Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
    • Bidikan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
    • Bidikan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Ragam

Sarjana di Rembang Malu dengan Lulusan SMA yang Gampang Cari Kerja, Nggak Punya Keterampilan dan Cuma Bisa Mancing

Muchamad Aly Reza oleh Muchamad Aly Reza
30 April 2024
A A
Pantai di Rembang jadi tempat adu nasib sarjana dan ;ulusan SMA yang sulit cari kerja MOJOK.CO

Ilustrasi - Pantai di Rembang jadi tempat adu nasib sarjana dan ;ulusan SMA yang sulit cari kerja. (Ega Fansuri/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Salah satu pantai di Rembang, Jawa Tengah menjadi spot favorit bagi beberapa pemuda putus asa dari kalangan sarjana dan lulusan SMA. Sambil memancing, mereka adu nabis perihal kesialan hidup masing-masing. Perihal betapa sulitnya mencari pekerjaan.

***

Setiap pulang ke Rembang, Jawa Tengah, ada satu tempat yang sering saya datangi untuk menunggu Magrib, yakni Pantai Robyong, Sluke, Rembang. Tepatnya di bekas pondasi dermaga yang gagal dibangun. Persis di bawah pangkalan truk.

Biasanya, tanpa saling berkabar pun, di sana sudah ada beberapa pemuda. Beberapa tampak sedang memancing. Dapat ikan atau tidak itu lain urusan. Mereka hanya ingin bersenang-senang, menepikan sejenak kegelisahan yang mendera. Sementara satu dua yang lain duduk-duduk saja, menatap kosong hamparan lautan.

Begitu juga yang saya dapati pada Senin, (29/4/2024) sore di salah satu pantai di Rembang tersebut. Hanya ada dua orang pemuda dari Desa Manggar, Rembang. Keduanya sedang duduk menunggu umpan mereka dicaplok ikan, sambil saling berkeluh kesah satu sama lain.

“Tumben cuma berdua?” sapa saya.

“Yang lain kan kerja. Ada yang di Gresik, ada yang di Semarang,” timpal Baid (24) setelah menerima uluran salam saya.

Pantai di Rembang membuat hati dan pikiran tenang

Baid mengaku menjadi salah satu dari teman-temannya lulusan SMA yang tak cukup beruntung. Sejak lulus SMA pada 2018 lalu, sampai sekarang entah kenapa ia merasa agak kesulitan mencari pekerjaan.

“Dulu sempat ada lowongan di sebuah dinas di Rembang, ya sebagai pegawai bawahan lah. Daftarnya harus bayar Rp2 juta. Setelah kubayar, sampai sekarang nggak ada panggilan,” ujarnya lesu.

Dalam rentang 2018-2024 Baid sendiri bukannya berdiam diri. Sudah beberapa pabrik ia masuki. Baik pabrik-pabrik di Rembang sendiri maupun pabrik-pabrik di daerah lain seperti Semarang hingga Salatiga, Jawa Tengah.

Pantai di Rembang Jadi Tempat Adu Nasib Sarjana dan Lulusan SMA yang Sulit Cari Kerja MOJOK.CO
Pantai di Rembang jadi tempat adu nasib sarjana dan ;ulusan SMA yang sulit cari kerja. (Aly Reza/Mojok.co)

Baid bahkan pernah sampai coba-coba mengundi nasib ke Batam. Hanya saja, ia selalu kepentok kesialan. Belum juga tiga bulan kerja, ia pasti sudah terdepak keluar.

“Di Batam kena tipu. Di Semarang dulu gaji nunggak terus. Padahal nggak besar juga. Terus terbaru pada 2023 lalu aku di pabrik sepatu di Rembang. Nggak lebih tiga bulan kena PHK karena ada pengurangan karyawan, pahit,” tutur Baid.

Baid mengaku stres dan selalu overthinking. Mengingat posisinya sebagai anak pertama, laki-laki pula. Yang seharusnya menjadi andalan bagi orang tua dan adiknya, tapi malah masih menjadi beban karena selama tidak bekerja, untuk kebutuhan jajan atau bensin ia masih harus minta.

“Untung aku nggak rokok. Jadi urusan minta-meminta masih dimaklumi, Meskipun satu sisi nggak enak,” ucap Baid.

Iklan

Untuk meredakan gelisah di hati, Robyong sebagai salah satu pantai di Rembang menjadi jujukan Baid setiap sore. Entah ikut memancing atau sekadar melamun. Tapi melihat laut lepas yang biru dan kemerahan saat surup membuat pikiran dan hatinya sedikit tenang dan semilir.

Sarjana Rembang malu nggak bisa kerja

Keluhan yang sama juga dialami oleh beberapa pemuda yang setiap sore memancing (dan melamun) di salah satu pantai di Rembang tersebut. Sama-sama mumet karena kelamaan nganggur.

Tak cuma lulusan SMA saja, sarjana pun ada yang ikut nimbrung adu nasib lantaran nasibnya ternyata tak lebih baik dari lulusan SMA. Seperti misalnya Samad (26).

Memancing di salah satu pantai di Rembang itu menjadi aktivitas Samad untuk melarikan diri dari mendengar rasan-rasan tetangga rumahnya tentang dirinya sebagai sarjana nganggur. Pasalnya, sejak lulus kuliah dan menjadi sarjana pada 2022 lalu, ia pun kesulitan mencari pekerjaan.

