Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Ragam

Gaya Hidup dan Biaya Hidup Salatiga Mulai Mirip Jogja: Tak Setenang dan Sesederhana Dulu, Bukan Lagi Tempat Pensiun Impian

Muchamad Aly Reza oleh Muchamad Aly Reza
9 Maret 2024
A A
Salatiga Ketularan Jogja MOjOK.CO

Ilustrasi Salatiga ketularan budaya hedon Jogja.

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Otw jadi Kota Pelajar

Atas bantuan Sabil, saya kemudian bisa ngobrol dengan Dani (24), warga asli Salatiga yang mendapat predikat sebagai yang terindah di Jawa Tengah itu.

Menurut Dani, kota kelahirannya itu mulai diminati oleh calon mahasiswa baru adalah sejak IAIN Salatiga resmi berubah menjadi UIN Salatiga pada 8 Juni 2022. Menguatkan pendapat Sabil yang menyebut bahwa Salatiga perlahan berubah sejak tahun tersebut.

“Seturut pengalamanku, aku punya temen-temen yang sedari awal emang pengin kuliah di UIN Salatiga. Karena memang di media sosial menyebar narasi bahwa Salatiga sangat menenangkan. Mereka pengin kuliah sambil healing,” terang Dani.

Berbeda dengan dulu saat masih IAIN, di mana IAIN Salatiga hanyalah kampus pelarian bagi mereka yang tidak keterima di kampus idaman. Alias kuliah di IAIN dengan motif yang penting kuliah.

Di Salatiga sendiri memang sudah ada beberapa kampus, meski skalanya tak sebesar kampus-kampus lain di Jawa Tengah. Namun, dengan makin besarnya minat mahasiswa luar daerah untuk kuliah di kota ini, bukan tidak mungkin jika kemudian kota kecil ini berkembang menjadi Kota Pelajar layaknya Jogja.

“Itu artinya harus siap-siap makin riuh kayak Jogja. Kalau aku sih nggak siap,” kata Dani selaku warga setempat.

Tertular pergaulan bebas Jogja

Jika menjadi Kota Pelajar, Dani khawatir budaya di Salatiga kelak akan berubah menjadi sebebas Jogja.

“Karena sekarang aja sudah mulai bebas banget, og. Mahasiswa nginep di kos pacar jadi perkara biasa, padahal dulu tabu sekali di sini,” kata Dani.

Jika kelak Salatiga makin bebas, menurut Dani, bisa jadi kelak image Salatiga bakal menjadi seburuk Jogja. Jika sudah begitu, tempat lahirnya itu sudah bukan lagi tempat pensiun dan menua yang ideal.

“Saking tenang dan santunnya, dulu di medsos ada yang nyebut Salatiga tempat pensiun terbaik,” ujar Dani.

“Kalau kelak justru berubah jadi kayak Jogja, ah, kayaknya aku pun kalau bisa pindah ke kota lain aja lah. Purwokerto misalnya,” tegasnya.

Reporter: Muchamad Aly Reza
Editor: Agung Purwandono

BACA JUGA: Di Semarang Sarjana Harus Pakai Ijazah SMK untuk Melamar Kerja biar Diterima Perusahaan, Ijazah Kuliah Seolah Tak Laku

Ikuti berita dan artikel Mojok lainnya di Google News.

Halaman 2 dari 2
Prev12

Terakhir diperbarui pada 9 Maret 2024 oleh

Tags: biaya hidup salatigagaya hidup salatigaJogjakampus di salatigaKota Pelajarmahasiswa salatigapilihan redaksisalatiga
Muchamad Aly Reza

Muchamad Aly Reza

Jurnalis Mojok.co asal Rembang, Jawa Tengah. Pernah belajar di S1 Sejarah Peradaban Islam Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel Surabaya. Banyak menulis isu sosial, keislaman dan spiritualitas, pendidikan kritis, dan realitas sehari-hari. Mengisi waktu dengan membaca buku, nonton film, dan traveling.

Artikel Terkait

Parijoto, pecel pakis, hingga lalapan kelor. Khazanah kuliner di Desa Colo yang erat dengan dakwah Sunan Muria MOJOK.CO
Lipsus

Rasa Sanga (2): Sajian Parijoto, Pecel Pakis, dan Lalapan Kelor di Desa Colo yang Erat dengan “Syiar Alam” Sunan Muria

27 Februari 2026
Gen Z photobox di Tugu Jogja
Urban

Gen Z Jogja Rela Antre buat “Ibadah” Photobox di Tugu, Pilih Tahan Kantuk setelah Sahur karena FOMO

27 Februari 2026
KIP Kuliah di Jogja.MOJOK.CO
Edumojok

Ironi Penerima KIP Kuliah di Jogja: Uang Beasiswa Habis Buat Bayar Utang Keluarga, Rela Makan Rp20 Ribu per Hari Demi Tak Putus Kuliah

27 Februari 2026
Bisnis coffe shop, rumah dekat kafe, jogja.MOJOK.CO
Urban

Derita Punya Rumah Dekat Tempat Nongkrong Kekinian di Jogja: Cuma Bikin Emosi dan Nggak Bisa Tidur

26 Februari 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Takjil bingka dari Kalimantan

Seloyang Bingka di Jogja: Takjil dari Kalimantan yang Menahan Saya agar Tetap “Hidup” di Perantauan

23 Februari 2026
Gamplong Studio Alam, Tempat Wisata Sleman yang Unik, tapi Nggak Perlu Diulang Dua Kali Mojok.co

Gamplong Studio Alam, Tempat Wisata Sleman yang Unik, tapi Nggak Perlu Diulang Dua Kali

27 Februari 2026
Sisi Gelap AI dan Ancaman Imperialisme Digital ala 'Big Tech' MOJOK.CO

Sisi Gelap AI dan Ancaman Imperialisme Digital ala ‘Big Tech’

25 Februari 2026
Mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) kerap disalahpahami mahasiswa PTN atau PTS umum lain MOJOK.CO

4 Hal yang Sudah Dianggap Keren dan Kalcer di Kalangan Mahasiswa UIN, Tapi Agak “Aneh” bagi Mahasiswa PTN Lain

28 Februari 2026
Gen Z photobox di Tugu Jogja

Gen Z Jogja Rela Antre buat “Ibadah” Photobox di Tugu, Pilih Tahan Kantuk setelah Sahur karena FOMO

27 Februari 2026
MBG untuk sahur dan berbuka di bulan Ramadan

Sahur dengan MBG, Nilai Gizinya Lebih Cocok untuk Mahasiswa ketimbang Anak Sekolah

24 Februari 2026

Video Terbaru

Prof. Al Makin: Filsafat sebagai Seni Bertanya dan Jalan Melawan Kemiskinan Nalar

Prof. Al Makin: Filsafat sebagai Seni Bertanya dan Jalan Melawan Kemiskinan Nalar

25 Februari 2026
Konservasi Muria: Menjaga Hutan Tanpa Memiskinkan Warga

Konservasi Muria: Menjaga Hutan Tanpa Memiskinkan Warga

23 Februari 2026
Zine Subversif: Ar Risalah dan Masjid yang Pernah Ditakuti Negara

Zine Subversif: Ar Risalah dan Masjid yang Pernah Ditakuti Negara

21 Februari 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.