Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Ragam

Lulusan SMA Dihina: Masih Muda tapi Cuman Jadi Pedagang Pasar. Tak Peduli yang Penting Bukan Beban Keluarga

Aisyah Amira Wakang oleh Aisyah Amira Wakang
6 November 2025
A A
Lulus SMA dirundung karena jualan toge di pasar tradisional Tuban. Dianggap kurang usaha padahal masih muda alias gen Z. MOJOK.CO

ilustrasi - gen z dihina karena jualan taoge. (Ega Fansuri/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Mampu beli motor pribadi dari gaji harian

Masalahnya tak berhenti sampai di situ. Ia juga pernah difitnah oleh pembeli di pasar yang mengaku pernah membeli taoge Azizah. Ia berujar taoge yang Azizah jual sudah busuk. Padahal seingat Azizah, orang itu tak pernah beli di lapaknya. Azizah mengaku hampir menghafal semua pelanggannya dan ia jamin taogenya selalu bagus.

“Belum lagi kalau pembelinya itu komplain inilah, itulah dan kalau nawar harga itu di luar nurul (nalar),” kata Azizah, “tapi dengan komplain itu aku jadi tau kurangnya apa sih dan bisa memperbaikinya,” lanjutnya.

Satu plastik taoge Azizah yang berisi 250 gram dijual dengan harga seribu. Dari penjualan taogenya itu, Azizah mampu meraup untung sekitar Rp5 juta dalam sebulan. Bahkan dari gajinya itu, ia mampu membeli sepeda motor pribadi.

“Aku juga pernah kehilangan uang Rp10 juta pertamaku yang susah payah aku kumpulkan selama 2 tahun, padahal uang itu aku ingin aku gunakan untuk nanti tabungan menikah biar nggak terlalu memberatkan orang tua,” tuturnya.

Terbiasa dirundung hingga tak malu sebagai lulusan SMA

Selama membuka lapak di pasar, tak jarang ada pelanggan yang nyinyir dan memandangnya sebelah mata, karena masih muda (Gen Z) dan hanya lulusan SMA. Meski menjual taoge tidak termasuk daftar cita-citanya dulu, tapi justru pekerjaan itulah yang bikin Azizah bisa bertahan hingga sekarang.

“Selagi halal dan ngehasilin cuan ngapain gengsi. Aku pikir bisa sekuat sekarang karena dari kecil aku udah biasa dihina, di-bully, dikucilkan, hanya karena aku punya penyakit darah manis (prurigo),” kata Azizah.

“Walaupun sembuhnya sulit tapi akan ku buktikan ke orang-orang yang dulu menghina aku, bahwa aku nggak sejelek seperti yang dulu mereka katakan,” lanjutnya.

Azizah meyakini jika dia tidak berani mengambil risiko lebih jauh, maka dia tidak akan mendapatkan apapun dan hanya jalan di tempat. 

“Hiduplah dengan penuh keberanian, sebab dari keberanian itu mana tahu ada nasib baik untuk kehidupanmu di masa yang akan datang,” kata Azizah.

Penulis: Aisyah Amira Wakang

Editor: Muchamad Aly Reza

BACA JUGA: Menepis Gengsi Jadi Pedagang Keliling usai Lulus SMK, meski Selalu Dihina yang Penting Bisa Bantu Ekonomi Keluarga atau liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan.

Halaman 2 dari 2
Prev12

Terakhir diperbarui pada 7 November 2025 oleh

Tags: cara buat taogeGen Zlowongan kerjalulus SMAlulusan smarekomendasi usaha
Aisyah Amira Wakang

Aisyah Amira Wakang

Jurnalis Mojok.co asal Surabaya. Pernah menempuh pendidikan di S1 Ilmu Komunikasi Universitas Airlangga (Unair) Surabaya. Menaruh perhatian pada isu pendidikan, sosial, perkotaan, dan kelompok-kelompok marjinal. Di luar rutinitas liputan mengisi waktu dengan berlari dan menjelajah alam.

Artikel Terkait

gen z, biaya nikah, nikah di gedung, pernikahan.MOJOK.CO
Sehari-hari

Lebih Baik Nikah di Gedung daripada di Desa: Lebih Praktis dan Murah, tapi Harus Siap Dinyiyiri Tetangga

22 Februari 2026
Ijazah S1 jurusan Sastra Indonesia dari PTN terbaik di Jawa Timur alami penolakan 150 lamaran kerja. Buat pekerjaan freelance aja tidak bisa hingga jadi beban keluarga MOJOK.CO
Edumojok

Sarjana Sastra Indonesia PTN Terbaik Jadi Beban Keluarga: 150 Kali Ditolak Kerja, Ijazah buat Lamar Freelance pun Tak Bisa

21 Februari 2026
Gen Z mending beli bunga daripada rumah untuk self reward. MOJOK.CO
Sehari-hari

Gen Z Lebih Suka Beli Bunga untuk Self Reward daripada Stres Nggak Mampu Beli Rumah untuk Masa Depan

16 Februari 2026
Cara Gen Z memulihkan hati dengan lari dan menanam bibit pohon lewat program OAOT. MOJOK.CO
Jagat

Obati Patah Hati dengan Lari 176 km: Cara Gen Z Menebus Dosa Lingkungan Sambil Jadi Pelari Kalcer

14 Februari 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Lagu religi "Tuhan Itu Ada" jadi ajang promosi Klaten lewat musik MOJOK.CO

Adhit & Carlo Jikustik Gandeng Klaten Project Rilis Lagu Religi “Tuhan itu Ada”

25 Februari 2026
Takjil bingka dari Kalimantan

Seloyang Bingka di Jogja: Takjil dari Kalimantan yang Menahan Saya agar Tetap “Hidup” di Perantauan

23 Februari 2026
Konservasi Muria: Menjaga Hutan Tanpa Memiskinkan Warga

Konservasi Muria: Menjaga Hutan Tanpa Memiskinkan Warga

23 Februari 2026
merantau di Jogja.MOJOK.CO

Cerita Perantau Jatim: Diremehkan karena Tinggal di Kos Kumuh Jogja, Bungkam Mulut Tetangga dengan Membangun Rumah Besar di Desa

25 Februari 2026
Yamaha Mio Sporty 2011 selalu mogok di Jogja. MOJOK.CO

Salut dengan Ketahanan Yamaha Mio Sporty 2011, tapi Maaf Saya Sudah Tak Betah dan Melirik ke Versi Baru

20 Februari 2026
mie ayam Surabaya. MOJOK.CO

Mie Ayam Surabaya Buatan Pak Man, Tempat Saya “Berobat” setelah Lelah di Perantauan meski Pedagangnya Pendiam

20 Februari 2026

Video Terbaru

Prof. Al Makin: Filsafat sebagai Seni Bertanya dan Jalan Melawan Kemiskinan Nalar

Prof. Al Makin: Filsafat sebagai Seni Bertanya dan Jalan Melawan Kemiskinan Nalar

25 Februari 2026
Konservasi Muria: Menjaga Hutan Tanpa Memiskinkan Warga

Konservasi Muria: Menjaga Hutan Tanpa Memiskinkan Warga

23 Februari 2026
Zine Subversif: Ar Risalah dan Masjid yang Pernah Ditakuti Negara

Zine Subversif: Ar Risalah dan Masjid yang Pernah Ditakuti Negara

21 Februari 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.