“Malah kelihatannya lebih gampang teman-teman yang cuma pakai ijazah SMA atau SMK. Kayak gampang aja masuk pabrik,” ungkap Samad.

Samad menyadari bahwa ia memang minim keterampilan. Sebagai sarjana, kalau mau diadu dalam hal pemikiran, Samad merasa lebih unggul. Tapi untuk keterampilan-keterampilan yang sifatnya praktikal, Samad mengakui kalau ia memiliki keterbatasan, tak seterampial teman-temannya yang cuma lulusan SMA.

“Aku merasa cuma cocok jadi guru atau pekerjaan yang mengandalkan public speaking. Tapi guru pun gajinya ngenes,” keluhnya.

“Jadi kalau lagi kumpul, ada teman-teman lulusan SMA yang pulang kerja cerita soal kerjaannya di Gresik atau Semarang, aku malu sendiri. Aku sarjana tapi nggak bisa apa-apa,” sambungnya sembari menatap hampa hamparan lautan di salah satu pantai di Rembang tersebut

Samad sendiri bukannya tak pernah bekerja sama sekali. Pada penghujung 2022 ia sempat menjadi staf gudang di sebuah perusahaan jasa ekspedisi di Sidoarjo, Jawa Timur. Hanya saja tak berjalan lama. Baru berjalan setengah tahun, ia memilih resign karena mengaku tak kuat dengan tekanannya.

Baca halaman selanjutnya…

Meratapi gaji kecil di pantai Rembang

Halaman 1 dari 2
12Next

Terakhir diperbarui pada 1 Mei 2024 oleh

Tags: jawa tengahpabrik di rembangpantai di rembangrembangsarjana rembangsulit cari kerjaumk rembangumr rembang
Muchamad Aly Reza

Muchamad Aly Reza

Reporter Mojok.co

Artikel Terkait

Ngerinya jalan raya Pantura Rembang di musim hujan MOJOK.CO
Catatan

Jalan Pantura Rembang di Musim Hujan adalah Petaka bagi Pengendara Motor, Keselamatan Terancam dari Banyak Sisi

12 Januari 2026
Jadi omongan saudara karena sarjana nganggur. MOJOK.CO
Ragam

Putus Asa usai Ditolak Kerja Ratusan Kali, Sampai Dihina Saudara karena Hanya Jadi Sarjana Nganggur

12 Desember 2025
UMK Jogja bikin perantau Jawa Tengah menderita. MOJOK.CO
Ragam

Penyesalan Orang Jawa Tengah Merantau ke Jogja: Biaya Hidup Makin Tinggi, Boncos karena Kebiasaan Ngopi di Kafe, dan Gaji yang “Seuprit”

11 Desember 2025
Gaji Rp2 jutaan pekerja pabrik Rembang ludes di awal bulan demi sewa LC, judi slot, hingga modif motor MOJOK.CO
Ragam

Gaji Cuma Rp2 Juta Ludes di Awal Bulan demi Sewa LC, Judi Slot, dan Modif Motor. Biarkan Orang Tua Merana

10 Desember 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

franz kafka, pekerja urban, serangga.MOJOK.CO

Kita Semua Cuma Kecoa di Dalam KRL Ibu Kota, yang Bekerja Keras Hingga Lupa dengan Diri Kita Sebenarnya

15 Januari 2026
Bob Sadoni dan Hidup yang Terlalu Serius untuk Tidak Ditertawakan

Bob Sadoni dan Hidup yang Terlalu Serius untuk Tidak Ditertawakan

13 Januari 2026
2016, Tahun Terakhir Gen Z dan Milenial Merasa Berjaya. MOJOK.CO

2016 bagi Milenial dan Gen Z adalah Tahun Kejayaan Terakhir sebelum Dihajar Realitas Hidup

17 Januari 2026
Motor Honda Vario 150 2026, motor tahan banting MOJOK.CO

Honda Vario 150 2016 Motor Tahan Banting: Beli Ngasal tapi Tak Menyesal, Tetap Gahar usai 10 Tahun Lebih Saya Hajar di Jalanan sampai Tak Tega Menjual

15 Januari 2026
Mens Rea, Panji Pragiwaksono sebagai Anak Abah, dan Bahaya Logika Fanatisme MOJOK.CO

Mens Rea, Pandji Pragiwaksono sebagai Anak Abah, dan Bahaya Logika Fanatisme

12 Januari 2026
Elang Jawa dan Cerita Panjang Kelestarian yang Dipertaruhkan

Elang Jawa dan Cerita Panjang Kelestarian yang Dipertaruhkan

11 Januari 2026

Video Terbaru

Bob Sadoni dan Hidup yang Terlalu Serius untuk Tidak Ditertawakan

Bob Sadoni dan Hidup yang Terlalu Serius untuk Tidak Ditertawakan

13 Januari 2026
Elang Jawa dan Cerita Panjang Kelestarian yang Dipertaruhkan

Elang Jawa dan Cerita Panjang Kelestarian yang Dipertaruhkan

11 Januari 2026
Serat Centhini: Catatan Panjang tentang Laku dan Pengetahuan

Serat Centhini: Catatan Panjang tentang Laku dan Pengetahuan

8 Januari 2026
Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.