Bidikan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Otomojok
  • Konter
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Otomojok
  • Konter
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Ragam

Mahasiswa Malang Sewakan Kos ke Teman buat Mesum Tanpa Modal, Dibayar Sebungkus Rokok dan Jaga Citra Alim

Muchamad Aly Reza oleh Muchamad Aly Reza
14 Januari 2026
A A
Sewakan kos bebas ke teman sesama mahasiswa Malang yang ingin enak-enak tapi tak punya modal MOJOK.CO

Ilustrasi - Sewakan kos bebas ke teman sesama mahasiswa Malang yang ingin enak-enak tapi tak punya modal. (Ega Fansuri/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Tinggal di kos bebas memberi ide seorang mahasiswa di Malang untuk menjalankan “bisnis” sewa tempat untuk menyalurkan syahwat tapi tak modal. Sewanya bahkan tak perlu bayar pakai uang, tapi apa saja asal sama-sama senang. 

***

Catatan: Tulisan ini tidak bermaksud menormalisasi perbuatan yang bertentangan dengan norma hukum, agama, maupun sosial yang berlaku. Tidak juga dimaksudkan untuk memberi inspirasi. Tapi merupakan rekaman realitas yang ada dan nyata, serta gambaran dampak serius dari perbuatan tersebut. 

Ada ribuan kos yang tersebar di Malang–sebagai “Kota Pelajar”-nya Jawa Timur. Dari ribuan tersebut, banyak di antaranya yang berstatus bebas (dalam arti laki-laki dan perempuan bisa masuk-keluar dengan leluasa. 

Misalnya, di platform Mamikos tercatat ada sekitar 3.299 kos. 2.000 di antaranya berstatus sebagai kos bebas. Itu tentu bukan angka total. Paling banyak ditemui di Lowokwaru, Suhat, dan Blimbing. 

Dari pengalaman pribadi di kos sendiri, lalu manfaatkan kekagetan mahasiswa luar Malang

Menginapkan pacar di kos seperti bukan perkara tabu. Itu yang Mako (29), nama samaran, rasakan selagi menjadi mahasiswa di Malang sejak 2016 silam. 

Lambat laun Mako pun terbiasa begitu: Sering mengajak kekasihnya menginap. Tentu bukan sekadar menginap (hanya untuk numpang tidur). 

“Nggak ada opsi living together atau istilah sekarang kohabitasi. Karena waktu itu ada kesadaran, aku masih muda, masih labil. Pasti urusan perasaan juga begitu (Untuk menghindari menyebut “Masih punya potensi besar untuk gonta-ganti pasangan),” ujarnya memulai cerita belum lama ini. 

Namun, kebebasan kos di Malang berbeda dengan kota-kota lain. Misalnya Surabaya. Di kota yang dikenal pernah memiliki lokalisasi besar ini, menginapkan pacar di kos justru bisa menjadi masalah besar. 

Teman-teman SMA Mako kebanyakan kuliah di Surabaya. Mereka sempat kaget ketika mendapati fakta betapa bebas kos-kos di Malang. Termasuk kos yang Mako tempati. 

Dari situlah Mako tercetus ide gila. “Kalau kamu ke Malang sama pacarmu, nggak masalah sewa kosku,” begitu kata Mako pada temannya, penuh godaan. Dari situlah “bisnis kotor” itu ia jalankan. 

Bisa bayar murah, tak pakai uang tak masalah

Beberapa teman Mako–mahasiswa di luar Malang–kerap datang membawa pacar, berganti-ganti pacar. 

Modus utamanya adalah healing ke wisata alam. Lalu ngopi-ngopi estetik. Hingga menikmati lampu-lampu kota dari ketinggian, yang terlihat seperti bintik-bintik bersinar.

Kalau sudah larut malam, ketimbang keluar ongkos mahal untuk sewa hotel atau penginapan, pilihan paling hemat adalah menginap di kos Mako. 

Iklan

“Permalam kupatok Rp50 ribu-Rp70 ribu. Tergantung seberapa dekat status pertemanan kami sebelumnya. Karena kan ada model teman yang nggak terlalu dekat, tapi kemudian jadi sok akrab untuk urusan ini,” jelas Mako. 

“Terlebih, ada loh yang aku nggak kenal. Jadi temanku bilang ke temannya kalau ke Malang suruh ngontak aku aja buat sewa kos,” sambungnya. 

Bahkan, jika sudah amat dekat, Mako terima-terima saja jika dibayar dengan sebungkus rokok Surya isi 16 atau Sampoerna Mild. 

