Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Ragam

Rosalia Indah Menjual Kemewahan, Bukan Rasa Aman. Sementara Agra Mas Sebaliknya, Fasilitas Sederhana tapi Keamanan Juara

Ahmad Effendi oleh Ahmad Effendi
4 Juli 2025
A A
Rosalia Indah First Class, Agra Mas.MOJOK.CO

Ilustrasi - Rosalia Indah First Class (Mojok.co/Ega Fansuri)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Nggak semewah Rosalia Indah, tapi Agra Mas menawarkan rasa aman

Ari benar-benar mengakui, ketika pertama kali beralih ke Agra Mas, ia merasa ada “penurunan standar”. Dirinya bahkan memberikan analogi: ibarat dari hotel bintang lima langsung ke kos-kosan.

“Pertama naik Agra Mas, rasanya langsung ‘oh, ini dia realita bus AKAP‘. Sungguh beda jauh sama Rosin,” ujarnya.

Menurutnya, kursinya tak seempuk dan senyaman Rosalia Indah. Space untuk kakinya juga tak selega bus langganannya dulu. Bagai bumi dan langit. Namun, ada satu hal yang membuat Ari kini loyal pada Agra Mas, dan itu menurutnya tak bisa dibeli dengan fasilitas mewah: rasa aman. 

“Setidaknya saya nggak perlu was-was soal tas laptop atau dompet. Itu penting banget, sih,” kata dia. “Perjalanan jadi lebih tenang, bisa tidur pulas tanpa perlu memeluk tas.”

Cerita Ari diamini oleh Fatia (20), seorang mahasiswi asal Jawa Barat yang kini menimba ilmu di Jogja. Berbeda dengan Ari yang dulunya dimanjakan Rosalia Indah, Fatia adalah tipe “penumpang yang pragmatis”. 

Baginya, fasilitas mewah adalah bonus, tapi keamanan adalah harga mati. Ia tak pernah tergiur janji-janji kenyamanan yang sering diiklankan PO bus itu.

“Aku selalu pakai Agra Mas. Dari awal kuliah sampai sekarang, kalau pulang kampung atau balik ke Jogja, ya Agra Mas,” kata Fatia lugas.

“Fasilitasnya memang nggak mewah-mewah banget, ya standar lah. Yang penting kursinya nggak bikin pegal, AC-nya dingin, dan nggak ada bau aneh-aneh. Selebihnya, ya biasa saja.”

Memang tak berjodoh dengan Rosin

Fatia bercerita, sebenarnya ia pernah sekali tergoda untuk mencoba kemewahan Rosalia Indah. Sekali-kali pakai bus mahal buat pulang kampung. Self reward setelah menuntaskan ujian semesteran, kata dia.

“Waktu itu lagi iseng, lihat promo Rosin, terus kayaknya enak banget kalau bisa nyobain bus double decker-nya. Isenglah aku pesan tiket,” kisahnya sambil tertawa kecil. 

“Tapi anehnya, setelah tiketnya sudah di tangan, tiba-tiba ada urusan mendadak di kampus yang nggak bisa ditinggal, jadi aku harus reschedule dan batal berangkat,” ujarnya.

Tak lama setelah pembatalan itu, kasus-kasus kehilangan barang di Rosalia Indah mendadak ramai di media sosial. Alhasil, Fatia pun jadi berpikir kalau jangan-jangan dia memang nggak ditakdirkan berjodoh sama PO bus itu.

“Lihat di medsos, ngeri lihat laptop diganti keramik, iPad jadi buku. Mending yang sudah pasti aman saja, walaupun fasilitas biasa,” kata dia. “Tapi memang kayaknya aku sama Rosin nggak jodoh aja sih.”

Penulis: Ahmad Effendi

Iklan

Editor: Muchamad Aly Reza

BACA JUGA: Menyaksikan Kegilaan Sopir Harapan Jaya dan Bus Bagong dari Dalam Bus, Menjadi Saksi Kehidupan Bus yang Selalu Dianggap Biang Masalah Jalanan atau liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan.

Halaman 2 dari 2
Prev12

Terakhir diperbarui pada 5 Juli 2025 oleh

Tags: agra masbus rosalia indahpo bus agra maspo bus rosalia indahPO Rosalia IndahRosalia Indahrosin
Ahmad Effendi

Ahmad Effendi

Jurnalis Mojok.co asal Yogyakarta. Pernah belajar di S1 Ilmu Sejarah Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Banyak menulis sejarah, sepak bola, isu urban, budaya pop, dan setiap yang menyangkut kepentingan publik. Kerap menepi di konser band metal, festival film, dan mengasuh anabul.

Artikel Terkait

Rosalia Indah Armada Tua Bikin Kecewa- Mogok Sampai 4 Kali MOJOK.CO
Otomojok

Pengalaman Buruk Naik Rosalia Indah Tua Rombakan: Empat Kali Mogok, Menghadirkan Kekecewaan di Akhir Perjalanan

17 Februari 2026
Bus luragung jaya.MOJOK.CO
Ragam

Coba-coba Naik Bus Eksekutif Agra Mas: Semula Takut Naik Bus Malah Jadi Ketagihan, Merasa Katrok karena Fasilitas Melebihi Kereta Api

8 Juli 2025
Rosalia Indah PO Bus Penuh Drama, dari Maling sampai Kecoa (Unsplash)
Pojokan

Rosalia Indah, PO Bus yang Terlalu Penuh Masalah Membuat Penumpang Merasa Tidak Aman Apalagi Masalah Maling Hingga Kemunculan Kecoa

5 Juli 2025
Rosalia Indah First Class, Agra Mas.MOJOK.CO
Otomojok

Rosalia Indah First Class, Bus Double Decker yang Membuat Gembel Seperti Saya Menjadi Sultan Selama 8 Jam

4 Juni 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Aksi tanam 100 pohon gayam di sekitar Candi Borobudur, Magelang. MOJOK.CO

Hubungan Istimewa di Balik Pohon Gayam sebagai “Tanaman Peneduh” dan Candi Borobudur

23 April 2026
Atlet pencak silat Unair, Faryska Ozi Faradika. MOJOK.CO

UKM Pencak Silat Unair Selamatkan Mimpi Atlet PSHT, Gelanggang Pertandingan Lebih “Menyeramkan” daripada Ruang Kelas Kuliah

20 April 2026
Omong kosong berkebun untuk slow living di desa. Punya kebun di desa justru menderita karena tanaman dirampok warga MOJOK.CO

Kena Mental Punya Kebun di Desa: Hasil Berkebun Tak Bisa Dinikmati Sendiri, Sudah Dirampok dan Dirusuhi Masih Digalaki

23 April 2026
Alasan Gelar Sarjana Tak Lagi Jadi Jaminan Mudah Dapat Kerja MOJOK.CO

Alasan Gelar Sarjana Tak Lagi Jadi Jaminan Mudah Dapat Kerja

20 April 2026
Derita anak pintar dan siswa berprestasi yang hidup dalam kemiskinan di desa. Tak dapat dukungan pendidikan dari orang tua MOJOK.CO

Jadi Anak Pintar di Desa Tanpa Privilege Sia-sia: Ortu Tak Dukung Pendidikan, Lulus Sekolah Dipaksa Nikah dan Bekerja

22 April 2026
Guru PPPK Paruh Waktu, honorer.MOJOK.CO

Guru, Profesi yang Dihormati di Desa tapi Hidupnya Sengsara di Kota: Dimuliakan Seperti Nabi, Digaji Lebih Kecil dari Kuli

23 April 2026

Video Terbaru

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

11 April 2026
Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

9 April 2026
Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.