Tak masalah, asal sama-sama senang seja. Jika dibayar uang, Mako senang ia punya tambahan uang untuk beli rokok dan bensin. Kalau dibayar rokok, ia pun tetap senang karena tidak harus meloloskan uang sakunya untuk jatah ngebul. 

Persewaan kos bebas, saksi mahasiswa Malang menjaga citra kealiman

Jika teman Mako yang di Surabaya saja sampai jauh-jauh ke Malang untuk menyewa kos bebas yang Mako tempati, apalagi temannya sesama mahasiswa Malang sendiri. 

Bahkan, teman-temannya (mahasiswa Malang) terbilang amat sering menyewa. Tak harus untuk menginap semalam, tapi kalau sedang “ingin” dan hanya butuh dalam hitungan jam. Bisa di siang hari (di sela-sela jam jeda mata kuliah) atau awal petang selepas kuliah. 

Dari situ Mako menjadi saksi bagaimana seorang mahasiswa mencoba menjaga citra kealimannya, tapi diam-diam melepaskan jubah tersebut demi hasrat tubuhnya. 

“Aku bukan mahasiswa kampus berlabel “Islam”, tapi aku ada teman yang kuliah di kampus Islam. Di kampus dan organisasinya, ia dikenal alim. Dalam arti pinter ilmu agama,” ungkap Mako. “Tapi kalau bilang ke saya, itu dirinya yang lain. Dia tetap menusia dengan nafsu yang tertanam dalam dirinya.”

Rela ngemper kalau kos dipakai

“Kalau kosmu disewa, kamu biasanya ke mana? Apalagi kalau dipakai nginep semalaman,” tanya saya. 

Mako mengaku sering ngemper. Kalau tidak numpang di sekretariat organisasi kampus yang ia ikuti, ya numpang tidur di mess kedai kopi milik kenalannya. Simpel saja. 

Mako sudah menikah sejak 2022 lalu. Ia mengontrak sebuah rumah sembari menjalankan bisnis online shop di Malang. 

Sampai saat ini, ia mengaku masih mendapati banyak mahasiswa di Malang yang menggunakan keleluasaan kos bebas. Bahkan kini ia mengaku melihat kohabitasi alias kumpul kebo menjadi sebuah kelumrahan. 

“Kalau ingat nakalnya masa muda, ada nyeselnya, tapi juga ada lucunya,” kata Mako. 

“Tapi kutegaskan perilaku itu nggak bener. Karena sejak punya anak, kupikir-pikir, kayaknya aku nggak bakal bisa terima kalau anakku kelak berbuat hal yang sama sepertiku. Dulu di masa mahasiswa aku bisa menormalisasi tindakanku. Tapi punya anak membuat aku melihat, ternyata itu nggak boleh dinormalisasi,” tegasnya. Apalagi setelah melihat data betapa seriusnya dampak “kebebasan” tersebut. 

Mereka tanpa pengawasan, HIV/AIDS alami lonjakan

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang mencatat, sepanjang 2025 ada 355 kasus positif HIV/AIDS dari sekitar 17.000 orang yang menjalani pemeriksaan (screening).

Anggota DPRD Kota Malang, Arief Wahyudi menyebut, data itu hanya bagian kecil saja dari realitas. Ia percaya masih banyak kasus yang belum terungkap, sebagaimana mengutip kanal Disway Malang dan Malang Pariwara. 

Bagi Arief, lonjakan HIV/AIDS di Kota Malang salah satunya disebabkan karena kurang ketatnya pengawasan di rumah-rumah kos. Terutama yang ditempati oleh mahasiswa, pekerja, dan pendatang. 

“Akhirnya kos-kosan jadi bebas, laki-laki membawa perempuan atau sebaliknya. Ini salah satu faktor yang memicu munculnya penyakit berbahaya seperti HIV/AIDS. Akibat aktivitas kumpul kebo dan bergonta-ganti pasangan,” ungkap Arief.

Kota Malang sebenarnya punya Peraturan Daerah (Perda) Nomor 6 Tahun 2006 tentang Rumah Kos. Isinya mengatur tanggung jawab pemilik kos, termasuk larangan kos campur bagi pasangan yang tidak memiliki ikatan pernikahan.

Hanya memang, regulasi tersebut masih belum terimplementasi secara maksimal. “Sebagai contoh, operasi yang dilakukan Satpol PP beberapa bulan lalu, langsung menemukan 31 pasangan muda-mudi tanpa ikatan pernikahan tinggal satu kamar kos. Ini bukti bahwa Perda-nya bagus, tapi pelaksanaannya yang lemah, sehingga Pemkot Malang harus menangani serius,” beber Arief. 

Oleh karena itu, DPRD mendorong Pemerintah Kota Malang untuk memperkuat pengawasan terpadu dengan melibatkan Satpol PP, kelurahan, Babinsa, dan Bhabinkamtibmas. Perlu juga melakukan pendataan ulang terhadaprumah-rumah kos. 

Jika ada pengelola kos yang melanggar ketentuan, bagi Arife, harus dikenai sanksi administratif secara tegas. 

Penulis: Muchamad Aly Reza

Editor: Ahmad Effendi

BACA JUGA: Kumpul Kebo Sesama Jenis di Malang-Surabaya: Tak Melulu Soal Seks, Merasa Bahagia meski Lukai Orang Tua atau liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan

Terakhir diperbarui pada 14 Januari 2026 oleh

Tags: info kos malangKos Bebaskos bebas malangkos malangmahasiswa malangMalang
Muchamad Aly Reza

Muchamad Aly Reza

Reporter Mojok.co

Artikel Terkait

Kumpul kebo (kohabitasi) sesama jenis di Malang dan Surabaya. Menemukan kebahagiaan, berharap menikah, tapi takut lukai hati orang tua MOJOK.CO
Ragam

Kumpul Kebo Sesama Jenis di Malang-Surabaya: Tak Melulu Soal Seks, Merasa Bahagia meski Lukai Orang Tua

7 Januari 2026
Jadi ojol di Malang disuruh nyekar ke Makam Londo Sukun. MOJOK.CO
Liputan

Driver Ojol di Malang Pertama Kali Dapat Pesanan Bersihin Makam dan Nyekar di Pusara Orang Kristen, Doa Pakai Al-Fatihah

16 November 2025
4 Fakta Kos LV Jogja yang Banyak Orang Belum Tahu Mojok.co
Pojokan

4 Fakta Kos LV Jogja yang Belum Banyak Orang Tahu

17 Oktober 2025
Kerja keras bawa Annes kuliah di Universitas Brawijaya (UB) Malang gratis hingga kerja sebelum wisuda MOJOK.CO
Kampus

Universitas Brawijaya (UB) Bawa Saya Kuliah Tanpa Biaya, Bisa Kerja Sebelum Wisuda buat Tebus Masa-masa Berat Sekolah Sambil Kerja Sejak Remaja

15 Oktober 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Mengajari Siswa Down Syndrome Cara Marah, karena Dunia Tidak Selalu Ramah MOJOK.CO

Mengajari Siswa Down Syndrome Cara Marah, karena Dunia Tidak Selalu Ramah

9 Januari 2026
Ngerinya jalan raya Pantura Rembang di musim hujan MOJOK.CO

Jalan Pantura Rembang di Musim Hujan adalah Petaka bagi Pengendara Motor, Keselamatan Terancam dari Banyak Sisi

12 Januari 2026
outfit orang Surabaya Utara lebih sederhana ketimbang Surabaya Barat. MOJOK.CO

Kaos Oblong, Sarung, dan Motor PCX adalah Simbol Kesederhanaan Sejati Warga Surabaya Utara

8 Januari 2026
Mie ayam di Jakarta jadi saksi para pekerja berusaha tetap waras meski penuh beban hidup MOJOK.CO

Mie Ayam di Jakarta, Saksi Pekerja Berusaha Waras setelah Berkali-kali Nyaris Gila karena Kerja dan Beban dari Orang Tua

14 Januari 2026
pasar wiguna.MOJOK.CO

Dari Coffee Shop “Horor”, Nira, hingga Jam Tangan Limbah Kayu: Pasar Wiguna Menjaga Napas UMKM Lokal

8 Januari 2026
Kisah Bu Ngatimah, pekerja serabutan yang iuran BPJS Ketenagakerjaan miliknya ditanggung ASN Kota Semarang MOJOK.CO

Kisah Bu Ngatimah: Pekerja Serabutan di Semarang dapat Fasilitas BPJS Ketenagakerjaan, Iurannya Ditanggung ASN

7 Januari 2026

Video Terbaru

Bob Sadoni dan Hidup yang Terlalu Serius untuk Tidak Ditertawakan

Bob Sadoni dan Hidup yang Terlalu Serius untuk Tidak Ditertawakan

13 Januari 2026
Elang Jawa dan Cerita Panjang Kelestarian yang Dipertaruhkan

Elang Jawa dan Cerita Panjang Kelestarian yang Dipertaruhkan

11 Januari 2026
Serat Centhini: Catatan Panjang tentang Laku dan Pengetahuan

Serat Centhini: Catatan Panjang tentang Laku dan Pengetahuan

8 Januari 2026
Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Otomojok
  • Konter
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.